• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, yaitu metode penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder.36 Penelitian ini ditujukan pada penelitian yang mengkaji peraturan-peraturan tertulis atau bahan-bahan hukum lain. Penelitian ini lebih banyak dilakukan terhadap data yang bersifat sekunder yang ada di perpustakaan. Untuk lebih lanjut, yang dimaksud dengan data sekunder dalam penelitian jenis ini adalah:37

1. Bahan Hukum Primer yang merupakan bahan-bahan hukum yang mengikat dan terdiri dari norma-norma dasar, peraturan dasar, peraturan perundang-undangan, bahan hukum yang tidak dikodifikasikan, yurisprudensi, traktat, dan bahan-bahan hukum lainnya yang hingga kini masih berlaku;

36

Soerjono Soekanto & Sri Mamudji, 2001, Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat), Rajawali Pers, Jakarta, h. 13-14.

37

2. Bahan hukum sekunder merupakan bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan tentang bahan hukum primer, seperti rancangan UU, hasil-hasil penelitian, hasil karya ilmiah dari kalangan hukum;

3. Bahan Hukum Tersier merupakan bahan hukum yang memberikan petunjuk terhadap bahan hukum Primer maupun Sekunder. Contohnya: kamus, ensiklopedia, artikel berita, dan sebagainya.

1.8.2 Jenis Pendekatan

Dalam Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan untuk mengkaji setiap permasalahan. Jenis-jenis pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pendekatan Undang-undang (Statute Approach). Pendekatan ini dilakukan dengan menelaah semua instrumen hukum internasional yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang ditangani;38

2. Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Pendekatan ini beranjak dari pandangan-pandangan dan doktrin-doktrin yang tertulis dalam sumber-sumber literatur yang dikutip. Doktrin-doktrin tersebut merupakan sandaran bagi peneliti dalam membangun suatu argumentasi hukum dalam memecahkan isu yang dihadapi.39 Ada beberapa konsep yang penting dan relevan dengan persoalan dalam penelitian ini, antara lain konsep relativisme budaya (Cultural Relativist) dan konsep prinsip pembedaan (Distinction Principle);

38

Peter Mahmud Marzuki, 2011, Penelitian Hukum, cetakan ke-11, Kencana, Jakarta, h.93

39

3. Pendekatan Studi Kasus (Case Study Aproach), Pendekatan kasus dilakukan dengan cara melakukan telah terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan isu yang dihadapi yang telah menjadi putusan pengadilan mengenai kejahatan Iconoclastyang telah memiliki kekuatan hukum tetap.40

1.8.3 Sifat Penelitian

Sifat penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif normatif. Penelitian deskriptif normatif ini memaparkan mengenai aspek-aspek yang diteliti yakni bagaimana hukum internasional mengatur mengenai perlindungan benda budaya terhadap tindakan iconoclast dalam perspektif HAM dan Hukum Humaniter serta upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap kasus-kasus iconoclast yang menghancurkan banyak situs-situs bersejarah serta benda-benda arkeologis dalam perspektif hukum pidana internasional.

1.8.4 Sumber Bahan Hukum

Penelitian ini merupakan penelitian normatif sehingga data-data yang digunakan sebagai sumber data adalah bahan-bahan hukum primer (bahan-bahan hukum yang bersifat mengikat), bahan hukum sekunder (bahan hukum yang memberikan penjelasan tentang bahan hukum primer) dan bahan hukum tersier (bahan hukum yang memberikan petunjuk atau penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder).41 Bahan-bahan hukum tersebut terdiri dari:

1. Bahan-bahan hukum primer didapatkan dari peraturan-peraturan deklarasi, konvensi-konvensi internasional. Pengaturan mengenai HAM yang dikaji meliputi: Universal Declaration of Human Rights (UDHR), International

40

Peter Mahmud Marzuki, 2008, Penelitian Hukum, Kencana, Jakarta, h. 93

41

Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights (ICESCR), Universal Declaration on Cultural Diversity (UDCD), Declaration on the Elimination of All Forms of Intolerance and of Discrimination Based on Religion or Belief (DEDR), serta International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Adapun pangaturan mengenai HHI dalam peraturan hukum internasional yang dikaji meliputi: Convention IV Respecting the Laws and Customs of War on Land (1907), Convention IV Relative to Civilian Persons in Time of War (1949), Convention for the Protection of Cultural Property in the Event of Armed Conflict (1954), Protocols Additional to the Geneva Convention of 12 August 1949 (1977), Rekomendasi pada Meeting of the Intergovernmental Group of Experts for the Protection of War Victims Geneva (1995), UNESCO Declaration Concerning The Intentional Destruction of Cultural Heritage (2003).

2. Bahan hukum sekunder, yaitu berupa bahan pustaka yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer.42 Antara lain yang diperoleh dari hasil penelitian, pendapat pakar hukum, karya tulis hukum yang termuat dalam media massa, buku-buku hukum (text book), serta jurnal-jurnal hukum mengenai perlindungan benda-benda budaya pada masa konflik bersenjata. 3. Bahan hukum tersier yang menunjang penelitian ini seperti kamus hukum dan

ensiklopedia, dan sumber-sumber lainnya yang terkait dengan penelitian guna memperluas wawasan/ memperkaya sudut pandang didalam melakukan penelitian.

42

1.8.5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penyusunan skripsi ini metode pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui metode studi kepustakaan. Metode studi kepustakaan dilakukan dengan melakukan studi pada buku-buku, literatur, atau kepustakaan lainnya sebagai bahan bacaan. Studi kepustakaan dalam penelitian ini dilakuan untuk memperoleh data skunder dengan cara membaca literatur, hasil penelitian, majalah ilmiah, jurnal dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian.

1.8.6 Teknik Analisis

Teknik analisis data adalah suatu metode pengolahan data (bahan hukum) dengan jalan menganalisa untuk memperoleh kesimpulan umum, setelah memperoleh data.43 Dalam studi terhadap kasus hukum, metode analisis yang banyak digunakan adalah content analysis method yang menguraikan materi peristiwa hukum atau produk hukum secara rinci guna memudahkan interpretasi dalam pembahasan.44 Hasil penelitian kemudian dipaparkan dengan menggunakan metode deskriptif argumentatif yaitu dengan cara memberikan gambaran terhadap permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dengan mengedepankan pemikiran yang logis dan sistematis.

43

Riduan, 2004, Metode dan Teknik Penyusunan Tesis, Alfabeta Cataka Pratama, Bandung. h.32

44

Abdul Kadir Muhammad, 2004, Hukum dan Penelitian Hukum, Cet 1, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, h.42

Dokumen terkait