METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu metode untuk menguji teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel penelitian. Variabel ini diukur menggunakan instrumen penelitian, sehingga data yang terdiri dari angka atau rasio dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik (Noor, 2012:38).
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan para perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012 yang diperoleh dari internet sedangkan waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret s.d Mei 2015. 3.3. Definisi Operasional
Berikut ini disajikan definisi operasional dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, yaitu:
1. Variabel Dependen
Laporan keuangan dikatakan ber-integritas apabila laporan keuangan tersebut memenuhi kualitas reliabilitydan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Reliability memiliki kualitas mencakup daya uji (veria-fibility),ketepatan penyajian (representa-tional faithfulness) dan netralitas (neutrality). Informasi akuntansi yang memiliki integritas yang
sehingga memungkinkan pengguna infor-masi akuntansi bergantung pada informasi tersebut. Oleh karena itu, informasi yang memiliki integritas yang tinggi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan pembaca laporan keuangan untuk membantu membuat keputusan.
2. Variabel Independen a. Kepemilikan manajerial
Kepemilikan manajerial merupakan persentase saham yang dimiliki oleh manjemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan yang meliputi komisaris direksi. kepemilikan saham oleh perusahaan merupakan mekanisme yang dapat digunakan agar pengelola melakukan aktivitas sesuai dengn kepentingan pemilik perusahaan. persentase kepemilikan saham ini merupakan persentase saham yang dimiliki oeleh manajemen.
b. Ukuran perusahaan
Ukuran perusahaan merupakan salah satu variabel penting dalam pengelolaan perusahaan.Ukuran perusahaan mencerminkan seberapa besar asettotal yang dimiliki perusahaan. Total asset yang dimiliki perusahaanmenggambarkan permodalan, serta hak dan kewajiban yang dimilikinya.
c. Leverage
Leverage umumnya menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban perusahaan yang mencakup hutang
jangka pendek dan hutang jangka panjang baik perusahaan yang masih berjalan maupun dalam keadaan dilikuidasi atau dibubarkan
d. Profitabilitas
Profitabilitas umumnya menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba usaha selama satu periode akuntansi (bulanan dan tahunan).Perusahaan yang mampu memperoleh laba usaha menunjukkan kemampuan manajemen untuk mengolah aset dimiliki secara efektif dan efisien bagi perkembangan perusahaan.
3.4. Skala Pengukuran Variabel
Pada penelitian yang dilakukan, peneliti menggunakan skala pengukuran atas variabel penelitian yaitu rasio. Berikut ini skala pengukuran yang digunakan peneliti atas variabel penelitian, yaitu :
a. Kepemilikan manajerial menggunakan skala total aset yang dimiliki. b. Integritas laporan mengunakan rasio netprofit margin (OPM). c. Ukuran perusahaan menggunakan total pendapatan yang dimiliki
perusahaan manufaktur.
d. Leverage menggunakan rasio debt to equity (DER). e. Profitabilitas menggunakan rasio return on equity (ROE). 3.5. Populasi dan Sampel penelitian
3.5.1.Populasi
Sulistyo (2010:22), ”Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti”. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar
3.5.2. Sampel
Martono (2010:65), ”Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti”. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel perusahaan selama periode penelitian berdasarkan kriteria tertentu. Adapun tujuan dari metode ini adalah untuk mendapatkan representatif sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Berikut ini adalah tabel proses pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah : 1. Perusahaan yang secara terdaftar secara berturut-turut di BEI dari tahun
2010 – 2012.
2. Perusahaan manufaktur yang menyajikan laporan keuangan dari tahun 2010-2012.
3. Perusahaan manufaktur yang mempunyai rasio keuangan bernilai positif (net profit margin, total aset yang dimiliki, total pendapatan yang dimiliki, debt to equity dan return on equity) sesuai dengan variabel penelitian yang dilakukan.
Berikut ini disajikan tabel sampel perusahaan manufaktur yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut
Tabel 3.1
Daftar Populasi dan Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Terdaftar
di BEI Tahun 2010-2012
No Kode Nama perusahaan
Kriteria Sampel Jumlah 1 2 3 Sampel 1 AKKU Alam Karya Unggul Tbk. v - v -
2 AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk. v v v 1
3 ALDO Alkindo Naratama Tbk - v v -
4 ALKA Alakasa Industrindo Tbk v v v 2
5 ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk. v v - -
6 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk v v v 3
7 APLI Asiaplast Industries Tbk. v - v -
8 ARNA Arwana Citramulia Tbk v v v 4
9 BAJA Saranacentral Bajatama Tbk - v v -
10 BATA Sepatu Bata Tbk v v v 5
11 BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk. v v v 6
12 BRNA Berlina Tbk. v v v 7
13 BTON Betonjaya Manunggal Tbk. v v v 8
14 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk v v v 9
15 CTBN Citra Tubindo Tbk v v v 10
16 DVLA Darya-Varia Laboratoria Tbk v - v -
17 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk v v v 11
18 FPNI Titan Kimia Nusantara Tbk. v v - -
19 GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk v v v 12
20 GGRM Gudang Garam Tbk v v v 13
21 HMSP HM Sampoerna Tbk v v v 14
22 IGAR Champion Pacific Indonesia Tbk v v v 15
23 IKAI Intikeramik Alamasri Industri Tbk - v v -
24 IKBI Sumi Indo Kabel Tbk. v v v 16
25 INAF Indofarma (Persero) Tbk v - v -
26 INAI Indal Aluminium Industry Tbk. v v v 17
27 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk v v v 18
28 INRU Toba Pulp Lestari Tbk v v - -
29 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk v v v 19
30 IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk v v v 20
31 JECC Jembo Cable Company Tbk v v - -
Lanjutan Tabel 3.1
Daftar Populasi dan Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Terdaftar
di BEI Tahun 2010-2012
No Kode Nama perusahaan
Kriteria Sampel Jumlah 1 2 3 Sampel 33 JPFA JAPFA Comfeed Indonesia Tbk v v v 21
34 JPRS Jaya Pari Steel Tbk v v v 22
35 KAEF Kimia Farma (Persero) Tbk v v v 23
36 KBLM Kabelindo Murni Tbk. v - v -
37 KBLI KMI Wire and Cable Tbk v v v 24
38 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk. v v - -
,39 KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk v v v 25
40 KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk v v v 26
41 KICI Kedaung Indah Can Tbk v - v -
42 KLBF KALBE FARMA TBK v v v 27
43 KRAS Krakatau Steel (Persero) Tbk v v - -
44 LION Lion Metal Works Tbk v v v 28
45 LMPI Langgeng Makmur Industri Tbk v - v -
46 LMSH Lionmesh Prima Tbk v v v 29
47 MAIN Malindo Feedmill Tbk v v v 30
48 MBTO Martina Berto Tbk - v v -
49 MERK Merck Tbk. v v v 31
50 MLIA Mulia Industrindo Tbk v v - -
51 MRAT Mustika Ratu Tbk v v v 32
52 NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk. v v v 33
53 PICO Pelangi Indah Canindo Tbk v - v -
54 PYFA Pyridam Farma Tbk v v v 34
55 RMBA Bentoel Internasional Investama Tbk v v v 35
56 SAIP Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk - v v -
57 SCCO Supreme Cable & Commerce Tbk v v v 36
58 SCPI Schering Plough Indonesia Tbk v - v -
59 SIAP Sekawan Intipratama Tbk v v v 37
60 SIMA Siwani Makmur Tbk v v - -
61 SIPD Sierad Produce Tbk. v v v 38
62 SMCB Holcim Indonesia Tbk v - v -
63 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk v v v 39
64 SPMA Suparma Tbk. v v v 40
Lanjutan Tabel 3.1
Daftar Populasi dan Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Terdaftar di BEI
Tahun 2010-2012
No Kode Nama perusahaan
Kriteria Sampel Jumlah 1 2 3 Sampel 66 SULI Sumalindo Lestari Jaya Tbk v v v 41
67 TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk v v - -
68 TCID Mandom Indonesia Tbk v v v 42
69 TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk v - v -
70 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk v v v 43
71 TOTO Surya Toto Indonesia Tbk. v v - -
72 TRST Trias Sentosa Tbk v v v 44
73 TSPC Tempo Scan Pacific Tbk v - v -
74 VOKS Voksel Electric Tbk v v v 45
75 UNVR Unilever Indonesia Tbk. v v - -
76 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk. v - v -
77 YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk v v v 46
Sumber : www.idx.co.id (2014)
3.6. Jenis Data
Pada penelitian yang dilakukan, jenis data yang digunakan data kuantitatif, time serise dan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen, publikasi yang sudah dalam bentuk jadi atau data yang diperoleh melalui bahan kepustakaan (Soewadji, 2012:147). Pada penelitian ini, data sekunder diperoleh dari rasio keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012 yang dipublikasikan oleh lembaga BEI.
3.7. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan yaitu studi teknik dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data penelitian dengan mengumpulkan data penelitian yang akan digunakan terkait dengan masalah
3.8. Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini, adapun teknik analisis data penelitian yang digunakan peneliti yaitu :
3.8.1. Regresi Linear Berganda
Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan menggunakan SPSS sebagai pengolahan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan model yang digunakan dalam regresi linear berganda, yaitu :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4+ e Dimana : Y = Integritas laporan keuangan
X1 = Kepemilikan manajerial X2 = Ukuran Perusahaan X3 = Leverage X4 = Profitabilitas a = Konstanta b1,b2,b3,b4 = Koefisien Regresi e = Standar error
3.8.2. Uji Asumsi Klasik
Pengujian dengan analisis regresi harus didahului dengan pengujian asumsi untuk memperoleh hasil yang tidak bias dari model regresi tersebut. Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini dilakukan
dengan Uji normalitas, Uji multikolinearitas, Uji autokorelasi, dan Uji heteroskedastis.
3.8.2.1. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi nornal atau tidak. Dalam mendeteksi normalitas data dilakukan dengan uji statistik mendeteksi normalitas data melalui output grafik kurva normal p-p plot. Suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebaran titik data searah mengikuti garis diagonal.
3.8.2.2.Uji Multikolinearitas
Pada Uji Multikolinieritas untuk mengetahui gejala korelasi antara variabel bebas (independen) pada model regresi penelitian yang dilakukan. Pada uji multikolinearitas menyatakan bahwa variabel independen harus terbebas dari gejala multikolinearitas. Pada uji multikolinearitas dilakukan dengan dua cara yaitu :
1) Bila nilai tolerance> 0,1 dan nilai VIF (Variance Inflation Factors) < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel independen pada model regresi.
2) Bila nilai tolerance < 0,1 dan nilai VIF > 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada gejala multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
3.8.2.3.Uji Heterokedastisitas
Pada Uji heteroskedastisitas untuk menguji nilai pada model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Bila variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain sifatnya tetap, maka disebut Homokedastisitas, dan bila berbeda disebut Heterokedastisitas. Pengujian ada atau tidak ada heteroskedasititas dilakukan dengan cara melihat grafik plot nilai prediksi variabel dependen (ZPRED) dan residunya (SRESID) dengan dasar analisisnya adalah :
1) Bila terdapat pola tertentu, berupa titik-titik yang membentuk pola tertentu, yang teratur (bergelombang, melebar, menyempit), sehingga menunjukkan telah terjadi Heterokedastisitas.
2) Bila tidak ada pola tertentu seperti titik-titik menyebar di atas atau dibawah angka nol pada sumbu Y, sehingga tidak terjadi gejala heterokedastisitas, sehingga dapat mengindikasikan telah terjadi homokedastisitas.
3.8.2.4.Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier adakorelasi antara data yang diurutkan menurut waktu tertentu.Dalam penelitian iniuntuk mendeteksi autokorelasi dengan melihat nilai Durbin Watson (DW). Ketentuanuntuk mendeteksi adanya autokorelasi menurut Gujarati (2003) adalah sebagaiberikut:
a. Bila nilai DW terletak antara dU – 4-dU berarti tidak terjadi autokorelasi
b. Bila nilai DW terletak antara dL – dU atau 4-dU ─ 4-dL berarti nilai DW terletak di daerah keragu-raguan autokorelasi.
c. Bila nilai DW <dL berarti terjadi autokorelasi positif. d. Bila nilai DW > 4 – dL berarti terjadi autokorelasi negatif. 3.8.3. Uji Hipotesis
3.8.3.1. Uji- t (Uji Parsial)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh secara parsial variabel kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 – 2012. Kriteria pengujian hipotesis secara parsial adalah:
H0:b1,b2,b3,b4 =0 (artinya tidak ada pengaruh secara parsial variabel kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 – 2012).
Ha:b1,b2,b3,b4 ≠ 0 (artinya adanya pengaruh secara parsial variabel
kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun
Nilai thitung dibandingkan dengan ttabel. Kriteria pengambilan keputusan adalah :
H0 diterima, bila thitung< ttabel pada α = 5%
H0 ditolak (H1 diterima) , bila thitung> ttabel pada α = 5% 3.8.3.2. Uji F (Uji Simultan)
Uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan secara bersama-sama pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 – 2012). Kriteria pengujian hipotesis secara simultan adalah:
H0:b1,b2,b3,b4 = 0 (artinya tidak ada pengaruh secara simultan atas variabel kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 – 2012).
Ha:b1,b2,b3,b4≠ 0 (artinya adanya pengaruh secara simultan atas variabel kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 – 2012).
Pengujian simultan dilakukan dengan cara membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% (0,95). Kriteria pengujian yang digunakan,yaitu:
Bila Fhitung> Ftabel , maka Ho ditolak pada signifikan 0,05
Berarti secara statistik data yang digunakan untuk menunjukkan bahwa variabel independen (X1,X2, X3,X4) berpengaruh pada nilai variabel (Y).
Bila Fhitung< Ftabel , maka Ho diterima pada signifikan 0,05.
Berarti secara statistik data yang digunakan untuk menunjukkan bahwa variabel independen (X1,X2, X3,X4) tidak berpengaruh pada nilai variabel (Y).
3.8.3.3.Uji R2(Koefisien Determinasi)
Koefisien Determinasi untuk mengukur seberapa besar model regresi variabel independen dapat menerangkan variabel dependen. Nilai yang digunakan adalah adjusted R2. Priyatno (2013:100), pedoman untuk menginterpretasikan hasil koefisien korelasi sebagai berikut :
Tabel 3.2 Koefisien Determinasi
No Nilai Koefisien Determinasi 1 0,00 - 0,199 sangat rendah 2 0,20 - 0,399 rendah 3 0,40 - 0,599 sedang 4 0,60 - 0,799 kuat