• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

Dalam dokumen Oleh ARIEF ABDULLAH H (Halaman 30-35)

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.2 Metode Penelitian

KANDEPAG Kab. Sukabumi

SDM yang Dimiliki

Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi kerja : 1. Hubungan antara atasan

dengan bawahan

2. Hubungan antara sesama rekan kerja

3. Peraturan dan kebijakan instansi

4. Kondisi kerja 5. Gaji

Faktor-faktor internal yang mempengaruhi motivasi kerja : 1. Tanggungjawab yang

diberikan

2. Pengembangan karyawan 3. Pengakuan dan penghargaan 4. Pekerjaan itu sendiri

Motivasi kerja pegawai

Kinerja instansi Teori Dua Faktor Herzberg

3.2.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Kandepag Kabupaten Sukabumi yang beralamat di jalan Pelabuan 2, km. 6, Lembursitu, Sukabumi. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2010.

3.2.2 Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sensus. Dalam teknik sensus, setiap anggota (unit) populasi dimasukan sebagai contoh responden. Data yang diperkirakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan 64 responden dengan spesifikasi 57 orang staf, 1 orang Kepala Kandepag, 1 orang Kasubag TU dan 5 orang Kepala Seksi. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mengacu pada kuesioner (Lampiran 1) yang telah disiapkan. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa :

1. Kuesioner

Peubah yang terdapat pada kuesioner, baik peubah faktor eksternal maupun internal berdasarkan teori dua faktor Herzberg. Menurut Hasibuan (2003) setiap orang menginginkan dua macam faktor kebutuhan, yaitu :

1. Faktor Higienis atau faktor eksternal, meliputi perauran dan kebijakan perusahaan, kondisi kerja, gaji atau upah, hubungan dengan atasan, hubungan dengan sesama rekan kerja, status dan keamanan.

2. Faktor Motivator atau faktor internal, meliputi prestasi, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggungjawab, kemajuan dan pengembangan potensi individu

Cara penilaian terhadap hasil jawaban kuesioner dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah skala yang berhubungan dengan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu. Responden diminta mengisi pernyataan dalam skala ordinal berbentuk verbal dengan menggunakan bobot tertentu pada setiap pertanyaan (Tabel 1).

Tabel 1. Bobot nilai jawaban responden

Jawaban Responden Bobot Nilai

Sangat Setuju (A) 5

Setuju (B) 4

Cukup Setuju (C) 3

Kurang Setuju (D) 2

Tidak Setuju (E) 1

Pengolahan kuesioner dilakukan dengan menggunakan rentang skala penilaian dengan menentukan posisi tanggapan responden dengan menggunakan nilai skor. Setiap bobot alternatif jawaban yang terbentuk dari teknik skala peringkatan terdiri dari kisaran 1 - 5. Penentuan rentang skala dilakukan dengan rumus berikut (Umar, 2005)

RS=

____

(m-1) m

Dimana :

RS = Rentang Skala

m = Jumlah alternatif jawaban tiap item

Berdasarkan rumus tersebut, maka dapat dihitung nilai rentang skala sebagai berikut :

RS= (5-1)

____

5 = 0,8

Nilai skor rataan dihasilkan dari perkalian antara bobot nilai jawaban berdasarkan skala dengan jumlah jawaban responden, kemudian dibagi dengan jumlah responden. Berdasarkan nilai skor rataan tersebut, maka posisi keputusan rentang skala dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Posisi keputusan penilaian.

Skor Rataan Keterangan

1,0-1,8 Sangat Tidak Setuju

1,9-2,6 Tidak Setuju

2,7-3,4 Cukup Setuju

3,5-4,2 Setuju

4,3-5,0 Sangat Setuju

2. Studi Pustaka

Diperlukan untuk mencari referensi dan literatur yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan sebagai data pelengkap dan pembanding dari data yang ada

3.2.3 Pengolahan dan Analisis Data

Untuk memudahkan proses pengolahan dan analisis data, digunakan metode deskriptif, baik kualitatif maupun kuantitatif. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang menggambarkan kondisi aktual yang telah diketahui melalui pengumpulan data dan selanjutnya menganalisis masalah yang ada sesuai dengan gambaran kondisi aktual yang telah dilakukan. Dengan metode ini, dapat dicari kuat lemahnya hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel dan juga

software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 14 for Windows.

a. Uji Validitas

Kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya perlu diuji terlebih dahulu. Menurut Umar (2005), validitas menunjukan sejauhmana suatu alat pengukur itu mampu mengukur apa yang akan diukur. Uji Validitas dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus Product Moment Pearson dengan nilai alpha (α) 0,05. Pernyataan dikatakan sahih, apabila nilai r-hitung yang dihasilkan lebih besar dari r-tabel, r-tabel untuk jumlah responden 30 adalah 0,361.

   

 

. 2 2



. 2

 

2

. r Y Y N X X N Y X XY N            dimana : N = Jumlah responden

X = Skor masing-masing pernyataan dari responden

Y = Skor total tiap pernyataan dari tiap responden

b. Uji Reliabilitas

Jika alat ukur dinyatakan sahih, selanjutnya reliabilitas alat ukur tersebut diuji. Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat ukur di dalam mengukur gejala yang sama (Umar, 2005). Reliabilitas alat ukur dalam bentuk skala dapat dicari dengan menggunakan teknik alpha

cronbach dan nilai alpha (α) 0,05. Pernyataan dikatakan andal,

jika nilai alpha yang dihasilkan sudah berada di atas 0,6.                 

2 1 2 11 σ σ 1 1 k k r dimana : r11 = Reliabilitas instrumen

K = Banyaknya butir pertanyaan

 = Jumlah ragam butir2 2

1

 = Jumlah ragam total

3.2.4 Korelasi Rank Spearman

Analisis korelasi ini mengukur ada atau tidaknya dan kuat atau tidaknya hubungan antara peubah X dan peubah Y. Peubah X adalah faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja pegawai yang terdiri dari hubungan antar atasan dengan bawahan, hubungan sesama rekan kerja, peraturan dan kebijakan instansi, kondisi kerja, gaji, tanggung jawab yang diberikan, pengembangan pegawai, pengakuan dan penghargaan serta pekerjaan itu sendiri. Sedangkan peubah Y adalah motivasi kerja pegawai.

= 1 −

dimana :

rs = Koefisien korelasi Rank Spearman

di = Selisih besarnya rank dari peubah X dan peubah Y

………... ( 3 )

n = jumlah contoh

Besarnya nilai terletak antara -1 < rs < 1, artinya

Rs = 1, hubungan X dan Y sempurna positif ; mendekati 1, hubungan sangat kuat dan positif.

Rs = -1, hubungan X dan Y sempurna negatif ; mendekati -1, hubungan sangat kuat dan negatif.

Rs = 0, hubungan X dan Y lemah sekali dan tidak ada hubungan. Jika r antara 0 – 1, maka kedua peubah berkorelasi dengan keeratan relatif. Semakin mendekati 1, maka keeratan hubungan semakin tinggi. Ketentuan koefisien korelasi (Nugroho, 2005) seperti dimuat pada Tabel 3.

Tabel 3. Rentang keeratan hubungan nilai r

Interval Koefisien Keeratan Hubungan

0,00 - 0,20 Sangat Lemah

0,21 - 0,40 Lemah

0,41 - 0,70 Kuat

0,71 - 0,90 Sangat Kuat

0,91 - 0.99 Sangat Kuat Sekali

1 Sempurna

Kaidah keputusan dalam suatu penelitian umumnya akan dibandingkan nilai peluang pada taraf nyata (α) = 0,05. Taraf nyata 0,05 dipilih, karena angka ini cukup ketat untuk mewakili hubungan antara dua peubah dan merupakan tingkat nyata yang sudah sering digunakan dalam penelitian ilmu sosial. Kriteria uji yang digunakan adalah :

a. Jika p < α = 0,05, maka tolak H0dan terima H1

b. Jika p > α = 0,05, maka terima H0

Dengan keterangan sebagai berikut :

H0 = Tidak terdapat hubungan faktor-faktor motivasi dengan tingkat motivasi kerja pegawai

H1 = Terdapat hubungan faktor-faktor motivasi dengan tingkat motivasi kerja pegawai

Dalam dokumen Oleh ARIEF ABDULLAH H (Halaman 30-35)

Dokumen terkait