BAB I PENDAHULUAN
1.6. Metode Penelitian
1.6.1 Paradigma Penelitian
52
Pada penelitian kali ini, menggunakan paradigma ilmu sosial interpretatif, yang menekankan aksi sosial yang bermakna, makna yang dibentuk secara sosial, dan relativisme nilai. Dalam pendekatan ini terdapat orientasi konstruksionis mengasumsikan bahwa keyakinan dan makna yang diciptakan dan digunakan manusia yang secara mendasar membentuk kenyataan bagi mereka.
Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Weber. Weber berpendapat bahwa ilmu sosial harus mempelajari tindakan sosial dengan tujuan tertentu. Ia menganut verstehen dan merasa bahwa kita harus mempelajari alasan atau motif prbadi yang membentuk perasaan internal seseorang, dan menuntun keputusan untuk bertindak dalam cara-cara tertentu (Neuman, 2015: 115).
Lewat pendekatan ini menuntut peneliti mengabdikan waktunya, untuk melakukan kontak pribadi langsung dengan orang yang mereka pelajari. Peneliti lainnya mungkin menganalisis naskah percakapan atau mempelajari video mengenai perilakku secara rinci perincian, mencari komunikasi nonverbal tersamar untuk memahami detail mengenai interaksi dalam konteks mereka.
Secara umum pendekatan interpretif ialah analisis sistematis mengenai aksi sosial yang bermakna melalui observasi manusia secara terperinci dan langsung dalam latar alamiah, supaya bisa memperoleh pemahaman dan interpretasi mengenai cara orang menciptakan dan mempertahankan dunia sosial mereka.
1.6.2 Pendekatan Penelitian
53
Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif, yakni mencoba menggambarkan realitas dengan mengutamakan bahan atau informasi yang nantinya akan diuji berdasarkan tingkat kualitas data dengan mempertimbangkan aspek intrinsik (teks) dan ekstrinsik (sosial). Pendekatan ini juga bersifat historis-komparatif, data ditekankan pada analisis peristiwa-peristiwa sosial dan perbandingan, sehingga menuntut kedalaman suatu permasalahan ketimbang generaliasi. Penelitian kualitatif dapat dikonstruksi sebagai satu strategi penelitian yang biasanya menekankan kata-kata daripada kuantifikasi dalam pengumpulan dan analisis data, menekankan pendekatan induktif. Oleh karena itu penelitian kualitatif didefinisikan sebagai suatu proses penyelidikan untuk memahami masalah sosial berdasarkan pada penciptaan gambaran holistik lengkap yang dibentuk dengan kata-kata, melaporkan pandangan informan secara terperinci, dan disusun dalam sebuah latar alamiah (Silalahi, 2009: 77).
1.6.3 Sumber Data
Saya menggunakan sumber data primer dan sekunder. Demi mendapatkan hasil yang jauh lebih maksimal. Data primer ialah data hasil perolehan langsung dari subjek penelitian (tidak melalui media perantara), yaitu berupa data-data verbal dan data visual seperti teks dalam Corat-coret di Toilet. Data sekunder, ialah data penunjang bagi data primer, seperti buku, majalah, jurnal, skripsi, dokumen, foto, dan video.
1.6.4 Subjek Penelitian
54
Subjek penelitian berbeda dalam penelitian kualitatif dan seringkali memiliki tujuan yang berbeda pula dari studi kuantitatif. Penelitian kualitatif membuat sampel untuk mengidentifikasi kategori yang relevan dengan kerja dalam beberaa kasus.
Dalam penilitian ini memilih beberapa subjek penelitian untuk memberikan kejelasan, wawasan, dan pemahaman tentang persoalan atau hubungannya dalam dunia sosial.
Dalam subjek penelitian kualitatif, tujuan adalah untuk memperdalam pemahaman tentang proses, hubungan, atau kejadian sosial yang lebih besar.
Subjek penelitian yang digunakan ialah purposive, merupakan pemilihan siapa subjek yang ada dalam posisi terbaik untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.
Karena itu menentukan subjek atau orang-orang terpilih harus sesuai dengan ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh sampel itu. Pilihan atas subjek purposif karena peneliti menguji pertimbangan-pertimbangan untuk memasukkan unsur atau subjek yang dianggap khusus dari suatu populasi tempat dia mencari informasi. Peneliti memilih sampel berdasarkan penilaian atas karekteristik anggota subjek yang dengannya diperoleh data yang sesuai dengan maksud penelitian (Silalahi, 2009 :272-273).
Adapun subjek penelitian atau narasumber skripsi kali ini ialah Berto Tukan (sastrawan dan peneliti sastra perlawanan), Sam Rambu Jagad (sastrawan Manado), Yopi Setia Umbara (sastrawan dan selaku pendiri media kajian sastra Buruan.co), Galeh Pramudianto (sastrawan dan pendiri media kajian sastra Penakota.co), Andre Findy Fajar S (pendiri media kajian sastra Sintas.co), dan Hafizh Pragitya (ketua komunitas sastra UIN Jakarta, Rusabesi).
55
1.6.5 Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan metode wawancara. Metode wawancara merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data atau keteringan lisan dari seseorang yang disebut responden melalui suatu percakapan yang berlangsung secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan oleh peneliti sebagai pewawancara dengan sejumlah orang sebagai responden atau yang diwawancara untuk mendapatkan sejumlah informasi yang berhubungan degnan masalah yang diteliti. Hasil percakapan tersebut dicatat atau direkam oleh pewawancara.
Wawancara secara garis besar dapat dibedakan wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur (Silalahi, 2009 : 313). Saya menggunakan wawancara tidak terstruktur. Disebut wawancara tidak terstruktur sebab pewawancara tidak memiliki setting wawancara dengan sekuensi pertanyaan yang direncanakan yang dia akan tanyakan kepada responden. Dengan kata lain, secara khas hanya mempunyai satu daftar tentang topik atau isu, sering dinamakan sebagai satu interview guide, yang secara khas dicakup.
1.6.6 Analisis Data Penelitian
Analisis data merupakan suatu proses kategorisasi dan interpretasi data menjadi suatu pola narasi dan uraian dasar. Analisis data merupakan hal yang kritis dalam proses penelitian kualitatif. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bermaksud menemukan toeri dari data-data yang sudah terkumpul (Moleong, 2001:103).
56
Penelitian ini akan menganalisis data yang terdapat dalam cerita pendek Corat-coret di Toilet, menggunakan analisis isi (content analysis). Selain juga untuk mengolah data yang diperoleh selain dari dalam teks, penulis menggunakan teknik analisis data sebagai berikut (Bungin, 2003: 70):
1.6.6.1.1 Reduksi Data
Reduksi data adalah proses seleksi, pemilahan dan pengkonsentrasian data, serta interpretasi data kasar yang ditemukan selama penelitian berlangsung. Adapun reduksi data ini berdasarkan premis-premis teori yang digunakan, yakni dengan melakukan transkip wawancara kemudian meringkas bagian-bagian yang akan digunakan untuk menganalisis ke dalam beberapa kata kunci yang sesuai dengan teori yang digunakan.
1.6.6.1.2 Display Data
Display data adalah penulisan narasi dari sekumpulan data yang terususun agar memberikan kemungkinan dilakukannya kesimpulan. Penulisan narasi dilakukan dalam bentuk teks, matrik, diagram, tabel, dan bagan.
1.6.6.1.3 Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan
Pada tahap ini, dilakukan penarikan kesimpulan dengan interpretasi dari data-data yang dikumpulkan berupa gambar, berita, foto, dan
dokumen-57
dokumen pendukung lainnya. Kemudian data yang diinterpretasi diwujudkan dalam bentuk pernyataan-pernyataan terkati fakta penelitian yang dihimpun.