BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Kata metode berasal dari kata Yunani “ methods ” yang berarti cara atau jalan. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja. yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Kata metode berarti cara sistematis dan cara terpikir secara baik untuk mencapai tujuan. Sebagai sebuah penelitian ilmiah, maka rangkaian kegiatan penelitian mulai dari pengumpulan data sampai pada analisis data dilakukan dengan memperhatikan kaedah-kaedah penelitian sebagai berikut :
1. Jenis dan Sifat Penelitian.
Metode penelitian yang dipergunakan dalam penyusunan tesis ini adalah metode penelitian hukum normatif. Metode penelitan hukum normatif adalah penelitian yang mengacu kepada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Ronald Dworkin menyebutkan metode penelitian tersebut juga sebagian penelitian doctrinal (doctrinal research), yaitu suatu penelitian yang menganalisis baik hukum sebagai law as is written in the books, maupun hukum sebagai law as it is decided by the judge through judicial process.24
24 Muhadjir, Noeng, Metodolgi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta : Rake Sarasin, Edisi III, Cetakan VII. 1996, halaman, 25.
Penelitian hukum normatif dalam penyusunan tesis ini akan difokuskan kepada penelitian hukum normatif yang bersifat kualitatif. Untuk itu yang menjadi alasan adalah sebagai berikut:
a. Analisis kualitatif didasarkan pada paradigma hubungan dinamis antara teori, konsep-konsep dan data yang merupakan umpan balik atau modifikasi yang tetap dari teori dan konsep yang didasarkan pada data yang dikumpulkan.
b. Data yang akan dianalisis beraneka ragam, memiliki sifat dasar yang berbeda antara yang satu dengan lainnya, serta tidak mudah untuk dikuantifisir.
2. Sumber Data
Sumber data digunakan dalam penelitian ini adalah melalui penelitian kepustakaan (library research) untuk mendapatkan konsepsi teori atau doktrin, pendapat atau pemikiran konseptual dan penelitian terlebih dahulu yang berhubungan dengan objek telaah penelitian ini yang dapat berupa peraturan perundang-undangan, buku, tulisan ilmiah dan karya-karya ilmiah lainnya. Penelitian hukum normatif yang menitik beratkan pada penelitian kepustakaan dan berdasarkan data sekunder, maka bahan kepustakaan yang digunakan dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu:
25
a. Bahan hukum primer, yaitu berupa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, baik dalam bentuk perundang-undangan ataupun peraturan perundang-perundang-undangan lainnya dalam hal ini antara lain Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
25 Ibid.halaman.11.
b. Bahan hukum sekunder, yaitu yang memberikan penjelasan tentang bahan hukum primer berupa buku-buku, makalah-makalah seminar, majalah, surat kabar dan bahan-bahan tertulis lainnya yang berisikan pendapat praktisi hukum dalam hal ini yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan juga putusan pengadilan tentang masalah yang diteliti.
c. Bahan hukum tertier, yaitu hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder berupa kamus hukum, ensiklopedia dan berbagai kamus lain yang relevan.
3. Teknik Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Seluruh data sekunder dikumpulkan dengan mempergunakan studi dokumen atau studi pustaka (library reseach) untuk mendapatkan data sekunder berupa buku-buku pustaka, jurnal-jurnal, tulisan-tulisan yang ada didalam media cetak dan dokumen-dokumen yang relevan dengan penelitian ini di perpustakaan. Data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan tersebut selanjutnya akan dipilah-pilah guna memperoleh Pasal-Pasal di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang sistem peradilan pidana anak yang berisi kaedah-kaedah hukum yang kemudian dihubungkan dengan permasalahan yang sedang dihadapi dan disistematisasikan sehingga menghasilkan klasifikasi yang selaras dengan permasalahan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh tersebut akan dianalisis secara induktif kualitatif
untuk sampai pada kesimpulan, sehingga pokok permasalahan yang ditelaah dalam penelitian ini dapat dijawab.26
4. Analisis Data
Analisa data merupakan hal yang sangat penting dalam suatu penelitian dalam rangka memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti, sebelum analisis data dilakukan terlebih dahulu diadakan pengumuman data, kemudian dianalisis secara kualitatif dan ditafsirkan secar logis dan sistematis, kerangka berpikir deduktif dan induktif akan membantu penelitian ini khususnya dalam taraf konsistensi, serta konseptual dengan produser dan tata cara sebagaimana yang telah ditetapkan oleh asas-asas yang berlaku umum dalam perundang-undangan. Penelitian hukum normatif, pengelolahan bahan-bahan hukum pada hakekat adalah kegiatan untuk mengadakan sistematis terhadap bahan-bahan hukum tertulis. Sistematis berarti membuat klasifikasi terhadap bahan-bahan tertulis tersebut untuk memudahkan dalam penelitian, kegiatan yang dimaksud dalam hal ini diantaranya memilih bahan hukum primer, sekunder dan tertier yang berisi peraturan perundang-undangan serta kaidah - kaidah hukum yang mengatur dan berkaitan dengan Keterpaduan System Peradilan Pidana Anak (Integrated Juvenile Justice System) Dalam Penerapan Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana serta menemukan prinsip-prinsip hukum lainnya secara sistematis, sehingga menghasilkan klasifikasi tertentu yang terbagi atas penyebab terjadinya Keterpaduan System Peradilan Pidana Anak (Integrated Juvenile Justice
26 Bambang Sunggono, Methode Penelitian Hukum (Suatu Pengantar), (Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada, 2001), halaman.195
System) Dalam Penerapan Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana.
Keterpaduan System Peradilan Pidana Anak (Integrated Juvenile Justice System) Dalam Penerapan Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana. Mengetahui problematika Keterpaduan System Peradilan Pidana Anak (Integrated Juvenile Justice System) Dalam Penerapan Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana.
Menemukan dan mengarahkan hubungan antara prinsip-prinsip hukum dan klasifikasi dengan menggunakan kerangka teoritis yang ada sebagai analisis. Menarik kesimpulan dari hasi penelitian yang diperoleh dengan menggunakan logika berpikir deduktif dan induktif.
BAB II
ATURAN HUKUM TENTANG HUBUNGAN KOORDINASI ANTARA SUB SISTEM PERADILAN PIDANA DALAM PENERAPAN DIVERSI
TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA
A. Sistem Peradilan Pidana dalam KUHAP dan Hubungannya dengan Diversi