Penelitian ini dilakukan di PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta. Lokasi dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Bursa Efek Indonesia adalah lembaga resmi yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk bertransaksi bagi para investor baik secara langsung maupun melalui wakil-wakilnya. Penelitian ini dilakukan selama lima bulan dimulai pada bulan Maret sampai bulan Juli 2008.
Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey.
Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan agribisnis peternakan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masih aktif hingga sekarang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lima perusahaan agribisnis peternakan yang dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut sudah tercatat sejak tahun 2003 dan masih aktif hingga sekarang. Perusahaan tersebut adalah PT. Cipendawa Agroindustri Tbk (CPDW), PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT. Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), dan PT. Sierad Produce Tbk (SIPD).
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder meliputi daftar harga saham bulanan, tingkat suku bunga, IHSG, dan laporan keuangan 5 perusahaan agribisnis peternakan yang sudah go public dan masih tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2003-2007. Data tersebut diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, hasil-hasil penelitian terdahulu, dan literatur lain yang relevan.
Analisis Data
Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2003. Selanjutnya dianalisis menggunakan alat analisis sebagai berikut :
Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis ini digunakan untuk memberikan gambaran tentang kondisi operasional masing-masing perusahaan agribisnis peternakan dan pergerakan harga sahamnya.
Analisis Rasio Keuangan
Menganalisis rasio-rasio keuangan perusahaan peternakan dengan melihat laporan keuangannya (neraca dan laporan rugi laba). Rasio-rasio yang akan di analisis antara lain :
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas akan mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan sumber dana internal.
• Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio ini mengindikasikan tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar yang dimilikinya.
Rasio-rasio kinerja operasional menunjukkan seberapa baik manajemen mengoperasikan bisnisnya. Rasio kinerja operasional dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu rasio efisiensi dan rasio profitabilitas.
• Rasio Efisiensi
▪ Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover)
Rasio ini digunakan untuk mengukur seluruh efektivitas perusahaan dalam menggunakan total aktiva untuk menghasilkan penjualan.
Aktiva
Rasio ini untuk mengukur penggunaan modal ekuitas dalam menghasilkan penjualan.
Ekuitas
▪ Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin)
Rasio ini untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan sumberdaya material dan buruh untuk menghasilkan penjualan.
Penjualan Kotor Kotor Laba
Laba
Marjin =
▪ Marjin Laba Operasi (Operating Profit Margin)
Rasio ini digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan melalui operasi usaha.
▪ Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)
Marjin laba kotor dihasilkan dari seluruh tahapan usaha. Rasio ini didapat dengan membandingkan laba bersih dengan penjualan.
Penjualan
Digunakan untuk mengukur tingkat imbal hasil ekuitas. Semakin tinggi return (imbal hasil) yang dihasilkan sebuah perusahaan, akan semakin tinggi harga sahamnya.
Rasio ini digunakan untuk mengukur imbal hasil perusahaan yang diperoleh melalui pendayagunaan total aktivanya.
3. Rasio Tingkat Utang
• Rasio Utang Atas Modal (Debt to Equity Ratio)
Rasio ini digunakan untuk mengukur permodalan perusahaan, dan secara tidak langsung juga mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya membayar utang.
• Rasio Pertumbuhan Laba (Rugi) Bersih (Net Income (Loss) Growth Ratio) Rasio ini digunakan untuk mengukur pertumbuhan laba bersih perusahaan dari tahun ke tahun.
• Rasio Pertumbuhan Total Aktiva (Total Asset Growth Ratio)
Rasio ini digunakan untuk mengukur pertumbuhan total aktiva perusahaan dari tahun ke tahun.
• Rasio Pertumbuhan Penjualan (Net Sales Growth Ratio)
Rasio ini digunakan untuk mengukur pertumbuhan penjualan dari tahun ke tahun.
• Rasio Pertumbuhan Ekuitas (Net Worth Growth Ratio)
Rasio ini digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekuitas dari tahun ke
Rasio ini menggambarkan kinerja saham suatu perusahaan.
• Rasio Harga per Laba /Price to Earning Ratio (PER)
Menunjukkan apresiasi pasar terhadap kemampuan emiten dalam menghasilkan laba.
• Rasio Harga per Nilai Buku /Price to Book Value (PBV)
Adalah rasio antara harga pasar saham dan nilai buku per saham.
Saham
• Laba per Saham (Earning per Share/EPS)
Menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan untuk setiap lembar saham.
beredar
Menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham terhadap jumlah saham. diperlukan empat data yang akan digunakan untuk membuat beberapa perhitungan yang penting. Empat data tersebut antara lain :
1. EPS terakhir
2. Perkiraan rata-rata pertumbuhan EPS di masa depan 3. Perkiraan PER di masa depan
4. Rata-rata pengembalian minimum yang masuk akal dari investasi tersebut Dengan menggunakan data-data tersebut, kita dapat menghitung EPS masa depan dengan mengalikan EPS terakhir dengan rata-rata pertumbuhannya. Setelah mendapatkan EPS masa depan, harga saham di masa depan juga bisa dihitung dengan mengalikan EPS masa depan dengan PER masa depan. Kemudian harga
saham sekarang dapat diperoleh dengan membagi harga saham masa depan dengan rata-rata pengembalian minimum yang diharapkan investor.
Batasan Istilah
1. Aktiva Lancar adalah aktiva yang dimiliki perusahaan yang dapat segera berubah menjadi uang tunai.
2. Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek antara mereka
3. Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah dividen yang akan dibagikan diusulkan oleh Dewan Direksi dan disetujui di dalam Rapat Umum Pemegang Saham
4. Efek/Sekuritas adalah surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan kolektif kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek
5. Ekuitas merupakan investasi pemegang saham pada perusahaan dan laba kumulatif yang ditahan didalam bisnis sampai tiba waktu neraca laba rugi dikeluarkan
6. Emiten adalah pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat melalui penawaran umum
7. Go Public adalah menjual sebagian saham kepada publik dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia
8. Laba Bersih merupakan keuntungan bersih perusahaan setelah dikurangi kewajiban pajak kepada pemerintah
9. Laba Ditahan adalah akumulasi dari laba perusahaan pada tahun sebelumnya yang tidak dibagikan sebagai dividen
10. Laba Kotor merupakan selisih antara penjualan dengan harga pokok penjualan 11. Laba Operasi (EBIT), merupakan laba dari penjualan dikurangi jumlah beban
operasi
12. Laporan Tahunan (Annual Report) adalah suatu laporan resmi mengenai keadaan keuangan Emiten dalam jangka waktu 1 tahun. Termasuk di dalam laporan ini antara lain Neraca Perusahaan, Laporan Laba/Rugi dan Neraca Arus
Kas. Laporan ini harus disampaikan kepada para pemegang saham untuk disetujui didalam RUPS untuk selanjutnya disahkan sebagai laporan tahunan resmi perusahaan
13. Nilai Buku Saham (Book Value), menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham terhadap jumlah saham
14. Nilai Intrinsik (Harga Wajar) merupakan nilai yang sebenarnya dari suatu saham. Harga wajar saham menunjukkan present value arus kas yang diharapkan dari saham tersebut
15. Nilai/Harga Pasar (Market Value) adalah harga dari saham di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar
16. Overvalued, jika harga pasar suatu saham lebih tinggi dari harga wajarnya 17. Pasar Modal adalah wahana untuk mempertemukan pihak-pihak yang
memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana tersebut 18. Pialang (Broker), pihak yang membantu investor dalam proses jual beli efek di
bursa
19. Saham adalah bukti penyertaan modal di suatu perusahaan atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan
20. Total Aktiva, merupakan penjumlahan dari aktiva lancar dan aktiva tetap yang merupakan harta perusahaan secara keseluruhan
21. Undervalued, jika harga pasar suatu saham lebih rendah dari harga wajarnya 22. Utang, bersumber dari kredit oleh para penyalur atau suatu pinjaman dari bank 23. Utang Lancar (Kewajiban Lancar) adalah hutang perusahaan kepada pihak
lain yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 (satu) tahun
24. Valuasi (Penilaian) Saham, bertujuan untuk menaksir nilai intrinsik (harga wajar) suatu saham, dan kemudian membandingkannya dengan harga pasar sehingga diketahui harga saham tersebut mahal atau murah
KEADAAN UMUM LOKASI