4.1 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini adalah cross- sectional dengan jenis penelitian diskriptif kuantitatif yaitu penelitian dengan data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka, meskipun juga berupa data kualitatif sebagai pendukungnya, seperti kata-kata atau kalimat yang tersusun dalam kuisioner, kalimat hasil konsultasi atau wawancara antara peneliti dan responden. Sesuai permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah permasalahan asosiatif, yaitu menghubungkan dua variabel atau lebih.
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Unit Rawat Inap Kronik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali yang berlokasi di Jl Kusuma Yudha No.29 Kabupaten Bangli. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2013.
4.3 Populasi dan Sampel 4.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang melaksanakan asuhan keperawatan di Unit Rawat Inap Kronik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali yang terdiri dari 8 (delapan) ruangan yaitu; Ruang Nakula, Ruang Sahadewa, Ruang Abimanyu, Ruang Bisma, Ruang Dharmawangsa, Ruang Kunti, Ruang Arimbi dan Ruang Durupadi dengan jumlah populasi 112 orang.
4.3.2 Sampel
Sampel dari penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang melaksanakan asuhan keperawatan di Unit Rawat Inap Kronik Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, yang berjumlah 112 orang dengan demikian seluruh populasi ditetapkan sebagai sampel (sampel jenuh)
Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah : 1. Perawat bersedia sebagai responden
2. Perawat yang telah bekerja minimal 1 tahun
3. Perawat pelaksana di Ruangan Rawat Inap Kronik RSJ Provinsi Bali Sedangkan kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah :
1. Perawat manajer (Kepala Ruangan) 2. Perawat yang drop out saat penelitian.
4.4 Variabel Penelitian 4.4.1 Variable Penelitian
Variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian(Arikunto, 2006).
1. Variabel bebas
Pada peneletian ini yang menjadi variabel bebas adalah beban kerja. Beban kerja perawat dapat diidentifikasi dari aspek fisik, psikologis dan waktu kerja. 2. Variabel terikat
4.4.2 Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional operasional penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Defenisi Operasional Variabel, Parameter dan Alat Ukur
No Variabel Definisi Parameter Alat ukur Skala Skor 1 Variabel bebas:
Beban kerja Beban kerja berkaitan dengan persepsi petugas terhadap tugas-tugas yang dijalankan di rumah sakit a. Aspek fisik b. Aspek psikologis c. Aspek waktu a. Kuesioner b. Lembar observasi Ordinal > 75% : Berat ≤ 75% : Tidak berat
a. Aspek fisik Beban fisik berkaitan dengan tugas-tugas yang dijalankan a. Jumlah perawat b. Tupoksi c. Tugas tambahan a. Kuesioner b. Lembar observasi Ordinal > 75% : Berat ≤ 75% : Tidak berat
b. Aspek psikologis Beban
psikologis yang berkaitan dengan hubungan interpersonal Hubungan interpersonal dengan: a. Perawat b. Atasan c. Pasien
Kuesioner Ordinal > 75% : Berat ≤ 75% : Tidak berat
c. Aspek waktu Beban kerja yang berkaitan dengan waktu kerja perawat a. Waktu kerja b. Jadwal jaga c. Waktu lembur
Kuesioner Ordinal > 75% : Berat ≤ 75% : Tidak berat 2 Variabel terikat: Kinerja Penampilan hasil kerja perawat yang sesuai dengan standar asuhan keperawatan a. Pengkajian b. Diagnosa c. Perencanaan d. Pelaksanaan e. Evaluasi Lembar observasi Ordinal > 75% : Baik ≤ 75% : Kurang baik
4.5 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel menggunakan alat bantu kuesioner dan lembar observasi dengan pertanyaan terstruktur yang sudah dilakukan uji validitas konstruksi (construct validity) yaitu dengan cara mengkorelasikan skor tiap butir pertanyaan dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir pertanyan. Bila nilai koefesien korelasi masing-masing item pertanyaan tersebut positif dan ≥ 0,3 maka kuesioner tersebut memiliki kontruksi yang baik dan valid (Sugiyono, 2008).
Data tentang kinerja perawat pelaksana mempergunakan alat pengumpulan data lembar observasi. Lembar observasi tentang kinerja mengandung unsur : pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Bila responden melakukan dengan tepat diberi nilai 1 dan bila tidak diberi nilai 0. Setelah dilakukan penilaian maka hasil observasi dilakukan scoring yaitu :
1. Baik bila skor yang didapat >75% 2. Kurang baik skor yang didapat ≤ 75%
Data beban kerja mempergunakan kuesioner untuk aspek fisik, psikologis dan waktu kerja masing-masing menggunakan 15 pertanyaan. Untuk pertanyaan favourable, bila responden menjawab sangat setuju mendapat nilai 1, setuju mendapat nilai 2, netral mendapat nilai 3, tidak setuju mendapat nilai 4 dan sangat tidak setuju mendapat nilai 5. Sedangkan untuk pertanyaan unfavourable bila responden menjawab sangat setuju mendapat nilai 5, setuju mendapat nilai 4, netral mendapat nilai 3, tidak setuju mendapat nilai 2 dan sangat tidak setuju mendapat nilai 1. Sedangkan lembar observasi menghitung perbandingan jumlah
tenaga perawat dengan kapasitas tempat tidur. Bila sesuai diberi skor 1, bila tidak sesuai diberi skor 5. Setelah data terkumpul maka dilakukan skoring yaitu :
1. Tidak berat bila skor yang didapat < 75% 2. Berat bila skor yang didapat ≥ 75%
4.6 Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur penelitian untuk menjawab rumusan masalah dan membuktikan hipotesa diawali mengurus ethical clearance di kantor Litbang Fakultas Kedokteran/Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar. Untuk memulai penelitian dengan memohon ijin penelitian ke Kesbanglinmas Provinsi Bali yang akan diberikan tembusan ditujukan kepada Direktur RSJ Provinsi Bali. Kemudian melakukan sosialisasi alat pengumpulan data kepada kepala ruangan dan responden dengan menjelaskan maksud dan tujuan penelitian serta cara pengisian kuesioner dan lembar observasi. Memberikan lembar persetujuan (informed consent) untuk ditandatangani, kemudian memberikan dan menjelaskan cara pengisian instrumen pengumpulan data. Setelah alat pengumpulan data diisi oleh responden peneliti mengambil kembali instrumen yang telah diisi untuk dikumpulkan untuk diolah.
Dalam mengobservasi kinerja perawat data didapat melalui lembar observasi dengan melihat langsung responden melakukan asuhan keperawatan dan melihat status penderita yang menjadi tanggung jawab responden. Sedangkan untuk menilai kesesuaian antara jumlah perawat dengan jumlah pasien di ruangan menggunakan lembar observasi.
4.7 Analisis Data
Analisis data dilakukan untuk mengolah data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan serta untuk menguji secara statistik kebenaran hipotesa yang telah ditetapkan, analisa data dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
4.7.1 Analisis Univariat
Merupakan analisis yang menitikberatkan pada penggambaran atau deskripsi data yang telah diperoleh. Menggambarkan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel independent dan variabel dependent, sehingga diperoleh gambaran aspek fisik, psikologis, waktu kerja dan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali.
4.7.2 Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dan independen. Dalam penelitian ini analisa bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dari aspek fisik, aspek psikologis dan waktu kerja dengan kinerja perawat, dianalisis dengan menggunakan uji chi - square dengan bantuan program SPSS versi 17. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara variabel terikat dan variabel bebas, maka menggunakan p value dengan tingkat kesalahan (α) yang digunakan yaitu 5% atau 0,05. Bila p value ≤0,05, maka Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas, bila p value >0,05, maka Ho diterima yang berarti tidak ada hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
4.7.3 Analisis Multivariat
Analisis multivariat dilakukan untuk menentukan besar dan eratnya hubungan antara variabel terikat dan bebas, serta melihat variabel mana yang paling dominan. Uji statistik yang digunakan pada analisis multivariat ini adalah uji regresi logistik pada tingkat kemaknaan 95% (nilai p = 0,05). Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Melakukan analisis bivariat antara masing-masing variabel independen dengan variabel dependen dengan uji logistik sederhana. Pemilihan variabel yang berhubungan dengan kinerja perawat (variabel dependen). Selanjutnya melakukan analisis multivariat dengan mengikutkan variabel yang p value < 0,25.
2. Pengeluaran variabel independen yang dilakukan secara bertahap satu persatu dimulai dari variabel yang p value-nya tertinggi.
3. Pengeluaran variabel independen dilakukan sampai semua variabel mempunyai nilai p < 0,05.
4. Penentuan variabel yang paling dominan dilakukan dengan melalui nilai Odd Ratio (OR), variabel yang mempunyai nilai OR tertinggi, maka disebut sebagai variabel yang paling dominan berhubungan dengan kinerja perawat (Hastomo, 2007).
BAB V