HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Profil Informan
Adapun yang menjadi informan (pengguna moda transportasi online) di Kota Medan. Informan penulis pada saat penelitian sebagai berikut:
4.5.1 Informan (Pengguna Moda Transportasi Online Grab Taxi)
1. Informan Norma Nasution (PR)
Informan Norma (59 tahun) adalah seorang pegawai negeri sipil pada Dinas Perkebunan, lahir di Jakarta dan menetap di Kota Medan.Informan mengatakan telah menggunakan Grab Taxi sebanyak 15 kalidan mengetahui beberapa hal penting.Informan mengatakan tertarik menggunakan Grab Taxi karena lebih efisien dan nyaman, kenyamanan yang informan rasakan sebagai pengguna moda transportasi online ini adalah tidak terkena cuaca panas dan hujan.Suasana di dalam mobil punsejuk dikarenakan adanya ac yang menyala pada mobil, tetapi informan mengatakan ada kendala atau kesulitan pada saat
memesan Grab Taxi melalui aplikasi tersebut jika jaringan internet sedang tidak baik dan mengalami gangguan sinyal internet.
Grab Taxi adalah salah satu moda transportasi online yang banyak disukai kalangan masyarakat Kota Medan, karena informan merasa aman, nyaman, dan efisiensi waktu, bahkan informan mengatakan kurang tertarik menggunakan moda transportasi lainnya, seperti transportasi umum angkutan(angkot) dan becak, informan juga merasakan perbedaan harga yang lebih murah dan terjangkau untuk keamanan dan kenyamanan. Sebagai pegawai negeri sipil aktif, informan dapat menilai bahwa kehadiran Grab Taxi dan moda transportasi online lainnya dapat membawa pengaruh kecemburuan sosial bagi moda transportasi lain yang tidak online dan tidak memiliki teknologi canggih seperti aplikasi android. Moda transportasi ini sangat membantu masyarakat dan tidak perlu menunggu lama.Driver atau pengemudi dari Grab Taxi tersebut juga memberikan kinerja yang baik dan juga ramah kepada konsumen.Setiap menggunakan Grab Taxi informan selalu melakukan pembayaran dengan metode dibayar tunai.
2. Informan Yosua (LK)
Yosua (25 tahun) adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara yang lahir di Kota Medan.Informan mengatakan sudah menggunakan lebih dari 20 kali kali menggunakan transportasi online Grab Taxi tersebut.Informan merasakan dari awal pemesanan hingga sampai ketujuan dan melakukan pembayaran puas dengan kinerja pelayanan baik dari aplikasi dan seorang driver yang ramah kepada konsumen, kenyamanan dan kemudahan
menjadi prioritas utama bagi konsumen. Tidak ada kendala atau kesulitan pada saat memesan aplikasi dan ditemukan oleh seorang driver, informan mengatakan bahwamasih lebih sering menggunakan angkutan umum(angkot) untuk pergi ketujuan tertentu.
Menurutnya bila ingin pergi beramai-ramai dan jarak tempuh yang jauh cocok sekali menaiki Grab Taxi tetapi kalau pergi sendiri pasti merasa rugi dalam pembayaran. Tetapi bila jarak yang dituju dekat dan senidirian, lebih baik menggunakan transportasi umum selain lebih murah juga membantu perekonomian orang lain yang kalah dalam teknologi. Karena dengan datangnya transportasi online yang menggunakan aplikasi akan secara langsung membawa pengaruh kurang baik terhadap pengemudi transportasi umum, sedangkan transportasi online hanya membantu masyarakat dalam hal aksesibilitas. Informan belum pernah mendengar ada beberapa kejadian tentang permasalahan antara pengemudi trasnportasi umum dengan driver transportasi online karena tidak terlalu mengikuti perkembangan moda transportasi saat ini. Metode pembayaran manual adalah cara pembayaran yang disukai.
3. Informan Arisanta Siambaton (PR)
Informan Arisanta (27 tahun) adalah seorang ibu rumah tangga, informan yang lahir di Kota Medan ini mengatakan bahwa sering menggunakan Grab Taxi, informan mengatakan lebih dari 15 kali menggunakan Grab Taxi sebagai moda transportasi untuk pergi dari rumah ke suatu tempat, yang membuat informan tertarik dengan Grab Taxi adalah transparan atau jelas, tidak perlu menunggu
lama driver yang menjemput dan alamat tujuan yang pasti, begitu juga dengan adanya promo yang menarik. Informan juga merasakan kenyamanan,akan tetapi informan pernah mendapatkan kesulitan saat memesan aplikasi tersebut dikarenakan paket kuota internet yang ada di smartphone telah habis dan pada saat dilokasi tidak ada yang memiliki jaringan wi-fi. Menurut informan Grab Taxi merupakan salah satu transportasi yang banyak disukai kalangan masyarakat Kota Medan karena membantu percepatan mendapatkan moda transportasi dan kemudahan pembayaran dapat tunai atau secara langsung.Informan puas dengan kinerja driver yang menjemput penumpang dan menghantar tepat pada sampai tujuan.
Selain pernah menggunakan Grab Taxi, informan tetap masih mau menggunakan alat transportasi lain seperti angkot, becak, dan taxi. Informan mengatakan dengan kehadiran Grab Taxi dan moda transportasi online lainnya pasti membawa pengaruh buruk bagi transportasi lain yang belum online dan memiliki teknologi canggih pada android smartphone dikarenakan adanya persaingan penghasilan antar supir. Menurut informan, informan belum pernah mendengar informasi tentang permasalahan yang terjadi antara Grab Taxi dengan transportasi lainnya di Kota Medan ini.
4. Informan Dewi (PR)
Informan Dewi (47 tahun) adalah seorang wiraswasta/pedagang yang lahir dan tinggal di Kota Medan, informan mengatakan bahwa informan sering menggunakan Grab Taxi hingga lebih dari 30 kali dari tempat informanbekerja
hingga pulang ke rumah, begitupun sebaliknya. Informan mengatakan drivernya ramah semua sehingga membuat informan tersebut aman dan nyaman, tidak ada kesulitan saat memesan moda transportasi online tersebut, menurut informan aplikasi ini sangat disukai kebanyakan masyarakat Kota Medan terutama pada kaum muda yang mengerti akan penggunaan Smartphone.
Informan mengatakan bahwa sebelum hadirnya moda transportasi onlineini, informan sering menggunakan transportasi umum seperti angkot dan becak, dan menurut informan bahwa dengan kehadiran moda transportasi online ini pasti membawa pengaruh buruk bagi transportasi umum konvensional yang belum mengenal teknologi online, meski begitu ia merasa kedua transportasi tersebut baik transportasi online maupun transportasi umum konvensional sama-sama membantu masyarakat Kota Medan dalam hal transportasi, meski transportasi online memberikan tingkat kepuasan yang lebih tinggi, adanya kesenjangan yang membuat moda transportasi online dengan moda transportasi umum konvensional ricuh itu dikarenakan kurangnya pendapatan pada transportasi umum konvensional, informan mengatakan metode pembayaran yang dilakukan adalah melalui cash/ tunai.
5. Informan Firda Melda (PR)
Informan Firda Melda (23 tahun) adalah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, lahir dan tinggal di Kota Medan, informan mengatakan sering menggunakan Grab Taxi bila ingin pergi ke kampus dari rumah tempat informan tinggal hingga lebih dari 15 kali. Informan
mengatakan tertarik dengan Grab Taxi karena praktis, tarifnya juga terjangkau, apalagi sering memberikan promo-promo yang berbeda setiap harinya dan menurut informan itu sangat mengntungkan bagi mahasiswa.Informan mengatakan bahwa naik Grab Taxi itu nyaman sekali.Informan juga mengatakan tidak ada kendala atau kesulitan saat memesan moda transportasi online tersebut, dikarenakan pada zaman sekarang ini rata-rata orang sudah pakai smartphone dan mudah untuk mengelola aplikasi Grab Taxi.
Informan mengatakan kalau jaraknya dekat, informan tidak mau menggunakan Grab Taxi dan mengatakan lebih baik naik becak saja.Menurut informan perubahan zaman pada saat ini pasti ada baik buruknya, dan seharusnya transportasi umum atau konvensional harus berkembang untuk mengikuti perubahan itu sendiri agar tidak terpuruk dengan keaadaan da nada baiknya kalau transportasi umum konvensional tersebut ikut berinovasi.Transportasi online sangat membantu bisa dipesan dalam keadaan apapun dan tidak lama menunggunya, informan sangat puas dengan kinerja driver Grab Taxi bahwa semua supirnya ramah dan aman.Informan mengetahui bahwa dengan hadirnya transportasi online ini membawa pengaruh buruk bagi transportasi umum konvensional, informan selalu menggunakan metode pembayaran secara tunai.
4.5.2 Informan (Pengguna Moda Transportasi Online Go-jek)
1. Informan Andreas Simorangkir (LK)
Informan Andreas (27 tahun) adalah seorang satpam yang lahir dan tinggal di Kota Medan, informan sering menggunakan Go-Jek hingga lebih dari 10 kali
pergi ketempat kerja maupun ketempat lain, sehingga informan mengetahui banyak hal yang sudah dirasakan.Informan tertarik dengan Go-Jek karena driver tersebut cepat datang dalam hal waktu, murah dalam biaya keuangan, dan aman serta kenyamanan. Menurut informan tidak ada kesulitan selama penggunaan applikasi Go-Jek tersebut, ia merasa bahwa Go-Jek adalah sebuah moda transportasi yang banyak diminati masyarakat Kota Medan. Menurutnya kehadiran Go-Jek dan moda transportasi online lainnya tidak membawa pengaruh buruk bagi transportasi lain yang tidak online, karena informan merasa semua adil dalam mencari nafkah.
Meski informan memilih transportasi online sebagai moda untuk pergi kesuatu tempat, informan juga sering menaiki moda transportasi lain dengan jenis angkutan umum, kinerja driver juga sangat memberi kepuasan dan profesionalitas yang selalu dijunjung driver demi mendapatkan rating yang baik, informan pernah melihat adanya permasalahan antara driver Go-Jek dengan pengemudi supir taxi di Kota Medan ini, permasalahan tersebut mengenai pendapatan yang berkurang sejak kehadiran Go-Jek di Kota Medan ini, meski begitu tidak ada sampai terjadi pertikaian antara driver Go-Jek dengan supir taxi. Setiap menggunakan transportasi online Go-Jek, informan selalu membayar dengan uang tunai. Informan belum mengetahui cara pembayaran lainnya dengan membeli Go-Pay dari driver ataupun kartu kredit.
2. Informan Rachel Nainggolan (PR)
Informan Rachel (23 tahun) adalah seorang pegawai swasta yang bekerja dikantoran dan harus datang tepat waktu kekantornya, pergi kekantor dan pulang kerumah adalah rutinitas sehari-hari, informan sudah lebih 15 kali menggunakan Go-Jek sebagai moda transportasi, sehingga membuat informan menggunakan moda transportasi online Go-Jek sebagai moda transportasi utama, informan tertarik dengan untuk menggunakan Go-Jek karena pelayanan yang memuaskan dan lebih cepat mengakses kesuatu tempat dengan keamanan dan kenyamanan yang dikatakan terjamin.
Menurut informan moda transportasi online seperti Go-Jek dapat menguntungkan bagi banyak masyarakat yang menggunakannya, tetapi tidak bagi moda transportasi yang belum memakai teknologi canggih seperti angkutan umum, becak dan ojek yang mangkal di satu tempat dikarenakan dapat mengurangi pendapatan sehari-hari. Setiap menggunakan jasa transportasi online Go-Jek, informan Rachel selalu membayar dengan sistem pembayaran Go-Pay yang informan beli dari driver Go-Jek, informan senang memakai Go-Pay karena dengan metode pembayaran seperti itu, pengguna mendapatkan banyak diskon dan juga points untuk mendapatkan keuntungan lainnya.
3. Informan Lisna Siregar (PR)
Informan Lisna (29 tahun) adalah seorang pekerja wiraswasta dikantoran, sebenarnya informan memiliki mobil pribadi sebagai moda transportasi sehari-hari, tetapi terkadang informan merasakan jenuh dengan kemacetan Kota Medan
setiap informan pulang sore dan merasakan lelah menyetir sendiri, informan mencari solusi tersebut dan berfikir untuk ada seseorang yang meghantar layaknya seorang supir pribadi mencoba moda transportasi online Jek dengan fitur Go-Car untuk pergi ke kantornya, informan sudah lebih 10 kali memakai Go-Go-Car dari aplikasi Go-Jek tersebut, menurut informan Go-Car adalah alasan yang tepat untuk pergi kekantornya selain cepat dan murah, Go-Car juga memiliki keamanan dan kenyamanan yang terjamin. Informan juga menyukai aplikasi tersebut karena pihak Go-Jek sering memberikan diskon untuk Go-Car.
Informan mengatakan bahwa selama perjalanan pulang menuju kerumah ia tidak lelah, seperti hal membawa kendaraan pribadi karena dalam transportasi online, informan hanya duduk saat didalam mobil driver tersebut, tetapi informan mengatakan hal yang sama dengan kebanyakan pengguna lainnya bahwa informan memiliki kesulitan selama menggunakan aplikasi tersebut dikarenakan sinyal internet yang terkadang buruk atau tidak baik, sehingga driver sulit menemukan informan dan harus menelepon informan Lisna terlebih dahulu. Informan pernah mengalami gangguan sinyal tersebut yang mengakibatkan informan tidak dapat memesan Go-Jek dan menggunakan moda transportasi lainnya seperti becak dan angkutan umum.
4. Informan Elfrida Hutabarat (PR)
Informan Elfrida (27 tahun) adalah seorang karyawan swasta, informan sangat sibuk dan belum memiliki kendaraan pribadi, setiap hari untuk pergi ke kantornya informan selalu menggunakan transpotasi online Go-Jek dengan fitur
Go-Ride, informan mengatakan bahwa menggunakan Go-Jek itu aman dan nyaman, semua driver pada saat ia gunakan transportasi online tersebut sangat ramah dan sopan, tidak ada kesulitan saat memesan aplikasi transportasi online tersebut.
Informan juga mengatakan bahwa ia memilih transportasi online tersebut karena lebih hemat, lebih praktis dan tidak banyak menyita waktu. Hal tersebut adalah yang membuat menjadi pilihan rasional bagi masyarakat pengguna transportasi online.Informan mengatakan telah lebih 20 kali mengunakan Go-Jek dengan aplikasi Go-Ride sebagai transportasi yang diginakannya. Metode pembayaran yang ia lakukan adalah Go-Pay dengan alasan karena lebih hemat dibandingkan dengan bayar tunai, informan selalu memberikan rating yang bagus kepada driver karena memang benar ia merasakan kepuasan dalam memilih transportasi online tersebut, dari hal tersebut memberikan rating bahwa telah terjadi interaksi sosial antara pengguna Go-Jek dengan driver.Menurut informan Go-Jek sangat membantu masyarakat untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya, informan sangat menyukai akan kehadiran aplikasi GoJek di Kota Medan, informan selalu merasa senang dengan semua driver yang ramah dan sopan. Moda transportasi online ini membawa pengaruh positif bagi masyarakat.
5. Yuni Sari Bangun (PR)
Informan Yuni Sari Bangun (21 tahun) adalah seorang mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, lahir di Kota Berastagi dan tinggal di Kota Medan untuk menjalani masa perkuliahan, informan mengatakan bahwa
sering menggunakan Go-Jek hingga lebih dari 20 kali, informan mengatakan menggunakan Go-Jek itu aman dan nyaman, biasanya bila menggunakan Go-Jek itu diberikan perlindungan berupa helm untuk melindungi kepala dan keselamatan pengguna, driverGo-Jek juga ramah, tidak ada kesulitan saat memesan aplikasi tersebut dan semua tergantung sinyal internet.
Menurut informan Go-Jek sangat membantu masyarakat dalam memberikan kemudahan, kenyamanan dan tidak menyita banyak waktu, hal tersebut sangat membantu masyarakat, meski membawa pengaruh buruk bagi moda transportasi umum konvensional tetapi Go-Jek tetap membawa pengaruh yang baik bagi masyarakat, Informan selalu menggunakan metode pembayaran Go-Pay tetapi bila saldo Go-Pay habis informan menggunakan metode pembayaran secara tunai.Go-Jek membantu masyarakat terutama membantu informan dalam bepergian baik jarak yang jauh maupun jarak yang dekat.Informan mengatakan pernah mendengar adanya kericuhan antara transportasi umum konvensional dengan moda transportasi onlineyang diakibatkan oleh adanya persaingan pendapatan.Tetapi menurut informan Go-Jek lebih banyak disukai dikalangan masyarakat Kota Medan.
Tabel 4.5
Profil InformanPengguna Go-Jek/Grab Taxi
No Nama Usia Aplikasi Go-Jek /
Grab Taxi Pekerjaan 1 Norma Nasution 59 Grab Taxi Pegawai Negeri Sipil
2 Yosua 25 Grab Taxi Mahasiswa
3 Arisanta Siambaton 27 Grab Taxi Ibu Rumah Tangga
4 Dewi 47 Grab Taxi Wiraswasta
5 Firda Melda 23 Grab Taxi Mahasiswa
6 Andreas S 27 Go-Jek Satpam
7 Rachel Nainggolan 23 Go-Jek Pegawai Swasta 8 Lisna Siregar 29 Go-Jek Pegawai Swasta 9 Elfrida Hutabarat 27 Go-Jek Karyawan Swasta 10 Yuni Sari Bangun 21 Go-Jek Mahasiswa
Sumber: Hasil Penelitian, 2017
4.6 Pilihan Rasional Penggunaan Moda Transportasi OnlineMenurut