Disain penelitian ini adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan di enam PAUD yang terdiri dari dua Taman Kanak-kanak, dua Semai Benih Bangsa (SBB) binaan Indonesia Heritage Foundation dan dua PAUD yang berada di Kabupaten Bogor. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2013.
Penarikan Contoh
Populasi contoh dalam penelitian ini adalah anak usia dini yang mengikuti pembelajaran di PAUD-PAUD di kabupaten Bogor yang terdiri dari dua Taman Kanak-Kanak (TK) yaitu di TK Al Husna (Leuwiliang) dan TK Firdaus Albana (Rumpin), dua Semai Benih Bangsa (SBB) binaan Indonesia Heritage Foundation yaitu SBB Pinus dan SBB Cendana dan dua PAUD non formal yaitu PAUD Bai Bara dan PAUD Darur Rohmah. Pengambilan contoh PAUD dilakukan secara purposive . Sampel penelitian ini adalah anak usia dini yang diambil sebanyak 105 anak tanpa membedakan jenis kelamin yang dilakukan secara acak sederhana dengan masing-masing sebanyak 35 anak usia dini pada setiap jenis sekolah. Pengambilan sampel sebanyak 35 orang untuk setiap model pendidikan prasekolah didasarkan pada kenyataan minimnya jumlah murid terutama pada model sekolah SBB dari tahun ke tahun. Dalam setahun tidak pernah lebih dari 18 siswa , bahkan pernah terjadi tidak ada satupun murid yang mendaftar pada tahun ajaran baru. Pemilihan contoh dilakukan dengan menggunakan metode cluster random sampling. Kerangka penarikan contoh terlihat pada Gambar 2.
Jenis dan Cara Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Sebagian data primer yang dikumpulkan meliputi data karakteristik anak (umur, jenis kelamin), karakteristik keluarga (besar keluarga, usia orangtua, pendidikan orangtua, pekerjaan orang tua dan pendapatan perkapita), karakteristik sekolah (sarana/prasarana, kompetensi guru, proses pembelajaran atau kurikulum yang patut dan menyenangkan dan ratio guru murid), kualitas pengasuhan ibu dan kecerdasan emosional anak usia dini. Keseluruhan data primer tersebut dikumpulkan dengan alat bantu kuosioner dan hasil pengamatan terhadap sekolah, guru, orang tua dan anak. Jenis, cara pengumpulan data dan pengukuran variabel dapat dilihat pada Tabel 1
19 Purposive Purposive Satuan unit Random Kluster Acak Sederhana
Gambar 4.1 Penarikan Contoh
Tabel 4.1 Jenis, cara pengumpulan data dan pengukuran variabel
Jenis data
Variabel Reponden Alat bantu
& item pertanyaan
Jenis skala Keterangan Konsep
Primer Karakteristik contoh: Orangtua Kuesioner
-Umur anak Ratio Tahun
-Jenis kelamin Nominal 1=lk,2=pr
Primer Karakteristik keluarga:
Orangtua Kuesioner
-Umur orangtua Ratio Tahun
-Pendidikan orangtua Interval -Pekerjaan orangtua Ordinal -Pendapatan per
kapita perbulan
Ratio Rp/bulan -Status kerja ibu Nominal 0=tidak
1= ya Primer
& sekun- der
Karakteristik sekolah Guru Kuesioner Diadopsi dan
dikembangkan dari Hastuti (2010) -Sarana prasarana 30 (0-30) Ordinal
-Pendidikan guru 6(0-6) Ordinal
Kabupaten Bogor TK TK TK SBB SBB Paud Paud SBB PAUD n = 35 n = 35 n = 35
Lanjutan...
Jenis data
Variabel Reponden Alat bantu
& item pertanyaan
Jenis skala Keterangan Konsep
-Kurikulum 54(0-108) 0=tidak
pernah, 1=kadang- kadang 2=selalu
-Ratio guru murid Ordinal
Primer Kualitas Pengasuhan Ibu Ibu Kuesioner 54 (0-54) Ordinal 0=tidak, 1=ya HOME (Caldwell, 1984) Primer Kecerdasan emosional Anak Kuesioner 25 (0-25) Ordinal Kuesioner kecerdasan emosional dikembangkan oleh peneliti Pengolahan dan Analisis Data
Data yang diperoleh diolah melalui proses editing, coding, scoring, entry data, cleaning data dan analisis data dengan menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS for windows.Analisis data yang digunakan meliputi uji korelasi Pearson dan analisis regresi linear berganda. Pengujian instrument dilakukan sebelum penelitian dilakukan dengan menggunakan uji realibilitas dan validitas. Nilai Cronbach’s alpha variabel kualitas pengasuhan ibu (HOME) dan kecerdasan emosional anak usia dini masing-masing adalah 0,89 dan 0,649.
Kualitas pengasuhan ibu diukur dengan menggunakan instrument HOME
(Home Observation and Measurement on Environment, Caldwell 1984), yang
terdiri dari delapan dimensi yaitu stimulasi belajar, stimulasi bahasa, lingkungan fisik, kehangatan dan penerimaan, stimulasi akademik, modeling, variasi stimulasi pada anak dan hukuman. Sedangkan kecerdasan emosional diukur dengan menggunakan instrument yang dikembangkan oleh peneliti yang terdiri dari lima dimensi yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan ketrampilan sosial yang merupakan pengembangan dari Emotional Intelligence (Goleman 2007). Skor total dari kualitas pengasuhan ibu dan kecerdasan emosional dibedakan menjadi tiga kategori yaitu kurang (<60 persen), sedang (60 – 80 persen) dan baik (>80 persen). Data selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial.
Statistik inferensial digunakan untuk mengeneralisasikan hasil penelitian dan data sampel, yaitu
1. Uji beda means (rata-rata) menggunakan uji beda-t berpasangan untuk menganalisis perbedaan karakteristik anak, karakteristik keluarga, model pendidikan prasekolah, kualitas pengasuhan ibu, dan kecerdasan emosional.
21
Tabel 4.2 Data dan cara pengkategorian
Variabel Kategori Karateristik anak dan keluarga
1.Jenis kelamin anak 0) Laki-laki 1) Perempuan
2.Umur anak 1) 48 – 59 bulan 4) 70 – 74 bulan 2) 60 – 64 bulan 5) 75 – 79 bulan 3) 65 – 69 bulan 6) 80 – 84 bulan 3.Umur ayah dan ibu 1) 20 – 24 tahun 4) 35 – 39 tahun 2) 25 – 29 tahun 5) 40 – 44 tahun 3) 30 – 34 tahun 6) > 44 tahun 4.Pendidikan ayah dan ibu 1) Tidak sekolah 6) Tidak tamat SMU 2) Tidak tamat SD 7) Tamat SMU 3) Tamat SD 8) Akademik 4) Tidak tamat SMP 9) Sarjana 5) Tamat SMP 5. Pendapatan perkapita 1) <=Rp. 250.000 2) Rp. 250.001 – Rp. 500.000 3) Rp. 500.001 – Rp. 750.000 4) Rp. 750.001 – Rp. 1.000.000 5) Rp. 1.000.001 – Rp. 1.250.000 6) Rp.1.250.001 – Rp. 1.500.000 7) >=Rp. 1.500.001 6. Besar keluarga
(BKKBN 1998) 1) Keluarga kecil (<=4 org) 2) Keluarga sedang (5-7 org) 3) Keluarga besar (>= 8 org) 7. Pekerjaan ayah 1) Tidak bekerja, 2) PNS, 3) Pedagang, 4) Buruh 5) Karyawan 6) Sektor Jasa, 7) Bertani/beternak
8) Lainnya
8. Status ibu bekerja 0) Tidak bekerja, 1) Bekerja 9. Kualitas pengasuhan ibu 1) Kurang (<60 %),
2) Sedang (60 % – 80 %) 3) Baik (> 80 %) 10. Kecerdasan emosional 1) Kurang (< 60 %) 2) Sedang (60 % - 80 %) 3) Baik (> 80 %)
Model uji beda t (Walpole, 1992) adalah sebagai berikut :
1
1
2 2 2 1 2 1 2 1 2 1n
SD
n
SD
X
X
t
2. Uji korelasi berganda (Pearson) digunakan untuk melihat hubungan antar variabel.
Model koefisien korelasi (Walpole, 1992) adalah sebagai berikut :
3. Analisis faktor digunakan untuk mereduksi dimensi-dimensi proses pembelajaran (Developmentally Appropriate Practices/DAP) menjadi faktor-faktor sehingga mempermudah dalam melakukan analisis.
4. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kecerdasan emosional. Regresi linier berganda digunakan untuk menguji beberapa factor sebagai variabel independen (multiple independent variables) yang berpengaruh terhadap suatu variabel dependen.
Model regresi linier berganda pada penelitian ini adalah : 1.Artikel 1
Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + β3X3 …….+ βnXn + ε
Dimana Y = kecerdasan emosional anak
X1 = Umur anak, X5 = Pendapatan perkapitaperbulan X2 = Jenis kelamin anak X6 = Kualitas pengasuhan ibu X3 = Pendidikan Ibu D1 = SBB
X4 = Status Kerja Ibu D2 = TK D3 = PAUD 2.Artikel 2
Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + ...+ βn Xn + ε
Dimana Y = kecerdasan emosional
X1 = Umur anak X5 = Pendidikan guru X2 = Jenis kelamin anak X6 = Ratio guru murid
X3 = Sarana prasarana Model pendidikan prasekolah : X4 = Kurikulum 1 = SBB 3 = PAUD 2 = TK
23
Definisi Operasional
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terhubung karena adanya ikatan perkawinan, ikatan darah, dan adopsi yang saling berinteraksi dan melakukan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 6 tahun
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian stimulasi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Karakteristik anak adalah variabel yang terdiri dari ciri-ciri anak yang meliputi umur dan jenis kelamin.
Karakteristik keluarga adalah variabel yang terdiri atas ciri-ciri keluarga contoh yang diduga berpengaruh terhadap segala perubahan yang terjadi pada kualitas pengasuhan yang meliputi usia orangtua, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, besar keluarga, pendapatan perkapita,.
Karakteristik sekolah adalah variabel yang tediri atas ciri-ciri sekolah yang memiliki fasilitas seperti sarana/prasarana, kurikulum, pendidikan guru dan ratio guru murid
Pendapatan perkapitaperbulanadalah jumlah total pemasukan yang didapatkan oleh tiap-tiap anggota keluarga sebagai usaha utama dan tambahan dalam satu bulan yang dinyatakan dalam rupiah dibagi dengan jumlah anggota keluarga yang digolongkan menjadi enam kategori, yaitu: <= Rp. 250.000 , Rp. 250.001 – Rp. 500.000, Rp. 500.001 – Rp. 750.000, Rp. 750.001 – Rp. 1.000.000, Rp. 1.000.001 – Rp. 1.250.000, Rp. 1.250.001 – Rp. 1.500.000 dan >= Rp. 1.500.000 per kapita perbulan.
Pendidikan orang tua adalah jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh orang tua berdasarkan jenjang sekolah formal.
Usia orang tua adalah jumlah tahun lengkap sejak orang tua (bapak/ ibu) lahir hingga saat ulang tahun terakhir. Umur orang tua digolongkan menjadi tiga kategori yaitu 18 – 39 tahun, 40 – 60 tahun, dan >60 tahun
Kualitas pengasuhanibu adalah mutu pengasuhan yang meliputi pemberian rangsangan atau stimulasi mental/akademik, pemberian afeksi dan asuh emosi, stimulasi bahasa dan belajar, dorongan kematangan anak, dan pemberian variasi stimulasi yang diukur dengan HOME (Home Observation and Measurement on Environment )
Model Pendidikan Prasekolah adalah pendidikan bagi anak usia prasekolah melalui dua jalur yaitu pendidikan formal Taman Kanak-Kanak, atau melalui jalur non-formal Kelompok Prasekolah.
Taman Kanak-Kanak adalah institusi pendidikan formal yang dibentuk untuk anak berusia 4 – 6 tahun untuk persiapan memasuki sekolah dasar, dengan kurikulum yang mengacu kepada Kurikulum Departemen pendidikan Nasional dan atau Kurikulum Departemen Agama.
Semai Benih Bangsa (SBB) adalah kelompok prasekolah yang didirikan oleh Yayasan Indonesia Heritage Foundation untuk anak yang umumnya berasal
dari keluarga miskin (Pra-KS, KS – 1 dan KS – 2 yang menerapkan konsep pendidikan holistic berbasis karakter yang pertama di Indonesia.
Sarana Prasarana adalah perlengkapan yang terdiri dari baik peralatan pembelajaran, permainan dan kelengkapan sarana yang terdiri dari 30 item pertanyaan.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sesuai dengan penyelenggaraan kegiatan pmbelajaran yang digunakan sesuai dengan perkembangan anak yang mengacu pada kurikulum yang patut dan menyenangkan (Developmentally Appropriate Practices / DAP) . Kuesioner ini terdiri dari 54 item pertanyaan..
Pendidikan guru adalah lamanya jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh guru berdasarkan jenjang sekolah formal.
Ratio guru murid adalah perbandingan jumlah murid dengan guru
Kecerdasan emosional adalah sejumlah ketrampilan yang berhubungan dengan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain serta kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan dan meraih tujuan kehidupan yang meliputi dimensi kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan ketrampilan sosial.
25
5 Artikel 1
PENGARUH KUALITAS PENGASUHAN IBU DAN MODEL