• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

C. Metode Penelitian

Arif Purnama, 2014

Model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan sebagai media kreativitas di SMKN 12 Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Meniti pada tujuan penelitian sebagaimana dipaparkan pada Bab I yakni untuk untuk mengetahui rancangan model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan, mendeskripsikan implementasi model pembelajaran dan efektifitas pembelajarannya, maka penelitian ini menggunakan metode action research (penelitian tindakan) dalam paradigma kualitiatif.

Dengan penelitian action research ini, diharapkan baik proses maupun hasil yang didapat bisa langsung direkomendasikan kekurangan yang ada dalam pembelajaran seni musik komposisi perkakas tangan. Konsep tersebut sesuai dengan pandangan yang disampaikan oleh Sukmadinata (2005: 143) yang mengatakan bahwa

Penelitian biasa kurang memberikan sumbangan terhadap perbaikan praktik pelaksanaan pengajaran, tetapi penelitian tindakan secara alamiah memberikan perbaikan-perbaikan langsung sesuai dengan situasi dan kondisi nyata

Sukmadinata kemudian menambahkan bahwa salah satu ciri utama dari penelitian tindakan adalah melakukan tindakan dan mendapatkan hasil positif dari perubahan yang dilakukan dalam lingkungan kerja atau tugasnya (Sukmadinata, 2005: 141)

Ary, dkk. (2006: 538) menyatakan bahwa “..Action Research is about taking action based on research and researching the action taking.” Kalimat tersebut mengungkapkan bahwa Action Research merupakan penelitian yang berdasarkan pada tindakan dan meneliti tindakan yang telah dilakukan. Dalam dunia pendidikan, action research merupakan metode penelitian yang umum digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, hal itu dikarenakan dari karakteristik action research yang senantiasa mengobservasi proses pembelajaran, menguraikan kekurangan dan keunggulan proses pembelajaran, merencanakan strategi prembelajaran, melakukan tindakan dan merefleksi tindakan yang telah diambil berdasarkan penelitian untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih baik. Dengan demikian, penelitian tindakan merupakan sebuah proses yang

Arif Purnama, 2014

Model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan sebagai media kreativitas di SMKN 12 Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dapat meningkatkan pendidikan, secara umum, dengan cara memasukan perubahan sebagai elemennya.

Proses yang terjadi dalam action research dapat digambarkan sebagai spiral dimana peneliti merencanakan tindakan yang akan diambil, melakukan tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, mengamati atau observasi tindakan, dan merefleksi secara kesuluruhan kegiatan dari mulai perencanaan sampai tindakan, (Ary, dkk. 2006: 538). Langkah Plan/rencana dan Act/tindakan dapat disebut dengan langkah Constructive, dan kemudian langkah Reflect/refleksi dan Observe/pengamatan disebut dengan langkah Reconstructive. Hubungan antara ke-empat momen dalam siklus action research dapat digambarkan dalam gambar 3.2 sebagai berikut:

Gambar: 3.2 Momen Action Research

(Kemmis dan McTaggart dalam Zuber-Skerritt, 1992)

a. Plan/perencanaan. Rencana (Plan) Tindakan (Act) Pengamatan (Observe) Refleksi (Reflect) CONSTRUCTIVE RECONSTRUCTIVE

Arif Purnama, 2014

Model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan sebagai media kreativitas di SMKN 12 Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Setelah didapat data yang cukup dan memadai dari hasil observasi pada tahap studi pendahuluan, selanjutnya peneliti menyusun Plan (Rencana) untuk mengatasi berbagai persoalan dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang didapat dari langkah observasi sebelumnya. Rencana adalah tindakan yang tersusun, dengan kata lain di dalam rencana harus terdapat kemungkinan untuk ditindaklanjuti. Rencana harus mengenal tindakan yang terkadang tidak dapat diprediksi dan beresiko. Rencana umum harus cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan dampak yang tidak terlihat juga hambatan yang tidak dikenal.

b. Observasi dan pemantauan

Observasi di sini dimaksudkan sebagai kegiatan untuk mengenali, merekam, dan mendokumentasikan semua gejala indikator proses dari hasil yang dicapai dalam pembelajaran, perubahan yang terjadi, baik yang ditimbulkan oleh tindakan terencana ataupun efek sampingnya. Pemantauan merupakan bagian dari evaluasi, tetapi lebih ditekankan pada beberapa hal sebagai berikut.

1) Pelaksanaan intervensi sesuai dengan rencana yang telah tersusun sebelumnya. 2) Proses yang terjadi dapat diharapkan menuju sasaran yang diharapkan. Dengan

pemantauan diharapkan gejala kegagalan atau kesalahan dalam rancangan tindakan dapat terdeteksi sedini mungkin, sehingga dapat dilakukan modifikasi rancangan tindakan. Kegiatan observasi dan pemantuan dapat diteruskan menjadi evaluasi dalam arti yang lebih luas. Dalam evaluasi yang lebih luas ini peneliti mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi secara lebih seksama sehingga dapat diandalkan untuk membuat keputusan terhadap tindakan, antara lain keputusan tentang diteruskan tanpa perubahan, diteruskan dengan modifikasi, diganti dengan tindakan lain, atau dihentikan sama sekali. 3) Evaluasi yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan terhadap

kesesuaian (kontingensi, konsistensi) antara aspek-aspek konteks, input, proses, dan produk. Evaluasi dimaksudkan juga untuk mengkaji kesepadanan (kongruensi) antara rencana tindakan dan pelaksanaan tindakan.

Arif Purnama, 2014

Model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan sebagai media kreativitas di SMKN 12 Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Gambar: 3.3

Evaluasi model pembelajaran komposisi musik berkesinambungan

4) Sifat kepentingan yang memerlukan layanan informasi ikut menentukan sasaran, cara, dan waktu pelaksanaan evaluasi, akan tetapi tidak ikut menentukan hasil evaluasi. Misalnya pemantauan implementasi, diharapkan dapat memberi informasi tentang seberapa jauh suatu rencana tindakan dapat diteruskan atau dimodifikasi, harus dilakukan secara lengkap sejak awal proses implementasi tersebut.

c. Act/Tindakan

Act/tindakan yang dimaksud disini adalah tindakan yang cermat dan terkendali. Tindakan yang diambil berdasarkan dari langkah perencanaan sebelumnya, dengan kata lain, tindakan tersebut dipandu oleh perencanaan dan harus mengacu pada rencana dan rasionalitasnya. Penerapan kepraktisan model pembelajaran dilakukan pada saat ini, dengan demikian ketika langkah mengambil tindakan berlangsung, pada saat itu pula peneliti melakukan pengamatan.

d. Refleksi

Reflect (Refleksi) bisa diidentifikasikan sebagai tindakan mengeksplorasi perbuatan yang sudah dan sedang dilakukan secara kritis, alasan keputusannya, dan dampak-dampaknya. Refleksi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya intervensi tindakan. Refleksi juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan peneliti dalam penelitian tindakan. Dengan refleksi ini para subyek sasaran yang terlibat dalam penelitian tindakan, mempunyai banyak kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kritisnya.

•Studi Pendahu-luan •pra-Siklus Input •Pengenalan •Pendalaman Pengemba-ngan Proses Penampilan Karya Komposisi Musik Output

Arif Purnama, 2014

Model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan sebagai media kreativitas di SMKN 12 Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu D.Definisi Operasional

1. Model Pembelajaran Seni

Model pembelajaran ialah suatu desain yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada siswa. Reigeluth dan Carr-Chellman (2009) dalam Yaumi (2013: 8) menjelaskan bahwa istilah pembelajaran dapat dipahami melalui dua kata, yakni pembelajaran yang merujuk pada

instruction dan yang berlandaskan construction. Instruction berimplikasi pada pembelajaran yang dilakukan untuk siswa (pasif), sedangkan construction

berimplikasi pada pembelajaran yang dilakukan oleh siswa (aktif). Dalam pandangan kaum konstruktivis, bahwa orang hanya dapat belajar dengan mengkonstruksi pengetahuan, di mana belajar membutuhkan manipulasi aktif tentang materi yang dipelajari, bukan secara pasif. Perhatian pendidik adalah bagaimana membantu dan memfasilitasi siswa dalam belajar, yang berarti mengidentifikasi cara-cara efektif untuk membantu siswa mengkonstruksi pengetahuan mereka.

Berkenaan dengan pembelajaran seni musik secara psikologis, Seashore (1967: 150) menyebutkan bahwa pembelajaran merupakan sebuah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh siswa, sebagaimana tertulis pada kutipan berikut bahwa

Learning anything is an act which must be performed by the learner. It cannot be done for him by the teacher. The only thing a teacher can do is to assist in creating favorable conditions by motivation, supply of materials, and general guidance.

Pandangan Seashore (1967) tersebut menegaskan bahwa pembelajaran tidak dapat dilakukan oleh guru untuk siswa. Peranan guru dalam hal ini adalah untuk membantu dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang baik dan menyenangkan dengan memberikan motivasi, menyediakan materi dan bahan

Arif Purnama, 2014

Model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan sebagai media kreativitas di SMKN 12 Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ajar, dan bimbingan umum. Berpijak pada pendapat tersebut, maka pembelajaran seni musik yang baik adalah pembelajaran yang berorientasi pada siswa, dilakukan secara aktif oleh siswa, dan dengan maksud untuk meraih kompetensi musikal siswa.

2. Komposisi Musik

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, pengertian komposisi secara umum adalah susunan; tata susun. Sedangkan pengertian komposisi musik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga adalah gubahan, baik instrumental maupun vokal; susunan lagu, baik instrumental maupun vokal. Menurut Banoe (2003), unsur bentuk komposisi musik adalah frase, periode, bentuk lagu satu bagian, dua bagian tunggal, tiga bagian tunggal, dua bagian majemuk, rondo, tema dan variasi, sonata. Unsur komposisi musik adalah syair, ritme dan pola ritme, birama/metrum, melodi, harmoni, dinamik, warna bunyi, tekstur. Unsur struktur komposisi musik adalah motif, tema, variasi (semua unsur komposisi dapat divariasi), improvisasi.

Komposisi berasal dari kata "Komponieren" yang digunakan oleh pujangga Jerman yaitu Johann Wolfgang Goethe (1749-1832) untuk menandai cara-cara menggubah (komponier-ern) musik pada abad-abad sebelumnya (abad 15-17); dimana suara atau lagu utama akan diikuti oleh susunan suara-suara lainnya yang dikoordinasikan, ditata, atau dirangkai di bawah lagu utama yang disebut cantus.

Musical composition can refer to an original piece of music, the structure of a musical piece, or the process of creating a new piece of music (Komposisi musik dapat merujuk pada karya asli dari musik, struktur sebuah karya musik, atau proses menciptakan lagu baru).

3. Perkakas Tangan

Perkakas tangan adalah alat-alat tangan (Hand tools) yang digunakan dengan kekuatan tangan manual (tenaga manusia) dan bukan dengan mesin (seperti halnya power tool). Beberapa contoh peralatan tangan diantaranya; Bor spiral (Twist drill), Pahat bilat (Punch), Kikir (File), Palu (Hammer), Tang

Arif Purnama, 2014

Model pembelajaran musik berbasis komposisi musik sekolah melalui pemanfaatan perkakas tangan sebagai media kreativitas di SMKN 12 Bandung

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(Plier), Gergaji Tangan (Hacksaw), Pahat tangan (Chisel), Kunci pas (Open end wrench), Kunci ring (Box wrench), Kunci Kombinasi (Combination wrench), Kunci soket (Socket wrench) ratchet handle, Kunci inggris (Adjustable wrench), Obeng (Screw driver), dan sebagainya.

Perkakas tangan umumnya tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan perkakas elektrik (automatic electric tools) karena pengaturan dan penggunaannya yang secara manual sehingga perkakas yang digunakan dapat lebih terkendali. Bagi sekolah kejuruan yang bidang keahliannya teknologi dan rekayasa khususnya program keahlian pemesinan, perkakas tangan merupakan peralatan yang mutlak harus tersedia di sekolah tersebut.

4. Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Arsyad, 2011: 3). Menurut Gerlach dan Ely dalam Arsyad (2011), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi dan kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Sedangkan menurut Criticos dalam Daryanto (2011: 4) media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu benda atau komponen yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dalam proses belajar.

Dokumen terkait