BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang istilah dalam Bahasa Inggrisnya adalah Classroom Action Research
(CAR). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran (Susilo, 2010:16). Sedangkan pendapat lain mengemukakan PTK adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran di kelasnya (Kunandar, 2011:46).
Penelitian Tindakan kelas ini, dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif oleh peneliti dalam praktik pembelajarannya. Alasan peneliti menggunakan jenis penelitian tindakan kelas karena melalui penelitian ini peneliti dapat berkolaborasi dan berpartisipasi dalam merancang, melaksanakan dan merefleksikan pembelajaran guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui model pembelajaran
Numbered Head Together (NHT).
Model yang diterapkan dalam penelitian tindakan kelas ini berdasarkan pada model yang dikembangkan Kemmis & Mc Taggart. Terdapat empat tahap dalam PTK yaitu: penyusunan rencana, tindakan,
observasi, dan refleksi. Skema PTK dapat dilihat pada gambar 1.1 di bawah ini:
Gambar 1.1 Skema Siklus Penelitian Tindakan Diambil dari Arikunto (2010:137)
2. Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI Nurul Huda Raji yang beralamat di Desa Raji RT.04, RW.02, Kecamatan/Kabupaten Demak. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas III MI Nurul Huda Raji Demak yang berjumlah 25 siswa, yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Karakteristik siswa secara lebih detail dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Usia rata-rata 8 tahun.
Perencanaan
Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan
Pengamatan
Perencanaan
Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan
Pengamatan
b. Tingkat kemampuan siswa rata-rata sedang ( 8 siswa masuk kategori prestasi tinggi, 14 siswa kategori sedang, dan 3 siswa kategori rendah).
c. 1 orang siswa sering tidak masuk. d. Siswa sering tidak mengerjakan PR.
e. Siswa kurang memperhatikan ketika pembelajaran berlangsung. f. Siswa malu bertanya.
g. Latar belakang ekonomi orang tua sebagian besar buruh tani dan tani.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester I yaitu bulan Oktober- November yang terdiri dari 3 siklus. Penelitian pembelajaran matematika dilaksanakan beberapa kali sesuai dengan jam pelajaran matematika yang ada di MI Nurul Huda Raji yaitu pada hari Selasa dan Rabu. Waktu pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut:
a) Kegiatan siklus I, tanggal 28 Oktober 2014. b) Kegiatan siklus II, tanggal 29 Oktober 2014. c) Kegiatan siklus III, tanggal 4 November 2014. 3. Langkah-langkah
Tahap-tahap dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari empat tahapan penting, meliputi: perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting). Keempat langkah tersebut saling berkaitan dalam pelaksanaan penelitian yang disebut dengan istilah satu siklus.
a. Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam sebuah penelitian. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan meliputi:
1) Merancang desain pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), yaitu dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2) Mempersiapkan media yang akan digunakan.
3) Membuat lembar kerja siswa (LKS), lembar evaluasi siswa serta lembar pengamatan.
4) Membuat topi penomoran siswa.
5) Mengelompokkan siswa ke dalam kelompok heterogen. b. Tindakan (acting)
Tindakan (acting) adalah implementasi isi rancangan di dalam kancah, yaitu mengenakan tindakan di kelas (Arikunto, 2010:139). Pada tahap ini guru mengimplementasikan tindakan dalam proses pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran yang sudah dibuat sebelumnya.
c. Pengamatan (observing)
Kegiatan pengamatan (observing) dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara lengkap dan objektif tentang
perkembangan proses pembelajaran, dan pengaruh dari tindakan (aksi) yang dipilih terhadap kondisi kelas dalam bentuk data.
d. Refleksi (reflecting)
Refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali apa yang sudah terjadi. Pada tahap refleksi guru dan tim pengamat melakukan upaya evaluasi dengan cara berdiskusi terhadap berbagai masalah yang muncul di kelas yang diperoleh dari analisis data sebagai bentuk dari pengaruh tindakan yang telah dirancang. Melalui refleksi ini maka peneliti akan menentukan keputusan untuk siklus lanjutan ataukah berhenti karena masalahnya telah terpecahkan.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian tindakan ini adalah:
a. Soal Tes.
b. Lembar pedoman wawancara.
c. Lembar pedoman pengamatan (observasi). 5. Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah data-data yang berhubungan dengan hasil belajar siswa. Pengumpulan data sebagai berikut:
a. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2010:193). Tes digunakan untuk data tentang hasil belajar siswa.
b. Wawancara
Wawancara (interview) adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer) (Arikunto, 2010:198). Wawancara digunakan untuk mendapatkan data tentang pokok bahasan yang kurang memenuhi KKM dan metode yang sering diterapkan di kelas sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
c. Observasi
Menurut Arikunto (2010:199), “Observasi adalah metode
pengumpulan data dengan melakukan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan
seluruh alat indra”. Menurut Kunandar (2011:73) objek observasi
adalah seluruh proses tindakan terkait, pengaruhnya, keadaan dan kendala tindakan direncanakan pengaruhnya, serta persoalan lain yang timbul dalam konteks terkait.
d. Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan
sebagainya (Arikunto, 2010:201). Dokumentasi dapat berupa foto- foto kegiatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, data diri siswa, dan jadwal mata pelajaran.
6. Analisis Data
Analisis data adalah menganalisis data yang telah terkumpul guna mengetahui seberapa besar keberhasilan tindakan dalam penelitian untuk perbaikan belajar siswa (Suyadi, 2011:85). Analisis data dilakukan peneliti bersama dengan kolaborator yaitu guru matematika kelas III dengan cara memberikan tes formatif berupa tes tertulis pada setiap akhir proses pembelajaran (post test). Setelah data terkumpul kemudian data tersebut dianalisis. Kemudian data dianalisis per siklus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar yang telah dicapai. Dalam hal ini, untuk membuktikan hipotesis maka hasil penelitian akan dilakukan analisis menggunakan statistik untuk menghitung ketuntasan klasikal dengan menggunakan rumus persentase:
P =
Keterangan :
P : Angka persentase
F : Frekuensi siswa yang tuntas