• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

1. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi

eksperimen yang bertujuan untuk mengidentifikasi kompres dingin terhadap

penurunan nyeri pada pasien fraktur.

Tabel 2. Gambaran rancangan penelitian

Kelompok Pre-test Perlakuan Post-test

I P – 1 I P – 2

K P – 1 - P – 2

Penelitian ini terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok intervensi (I) yang diberi intervensi/perlakuan dan kelompok kontrol (K) yang tidak diberi intervensi. Pada kedua kelompok diawali dengan pre-test (P-1) dan setelah diberi intervensi pemberian kompres dingin selama 10 menit pada kelompok intervensi, maka diadakan kembali post-test (P-2) pada kedua kelompok.

2. Populasi, Sampel Penelitian, dan Tehnik Sampling 2.1Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang terdiagnosa fraktur di Rindu B RSUP. HAM Medan.

Berdasarkan Medical record Rumah Sakit HAM Medan pada tahun 2009 terdapat 260 pasien yang terdiagnosa fraktur, sedangkan pada bulan Maret 2010, pasien yang terdiagnosa fraktur sebanyak 8 orang. Peneliti mengambil populasi pada bulan maret 2010 yaitu 8 orang.

2.2Sampel Penelitian

Menurut Arikunto (2006), bila jumlah populasi kurang dari 100 maka lebih baik diambil semua untuk dijadikan sampel penelitian (total sampling), sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Untuk itu yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami fraktur dengan jumlah 8 yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 8 orang kelompok intervensi dan 8 orang kelompok kontrol.

Pada penelitian ini, perekrutan sampel dilakukan dengan teknik convinience

sampling, yaitu teknik penetapan sampel dengan mengambil responden yang

tersedia pada saat itu dan telah memenuhi kriteria sampel yang telah ditentukan terlebih dahulu (Natoatmodjo, 2002). Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sama antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, yaitu :

1) Pasien fraktur yang mengalami nyeri dengan skala nyeri 4-10 2) Dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar 3) Bersedia berpartisipasi dan menjadi responden penelitian

3. Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit H. Adam Malik Medan. Pemilihan lokasi ini sebagai tempat penelitian dikarenakan di rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan dan kasus fraktur banyak terdapat di rumah sakit tersebut.

Alokasi waktu untuk penelitian sampai dengan laporan hasil penelitian adalah dimulai minggu ke-3 Juni 2010 sampai minggu ke-1 September 2010. Waktu untuk pengumpulan data dilakukan pada minggu ke-3 Juni 2010 selama lima minggu. Pengolahan data dilakukan pada minggu ke-4 Juli 2010 selama tiga minggu, kemudian dilakukan penyajian data hingga laporan hasil penelitian. Waktu penelitian tersebut dapat terlihat di lampiran 4.

4. Etika Penelitian

Pertimbangan etik dalam penelitian ini yaitu pertama peneliti mengajukan surat permohonan izin untuk pelaksanaan penelitian kepada Dekan Fakultas Keperawatan USU, kemudian mengajukan surat permohonan izin melakukan penelitian kepada Direktur Rumah Sakit H. Adam Malik Medan untuk mendapatkan izin dari Direktur Rumah Sakit. Peneliti menyerahkan langsung lembar penelitian kepada responden, agar responden mengetahui maksud dan tujuan penelitian. Jika responden bersedia diteliti maka terlebih dahulu responden menandatangani lembar persetujuan. Jika responden menolak untuk dimenjadi responden penelitian maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati haknya sebagai responden. Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden. Lembar tersebut hanya diberi nomor kode

tertentu. Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh responden dijamin oleh peneliti. Selanjutnya responden diminta untuk membaca dan memahami isi surat persetujuan. Apabila responden bersedia maka responden diminta untuk menandatangani surat persetujuan yang telah dibaca dan dipahami. Lembar persetujuan dapat dilihat pada lampiran I.

5. Bahan dan Instrumen Penelitian 5.1 Bahan Intervensi

Bahan dan instrumen yang digunakan untuk melakukan intervensi dalam penelitian ini adalah:

a. Kantong es

b. Potongan es / batu es

c. Pelapis/ sarung kecil yang terbuat dari flannel. d. Handuk.

e. Pengatur waktu.

5.2 Instrumen Penelitian

Sebagai instrumen untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembar kuesioner data demografi dan lembar wawancara berupa 4 pertanyaan dan kuesioner intensitas nyeri berupa Skala Numerik untuk mengukur intensitas nyeri saat pre-test dan post-test pada responden yang diteliti.

6. Rencana Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara :

a. Rencana pengumpulan data dilakukan setelah mendapat rekomendasi izin pelaksanaan penelitian ini dari Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Kemudian setelah mendapat izin dari Direktur Rumah Sakit H. Adam Malik Medan, peneliti melaksanakan pengumpulan data penelitian.

b. Peneliti menjelaskan kepada calon responden tentang tujuan, manfaat, prosedur pengumpulan data serta menanyakan kesediaan calon responden. Dimana calon responden dianggap telah memenuhi kriteria penelitian. c. Bagi calon yang bersedia menjadi responden, peneliti memberikan

informed consent dan responden diminta untuk menandatanganinya.

d. Responden yang telah bersedia mengikuti penelitian dan memenuhi kriteria penelitian dikelompokkan ke dalam dua kelompok intervensi dan kelompok kontrol.

e. Sebelum pemberian intervensi atau pre-test pada kedua kelompok diberi

kuesioner yang berisi tentang pertanyaan yang menggambarkan intensitas

nyeri yang dirasakan berdasarkan skala intensitas nyeri yaitu Skala Numerik (Numerical Rating Scale) dengan panjang 0-10, pre-test dilakukan saat responden mengalami nyeri.

f. Responden diberi penjelasan tentang penggunaan Skala Numerik. Dimana skala 0 berarti tidak ada nyeri dan 10 berarti nyeri hebat (bahkan sampai pingsan).

g. Bagi kelompok responden yang diberi intervensi kompres dingin, peneliti memberitahukan tentang konsep dan manfaat kompres dingin dimana kompres dingin diberikan dengan menggunakan kantong kompres yang berisi potongan es (batu es) dengan suhu awal 12o

h. Intervensi dihentikan setelah 10 menit, dan peneliti kembali memberikan

post-test kepada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dan selajutnya

data yang terkumpul dianalisa.

C selama 10 menit. Sedangkan responden yang menjadi kelompok kontrol sama sekali tidak diberi intervensi.

7. Persiapan Responden

Penelitian dimulai dengan penentuan sampel yang diambil yang mengalami nyeri fraktur sesuai dengan kriteria sampel. Kemudian responden diberi penjelasan mengenai tujuan, manfaat, dan prosedur intervensi penelitian serta dimintai persetujuannya. Setelah mendapat penjelasan, apabila responden bersedia, maka responden mengisi informed consent, selanjutnya persiapan responden untuk prosedur pemberian kompres dingin saat mengalami nyeri.

8. Persiapan Bahan dan Instrumen Kompres dingin

Persiapan bahan dan instrumen kompres dingin meliputi penyediaan kantong es, potongan es/ batang es, pelapis/ sarung kecil yang terbuat dari flannel, handuk, dan pengatur waktu.

9. Analisa Data

Setelah data terkumpul, maka dilakukan analisa data melalui beberapa tahap. Data yang diperoleh dari setiap responden berupa data demografi, lembar wawancara berupa 3 pertanyaan yang merupakan hasil wawancara penelitian kepada pasien yang mengalami nyeri fraktur dan hasil skala pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi kompres dingin. Hasil penelitian tersebut dibandingkan dengan menguji hipotesa penelitian sehingga diketahui efektivitas kompres dingin terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien farktur. Selanjutnya dilakukan analisa data.

1.1 Statistik Deskriptif

Data demografi disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, persentase , dan mean.

2.2 Uji Inferensial

Paired t-test digunakan untuk membandingkan penurunan intensitas nyeri fraktur antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi kompres dingin dan juga pada kelompok kontrol. Uji independent t-test untuk membandingkan penurunan intensitas nyeri fraktur antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan intervensi kompres dingin.

Dokumen terkait