• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 ALAT

1. Rekam medis

3.4 TEKNIK PENGAMBILAN DATA Data yang digunakan terdiri dari:

1. Data Sekunder

Data Sekunder anatara lain rekam medik, dan data kasus kelahiranprematur yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, dan RSUD Dr Hadrianus Sinaga Pangururan.

3.5 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Data yang telah diperoleh akan dimasukkan dan diolah dalam software pengolah data dengan menggunakan program computer SPSS 17. Kemudian data dianalisis menggunakan uji hipotesis Chi-Square.

3.6 VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL 1. Persalinan

Proses pengeluaaran hasil konsepsi (janin) yang telah cukup bulan atau dapat dapat di luar kandungan melalui jalan lain lahir.

Cara ukur : Data dari rekam medik Skla ukur : Ordinal

Hasil ukur : 1. Persalian Prematur (>30 minggu dan <36 minggu) 2. Persalinan matur (37-41 minggu)

2. Pendidikan

Pendidikan formal yang pernah ditempuh ibu berdasarkan jenjang pendidikan SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, dan Perguruan Tinggi

Cara ukur : Data dari rekam medik Skala ukur : Ordinal

Hasil Ukur : 1. SD, SMP sederajat

2. SMA, Perguruan Tinggi sederajat

3. Perkerjaan

Jenis pekerjaan ibu yang juga menjadi sumber penghasilan keluarga Cara ukur : Data dari rekam medik

Skala ukur : Ordinal Hasil ukur :1. Bekerja

2.Tidak bekerja / Ibu rumah tangga

4. Umur

Usia ibu saat persalinan dilakukan Cara ukur : Data dari rekam medik Skala ukur : Ordinal

Hasil Ukur : 1. <19 tahun 2. 20-34 tahun 3. >34 tahun

5. Paritas

Kehamilan yang mencapai viabilitas, baik kelahiran hidup maupun kelahiran bayi mati, tunggal, atau kembar yang pernah dialami ibu.

Cara ukur : Data dari rekam medik Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur : 1. Paritas >1 2. Paritas ≤ 1

6. Riwayat abortus

Mengalami abortus pada kehamilan sebelumnya Cara ukur : Data dari rekam medik

Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur : 1. Ada riwayat abortus 2.Tidak ada riwayat abortus

7. Jarak Kehamilan

Jarak kehamilan adalah interval waktu antara kehamilan saat ini dengan kehamilan sebelumnya dalam tahun.

Cara ukur :Data dari rekam medik Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur :1. <2 Tahun 2. ≥2 Tahun

8. Kelengkapan ANC

Pemeriksaan kehamilan sebelum persalinan minimal empat kali yaitu satu kali trimester I, satu kali trimester II, dan dua kali trimester III.

Cara ukur : Data dari rekam medik Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur : 1. Tidak lengkap 2. Lengkap

9. Kadar HB

Kadar Hemoglobin dalam darah ibu hamil yang menunjukkan terjadinya anemia atau tidak.

Cara ukur : Data dari rekam medik Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur : 1. <11 gr (Anemia) 2. ≥11 gr (Tidak Anemia) 10. Tekanan darah

Tekanan darah ibu pada saat sebelum persalinan.

Cara ukur : Data dari rekam medik Skala ukur : Ordinal

Hasil ukur : 1. >140/90 mmHg (Hipertensi) 2. ≤140/90 mmHg (Normal)

4.1 TAHAP – TAHAP PENELITIAN

Ada empat tahap tahap kegiatan penelitian yang akan dilakukan sebagaimana yang ada diuraikan berikut ini:

Kegiatan pertama adalah Pengumpulan data yang berkenaan dengan penelitian.Data diperoleh dari Rekam Medik dari RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan. Dan juga diperoleh dengan Kuisoner dari informan atau ibu ibu yang pernah melahirkan bayi premature.

Kegiatan kedua adalah menganalisis data yang sudah diambil pada Rekam Medik dan Kuisoner dengan dimasukkan dan diolah dalam softwarepengolah data dengan menggunakan program komputer.

Kegiatan ketiga adalah Penulisan dan bimbingan dengan dosen pembimbing agar mempersiapkan hasil agar bias layak maju di seminar hasil.

Kegiatan keempat adalah mempersentasikan hasil yang sudah diperoleh dari pengumpulan data dan yang sudah di analisis data.

4.2 RINCIAN KEGIATAN SETIAP BULAN Bulan Juli: Pengambilan data

Bulan Agustus: Analisis data

Bulan Sepetember–November: Penulisan Hasil dan Bimbingan dengan Dosen pembimbing

Bulan Desember: Seminar Hasil Penelitian

4.3 WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK MELAKSANAKAN SETIAP TAHAP

Pengambilan Data = 1 bulan Analisis Data = 1 bulan

Penulisan Hasil dan bimbinggan dengan Dosen Pembimbing = 3 bulan

4.4 JADWAL PENELITIAN

Tabel 4.1 Jadwal Penelitian NO Jenis Kegiatan Bulan

ke- 7 8 9 10 11 12

1 Pengambilan data 2 Analisis data

3

PenulisanHasil dan Bimbingan dengan Dosen pembimbing.

4 Seminar Hasil

4.5 BIAYA PENELITIAN

Tabel 4.2 Biaya Penelitian

Jenis Pengeluaran Biaya Yang Diusulkan Transportasi dan Akomodasi 1.800.000,-

Kertas dan jilid lux 550.000,-

Total Anggaran 2.350.000,-

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN KABUPATEN SAMOSIR

Luas wilayah Kabupaten Samosir1.444,25Km2 yang secara administratif terdiri dari 13 kecamatan, 106 kelurahan.Jumlah penduduk kabupaten Samosir pada tahun 2016 adalah 150.187 jiwa, dengan jumlah rumah tangga 29.837 RT.

Tingkat kepadatan penduduk tahun 2016 sebesar 0,09% jiwa/km2 .

Kota Pangururan sekaligus ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten merupakan ibukota kabupaten, pusat perdagangan dan pusat pemerintahan memiliki jumlah penduduk terbesar 30.468 jiwa dengan 6.943 rumah tangga tingkat kepadatan tertinggi 246,14 jiwa/km2. Berdasarkan kelompok umur, penduduk kabupaten Samosir tergolong dalam struktur muda. Hal ini dapat dilihat dari persentase penduduk usia muda (0-14 tahun), yaitu 14.601, usia produktif (14-64) 711.53 jiwa, dan penduduk usia lanjut (65+ tahun ) sebanyak 8211 jiwa.

(BPSKab.SAMOSIR, 2016)

Rumah Sakit Dr Hadrianus P Sinaga Pangururan

Penelitian ini dilakukan di Rumah sakit Dr Hardiamus P Sinaga Pangururan yang berada di wilayah Kecamatan Pangururan, Kabupaten SAMOSIR. RSU Dr Hadrianus Sinaga yakni satu dari sekian Layanan Kesehatan milik PEMKAB Samosir yang berbentuk RSU, dikelola oleh Pemda Kabupaten dan tercatat kedalam RS Kelas C. Layanan Kesehatan ini telah terdaftar mulai 27/01/2016 dengan Nomor Surat Izin 495/Menkes/SK/V/2008 dan Tanggal Surat Izin 28/05/2008 dari MENKES dengan Sifat Tetap. Sesudah melangsungkan Proses AKREDITASI RS Seluruh Indonesia dengan proses Pentahapan I (5 Pelayanan) akhirnya diberikan status Bersyarat Akreditasi Rumah Sakit. RSU ini beralamat di Jl. Dr Hadrianus Sinaga No. 86 Pangururan, Samosir, Indonesia.

RSU Dr Hadrianus Sinaga Memiliki Layanan Unggulan di Bagian PONEK. RSU Milik PEMKAB Samosir ini Memiliki Luas Tanah 27.775 dengan Luas Bangunan 10.259,5. Terdapat ruang ICU, ruang bayi baru lahir, kamar bersalin, ruang operasi dan ruang isolasi.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian berdasarkan persalinan, hasil pengeluaran janin cukup atau persalianan matur (diatas 37 minggu) dan pengeluaran janin tidak cukup bulan atau persalinan premature (dibawah 37 minggu).Hasil yang di analisa sebagian besar kelahiran dengan persalinan premature membuat berat badan lahir rendah.Sesuai dengan teori bahwa kurang bulan (prematur), yaitu bayi yang dilahirkan dengan masa gestasi (kehamilan) <37 minggu (<259 hari).Dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram.

Tabel 5.1Persalinan dengan Berat Badan Lahir Rendah

Persalinan BB kelompok

BBLR BBNormal

Persalinan mature 0 50

Persalinan Premature 50 0

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan pendidikan, yang dimana di bagi atas dua kategori yaitu SD,SMP dan SMA dari hasil analisa yang menempuh pendidikan SD,SMP lebih rentan terjadinya berat badan lahir rendah di bandingkan yang menempuh pendidikan SMA. Dari hasil penelitian yang terdahulu menyatakan bahwa faktor pendidikan signifikan mempengaruhi kejadian kelahiran bayi prematur di mana wanita berpendidikan lebih rendah cendrung 1,077 kali lebih besar untuk mengalami kelahiran bayi prematur dibandingkan dengan ibu berpendidikan tinggi. (Dwi sulistiarini, 2016)

Tabel 5.2 Pendidikan dengan Berat Badan Lahir Rendah

Pendidikan Bbkelompok

BBLR BB Normal

SD, SMP 46 4

SMA 4 46

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan Pekerjaan, yang dimana di bagi atas dua kategori yaitu ibu rumah tangga dan bekerja dari hasil analisa yang bekerja lebih banyak membuat berat badan lahir rendah di bandingkan dengan yang ibu rumah tangga.Tidak ada penelitian yang menunjang dengan penelitian ini. Tetapi mungkin ada banyak faktor yang lain yang bisa mempengaruhinya.

Tabel 5.3Pekerjaan dengan Berat Badan Lahir Rendah

Pekerjaan BB kelompok

BBLR BBNormal

Ibu Rumah Tangga 4 38

Bekerja 46 12

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan umur, umur subjek berkisar antara 16-45 tahun, yang di bagi atas muda, dewasa muda dan dewasa tua. Umur ibu yang beresiko dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun dalam penelitian ini lebih banyak mengakibatkan kelahiran bayi yang Berat badan lahir rendah.dari hasil penelitian yang terdahulu dari Ayu Idaningsih didapatkan hubungan umur ibu dengan persalinan premature ( Ayu Idaningsih,2015).

Tabel 5.4Berdasarkan Umur dengan Berat Badan Lahir Rendah

Umur kelompok BB Kelompok

BBLR BB Normal

Muda 3 0

Dewasa Muda 23 49

Dewasa tua 24 1

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan paritas, paritas dengan terdapat dua kategori yaitu primapara dan multipara.Hasil analisa yang di dapat multipara lebih banyak mengakibatkan berat badan lahir rendah. Hasil dari penelitian sebelum nya menyatakan bahwa persalinan prematur lebih banyak terjadi pada ibu paritas yg tinggi. Ibu bersalin dengan paritas tinggi mengalami kehamilan dan persalinan berulang kali sehingga pada sistem reproduksi terdapat penurunan fungsi dan akan meningkat menjadi faktor resiko tinggi apabila ibu dengan paritas lebih dari lima. ( Ayu Idaningsih, 2015)

Tabel 5.5 Berdasarkan Paritas dengan Berat Badan Lahir Rendah

Paritas Bbkelompok

BBLR BB Normal

Primapara 22 2

Multipara 28 48

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan riwayat abortus , riwayat abortus terdapat dua kategori yaitu pernah abortus dan tidak pernah abortus. Dari hasil analisa terbanyak yang pernah abortus yang mengakibatkan terjadinya berat badan lahir rendah.Temuan ini sejalan dengan riwayat keguguran atau abortus bahwa wanita yang memiliki riwayat keguguran atau abortus memiliki berisiko 0,920 kali lebih

rendah untuk mengalami kelahiran bayi prematur dibandingkan dengan ibu tanpa riwayat keguguran. (Dwi Sulistiarini, 2016).

Tabel 5.6Riwayat Abortus dengan Berat Badan Lahir Rendah

Abortus Bbkelompok

BBLR BB Normal

Tidak Pernah Abortus

5 46

Pernah Abortus

45 4

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan jarak kehamilan, jarak kehamilan terdapat dua kategori kurang dari dua tahun dengan lebih dari dua tahun.Dari hasil analisa terbanyak yang jarak kehamilan kurang dari dua tahun lebih banyak mengakibatkan terjadinya berat badan lahir rendah.Hasil ini sesuai dengan penelitian yang menyatakan bahwa jarak kehamilan merupakan faktor risiko kejadian kelahiran prematur.(Agustiana,2012)

Tabel 5.7Jarak Kehamilan denganBerat Badan Lahir Rendah

Jarak Kehamilan

Bbkelompok

BBLR BB Normal

Kurang dari 2 tahun

46 3

Lebih dari 2 tahun

4 47

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan kelengkapan ANC, kelengkapan ANC terdapat dua kategori yaitu lengkap dengan tidak lengkap.Hasil analisa pengawasan ANC yang tidak lengkap banyak mengakibatkan terjadinya berat badan lahir rendah. Hasil penelitian ini di dukung dengan penelitian yang menyatakan Ibu yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara lengkap, yaitu minimal satu kali pada trimesterpertama, minimal satu kali pada trimester kedua, dan minimal dua kali pada trimester terakhir berisiko 1,534 kali lebih besar untuk mengalami kelahiran prematuredibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan penting dilakukan untuk menjaminkesehatan ibu dan anak sehingga ibu dapat melahirkan anak yang sehat pada usia kehamilan yang ideal (sembilan bulan).(Dwi Sulistiarini, 2013)

Tabel 5.8

Kelengkapan ANC dengan Berat Badan Lahir Rendah Riwayat Pengawasan Antenatal BB kelompok

BBLR BBNormal

Lengkap 3 49

Tidak Lengkap 47 1

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan kadar Hb, berdasarkan Hb terdapat dua kategori yaitu anemia dengan tidak anemia. Hasil analisa kadar Hb yang anemia lebih banyak menagakibatkan terjadinya berat badan lahir rendah di bandingkan tidak anemia. Hasil penelitian ini di dukung penelitian di Korea yang menyatakan bahwa anemia pada ibu hamil berkontribusi 1,53 kali terhadap kelahiran premature.Hasil penelitian ini berjumlah sampel penelitian sebanyak 70.895 wanita berdasarkan data sekunder di Rumah Sakit Universitas Myoungji, Korea.(Yi, Han, & Ohrr 2013)

Tabel 5.9KadarHb dengan Berat Badan Lahir Rendah

Kadar HB BB kelompok

BBLR BBNormal

Anemia 46 0

Normal 4 50

Total 50 50

Hasil penelitian berdasarkan tekanan darah, tekanan darah di bagi dua yaitu hipertensi (diatas 140/90) dan normal (dibawah 140/90).Hasil penelitian yang di dapat orang terkena hipertensi dapat menimbulkan berat badan lahir rendah pada anak baru lahir di bandingkan dengan tekanan darah normal. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa preeklamsi atau hipertensi pada ibu hamil berisiko 1,25 kali terhadap kelahiran prematur.(Vogel,2013) Penelitian Novita Paembonan juga menyatakan bahwa preeklamsi atau hipertensi dalam kehamilan beresiko 2.744 kali terhadap kelahiran prematur.(Novhita ,2013)

Tabel 5.10Tekanan Darah Sistol dengan Berat Badan Lahir Rendah

Tekanan darah sistol BB kelompok

BBLR BBNormal

Normal 3 48

Hipertensi 47 2

Total 50 50

Tabel 5.11Tekanan Darah Diastol dengan Berat Badan Lahir Rendah

Tekanan darah diastol BB kelompok

BBLR BBNormal

Normal 3 49

Hipertensi 47 1

Total 50 50

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh antara Persalinan dengan Berat badan lahir Rendah.

2. Terdapat pengaruh antara Pendidikan dengan Berat Badan Lahir Rendah.

3. Terdapat pengaruh antara Pekerjaan dengan Berat Badan Lahir Rendah.

4. Terdapat pengaruh antara Umur dengan Berat Badan Lahir Rendah.

5. Terdapat pengaruh antara Paritas dengan Berat Badan Lahir Rendah.

6. Terdapat pengaruh Riwayat Abortus dengan Berat Badan Lahir Rendah.

7. Terdapat pengaruh Jarak Kehamilan antara dengan Berat Badan Lahir Rendah.

8. Terdapat pengaruh kelengkapan ANC dengan Berat Badan Lahir Rendah.

9. Terdapat pengaruh kadar Hb dengan Berat Badan Lahir Rendah.

10. Terdapat pengaruh Tekanan Darah dengan Berat Badan Lahir Rendah.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mencoba memberikan saran maupun masukkan bagi Pemerintahan Kabupaten Samosir, Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dan RSUD Dr Hadrianus Sinaga Pangururan Kabupaten Samosir, dan peneliti selanjutnyayaitu sebagai berikut:

1. Perlunya dilakukan penyuluhan pada masyarakat yang memiliki balita dengan ibu hamil yang memiliki resiko kelahiran berat lahir rendah, untuk mengurangi resiko kelahiran dengan bayi berat lahir rendah.

2. Perlu waktu yang lebih lama bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian untuk mencapai hasil yang lebih sempurna

3. Bagi peneliti selanjutnya mengenai gambaran faktor risiko Bayi Prematur

pada ibu hamil, diharapkan membahas lebih dalam faktor-faktor risiko seperti pekerjaan, abortus, tekanan darah, anemia.

DAFTAR PUSTAKA

Agustina,tria. 2012. Faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan prematur di indonesia tahun 2010 (Analisi Data Riskesdas 2010). Universitas Indonesia

Ayu.Idaningsih.2015. Faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan prematur di RSUD cideres kabupaten majalengka.

Cunningham. 2013. Obstetri Williams. Jakarta : EGC.

DepartmentKesehatanRepublik Indonesia, Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar.

Dwi Sulistiarini Dkk.2016. Faktor-faktor yang memengaruhi kelahiran prematur di Indonesia, e-Jurnal WIDYA Kesehatan dan Lingkungan.

Kurniawati.Ika.Yuliana,2015.Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bayi NY.

H dengan Prematur di RSU Assalam Gemolong Sragen. Surakarta.

Lemeshow, H, Klar,L. 1997. Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan Edisi Terjemahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Lowing, dkk. 2015. Gambaran Ketuban Pecah Dini di Rsup Prof Dr. R. D.

Kandou Manado. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.

Jurnal E-Clinic (Ecl), Volume 3, Nomor 3.

Manuaba 2012. Ilmu Kebidanan, Peyakit Kandungan, dan KB , EGC, Jakarta.

Mulyaman 2009, Ilmu Kebidanan , Jakarta

Nashihatu Diniya, 2016. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Berat Bayi Baru Lahir Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Kabupaten Banjar.

Lampung.

Notoatmodjo, soekidjo.2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Novita.Paembonan. 2013 Faktor Risiko kejadian kelahiran prematur di rumah sakit ibu dan anak siti fatimah kota makasar.

Primadi Oscar. 2014. Profil Kesehatan Indonesia 2014. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Ritonga Baurlina. Pengaruh Faktor Ibu terhadap Kelahiran Prematur di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Sidimpuan. Ilmu Kesehatan Masyarakat Tesis 2014.

Sastroasmoro, Sudigdo, 2014. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis, Sagung Seto, Jakarta.

Saifuddin, B. A(ed). 2014 , Ilmu kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.

Simbolon, Fransiska. 2014.FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN TAHUN 2012-2013.

Surjantini, S.H., Profil Kesehatan Profil Sumatera Utara 2012, Sumatera Utara:

DinkesSumut; 2012.

Suryamin, Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, Jakarta: BPS;

2013.

Sulistyawati, Ari. 2013, Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan (Edisi Revisi).

Jakarta: Salemba Medica.

Supriyantoro. 2013 Profil Kesehatan Indonesia 2012, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Surat Keputusan Gubernur Sumatrea Utara Nomor 188.44/623/KPTS/2016 Tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017 Gubernur Sumatera Utara.

Tuti Hadiningsih, 2014 Buku saku Manajemen Unit Persalinan edisi 2, EGC, Jakarta.

Vogel, J. P., lee,A.C.& Souza, J.P.2013. Maternal morbidity and preterm birth in 22 low and middle-income countries: a secondary analysis of the WHO Global Survey dataset. BMC Pregnancy and Childbirth,14.

Wagiyo 2013, Asuhan Keperawatan Antenatal dan Intranal dan Bayi Baru Lahir Fisiologis dan Patofisologis.Yogyakarta.

Wiknjosastro, H. 2014, Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka SarwonoPrawirohardjo, Jakarta.

World Health Organization (WHO), 2016 Preterm birth from:

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs363/en/

Yi, S.-W., Han, Y.-J. & Ohrr, H. 2013. ‘Anemia before pregnancy and risk of preterm birth, low birth weight and small-for-gestational-age birth in Korean women’. European Journal of Clinical Nutrition, 67, 337-342.

Yusuf Febriani Susi, 2015. Metodelogi Penelitian Kesehatan.Darmais Press Padangsidimpuan.

Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Rodoasi Jesaya Sibarani

Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 23 Januari 1996

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Jln. Tridarma no 138 Komplek USU, Medan -20155

Riwayat Pendidikan :

1. TK Fajar Medan(1999-2000)

2. SD Swasta Santo Antonius 1 medan (2000-2006) 3. SMPSwasta Methodist 1 Medan (2006-2009) 4. SMA Negeri 4 Medan(2009-2014)

5. Fakultas Kedokteran USU Medan (20014-sekarang)

Riwayat Organisasi:

1. Anggota KASTRAD PEMA FK USU 2015

2. Ketua KAM PEMBAHARUAN FKUSU 2016

Lampiran 3

SURAT ETHICAL CLEARENCE

Lampiran 4

ANALISIS STATISTIK SPSS

umur Kelompok * BBKelompok Crosstabulation

Count

BBKelompok

Total BBLR BB Normal

umur Kelompok Muda 3 0 3

Dewasa Muda 23 49 72

Dewasa Tua 24 1 25

Total 50 50 100

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Pearson Chi-Square 33.549a 2 .000

Likelihood Ratio 40.023 2 .000

Linear-by-Linear Association 17.098 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 2 cells (33,3%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,50.

RiwayatPengawasanAntenatal * BBKelompok Crosstabulation

Count

BBKelompok

Total BBLR BB Normal

RiwayatPengawasanAntenat al

Lengkap 3 49 52

Tidak Lengkap 47 1 48

Total 50 50 100

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 81.130 1 .000

Likelihood Ratio 105.969 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 83.928 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 24,00.

b. Computed only for a 2x2 table

HB Kelompok * BBKelompok Crosstabulation

Count

Continuity Correctionb 81.522 1 .000

Likelihood Ratio 110.112 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 84.333 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 23,00.

b. Computed only for a 2x2 table

Jarak Kehamilan Kel * BBKelompok Crosstabulation

Continuity Correctionb 70.588 1 .000

Likelihood Ratio 88.016 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 73.250 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 24,50.

b. Computed only for a 2x2 table

persalinan kelmpok * BBKelompok Crosstabulation

Count

BBKelompok

Total BBLR BB Normal

persalinan kelmpok Persalinan Matur 0 50 50

Persalinan Premature 50 0 50

Total 50 50 100

Chi-Square Tests

Value df

Pearson Chi-Square 100.000a 1 .000

Continuity Correctionb 96.040 1 .000

Likelihood Ratio 138.629 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 99.000 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 25,00.

b. Computed only for a 2x2 table

Pendidikan * BBKelompok Crosstabulation

Count

Continuity Correctionb 67.240 1 .000

Likelihood Ratio 82.876 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 69.854 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 25,00.

b. Computed only for a 2x2 table

Paritas * BBKelompok Crosstabulation

Continuity Correctionb 19.792 1 .000

Likelihood Ratio 24.829 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 21.711 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 12,00.

b. Computed only for a 2x2 table

abortus * BBKelompok Crosstabulation

Count

Value df

Continuity Correctionb 64.026 1 .000

Likelihood Ratio 78.204 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 66.594 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 24,50.

b. Computed only for a 2x2 table

Pekerjaan * BBKelompok Crosstabulation

Count

Continuity Correctionb 44.704 1 .000

Likelihood Ratio 53.073 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 46.980 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 21,00.

b. Computed only for a 2x2 table

Tekanan Darah Sistol * BBKelompok Crosstabulation

Count

BBKelompok

Total BBLR BB Normal

Tekanan Darah Sistol Normal 3 48 51

Hipertensi 47 2 49

Total 50 50 100

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Pearson Chi-Square 81.032a 1 .000

Continuity Correctionb 77.471 1 .000

Likelihood Ratio 99.098 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 80.222 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 24,50.

b. Computed only for a 2x2 table

TD Diastol kelompok * BBKelompok Crosstabulation

Count

BBKelompok

Total BBLR BB Normal

TD Diastol kelompok Normal 3 49 52

Hipertensi 47 1 48

Total 50 50 100

Chi-Square Tests

Value df

Asymp. Sig. (2-sided)

Exact Sig. (2-sided)

Exact Sig. (1-sided)

Pearson Chi-Square 84.776a 1 .000

Continuity Correctionb 81.130 1 .000

Likelihood Ratio 105.969 1 .000

Fisher's Exact Test .000 .000

Linear-by-Linear Association 83.928 1 .000

N of Valid Cases 100

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 24,00.

b. Computed only for a 2x2 table

Lampiran 5

16 erlina

34 lisna sirait 37 Tidak

olon

71 ny pinauli

77 rintauli siringo ringo

89 mega ayu 16 Tidak

94 lucita lumanraja (I)

22 Tidak Leng

kap

0 11 1800 8 140 90

95 lucita lumanraja (II)

Dokumen terkait