3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dapat diartikan sebagai pendekatan yang menghasilkan data, tulisan dan tingkah laku yang di dapat apa yang diamati, peniliti memilih pendekatan deskriptif karena penelitian yang memiliki tujuan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, kadaan, gejala atau kelompok tertentu di dalam masyarakat. Metode penelitian kualitatif adalah metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan oleh sejumlah individu atau sekelompok orang.Peneliti berusaha menggali, mengidentifikasi, menjelaskan, meringkas berbagai kondisi yang menyangkut interaksi sosial diruang virtual dan mencari tahu bagaimana fenomena penggunaan moda transportasi online yang menjadi pilihan rasional masyarakat Kota Medan.
3.2 Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini ditujukan kepada masyarakat yang menggunakan transportasi online sebagai sarana transportasi. Alasan peneliti memilih lokasi ini sebagai lokasi penelitian adalah Kota Medan dan terdapat banyak pengguna transportasi online dan driver transportasi online, serta letak kantor PT. Go-jek Indonesia cabang Medan yang berada di jalan Perintis kemerdekaan komplek jati
junction Medan, dan letak kantor Grab Taxi yang berada di Hotel Sultan Jalan Darusalam Medan untuk mengetahui berbagai persepsi masyarakat tentang moda transportasi online yang beredar di Kota Medan, dan dalam seluruh Kota Medan bagi masyarakat yang menggunakan kecanggihan teknologi smarthphone moda transportasi online.
3.3 Unit Analisis dan Informan
3.3.1 Unit Analisis
Unit analisis adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian.Adapun yang menjadi unit analisis dan objek kajian dalam penelitian ini adalah masyarakat yang pernah menggunakan Go-Jek dan Grab taxi dan driver tersebut yang kegiatannya adalah sebagai pekerja yang menghantarkan seseorang maupun benda-benda lainnya.
Sedangkan orang menjadi sumber informasi dalam penelitian ini adalah informan.
3.3.2 Informan
Informan penelitian adalah subjek yang memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami objek penelitian (Bungin, 2007:76). Informan adalah orang yang memberi informasi dan menjadi sumber informasi dalam penelitian yang merupakan sumber informasi yang aktual dalam menjelaskan tentang masalah penelitian.Adapun Informan yang menjadi subjek penelitian adalah masyarakat yang pernah menggunakan moda transportasi onlinepaling sedikit 5 kali, serta mengerti penggunaan smartphone dan aplikasi
moda transportasi online.Dalam penelitian ini, peneliti meneliti 10orang informan dengan teknik wawancara, informan yang menjadi objek penelitian ini adalah yang sudah menggunakan transportasi online.
3.4 Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat menjelaskan dan menjawab permasalahan permasalahan yang bersangkutan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang akan digunakan berdasar dari dua sumber yaitu dengan pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder.
3.4.1 Pengumpulan Data Primer
Teknik pengumpulan data primer adalah peneliti melakukan kegiatan langsung ke lokasi penelitian untuk mencari data-data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Adapun teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara :
a. Observasi
Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan (Bungin, 2007; 115).Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja panca indera mata serta dibantu dengan panca indera lainnya.Adapun yang menjadi objek observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung ke lokasi penelitian dan mengamati bagaimana aktivitas sosial sebelum dilanjutkan kepada wawancara yang mendalam.
b. Wawancara
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara kepada orang-orang yang menjadi informan dari peneliti, ini bisa disebut dengan metode interview guide yakni aturan-aturan daftar pertanyaan yang dijadikan acuan bagi peneliti untuk memperoleh data yang diperlukan.Metode pengumpulan data dengan wawancara yang dilakukan berulang-ulang kali dan membutuhkan waktu yang cukup lama bersama informan di lokasi penelitian (Bungin, 2007; 108).
Wawancara mendalam yang dimaksud adalah percakapan yang sifatnya terbuka dan tidak baku. Wawancara dilakukan bertujuan untuk memperoleh data dan informasi secara lengkap tentang Interaksi Sosial Di Ruang Virtual (Studi Deskriptif Rasionalitas Penggunaan Go-Jek dan Grab Taxi di Kalangan Masyarakat Kota Medan).
3.4.2 Pengumpulan Data Sekunder
Teknik pengumpulan data sekunder adalah pengumpulan data yang dilakukan melalui penelitian studi kepustakaan yang diperlukan untuk mendukung data yang berkaitan dengan penelitian. Data diperoleh dari buku-buku ilmiah, tulisan ilmiah dan laporan peneliti yang berkaitan dengan objek kajian penelitian, penelitian terdahulu serta materi- materi yang di anggap relevan dengan masalah yang diteliti.Dalam pengumpulan data sekunder, majalah, jurnal, dokumentasi yang diperoleh dari sumber elektronik atau internet dapat dilakukan. Metode ini untuk memaksimalkan data baik mengenai teori atau kajian berkaitan dengan permasalahan penelitian.
3.5.1 Interpretasi Data
Interpretasi data merupakan suatu kegiatan menggabungkan antara hasil analisis dengan permasalahan penelitian untuk menemukan makna yang ada dalam permasalahan.Interpretasi data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia yang dapat melalui observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Setelah itu kemudian data akan dipelajari dan ditelaah kembali menggunakan teori yang digunakan dan diinterpretasikan secara kualitatif untuk menganalisis permasalahan tersebut. Analisis data melibatkan pengumpulan data yang terbuka, yang didasarkan pada pernyataan-pernyataan umum, dan analisis informasi dari para partisipan. (John W. Creswell, 2013:275).
3.5.2 Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan penelitian ini mencakup kemampuan dan pengalaman peneliti untuk melakukan penelitian ilmiah.Terkait pada keterbatasan waktu terutama pada informan membuat peneliti harus mengatur jadwal untuk melakukan pertemuan wawancara. Terlepas dari kendala diatas peneliti menyadari keterbatasan dalam proses penelitian yang dilakukan. Meskipun demikian peneliti berusaha untuk melakukan penelitian semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang akurat.
BAB IV