• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen MUHAMMAD ADLIN ARIFIN LUBIS (Halaman 52-66)

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian asosiatif. Menurut Sujarweni (2015) penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Dalam penelitian ini penulis ingin melihat pengaruh Promosi dan Citra Merek Terhadap Keputusan pembelian pada Online travel agent Traveloka.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang berlokasi di Jl. Abdul Hakim No. 1, Padang Bulan, Kec.

Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2019 sampai bulan Januari 2020.

3.3 Batasan Operasonal Variabel

Batasan operasional dalam penelitian ini ádalah :

1. Variabel Independent (X) terdiri dari Promosi (X1), dan Citra Merek (X2).

2. Variabel Dependent (Y) yaitu Keputusan pembelian.

3.4 Defenisi Operasional Variabel

Defenisi operasional variabel adalah untuk menjelaskan variabel-variabel yang sudah diidentifikasi.

Dalam penelitian ini terdapat empat variabel yang diteliti, yaitu:

1. Variabel Independen(X1):Promosi

Promosi adalah usaha yang dilakukan pemasar untuk mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran. Promosi merupakan usaha mengkomunikasikan informasi yang bermanfaat tentang suatu perusahaan atau produk untuk mempengaruhi pembeli potensial.

2. Variabel Independen(X2) : Citra Merek

Citra merekadalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti yang tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam ingatan konsumen.

3. Variabel Dependen(Y): Keputusan pembelian

Keputusan pembelian adalah adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasi sikap pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Defenisi

Operasional Dimensi Indikator

Skala

41

Lanjutan Tabel 3.1

Variabel Defenisi

Operasional Dimensi Indikator

Skala

3.5 Skala Pengukuran Variabel

Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah menggunakan skala Likert. Tujuannya adalah untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Melalui skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan (Sugiyono, 2013).

Tabel 3.2

Instrumen Skala Likert

Pernyataan Skor

Sangat tidak setuju 1

Tidak setuju 2

Kurang setuju 3

Setuju 4

Sangat setuju 5

Sumber: Sugiyono (2013)

3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013).

Populasi atau universe adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang pernah melakukan transaksi di online travel agent Traveloka dengan jumlah yang belum diketahui.

3.6.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peeneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktumaka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2013).

Berdasarkan obsevasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, dari 30 orang

43

mahasiswa dan 21 orang yangpernah menggunakan jasa Online travel agent Traveloka. Menurut Supramono & Haryanto (2003), alternatif formula yang digunakan untuk menentukan sampel pada populasi yang tidak diketahui (unidentified) adalah sebagai berikut:

𝑵 =𝒁𝛂𝟐(𝒑)(𝒒) (𝒅)𝟐

𝑵 =𝟏, 𝟗𝟔𝟐(𝟎, 𝟕)(𝟎, 𝟑) (𝟎, 𝟏)𝟐 𝑵 = 𝟖𝟎 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠

Keterangan:

N = jumlah sampel

Zα = nilai standart normal yang besarnya tergantung alpha Bila α = 0,05 Zα = 1,96

Bila α = 0,01 Zα = 2,58

p = estimasi proporsi populasi yang sesuai q = 1-p

d = penyimpanan yang di tolerir 10 persen.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Dalam accidental sampling, seluruh unsur (misalnya: orang, rumah

tangga) dalam suatu populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih dalam sampel.

3.7 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang dipergunakkan dalam penelitian ini

menggunakan dua jenis data, yaitu:

1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden di loaksi penelitian. Data primer diperoleh dengan memberikan daftar pernyataan (kuesioner) kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang pernah melakukan transaksi dengan Online travel agent Traveloka.

2. Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain. Data ini diperoleh dari Online travel agent Traveloka dan studi dokumentasi yang diperoleh dari

buku, jurnal, dan internet yang dapat menjadi referensi bagi penelitian ini.

3.8 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data antaralain:

1. Wawancara, yaitu pengumpulandata melalui tanya jawab langsung responden, yaitu dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang pernah melakukan transaksi dengan Online travel agent Traveloka.

2. Kuesioner,yaitu data yang didapatkan dengan cara mengajukan atau menyebarkan pertanyaan secara tertulis kepada responden. Dalam ha l ini responden adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang pernah melakukan transaksi dengan Online travel agent Traveloka.

3. Studi Dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku dan literature yang berhubungan dengan penelitian.

45

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara kepada 30 orang mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis universitas sumatera utara yang pernah melakukan transaksi pada Traveloka.

3.9.1 Uji Validitas

Menurut Sujarweni (2015) Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner untuk dijadikan instrumen penelitian. Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan variabel. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu mengungkapkan suatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut, untuk melihat validitas maka nilai Corrected Item-Total Correlation dibandingkan dengan tabel r, misalkan untuk jumlah sampel 30, maka nilai r tabel sebesar 0,361. Jika nilai Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari 0,361, maka butir dinyatakan valid. Begitu juga sebaliknya. Uji validitas dilakukan pada 30 orang mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara diluar sampel yang sudah ditentukan. Perhitungan ini akan dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package for Social Science). Untuk menentukan nomor-nomor item yang valid dan yang gugur, perlu dikonsultasikan dengan tabel r product moment.

Tabel 3.3 Uji Validitas

Butir Instrumen Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan Variabel Promosi (X1)

P1 .698 0,361 Valid

P2 .612 0,361 Valid

P3 .557 0,361 Valid

Variabel Citra Merek (X2)

P4 .512 0,361 Valid

P5 .607 0,361 Valid

P6 .513 0,361 Valid

P7 .536 0,361 Valid

P8 .397 0,361 Valid

Variabel Keputusan Pembelian (Y)

P9 .566 0,361 Valid

P10 .521 0,361 Valid

P11 .607 0,361 Valid

P12 .584 0,361 Valid

Sumber: Lampiran 2

Pada Tabel 3.3 terlihat seluruh pernyatan valid, karena seluruh nilai Corrected Item-Total Correlation pada tiap pernyataan memiliki nilai diatas 0,361

sehingga dapat dinyatakan 12 (dua belas) butir pernyataan pada kuisioner dalam penelitian ini valid.

3.9.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Sujarweni, 2015). Uji reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan konsistensi didalam mengukur gejala yang sama. Uji reliabilitas dilakukan pada 30 orang mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara diluar sampel yang sudah ditentukan. Pernyataan yang telah dinyatakan valid dalam uji validitas, maka akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

1. jika r α (alpha) positif atau ≥ dari rtabel, maka butir pernyataan reliable.

47

2. jika r α (alpha) negatif atau ≤ dari rtabel, maka butir pernyataan tidak reliable.

Metode yang digunakan dalam pengujian reliabilitas ini adalah menggunakan metode Alpha Cronbach’s yang dimana satu kuisioner dianggap relieble apabila Cronbach’s Alpha ≥ 0,600 (Kuncoro, 2013).

Tabel 3.4 Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach's

Alpha N of Items Keterangan

X1 .658 3 Reliabel

X2 .625 5 Reliabel

Y .613 4 Reliabel

Sumber: Lampiran 2

Pada Tabel 3.4 diketahui bahwa diketahui bahwa seluruh variabel memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,600 sehingga dapat dinyatakan bahwa kuisioner tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dijadikan sebagai instrumen penelitian.

3.10 Teknik Analisis Data

3.10.1 Analisis Statistik Deskriptif

Menurut Ghozali (2016) statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

Analisis ini digunakan untuk menjelaskan variabel promosi, variabel citra merek, dan variabel keputusan pembelian. Analisis deskriptif ini dapat diuji dengan menggunakan statistik deskriptif memberikan gambaran atau

deskriptif suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), median, modus, maximum, minimum, standar deviasi, dan juga dapat dilihat dari klasifikasi masing-masing varibel.

3.10.2 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresil linier berganda digunakan untuk menganalisa pengaruh beberapa variabel bebas atau independen variabel (X) terhadap satu variabel tidak bebas atau dependen variabel (Y) secara bersama-sama. Jadi analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independenya minimal dua (Sugiyono, 2017).

Dalam hubungan dengan penelitian ini, variabel independen adalah Promosi (X1), Citra Merek (X2) sedangkan variabel dependen adalah Keputusan Pembelian (Y), maka persamaan regresi bergandanya menjadi:

Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + ε Dimana:

Y = Keputusan Pembelian β0 = Konstanta

β1,2 = Koefisien Regresi Variabel X1,2

X1 = Promosi X2 = Citra Merek

ε = Kesalahan pengganggu

49

3.11 Uji Asumsi Klasik 3.11.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2016). Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistika (Ghozali, 2016).

1. Analisis Statistik

Uji normalitas residual dengan pendekatan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogrov Smirnov (K S). Uji K-S dilakukan dengan hipotesis. Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat Asymp. Sig. (2-tailed). Jika tingkat signifikansinya lebih besar dari 0,06 maka dapat disimpulkan data residual berdistribusi normal.

3.11.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2016). Jika variance dari satu residual pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut sebagai Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melakukan uji Glejser. Uji Glejser dilakukan dengan meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen dengan persamaan.

│Ut│= ɑ + βXt + vt

Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel

dependen, maka ada indikasi terjadi Heteroskedastisitas. Suatu model regresi dinyatakan tidak mengandung Heteroskedastisitas jika variabel independen tidak signifikan secara statistik mempengaruh variabel dependen. Hal ini dapat dilihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5 persen (Ghozali, 2016).

Uji heteroskedastisitas juga pada prinsipnya ingin menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Jika varians sama, dan ini yang seharusnya terjadi maka dikatakan ada homoskedastisitas.

Sedangkan jika varians tidak sama dikatakan terjadi heteroskedastisitas (Situmorang & Muslich, 2012).

3.11.3 Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2016) uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Dalam penelitian ini, multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Multikolinearitas terjadi jika nilai tolerance ≤ 0,1 dan nilai VIF ≥ 10 dalam model (Ghozali, 2016).

3.12 Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Ghozali (2016) uji koefisien determinasi (R2)digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefesien determinasi adalah antara nol dan satu.

Artinya, dalam hal ini model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika R2 semakin

51

kecil (mendekati nol) dapat dikatakan bahwa variabel bebas (X1, dan X2) yaitu Promosi (X1) dan Citra Merek (X2) terhadap variabel terikat (Y) yaitu Keputusan Pembelian semakin kecil. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh pada variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.

Nilai R2 yang kecil menunjukkan bahwa kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas. Suatu model regresi dinyatakan tidak mengandung heteroskedastisitas jika variabel independen tidak signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen. Hal ini dapat dilihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5 persen (Ghozali, 2016).

3.13 Uji Hipotesis

Jika sebuah model regresi sudah memenuhi syarat asumsi klasik maka akan digunakan untuk menganalisis model regresi linear berganda, melalui pengujian hipotesis yaitu :

3.13.1 Uji signifikan Simultan (Uji F)

Menurut Ghozali (2016) uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh variabel independen secara serempak terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini hipotesis yang digunakan adalah:

1. H0: β1 = β2 = 0, artinya Promosi dan Citra Merek secara serempak tidak

berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Online Travel Agent Traveloka.

2. Ha: Minimal satu β1 ≠ 0, artinya Promosi dan Citra Merek secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian pada Online Travel Agent Traveloka.

Menurut Sugiyono (2017) Kriteria pengambilan keputusanya adalah sebagai berikut:

1. H0 diterima jika F hitung ≤ F tabel atau sig. F ≥ α (0,05)

2. H0 ditolak (Ha diterima), jika F hitung > F tabel atau sig. F < α (0,05)

3.13.2 Uji Signifikan Parsial (Uji t)

Menurut Ghozali (2016) menyatakan Uji t bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas Promosi (X1) dan Citra Merek (X2) secara parsial terhadap variabel terikat yaitu Kepuasan Pembelian (Y). Bentuk penguiannya sebagai berikut :

1. H0 : βi ≤ 0, artinya secara parsial variabel bebas yaitu berupa promosi (X1) dan citra merek (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu kepuasan pembelian (Y)

2. H1 : βi > 0, artinya secara parsial variabel bebas yaitu berupa promosi (X1) dan citra merek (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu kepuasan pembelian (Y)

Dengan kriteria pengambilan keputusan berikut : 1. H0 diterima jika thitung ≤ ttabel atau sig. t ≥ ɑ (0,05)

2. H0 ditolak (Ha diterima), jika thitung > ttabel atau sig. t < ɑ (0,05)

BAB IV

Dalam dokumen MUHAMMAD ADLIN ARIFIN LUBIS (Halaman 52-66)

Dokumen terkait