• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan kepada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Penelitian ini menggunakan kuantitatif dikarenakan data yang digunakan merupakan data hasil dari responden terhadap jawaban kuisiner. Sugiyono dalam bukunya Metode penelitian administrasi (2011) kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yan diharapkan dari responden. Data yang didapat akan dianalisis statistik dengan menggunakan SPSS.

3.2 Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang terdaftar polis Mitra Iqra’ Plus pada Bumiputera Syariah kantor cabang Banda Aceh dimulai dari tahun 2011 hingga tahun 2017.

42

3.3 Sumber Data

Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari kuisioner yang telah disebar kepada nasabah pemegang polis Mitra Iqra’ Plus pada asuransi Bumiputera Syariah kantor cabang Banda Aceh.

3.4 Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah pemegang polis Mitra Iqra Plus pada Bumiputera Syariah kantor cabang Banda Aceh pada tahun 2011 hingga 2017 yang totalnya berjumlah 517.

Sampel adalah salah satu teknik atau cara mengambil sampel yang representative dari populasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan ketetapan rumusan dari Gay dan Dhiel (1992) menyatakan bahwa jika Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif, maka sampel minimumnya adalah 10% dari populasi

Dalam Penelitian ini populasi yang dimiliki berjumlah 517 nasabah yang artinya kurang dari 1000 berdasarkan Gay dan Dhiel sehingga dapat menggunakan besaran sampel yaitu sebesar 10%.

Artinya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 517 x 10% = 51,7 nasabah (dibulatkan) menjadi 52 nasabah.

52 nasabah yang menjadi responden merupakan nasabah dari PT.Bumiputera syariah yang telah memiliki polis asuransi produk Mitra Iqra’ Plus yang masa pembelian polis berkisar antara tahun 2011 hingga 2017.

3.5 Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2012) variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari lebih mendalam sehingga diperoleh informasi tentang penelitian tersebut, kemudian ditarik kesimpulan.

Berdasarkan tinjauan pustaka dan perumusan hipotesis yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka variabel-variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

3.5.1 Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang menjadi sebab terjadinya atau mempengaruhi variable dependen. Variabel independen dapat juga disebut sebagai variabel bebas. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Produk (X1) dan Premi (X2).

3.5.2 Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel. dependen dapat disebut juga variabel terikat. Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah Minat Asuransi (Y)

44

X2.4 Minatiningsih(2016)

3 Minat (Y) 1. Pengaruh Premi Y1 Minatiningsih(2016) 2. Manfaat produk Y2 Minatiningsih(2016) 3. Resiko Masa

3.6 Skala Pengukuran Variabel

Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan skala likert yang berguna untuk mengukur sikap, pendapat, pengaruh, serta pengaruh dan persepsi tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2009). Skala likert digunakan untuk mengukur jawaban dari

responden terhadap kuesioner yang disebarkan dengan memberikan alternatif jawaban dari 1 sampai 5 dengan ketentuan sebagai berikut:

Tabel 3.2 Skala Likert

Skor Jawaban Makna Jawaban 1 Sangat Tidak setuju

2 Tidak Setuju

3 Kurang Setuju

4 Setuju

5 Sangat Setuju

Sumber: (Sugiyono, 2009)

3.7 Teknik Analisi Data 3.7.1 Uji asumsi klasik

Tujuan dilakukan uji asumsi klasik adalah untuk membuktikan variabel bebas sebagai estimator atas variabel terikat tidak bias. Uji asumsi klasik atas data yang diolah adalah sebagai berikut :

1. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Model regresi yang baik adalah mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali, 2013).

46

Pada uji normalitas data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov Test. Untuk melihat hasil uji normalitas pada model ini adalah sebagai berikut:

1. Apabila tingkat signifikasi ˃ 0,05 maka model regresi memenuhi asumsi normalitas

2. Apabila tingkat signifikasi ˂ 0,05, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Multikornelitas

Multikolinearitas terjadi jika ada hubungan linier yang sempurna atau hampir sempurna antara beberapa atau semua variabel independen dalam model regresi. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas (Ghozali, 2013).

Untuk menguji adanya multikolinearitas dapat dilakukan dengan menganalisis korelasi antar variabel dan perhitungan nilai tolerance serta variance inflation factor (VIF). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikoloniearitas di dalam model ini adalah sebagai berikut :

1. Jika nilai tolerance ≤ 0,10 atau VIF ≥ 10, maka terdapat multikoloniearitas.

2. Jika nilai tolerance ≥ 0,10 atau VIF ≤ 10, maka tidak terdapat multikoloniearitas.

3. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2013).

Heterokedastisitas adalah terjadinya varians yang tidak sama untuk variabel independen yang berbeda. Heterokedastisitas dapat terdeteksi dengan melihat plot antara nilai taksiran dengan residual dan dengan melakukan uji statistik yaitu Uji Park.

Untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas pada grafik scatterplot. Dapat dilakukan dengan :

1. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk satu pola yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka akan terjadi masalah heterokedastisitas.

2. Jika tidak ada pola jelas seperti titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu-sumbu, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

3.8 Pengujian Secara Parsial (uji statistik t)

Uji statistik t digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas secara indvidual dalam menerangkan variasi variabel terikat (Janie, 2012). Pengambilan keputusan sebagai berikut :

a. Membandingkan nilai thitung dan ttabel

Apabila thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

48

Apabila thitung< ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak, berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

b. Membandingkan nilai signifikan probabilitas 0,05

Apabila nilai sig < 0,05 artinya variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

Apabila nilai sig > 0,05 artinya variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.

3.9 Uji Signifikan Simultan ( uji statistic F)

Tujuan dari uji signifikan simultan atau uji statistik F ini adalah menunjukkan variabel independen yang ada dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi variabel dependent secara signifikan. Pengujian ini menggunakan uji F yaitu dengan membandingkan F hitung dengan F tabel (Janie, 2012). Dengan kriteria sebagai berikut :

a. Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.

b. Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan Ha diterima.

3.10 Uji Koefisien Determinan (R2)

Menurut Ghozali (2013) Uji Koefisien Determinasi (R2) pada dasarnya digunakan untuk mengukur seberapa jauh

kemampuan variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah mulai dari nol sampai dengan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen cukup terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependennya.

3.11 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai pengaruh pendidikan nasabah dan premi asuransi terhadap permintaan Asuransi syariah dengan menggunakan SPSS. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari beberapa variabel independen terhadap variabel dependen maka digunakan model regresi linier berganda (Ghozali, 2013). Yang dirumuskan sebagai berikut :

Yi = α + β1X1 + β2X2 + ei Keterangan :

Y = Minat asuransi syariah produk mitra iqra’ plus α = koefisien konstanta

β1, β2 = parameter yang diestimasi

X1 = rentang pengetahuan produk dari calon nasabah X2 = Harga premi yang ditawarkan perusahaan e = Error term

50 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait