• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian 1. Jenis penelitian

Dalam dokumen A. Judul PENGARUH METODE ACTIVE LEARNING (Halaman 41-49)

C. Pengaruh penerapan metode active learning terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS terpadu

I. Metode Penelitian 1. Jenis penelitian

Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka penelitian ini berusaha untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan mendalam mengenai pengaruh metode active learning terhadap motivasi belajar IPS terpadu ekonomi peserta didik di MTs. NW Embung Raja, maka peneliti akan mencoba menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin diketahui. Menurut Arikunto penelitian kuantitatif adalah”sesuai dengan namanya yaitu banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data terhadap tersebut, serta penampilan dari data tersebut (Arikunto, 2002:10).

Dengan metode deskriptif penelitian survei, yaitu bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi.

2. Populasi dan sampel a. Populasi

Pengertian populasi menurut Sugiyono (2013:117) adalah sebagai berikut: “wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” Arikunto mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian. Populasi dibatasi sebagai sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang sama.Berdasarkan pengertian di atas, maka yang jadi populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MTs. NW Embung Raja kecamatan Terara yang berjumlah 263 siswa.

Tabel 1. Jabaran populasi

Kelas Populasi

VII 102

VIII 99

IX 62

Jumlah 263

Sumber: Arsip MTs. NW Embung Raja b. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh Populasi (Sugiyono, 2013:117). Sampel merupakan sebagian atau

wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010:174). Sample dalam penelitian ini adalah sebagian siswa kelas VIII MTs. NW Embung Raja, karena peneliti akan menggunakan teknik random dalam menentukan sampel karena setiap anggota populasi terpilih menjadi anggota sampel dengan peluang yang sama (Subama dan Sudrajat, 2001:117), maka sampel pada penelitian ini semua kelas VIII yang berjumlah 99 siswa.

Tabel 2. Jabaran sampel

Kelas Sampel VIII.A 39 VIII.B 39 VIII.C 21 Jumlah 99 3. Data penelitian

a. Jenis dan sumber data

Adapun sumber data yang dapat diperoleh melalui, yaitu:

1. Data primer adalah yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian. Dalam hal ini kepala sekolah, guru, siswa dan pihak yang terkait (Sugiyono, 2013:308)

2. Sumber data sekunder yaitu data yang lebih dulu dikumpulkan oleh Orang yang ada di luar penyelidikan. Dalam hal ini buku-buku (literatur) dan dokumen-dokumen yang ada (Sugiyono, 2013:308)

Untuk mendapatkan data yang ada hubungannya dengan penulisan ini, penulis memakai beberapa metode sebagai berikut:

1. Metode Observasi

Observasi adalah pengamatan yang meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto, 2002:133). Sedangkan menurut Margono (2005:58) observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.

Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa observasi adalah pengamatan terhadap proses terjadinya sesuatu kegiatan dalam situasi tertentu. Dalam melakukannya harus secara langsung dalam artian bahwa dalam melakukan pengamatan peneliti mengamati secara langsung apa yang nampak/terjadi di lapangan sehingga data yang diinginkan betul-betul akurat. 2. Kuisioner/Angket

Metode kuesioner merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, kemudian dikirim untuk diisi oleh responden. Setelah diisi,angket dikirim kembali atau dikembalikan kepetugas atau ke peneliti. Metode ini digunakan oleh penulis untuk memperoleh data tentang tingkat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode active learning. Dalam hal ini peneliti memakai metode kuisioner

langsung sebagai instrumen penelitian, yaitu responden menajawab tentang dirinya, dan dilihat dari bentuknya kuisioner ini termasuk rating scale (skala bertingkat), yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan. Adapun sakala pengukuruan yang digunakan dalam angket ini menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang.

Data diolah dengan menggunakan skala Likert dengan jawaban atas pertanyaan yaitu skala nilai 1-5. Nilai yang dimaksud adalah skor atas jawaban responden, dimana nilai yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut:

1. TP = Tidak pernah Skor jawaban 1

2. JR = Jarang Skor jawaban 2

3. KD = Kadang-kadang Skor jawaban 3

4. SR = Sering Skor jawaban 4

5. SLL = Selalu Skor jawaban 5

4. Variable penelitian

Variable adalah obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2010: 161).Variabel adalah gejala yang menjadi penelitian atau apa saja yang menjadi perhatian penelitian yaitu:

a. Variable Bebas X (Indevenden Variabel)

Yaitu variable yang menjadi sebab perubahan timbulnya variable devenden atau variable terikat (Sugiyono, 2013: 61).

Variable bebas dalam penelitian ini adalah Pengaruh metode active learning

b. Variable terikat Y (Devenden Variabel)

Yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Adapun variable pada penelitian ini yaitu motivasi belajar siswa

5. Analisis data

Sebagaimana dimaklumi bahwa data merupakan kedudukan yang sangat penting bagi suatu penelitian, karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat untuk membuktikan hipotesis. Oleh sebab itu benar tidaknya data, sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian. Sedangkan benar tidaknya data, tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpul data. Instrumen yang baik harus memenuhi harus memenuhi dua persyaratan penting, yaitu validitas dan reliabilitas.

a. Uji validitas

Uji validitas adalah pengujian sejauh mana suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel yang ada. Sebuah instrument dikatakan valid jika mampu mengukur yang dinginkan oleh peneliti, serta dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat dan tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambar tentang variabel yang dimaksud. Cara pengujian validitas dengan menghitung

korelasi antara skor masing-masing pertanyaan dan skor total dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment.

Teknik korelasi Product Moment ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua variabel atau lebih tersebut adalah sama. Teknik analisis data product moment dengan angka kasar digunakan untuk menemukan pengaruh penerapan metode active learning terhadap motivasi belajar siswa. Valid tidaknya suatu item instrument dapat diketahui dengan membandingkan indeks Korelasi Product Moment atau r hitung dengan nilai kritisnya dan rumus Product Moment yang digunakan adalah sebagai berikut:

Rxy=N

XY

(∑

X

)(∑

Y

)

¿ ¿ ¿

Keterangan:

Rxy = Koofisien korelasi antara variable x dan y N = Jumlah subjek penelitian

xy= Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y ∑ x = Jumlah skor x

∑ y = Jumlah skor y

b. Uji reliabilitas

Uji Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur yang dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu

alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, yaitu sebagai berikut:

r11=

(

(kk1)

)

(

1−

δb2 δt2

)

Keterangan:

R11 = Reliabilitas instrument

K = Banyaknya butir pertanyaan atau soal

δb2

=¿ Jumlah varians butir

δt2= Varians total (Arikunto, 2010:239) Uji reliabilitas ini dihitung dengan cara mengkorelasikan skor item satu dengan skor item yang lain kemudian hasilnya dibandingkan dengan nilai kritis pada tingkat signifikan 5 % (α = 0, 05). Jika koefisien korelasi lebih besar dari nilai kritis, maka alat ukur tersebut dikatakan reliabel.

Untuk menguji hipotesis yang diajukan bermakna atau tidak maka digunakan perhitungan uji t. Uji t (parsial) merupakan uji statistik secara individu untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat, yaitu sebagai berikut:

t = rn2

1−r2 Di mana:

t = Nilai thitung atau tes signifikan korelasi r = Koefisien korelasi hasil rhitng

n = Jumlah responden (Sugiyono, 2013:257)

Kesimpulan

Menolak Ho dan menerima Ha secara parsial variabel penerapan metode active learning berpengaruh terhadap variable dependen motivasi belajar, atau menerima Ho dan menolak Ha artinya bahwa secara parsial variable penerapan metode active learning tidak berpengaruh terhadap variabel dependen motivasi belajar.

Dalam dokumen A. Judul PENGARUH METODE ACTIVE LEARNING (Halaman 41-49)

Dokumen terkait