Penelitian ini dilakukan terhadap pedagang ayam pedaging di Pasar Baru Bogor. Lokasi pasar terletak di Jalan Surya Kencana 3, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Penentuan objek penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). Pengambilan data untuk kepentingan penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai bulan November pada tahun 2009.
4.2 Jenis dan Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini disebut responden, yaitu para pedagang ayam pedaging yang menjawab pertanyaan-pertanyaan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dari pengamatan langsung, wawancara dengan pedagang ayam pedaging dan jawaban dari kuisioner yang disebarkan kepada pedagang pada saat penelitian. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui informasi sebagai pendukung data primer, yang diperoleh dari buku, laporan tertulis dari instansi terkait dan berbagai pustaka lainnya, seperti penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian.
4.3 Metode Penentuan Responden
Metode penentuan sampel terhadap pedagang ayam pedaging dilakukan secara purposive, yaitu dengan sengaja memilih pedagang yang telah menjual ayam pedaging lebih dari 5 tahun. Jumlah responden pada penelitian ini diambil sebanyak 30 orang pedagang ayam ras pedaging yang terbagi menjadi dua karakteristik, yaitu pedagang besar sebanyak delapan orang dan pedagang kecil sebanyak 22 orang. Informasi yang diperoleh bahwa dari seluruh pedagang ayam di pasar Bogor yang memenuhi kriteria sebanyak jumlah yang telah dijelaskan di atas. Dari pedagang ini, kemudian diikuti aliran pasokan produk dengan metode snow bowling sehingga dapat diketahui lokasi peternak asal daging ayam ayam ras pedaging, lembaga pemasaran lain yang terlibat dalam mengalirkan ayam pedaging sampai ke konsumen akhir.
22 4.4 Metode Analisa Data
Penelitian yang dilakukan menggunakan metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, kemudian dilakukan pengolahan analisa data. Analisis kualitatif ditujukan untuk melihat keadaan lokasi, keadaan pedagang, menganalisa saluran pemasaran. Sedangkan analisis kuantitatif untuk menganalisa keuntungan pedagang dan menganalisa marjin pemasaran. Analisis dengan metode kuantitatif diolah dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel 2007 dan kalkulator.
4.4.1 Analisis Keuntungan Pedagang Ayam Ras Pedaging
Analisis keuntungan merupakan hasil pengurangan antara total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan. Analisis keuntungan dilakukan dengan mencatat seluruh penerimaan dan pengeluaran usaha ayam pedaging sesuai dengan kapasitas penjualan ayam pedaging per hari. Keuntungan dibagi menjadi keuntungan atas biaya tunai dan keuntungan atas biaya total. Penerimaan total adalah nilai produk total dalam jangka waktu tertentu. Pengeluaran total adalah biaya untuk semua input yang dikeluarkan dalam proses produksi. Pengeluaran total dibagi menjadi dua bagian, yaitu biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan secara tunai dan berubah sesuai banyaknya output yang dihasilkan. Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan secara tunai, kecil ataupun besarnya outpun yang dihasilkan biayanya tetap sama. Pada penelitian ini analisis keuntungan dilakukan atas biaya total saja.
Perhitungan keuntungan usaha atas biaya total secara matematis adalah sebagai berikut:
Total = TR – TC Keterangan:
: Keuntungan total
TR : Penerimaan usaha
TC : Total biaya (total biaya variabel dan biaya tetap)
Untuk mengetahui efisiensi suatu usaha terhadap penggunaan satu unit input dapat digambarkan juga oleh nilai rasio keuntungan dan biaya yang merupakan perbandingan antara keuntungan yang diterima usaha ayam ras pedaging dari setiap rupiah yang dikeluarkan dalam proses produksi.
23
Rasio Keuntungan =
4.4.2 Analisis Saluran dan Fungsi Pemasaran
Saluran pemasaran ayam ras pedaging dapat dianalisa dengan mengamati lembaga pemasaran yang membentuk saluran pemasaran tersebut. Saluran pemasaran ayam ras dapat ditelusuri dari pedagang di sentra peternakan sampai ke pedagang pengecer dengan melakukan wawancara. Analisis fungsi pemasaran digunakan untuk mengetahui kegiatan pemasaran yang dilakukan lembaga pemasaran dalam menyalurkan ayam dari peternak hingga ke konsumen akhir. Analisis fungsi pemasaran dapat dilihat dari fungsi pertukaran yang terdiri dari fungsi pembelian dan penjualan, fungsi fisik terdiri dari fungsi pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan, serta fungsi fasilitas yang terdiri dari standarisasi, penanggungan resiko, dan pembiayaan.
4.4.3 Analisis Marjin Pemasaran
Marjin pemasaran merupakan perbedaan harga yang diterima oleh produsen dengan harga yang dibayarkan oleh konsumen, dimana marjin pemasaran diperoleh dari pengurangan harga penjualan dengan harga pembelian pada setiap tingkat lembaga pemasaran. Marjin pemasaran pada dasarnya merupakan penjumlahan dari biaya-biaya pemasaran dan keuntungan yang diperoleh oleh suatu lembaga pemasaran (Limbong dan Sitorus, 1987).
Marjin pemasaran adalah perbedaan harga ditingkat produsen (Pf) dengan harga di tingkat konsumen (Pr). Marjin pemasaran terdiri dari biaya pemasaran dan keuntungan lembaga pemasaran. Secara matematis, marjin pemasaran dirumuskan sebagai berikut:
Dimana : Mi = Marjin pemasaran pada lembaga ke-i
Ci = Biaya lembaga pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga ke-i i = Keuntungan pemasaran yang diperoleh lembaga ke-i
Sedangkan yang menentukan besar marjin total adalah besarnya marjin pemasaran yang terjadi pada setiap lembaga dan jumlah lembaga pemasaran yang
24
terlibat. Semakin banyak lembaga yang terlibat, maka marjin total atau perbedaan harga di tingkat pengecer dan di tingkat petani akan semakin besar dengan asumsi marjin dari setiap tingkat lembaga tetap.
4.4.4 Definisi Operasional
1. Pasar Baru Bogor adalah pasar tradisional sebagai tempat bertemunya pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli dan proses tawar menawar.
2. Tempat Pemotongan Ayam (TPA) adalah tempat dilakukannya aktifitas pemotongan ayam hidup dan hasil akhir berupa daging ayam segar. Kegiatan meliputi: penyembelihan lalu organ dalam tubuh ayam seperti jantung, usus, hati, ampela dikeluarkan, setelah itu bulu ayam dibesihkan agar siap dijual. Fasilitas yang terdapat di TPA adalah stainless steel (panci, pisau, bleder), dan kompor gas. Bleder merupakan alat pencabut bulu mekanik.
3. Ayam ras pedaging adalah jenis ayam hasil persilangan, dipelihaa untuk tujuan komersil yaitu sebagai penghasil daging. Ayam ras mempunyai pertambahan bobot badan yang sangat cepat, bahwa dalam waktu pemeliharan selama lima minggu telah memenuhi bobot badan siap potong (0,8-1 kg).
4. Karkas adalah hasil pemotongan ayam tanpa mengikutkan bagian bulu, darah, kaki dan organ dalam tubuh (jeroan).
5. Pedagang ayam adalah lembaga pemasaran yang melakukan fungsi-fungsi pemasaran, fungsi tesebut meliputi: pembelian, penambahan nilai, distribusi dan penjualan.
6. Pedagang besar adalah pedagang yang membeli ayam ras pedaging langsung
ke peternak, memotong ayam sendiri, dan menjual ayam tersebut kepada pedagang kecil dan pengecer. Pedagang besar memiliki skala usaha dan jumlah modal yang relatif lebih besar.
7. Pedagang kecil adalah pedagang yang membeli ayam dalam keadaan hidup kepada pedagang, serta langsung melakukan pemotongan di tempat pedagang besar dan menjual ayam kepada konsumen di pasar Bogor. Pedagang kecil memiliki skala usaha dan jumlah modal yang relatif lebih kecil.
25
8. Pedagang pengecer adalah pedagang yang membeli ayam kepada pedagang besar yang sudah dipotong di pasar Bogor, dan menjual kembali ayam tersebut di luar pasar Bogor dalam artian menjajakan langsung ke rumah konsumen. Pedagang pengecer memiliki skala usaha dan jumlah modal yang relatif lebih kecil.
9. Keuntungan adalah seluruh hasil penerimaan dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan. Biaya tersebut terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap. 10. Modal tunai sebagian besar digunakan untuk pembelian ayam ras pedaging. 11. Penerimaan adalah hasil penjualan ayam ras pedaging yang diperoleh dari
jumlah ayam yang dijual dikalikan dengan harga perkilo ayam ras pedaging. 12. Pengalaman usaha merupakan ukuran lamanya seorang berpofesi sebagai
pedagang ayam ras pedaging yaitu sejak dimulai usaha hingga saat penelitian dilakukan.
13. Lembaga pemasaran adalah badan-badan baik perorangan maupun lembaga yang membantu penyaluran poduk ayam broiler mulai dari peternak sampai konsumen akhir.
14. Marjin pemasaran adalah selisih harga produk ayam broiler yang dibayarkan ke peternak dengan harga yang diterima dari konsumen.
15. Saluran pemasaran adalah tatanan lembaga-lembaga yang beperan dalam alur pemasaran komoditi ayam ras pedaging mulai dari produsen sampai pada produk tersebut dapat sampai ke konsumen.
26 BAB V
GAMBARAN UMUM UPTD PASAR BARU BOGOR