Desain, Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian payung dengan desain cross sectional study
yakni penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari objek riset dalam satu waktu tertentu saja, tidak berkesinambungan dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2012.
Penelitian ini dilakukan di empat sekolah di Kota Depok dan penentuan sekolah sebagai tempat penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Keempat sekolah ini merupakan sekolah yang mewakili sekolah-sekolah yang ada di Kota Depok. Pemilihan secara purposive juga merupakan masukan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok, hal ini dikarenakan tidak tersedianya informasi secara detil mengenai pembagian sekolah dengan tipe sekolah konvensional dan progresif. Pertimbangan lain pun dikarenakan sekolah dengan tipe progresif di Kota Depok sangat terbatas. Keempat sekolah yang dipilih secara purposive kemudian dipisahkan ke dalam dua tipe sekolah dengan kriteria sekolah konvensional dan sekolah progresif.
Kriteria sekolah konvensional antara lain : (a) metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode rote learning/drilling, yang berorientasi kepada buku pelajaran; (b) sekolah atau guru memberikan laporan hasil studi atau laporan kemajuan siswa berupa penilaian dalam bentuk angka serta rangking kelas; (c) pada kegiatan belajar mengajar, guru dan siswa biasanya melakukan komunikasi satu arah yaitu guru memberi pengajaran sementara siswa yang mendengarkan; (c) metode yang digunakan oleh guru di sekolah ini biasanya menggunakan metode ceramah; (d) materi pembelajaran dalam kurikulum tidak dibuat terpadu (mengaitkan satu pelajaran dengan pelajaran lainnya) namun materinya diberikan secara terpisah.
Kriteria sekolah progresif antara lain : (a) metode pembelajaran yang digunakan salah satunya active learning yakni melibatkan siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajarnya; (b) melaksanakan kegiatan diskusi atau praktek dengan maksud agar siswa dapat memahami materi pelajaran lebih dalam; (c) guru membuat laporan hasil studi atau laporan perkembangan belajar siswa dengan menggunakan narasi bukan angka atau rangking; (d) kegiatan belajar mengajar dua arah, siswa dilibatkan dalam kegiatan seperti diskusi, tanya jawab, dan guru sebagai fasilitator; (e) materi pembelajaran tematik dibuat secara terpadu dengan menghubungkan pelajaran satu dengan pelajaran lainnya.
Sekolah konvensional dalam penelitian ini terdiri dari satu sekolah negeri unggulan dan satu sekolah swasta, sementara sekolah progresif terdiri dari dua sekolah swasta. Sekolah yang dipilih memiliki kriteria yang sama pada tingkat status ekonomi orang tua, fasilitas yang tersedia, kurikulum, dan kekuatan sekolah serta kesediaan pihak sekolah untuk bekerjasama. Sekolah yang terpilih adalah sekolah yang memiliki bangunan yang memadai, fasilitas fisik yang cukup lengkap (perpustakaan, toilet, tempat ibadah, aula, ruang untuk setiap kelas, halaman, peralatan praktikum) dan tersedianya kegiatan ekstrakurikuler penunjang bakat dan minat anak.
Penarikan contoh
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 dan 5 di empat SD terpilih di Kota Depok. Pertimbangan mengambil contoh kelas 4 dan 5 dengan siswa usia rentang 10 sampai 11 tahun dikarenakan anak sudah dapat berkomunikasi dengan baik, memahami perintah atau peraturan serta untuk keperluan tes kreativitas figural dan verbal baru dapat dilakukan pada anak berusia 10 tahun keatas. Penarikan contoh menggunakan metode acak dengan jumlah masing-masing sekolah adalah 30 contoh dari jumlah anak yang ada di kelas 4 dan 5 sehingga total contoh dalam penelitian ini berjumlah 120 anak. Tehnik penarikan contoh digambarkan sebagai berikut :
Gambar 3 Tehnik Penarikan Contoh
Jenis dan Cara Pengambilan Data
Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner di kelas yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data keluarga dan data sekolah didapat dari orang tua, guru dan pihak sekolah. Data yang dikumpulkan terdiri dari (1) karakteristik anak (usia dan jenis kelamin); (2) karakteristik keluarga (usia, jenis kelamin, pendidikan dan pendapatan total keluarga); (3) karakteristik sekolah (guru, dan fasilitas); (4) lingkungan keluarga; (5) lingkungan sekolah; dan (6) kreativitas.
Kuesioner digunakan untuk menjaring pendapat anak tentang apa saja dan bagaimana dukungan yang diberikan keluarga di rumah dan di sekolah. Kuesioner diberikan kepada anak untuk melihat persepsi anak terhadap variabel lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Persepsi siswa tentang keluarga merupakan gambaran tentang hubungan serta interaksi anak dengan orang tua dan dengan anggota keluarga lainnya. Kegiatan-kegiatan kebersamaan yang berdasar pada aspek sosial, budaya, agama dan orientasi keberhasilan yang dapat memberi pengetahuan dan pengalaman pada anak serta dapat membentuk sikap dan perilaku kreatif anak. Persepsi anak tentang sekolah merupakan gambaran interaksi guru dengan siswa, dukungan dan dorongan guru, partisipasi siswa dan manajemen kelas. Secara keseluruhan guru perlu memperhatikan lingkungan kelas, hal ini dikarenakan siswa akan menghadapi lingkungan belajar yang beraneka ragam serta menghabiskan
Sekolah Dasar di Kota Depok
Sekolah swasta Sekolah Negeri Unggulan Sekolah swasta Kelas 4, 5 n = 30 siswa
Sekolah Dasar Konvensional Sekolah Dasar progresif
Kelas 4, 5 n = 30 siswa Kelas 4, 5 n = 30 siswa Kelas 4, 5 n = 30 siswa Sekolah Swasta
banyak waktu di dalam kelas sehingga siswa memiliki perasaan yang akurat terhadap kelas. Untuk mengkategorikan tingkat kreativitas anak maka digunakan tes kreativitas figural dan tes kreativitas verbal. Kedua tes ini menjadi alat ukur yang digunakan psikolog untuk mendalami tingkat kreativitas anak. Pengambilan tes kreativitas pada penelitian ini dilakukan langsung oleh psikolog pada 120 contoh secara bergantian sesuai jadwal kunjungan ke sekolah.
Pengambilan data primer dilakukan di kelas untuk seluruh variabel penelitian termasuk tes kreativitas figural dan verbal yang membutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 5 hari untuk tiap sekolah. Sementara data sekunder terdiri dari data siswa, keadaan umum sekolah, dan dokumentasi yang terkait dengan topik penelitian didapat dari data yang ada di sekolah, dan data dari kantor Dinas Pendidikan Kota Depok. Berikut adalah Tabel 2 yang menyajikan jenis dan cara pengumpulan data.
Tabel 2 Jenis dan cara pengumpulan data.
No Variabel Indikator Alat Bantu Konsep
1 Karakteristik anak
Usia anak Kuesioner
Jenis kelamin 2 Karakteristik
keluarga
Usia orang tua Kuesioner Hurlock (1991)
Pendidikan orang tua Pendapatan
3 Karakteristik Sekolah
Usia guru Kuesioner
Pendidikan guru Masa kerja guru
Fasilitas Kuesioner &
pengamatan
4 Lingkungan
keluarga
Dimensi hubungan keluarga Kuesioner Family Environment
Scale (FES) Moos 2002 Dimensi pertumbuhan pribadi
Dimensi pemeliharaan sistem
5 Lingkungan
sekolah
Dimensi hubungan guru-siswa Kuesioner School Environment Scale (SES) Moos 2002 Classroom Environment Scale (CES) Moos 1979 Dimensi pertumbuhan pribadi
Dimensi manajemen Kelas
Pembelajaran Kuesioner &
pengamatan
Alfie Kohn
6 Kreativitas Kreativitas Kuesioner Guilford & Torrance
Figural & Verbal Tes- psikolog Munandar (1998, 2009)
Kualitas data lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dilakukan kontrol dengan menggunakan uji reliabilitas dengan metode Cronbach’s Alpha untuk seluruh instrumen lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Tabel 3 menyajikan nilai cronbach alpha instrumen.
Tabel 3 Nilai alpha cronbach instrumen penelitian yang digunakan
No Instrumen Jumlah item pertanyaan Cronbach Alpha (α)
1 Lingkungan Keluarga 0.811
a. Dimensi hubungan 12 0.740
b. Dimensi pertumbuhan pribadi 20 0.852
c. Dimensi pemeliharaan sistem 8 0.756
2 Lingkungan Sekolah 0.825
a. Dimensi hubungan guru-siswa 12 0.797
b. Dimensi pertumbuhan pribadi 6 0.684
c. Dimensi manajemen kelas 5 0.675
Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data dilakukan secara bertahap mulai data yang terkumpul di lapangan sampai siap untuk dianalisis. Tahapan pengolahan data tersebut antara lain:
editing, coding, scoring, entrying, cleaning, dan analyzing. Tahapan editing adalah pengecekan terhadap data-data yang telah dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Data yang dianalisis secara statistik deskriptif meliputi : data karakteristik anak, karakteristik keluarga, karakteristik sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan kreativitas. Berikut adalah Tabel 4 yang menyajikan jenis data penelitian.
Tabel 4 Jenis data penelitian
No Variabel Penelitian Jenis informasi Instrumen
1 Karakteristik anak Usia anak
Jenis kelamin [1] Laki-laki ; [2] perempuan
2 Karakteristik keluarga
Usia orang tua [1] Dewasa awal (18-40 tahun);
[2] Dewasa madya (41-60 tahun); [3] Dewasa akhir (>60 tahun) (Hurlock, 1991)
Pendidikan orang tua [1] Tidak sekolah; [2] SD; [3] SMP, [4] SMA; [5] Diploma; [6] S1; [7] S2/S3 Pendapatan keluarga [1] Rp 0 – Rp 5.000.000 [2] Rp 5.000.001 – Rp 10.000.000 [3] Rp 10.000.001 –Rp 15.000.000 [4] > Rp 15.000.000 3 Karakteristik sekolah a. Guru
Usia guru 1] Dewasa awal (18-40 tahun);
[2] Dewasa madya (41-60 tahun); [3] Dewasa akhir (>60 tahun)
Jenis kelamin [1] Laki-laki ; [2] perempuan
Pendidikan [1] kependidikan;
[2] non kependidikan [3] lainnya
b. Fasilitas Ketentuan peneliti
4 Lingkungan keluarga Dimensi hubungan, Ekspresif, kebersamaan, dan demokrasi
Kemandirian, orientasi keberhasilan, orientasi budaya, orientasi rekreasi dan orientasi agama
Sistem organisasi dan control
Dimensi pertumbuhan
pribadi Dimensi sistem Pemeliharaan
5 Lingkungan sekolah Dimensi hubungan
Dimensi pertumbuhan
pribadi
Dimensi manajemen kelas
Interaksi, dukungan guru, kerjasama Kemandirian, orientasi tugas dan berani mengambil resiko
Sistem organisasi dan peraturan
6 Kreativitas Figural dan Verbal Guilford, Torannce, Munandar
Data karakteristik anak terdiri dari usia anak dan jenis kelamin. Data karakteristik keluarga terdiri dari usia ayah dan ibu, jenis kelamin, tingkat pendidikan ayah dan ibu, dan pendapatan total keluarga. Usia ayah dan ibu dibagi dalam tiga kategori berdasarkan kategori yang dikemukakan oleh Hurlock (1991) yaitu terbagi dalam kategori dewasa awal yang berusia antara 18-40 tahun, dewasa madya yang berusia antara 41-60 tahun dan dewasa akhir yang berusia lebih dari 60 tahun. Data karakteristik sekolah terdiri dari guru dan fasilitas sekolah. Karakteristik guru terdiri
dari usia, jenis kelamin, dan latar belakang pendidikan. Data fasilitas terdiri dari ketersediaan fasilitas yang ada dan dimiliki oleh sekolah seperti perpustakaan, ruang UKS, WC, tempat ibadah, meja dan kursi, ruang guru, lapangan atau ruang olahraga, laboratorium, peraturan kelas. dan hasil karya..
Data lingkungan keluarga terdiri dari data dimensi hubungan, dimensi pertumbuhan pribadi dan dimensi pemeliharaan sistem. Untuk mengukur lingkungan keluarga digunakan Family Environment Scale (FES) yang dikembangkan oleh Moos & Moos (2002) yang didefinisikan sebagai interaksi antara orang tua dan anak serta anggota keluarga lainnya yang diukur menurut persepsi dari anak dalam keluarga tersebut (dalam Martiastuti 2012). Alasan menggunakan alat ukur ini adalah : (1) pentingnya keluarga dalam perkembangan anak dan remaja; (2) disiplin ilmu yang mendasari penelitian ini yakni ilmu keluarga; (3) melihat interaksi atau pola hubungan keluarga secara lebih mendalam. Instrumen Family Environment Scale dalam penelitian ini sebanyak 40 item pertanyaan yang terbagi dalam 3 dimensi yakni dimensi hubungan (kebersamaan, ekspresif dan demokrasi) dengan 12 item pertanyaan. Dimensi pertumbuhan (kemandirian, orientasi keberhasilan, orientasi budaya, orientasi rekreasi dan orientasi agama) dengan 20 item pertanyaan dan dimensi pemeliharaan sistem (organisasi dan kontrol) dengan 8 item pertanyaan. Skoring yang digunakan yaitu 1 (tidak pernah); 2 (kadang-kadang); 3 (sering) dan 4 (selalu).
Data lingkungan sekolah terdiri dari hubungan guru-siswa, pertumbuhan pribadi dan manajemen kelas digunakan instrumen School Environment Scale (SEC) dan
Classroom Environment Scale (CES) yang dikembangkan oleh Moos (1974) dan
Individual Classroom Environment Questionarre (Frasser). Kuesioner yang dikembangkan terdiri dari 3 dimensi yakni dimensi hubungan (interaksi, dukungan guru dan kerjasama) dengan 12 item pertanyaan, dimensi pertumbuhan pribadi (kemandirian, orientasi tugas dan resiko) dengan 6 item pertanyaan dan dimensi manajemen kelas (pemeliharaan sistem organisasi dan kontrol) dengan 5 item pertanyaan. Total jumlah pertanyaan adalah 23 dengan jawaban terdiri dari 4 skala yaitu 1 (tidak pernah); 2 (kadang-kadang); 3 (sering) dan 4 (selalu).
Instrumen pembelajaran diambil dari instrumen yang dikembangkan oleh Alfie Khon terdiri dari 20 pertanyaan. Untuk pertanyaan 20 merupakan pertanyaan dalam bentuk negatif, sehingga jawaban yang diberikan oleh contoh akan dimasukan dengan jawaban yang dibalik terlebih dahulu. Untuk jawaban selalu (4) menjadi kadang- kadang (2), jawaban sering (3) tidak ada perubahan tetap 3 (sering), jawaban kadang- kadang (2) menjadi selalu (4) dan jawaban tidak pernah (1) tetap tidak pernah (1).
Tes kreativitas fiqural dan tes kreativitas verbal bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tingkat kreativitas anak secara objektif dan akurat. Tes kreativitas figural diadaptasi dari teori Guilford dan tes kreativitas verbal diadaptasi dari teori Torancce (1973). Tes ini di Indonesia dikembangkan oleh Utami Munandar (1977, 1986, 1988). Tes kreativitas verbal dilakukan pada anak berusia minimal 10 tahun karena dianggap sudah lancar menulis dan kemampuan berbahasanya pun sudah berkembang, sedangkan tes kreativitas figural dilakukan pada anak mulai usia 5 tahun. Kedua tes ini menjadi acuan dunia pendidikan dalam hal mengubah cara berpikir dan bersikap anak yang kreatif.
Analisis statistik inferensial untuk karakteristik anak (usia dan jenis kelamin), karakteristik keluarga (usia ayah ibu, pendapatan total keluarga, dan pendidikan ayah ibu), karakteristik sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah, digunakan uji t tes untuk mengetahui beda antar dua tipe sekolah (konvensional dan progresif).
Untuk melihat hubungan antara karakteristik anak, karakteristik keluarga, karakteristik sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan pembelajaran digunakan ujikorelasi Spearman.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kreativitas dianalisis dengan menggunakan uji Ancova. Data yang dianalisis berpengaruh adalah karakteristik anak, karakteristik keluarga, karakteristik sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah terhadap kreativitas anak dengan melihat asal sekolah yaitu sekolah konvensional dan sekolah progresif. Tehnik analisa ANCOVA digunakan untuk melihat atau mengetahui variabel lain yang mungkin mempengaruhi kreativitas namun tidak terkontrol atau tidak termasuk dalam variabel penelitian ini. Teknik analisa data dengan menggunakan analisis ANCOVA untuk kreativitas (Y) sebagai berikut : Y = α + β1X1+ β2X2+ β3X3+ β4X4+ β5X5+ β6X6+ β7X7+ β8X8+ β9X9 + β10X10 + α Dimana : Y = kreativitas Anak α = konstanta β = koefisien regresi X1 = tipe sekolah X2 = lingkungan sekolah X3 = lingkungan keluarga X4 = usia anak
X5 = jenis kelamin anak
X6 = usia ayah (tahun)
X7 = pendidikan ayah
X8 = usia ibu (tahun)
X9 = pendidikan ibu
X10 = pendapatan keluarga (Rp/bln)
α = galat (error)