METODOLOGI PENELITIAN
B. Metode Penelitian
2009 November v Desember v T h . 2 0 1 0 Januari v Februari v Maret v April v Mei v Juni v Juli v Agustus v B. Metode Penelitian
Metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan dalam penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif spasial.
commit to user
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang diberikan interpretasi atau analisis (Tika, 1997 : 6).
Spasial adalah ciri khas dan identitas geografi yang berarti keruangan. Pengertian kata spasial adalah mengacu kepada ruang suatu wilayah geografis tertentu. Hadi (2009) mengemukakan bahwa tekanan utama geografi bukanlah pada substansi melainkan pada sudut pandang spasial. Dalam menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu (sains), maka diperlukan suatu metode pendekatan (approach method). Metode pendekatan inilah yang digunakan untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya, meskipun obyek kajiannya sama. Metode pendekatan ini adalah pendekatan keruangan. Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial process) (http://www.malang.ac).
Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakkan struktur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan elemen-elemen pembentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbolkan dalam tiga bentuk utama yaitu: kenampakan titik (point features), kenampakan garis (line features) dan kenampakan bidang (areal features).
Pada penelitian ini, data yang bersifat spasial adalah Tingkat Bahaya Longsor (TBL) yang diperoleh dengan menggunakan analisis satuan lahan. Hasil akhir pengolahan data pada penelitian ini adalah berupa peta. Peta yang dihasilkan merupakan peta tematik yang dapat mempresentasikan satu tema atau multitema sebagai deskripsi, analisis dan sintesis objek, yang dalam hal ini adalah potensi longsor di DAS Grindulu hulu. Peta-peta tematik yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah: 1. Peta Tingkat Bahaya Longsor (TBL) DAS Grindulu Hulu Tahun 2009
2. Peta Tingkat Kerentanan Longsor DAS Grindulu Hulu Tahun 2009 3. Peta Tingkat Risiko Longsor DAS Grindulu Hulu Tahun 2009 4. Peta Arahan Konservasi Lahan DAS Grindulu Hulu Tahun 2009
commit to user
C. Teknik Sampling
1. Populasi
Singarimbun dan Sofian (1995: 152) menyebutkan bahwa populasi (universe) adalah jumlah dari keseluruhan unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga. Menurut Arikunto (1996: 115) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua satuan lahan yaitu sejumlah 44 satuan lahan yang terdapat di daerah penelitian dalam hal ini adalah DAS Grindulu hulu yang ditentukan berdasar overlay peta geologi, peta lereng, peta tanah dan peta penggunaan lahan hasilnya berupa peta satuan lahan yang nanti akan dicek lapangan.
2. Sampel
Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif atau benar-benar mewakili populasi (Nawawi, 1995:152).
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan pengambilan sampel wilayah (area sampling) yaitu teknik sampling yang dilakukan dengan cara mengambil wakil dari setiap wilayah yang ada (Riduwan, 2004:60). Sampel merupakan wakil dari setiap unit satuan lahan yang tersebar dalam populasi dan jumlah sampel mempunyai perbandingan yang sama. Dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak 20 sampel yang tersebar di seluruh daerah penelitian, yang kemudian dilakukan analisis laboratorium. Persebaran titik sampel dapat dilihat pada lampiran 4.
D. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung di lapangan, yaitu diperoleh dari hasil pengukuran dan pengujian di lapangan, sedangkan data sekunder adalah data penunjang yang diperoleh dari instansi-instansi terkait dan
commit to user
dari hasil penelitian terdahulu. Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini :
1. Data Primer
Data primer yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah: a. Pengamatan Lapangan : 1) Kemiringan lereng 2) Penggunaan lahan 3) Solum tanah 4) Kedalaman pelapukan b. Analis Laboratorium : 1) Tekstur tanah 2) Permeabilitas 2. Data Sekunder Data sekunder yang digunakan meliputi :
a. Data letak, luas, batas dan ketinggian tempat daerah penelitian yang diperoleh dari Peta Rupabumi Indonesia lembar 1507 – 443 TEGALOMBO dan 1508 – 121 KISMANTORO .
b. Data kemiringan lereng dari Peta Rupabumi Indonesia lembar 1507 – 443 TEGALOMBO dan 1508 – 121 KISMANTORO .
c. Data jenis batuan diperoleh dari Peta Geologi lembar Pacitan.
d. Data jenis tanah diperoleh dari Peta Tanah dari BAPPEDA Kabupaten Pacitan. e. Data iklim, yang meliputi curah hujan, iklim dan suhu yang diperoleh dari
Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Pacitan.
f. Data penggunaan lahan dari Peta Rupabumi Indonesia lembar 1507 – 443 TEGALOMBO dan 1508 – 121 KISMANTORO.
E. Teknik Pengumpulan Data
Berdasarkan uraian tentang sumber data diatas, ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi lapangan dan dokumentasi, yang masing-masing dijelaskan sebagai berikut :
commit to user
1. Observasi Lapangan
Observasi lapangan adalah suatu cara pengumpulan data dengan pengamatan langsung di lapangan. Observasi lapangan ini dilakukan untuk mengambil sampel tanah untuk analisis fisik tanah, pengukuran kemiringan lereng, kedalaman pelapukan, dan penggunaan lahan.
2. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan menelaah segala bentuk catatan atau literatur yang terkait dengan penelitian, termasuk peta. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder, seperti data data jenis tanah dari Peta Tanah dari BAPPEDA Kabupaten Pacitan, data penggunaan lahan dari Peta Rupabumi Indonesia, data jenis batuan dari Peta Geologi lembar Pacitan, dan data curah hujan dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Pacitan.
3. Analisis Laboratorium
Analisis laboratorium diperlukan untuk mengukur tekstur dan permeabilitas tanah agar hasilnya lebih akurat. Analisis ini dilakukan pada sampel tanah yang diambil di lapangan pada saat penelitian.