• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pendekatan dan tipe penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang proses penelitiannya didasarkan pada teori yang relevan dengan permasalahan yang diteliti untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Tipe penelitian ini adalah deskriptif-konstruktif yaitu penelitian yang berupaya untuk mendekripsikan realitas-realitas yang ditemukan sebagaimana adanya,27 dengan analisis kerangka teoritik yang digunakan sebagai frame dalam penelitian ini. Ada dua realitas yang dicapture dalam penelitian ini. Pertama, realitas-realitas mengenai konsep pengembangan pendidikan Islam yang didasarkan pada ideologi tarbiyah pengelolanya, dan paradigma yang mempengaruhi konsep-konsep penyelenggaraan pendidikan di SIT dengan standar-standar pendidikan. Kedua, realitas penyelenggaraan pendidikan di SIT yang dipengaruhi secara utuh oleh ideologi tarbiyah dan paradigma keilmuannya.

Capture terhadap kedua realitas tersebut kemudian dianalisa dengan melihat

implikasi dan atau kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

27 Michael Buroway, The Extended Case Method: Four Countries, Four Decades, Four Great Transformation, and One Theoretical Tradition. (Barkeley: University of California Press, 2009), 209.

2. Sumber Data

Sebagai penelitian lapangan, maka sumber data penelitian ini adalah berupa data-data yang meliputi tempat, aktor dan aktifitas.28 Peneliti menentukan tempat penelitian berdasarkan pertimbangan efektifitas dan efesiensi. Karena subjek penelitian ini adalah Sekolah Islam Terpadu Indonesia yang masuk dalam JSIT, sementara JSIT ini adalah organisasi yang menaungi sekitar 3.500 Sekolah Islam Terpadu di seluruh Indonesia yang menjadi anggotanya, mulai tingkat Play Group (PG), TK, SD, SMP dan SMA/SMK yang dibagi ke dalam VII Regional, maka peneliti memilih beberapa Sekolah Islam Terpadu di Bekasi, Ngawi dan Aceh sebagai tempat penelitian. Peneliti mengambil sampel (purposive sampling) 29, yaitu sebagai berikut:

1. 2 sekolah Yayasan di Kabupaten Bekasi. SMPIT Muslimah Sejati Bekasi dan SDIT Permata Hati Bekasi dan 1 Yayasan Permata Hikmah yang mengelola Sekolah Islam Terpadu dari SDIT sampai dengan SMAIT-SMKIT.

2. 2 Sekolah di Kabupaten Ngawi, SDIT dan SMPIT Harapan Ummat Ngawi 3. 1 Sekolah di Aceh Tengah, SDIT Cendekia.

3. Tehnik Pengumpulan Data

Ada tiga teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini:

a. Wawancara

28

Nana Syaodih Sukamadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), 94.

29 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2009) 82-85 lihat juga, Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2004), 29-32

Wawancara mendalam atau in-depth interview30 dilakukan untuk menggali informasi tentang konsep Sekolah Islam Terpadu. Mulai dari latar belakang munculnya konsep SIT, hubungan dengan dengan tarbiyah, ideologi penyelenggaraan SIT, paradigma keilmuan, makna terpadu dalam SIT, standar-standar pendidikan di SIT dan kriteria lulusan peserta didik, kekhasan IT, visi dan misi, pembinaan guru, baik pembinaan kepribadian dan profesional, pembinaan peserta didik, tradisi-tradisi sekolah, budaya sekolah, pembiyaan yang tinggi di SIT, kerjasama antara sekolah dan rumah, guru dan murid, program-program pengembangan peserta didik, ekstrakurikuler, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, praktik pembelajaran, evaluasi dan metode pembelajaran.

Orang-orang yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah: Naim, Nawaina, Asnaini, Darnilawati dan Fatimatuz Zahrah dari SDIT Cendekia Takengon Aceh Tengah, Ali Nurul Hidayat dan Purisa dari SMPIT Harapan Ummat Ngawi, Sunardi ketua yayasan Permata Hikmah Bekasi, Hilaliatul Badriah, ketua Yayasan Permata Hati Bekasi sekaligus Humas JSIT Korda Bekasi, Badruttamam dari SMPIT Muslimah Sejati, direktur boarding school Muslimah Sejati dan sekretaris Yayasan ar-Risalah yang menaungi SMPIT Muslimah Sejati dan Hanik Farida, Kepala sekolah SDIT Harum sekaligus ketua JSIT Korda Ngawi.

30 In-depth Interview atau wawancara mendalam adalah proses memperoleh data untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan responden, dengan atau tanpa pedoman wawancara. Hariwijaya, Metodologi dan Teknik Penulisan Skripsi, Tesi dan Disertasi

b. Observasi

Yaitu cara dan tehnik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada subjek penelitian.31 Observasi ini melibatkan peneliti sebagai partisipan dalam penelitian ini. Observasi dilakukan dengan sistematik, yaitu observasi yang dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu unsur-unsur utama yang akan diobservasi. Data yang hendak diperoleh peneliti dengan observasi adalah praktik implementasi dari konsep SIT. Observasi di kelas-kelas dalam proses pembelajaran yang meliputi metode, strategi, penilaian, appersepsi, tradisi-tradisi dan budaya sekolah, interaksi guru dan murid, interaksi antar peserta didik, interaksi antara peserta didik dan warga sekolah lainnya dan interaksi antar guru, sarana dan prasarana pendidikan di SIT.

c. Dokumentasi

Metode ini digunakan peneliti untuk mendapat data berupa dokumen yang berkenaan dengan profil subjek penelitian, visi, misi, tujuan dan program kerja SIT, konsep SIT, buku mutabaah, buku penghubung, standar mutu SIT, rapor peserta didik, dan dokumen lainnya yang relevan.

4. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian kualitatif, aspek proses ditekankan daripada hanya sekedar hasil. Penelitian kualitatif mempunyai medan yang alami, sebagai sumber langsung sehingga bersifat deskriptif-naturalistik.

Creswell membagi beberapa tahapan dalam analisis data: analisis dan penyajian data terdiri dari beberapa tahap, yaitu: data managing, reading and

memoing, describing, classifying, interpreting, serta representing and visualizing.32 Data managing dilakukan peneliti untuk mengorganisasikan data rekaman dan transkrip wawancara yang didapatkan. Kemudian transkrip tersebut dibaca dan dibuatkan beberapa catatan yang diperlukan. Pada tahap selanjutnya, peneliti menyusun narasi rinci mengenai pengalaman dan pemaknaan pribadi para informan lalu mengelompokkannya berdasarkan jenis-jenis makna untuk memudahkan tahap penafsiran. Untuk memudahkan penyajian data, peneliti menyajikan data penelitian secara tematik, tidak secara per-subjek penelitian. Untuk menvalidasi data, penelitian menggunakan teknik triagulasi data wawancara, dokumentasi dan observasi.

Untuk menganalisa konsep pendidikan SIT, peneliti menggunakan teori tentang ideologi yang menjadi basis penyelenggaran pendidikan SIT. Ideologi ini didapatkan dari fakta bahwa penyelenggara SIT adalah orang-orang yang berafiliasi secara ideologis terhadap jamaah tarbiyah. Ideologi ini juga dilihat dari aspek-aspek pembinaan yang dilakukan di SIT dengan sistem dan pola pembinaan ala manhaj tarbiyah. Analisa dilanjutkan pada aspek konseptual

32 John W Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches, 2nd ed. (California: Sage Publications.2003), 106.

penyelenggaraan SIT yang bermuara pada ideologi dan paradigma keilmuan. Karenanya aspek ini dianalisa menggunakan analisa ideologi pendidikan dan paradigma keilmuan dengan tetap mengacu pada ideologi tarbiyah yang menjadi basis penyelenggaraan. Pada aspek praksis penyelenggaraan pendidikan, peneliti menganalisa menggunakan konsep-konsep pengembangan pendidikan dalam implementasinya, di mana implementasi tersebut didasarkan pada dasar ideologi dan paradigma yang dianut. Bagian ketiga, analisa penguatan atas implikasi konsep dan praktik pendidikan di SIT dengan pendekatan teori-teori pengembangan pendidikan kontemporer.