• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi ini mengkaji model pembaharuan hukum Islam dalam fatwa-tatwa DSN-MUI terkait mudarabah dari segi perumusannya, keadaan sosial yang melatar belakanginya, dan implementasinya dalam praktek perbankan. Dengan demikian penelitian ini dari segi pendekatan, tergolong penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empiris.

Sedangkan penelitian hukum normatif dalam penelitian ini adalah penelitian dari segi asas-asas hukum. Sedangkan Penelitian hukum empiris dalam menelitian ini dilakukan melalui pendekatan sosiologi hukum. 44 Penelitian asas-asas dalam hukum Islam melalui uṣūl fiqh dan qawā’id fiqhiyyah. 45 Menurut Ahmad bin Muhammad

Research in International Business and Finance 49 (2019): 166–75, https://doi.org/10.1016/j.ribaf.2019.03.002.

44 Suteki dan Galang Taufani, Metodologi Penelitian Hukum (Filsafat, Teori dan Praktik) (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2018), 175–

179.

45 Muallim dan Yusdani, Konfigurasi Pemikiran Hukum Islam, 94.

30

Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang al-Zarqa’ kajian uṣūl fiqh dan qawā’id fiqhiyyah merupakan kajian uṣūliyyah dalam hukum Islam.

Pendekatan asas dalam hukum Islam yakni mengkaji fatwa-fatwa DSN-MUI terkait mudarabah melalui yaitu kaidah-kaidah usul fiqh dan kaidah-kaidah fiqhiyyah46 Sedangkan pendekatan sosiologi hukum Islam, yaitu meneliti hubungan timbal balik antara fatwa-fatwa DSN-MUI dengan faktor-faktor sosial lainnya.

2. Sumber data a. Sumber data primer

1) Sumber data primer tentang perumusan fatwa-fatwa DSN-MUI terkait mudarabah serla latar belakang dikeluarkannya fatwa adalah fatwa-fatwa DSN-MUI terkait mudarabah sejak tahun 2010 hingga 2015 awal pengumpulan data ini dimulai dilengkapi dengan fatwa-fatwa tahun berikutnya yang terkait dengan mudarabah. Sumber primer dari penelitian ini juga di dapat dari para informan yang terlibat dalam perumusan fatwa.

2) Sumber data primer tentang implementasi model pembaharuan hukum Islam fatwa-fatwa DSN-MUI terkait mudarabah adalah informan dan dokumen yang ada di bank-bank Syariah yang menjadi lokasi penelitian, Bank-bank tersebut yaitu, Pertama Bank Umum Syariah yang dari awal murni syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia. Kedua Bank Umum Syariah yang awalnya

46 Ahmad ibn Muhammad al-Zarqā’, Syarḥ al-Qawa‘id al-Fiqhiyyah (Damaskus: Dār al-Qalam, 1989), 35.

BAB I Pendahuluan 31 Unit Usaha Syariah, yaitu BRI Syariah. Ketiga Unit Usaha Syariah pada Bank Konvensional, yaitu Bank BPD DIY. Syariah.

Keempat Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, yakni BPRS Bangun Drajat Warga (BDW) Bantul Yogyakarta. Sumber data tentang implementasi mudarabah pada produk pembiayaan difokuskan pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta dan BPRS Bangun Drajat Warga. Bank Muamalat Indonesia dipilih karena merupakan Bank Umum Syariah pertama. BPRS BDW dipilih juga karena pembiayaan mudarabah di BPRS BDW tergolong tinggi. Berdasarkan laporan Keuangan Publikasi Triwulanan Periode: September-2015, Pembiayaan mudarabah sebesar Rp. 15.722.018.000,- atau sebesar 32,5 % dari seluruh pembiayaan yang disalurkan pada nasabah. Jika ditambah dengan pembiayaan Musyarakah maka total pembiayaan dengan prinsip bagi hasil sebesar Rp. 20.089.329.000,- atau 41,52 % dari seluruh pembiayaan yang disalurkan pada nasabah. Mengingat besarnya pembiayaan bagi hasil di BPRS BDW, maka BPRS BDW layak untuk menjadi obyek penelitian mengenai pembiayaan bagi hasil, khususnya pembiayaan mudarabah.

32

Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang b. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder dari penelitian ini adalah data-data di luar data primer yang peneliti dapatkan dari jurnal-jurnal, buku-buku, dan informasi elektronik yang relevan dengan tema penelitian ini.

3. Teknik Pengumpulan data a. Wawancara Mendalam

Untuk mendapatkan data perumusan fatwa-fatwa DSN-MUI mudarabah dan latar belakang dikeluarkannya fatwa, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan pengurus DSN-MUI yang terlibat dalam perumusan fatwa DSN-MUI.

Untuk mendapatkan data implementasi model pembaharuan hukum Islam fatwa-fatwa DSN-MUI terkait mudarabah di perbankan Syariah, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan Pihak perbankan Syariah, yaitu pihak marketing, Direktur BPRS BDW, juga Custmer Service di masing-masing bank yang menjadi lokasi penelitian.

b. Dokumentasi

Untuk mendapatkan data perumusan fatwa-fatwa DSN-MUI mudarabah dan latar belakang dikeluarkannya fatwa peneliti fatwa-fatwa DSN-MUI terkait mudarabah sejak tahun 2000 hingga 2015 awal pengumpulan data dilakukan dilengkapi dengan fatwa-fatwa

BAB I Pendahuluan 33 terkait mudarabah yang muncul kemudian. Peneliti juga meneliti dokumen lain yang ditulis oleh pihak-pihak terlibat dalam perumusan fatwa.

Untuk mendapatkan data implementasi model pembaharuan hukum Islam fatwa-fatwa DSN-MUI terkait mudarabah di perbankan Syariah peneliti mengkaji akad-akad yang dikeluarkan oleh pihak perbankan Syariah. Peneliti juga mengkaji dokumen lain yang dikeluarkan perbankan baik dokumen tertulis maupun dokumen elektronik.

4. Teknik pemeriksaan keabsahan data

Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data dengan membandingkan susuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Triangulasi dilakukan baik dengan sumber, metode, maupun teori. Triangulasi dengan sumber yaitu membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Peneliti membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Triangulasi dengan metode dilakukan dengan pengecekan derajat kepercayaaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data dan pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. Triangulasi dengan teori berdasarkan anggapan

34

Pasca Sarjana UIN Walisongo Semarang bahwa fakta tetentu dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori.47

5. Analisis data

Analisis data dalam penelitian dini dilakukan pada saat pengumpulan data dan setelah data selesai dikumpulkan.48 Dengan demikian maka Langkah-langkah analisis data yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut:

a. Pengumpulan Data

Pada saat pengumpulan data, peneliti telah melakukan anasisis data. Ketika peneliti melakukan wawancara, peneliti melakukakan analisis atas jawaban informan. Jika jawaban informan belum memadai, maka peneliti mengajukan pertanyaan lagi hingga mendapatkan jawaban yang tuntas dan datanya sudah jenuh.

b. Reduksi Data

Reduksi data yang peneliti lakukan adalah merangkum, memililih hal-hal pokok, fokus pada hal-hal penting, dan mengelompokkan data dalam kategori-katergori. Data-data yang tidak penting disisihkan.

47 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000), 178.

48Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2005), 91.

BAB I Pendahuluan 35 c. Penyajian Data

Setelah dilakukan reduksi data maka selanjutnya dilakukan penyajian data. Penyajian data peneliti lakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan dan hubungan antar kategori.

d. Penarikan Kesimpulan

Langkah keempat dalam analisis kualitatif adalah kesimpulan.

Kesimpulan ditarik dari hasil interpretasi kualitatif terhadap data yang dilakukan secara induktif dan konvergen.49

Dokumen terkait