• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, Leverage, Dan Profitabilitas Terhadap Integritas Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Good Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, Leverage, Dan Profitabilitas Terhadap Integritas Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE,

UKURANPERUSAHAAN, LEVERAGE DAN

PROFITABILITASTERHADAP INTEGRITAS LAPORAN

KEUANGAN

PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

TAHUN 2010-2012.

Oleh:

Nama : Cut Alin Safila

Nim : 110503280

FAKULTAS EKONOMI

(2)

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE DAN PROFITABILITAS TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2010-2012 adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.

Apabilakemudian hariditemukan adanyakecurangan dan plagiatdalamskripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Medan, 2015

Yang membuat pernyataan

(3)

ABSTRAK

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE DAN PROFITABILITAS

TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

2010-2012

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance yang diproksi melalui kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitablitas terhadap integritas laporan keuangan. Jenis pemelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi penelitian adalah 77 perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2010-2012. Dari 77 perusahaan manufaktur diperoleh 46 perusahaan sebagai sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder.

Penelitian ini menganalisis hubungan anatara kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan. Metode statistik yang digunakan dalam penelitin ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kepemilikan manajerial dan profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan, sedangkan variabel ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh secara positif tetapi signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Secara simultan, menunjukkan bahwa secara bersama-sama variable keoemilikan manajerial, ukuran perusahaan , leverage, dan profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012.

(4)

ABSTRACK

THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, COMPANY SIZE, LEVERAGE DAN PROFITABILITY ON THE INTEGRITY

OF COMPANY’S FINANCIAL STATEMENT ON MANUFACTURING COMPANIES REGISTED

ON INDONESIA’S STOCK EXCHANGE 201-0-2012 PERIODE.

The purpose of this study was to determine the effect of good coporate governance by managerial ownership, company size, leverage, and profitability for the integrity of financial statements. This research is a quantitative research with a study population by 77 companies listed on the Stock Exchange in 2010-2012. Sample selection was done by using purposive sampling. From 77 manufacturing companies acquired 46 companies sampled. The data used is secondary data.

This study analyzed the relationship between managerial ownership, company sie, leverage and profitabiliry for the integrity of the financial statements. Statistical methods used in this research is descriptive quantitative by using multiple regression method, the classical assumption test, and hypothesis testing.

The result of this study shows that partially managerial ownership and profitability have a significant and positive effect on the integrity of financial statements. While the variable of the company size and leverage, partially don’t have a positive effect but shows a significant effect on the integrity of financial statements. Simultaneously, shows that variable managerial ownership, company size, leverage, and profitability jointly have a positive and significant impact on the integrity of financial statements at companies listed on the Stock Exchange in 2010-2012.

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan dan menyusun Skripsi yang berjudul “PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, DAN PROFITABILITAS TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2012”. Penulis telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi dan doa dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bim bingan, yaitu kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec, Ac, Ak, CA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU.

2. Bapak Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak selaku Ketua Departemen Akuntansi dan Drs. Hotmal Jafar, ,,, Ak selaku sekretaris Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU.

3. Bapak Drs. Firman Syarif, M,Si, Ak selaku Ketua Prodi Studi S-1 Akuntansi dan Dra. Mutia Ismail, MM selaku Sekretaris Program Studi S-1 Akuntansi Fakulltas Ekonomi dan Bisnis USU.

(6)

5. Bapak Drs. M. Zainul Bahri Torong, MSi selaku dosen pembaca/penilai Yng telah memberikan masukan dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.

6. Teristimewa untuk kedua orang tua tecinta ayahanda H.T.Tarmizi Mahmud, dan ibunda saya Hj. Murniati Ahmad serta kakak dan adik penulis Cut Nadya Wulandari dan T.Nuzul Akbar yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat kepada penulis sejak memulai perkuliahan hingga skripsi ini terselesaikan. Dan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari dikarenakan adanya keterbatasan kemampuan dan pengetahuan penulis, skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena itu penulis mohon maaf atas segala kesalahan dan hal-hal yang kurang berkenan di hati pembaca. Kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya skripsi ini di masa yang akan dating.

Akhir kata penulis mengharapkan agar laporan tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis sendiri pada khususnya.

Medan, 2015 Penulis,

(7)

DAFTAR ISI

ABSTRAK... i

ABSTRACT………. ... ii

KATA PENGANTAR ……….. . iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR. ... ix

DAFTAR LAMPIRAN... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Penelitian... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 6

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8

1.3.1. Tujuan Penelitian... 8

1.3.2. Manfaat Penelitian... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA……… 10

2.1. Tinjauan Pustaka... 10

2.1.1. Teori Agency... 10

2.1.2. Good Corporate Governance... 11

2.1.3. Laporan Keuangan dan Jenis Laporan Keuangan… 13 2.1.4. Syarat dan Tujuan Laporan Keuangan... 15

2.1.5. Keterbatasan Laporan Keuangan... 19

2.1.6. Faktor-faktor yang mempengaruhi integritas Laporan Keuangan... 22

2.1.7. Rasio Keuangan dan Jenis Rasio Keuangan... 27

2.1.8. Keunggulan dan Kelemahan Rasio Keuangan... 29

(8)

2.2. Penelitian Terdahulu... 35

2.3. Kerangka Konseptual... 37

2.4. Hipotesis Penelitian... 39

BAB III METODE PENELITIAN………. ... 41

3.1. Jenis Penelitian... 41

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian... 41

3.3. Definisi Operasional... 41

3.4. Skala Pengukuran Variabel... . 43

3.5. Populasi dan Sampel Penelitian... . 43

3.5.1. Populasi... 43

3.5.2. Sampel... 44

3.6. Jenis Data... 47

3.7. Metode Pengumpulan Data…... 48

3.8. Teknik Analisis Data... 48

3.8.1. Regresi Linear Berganda…... 48

3.8.2. Uji Asumsi Klasik…... 49

3.8.2.1. Uji Normalitas... 49

3.8.2.2. Uji Multikolinieritas... 49

3.8.2.3. Uji Heteroskedastisitas... 50

3.8.2.4. Uji Autokorelasi... 50

3.8.3. Uji Hipotesis... 51

3.8.3.1. Uji-t (Uji Parsial)... 51

3.8.3.2. Uji F (Uji Simultan)... 52

3.8.3.3. Uji R2 (Koefisien Determinasi)... 53

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ………. 54

(9)

4.2.1. Uji Asumsi Klasik... 56

4.2.1.1. Uji Normalitas... 56

4.2.1.2. Uji Multikolinieritas... 58

4.2.1.3. Uji Heteroskedastisitas... 59

4.2.1.4. Uji Autokorelasi... 60

4.2.2. Uji Hipotesis... 60

4.2.2.1. Uji Parsial (Uji-t)... 60

4.2.2.2. Uji Simultan (uji-F)... 62

4.2.2.3. Uji Koefisien Determinasi (R2)... 63

4.2.3. Regresi Linear Berganda... 64

4.3. Pembahasan... 67

4.3.1. Pengaruh Kepemilikan Manajerial (X1) terhadap Integritas Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur (Y)... 67

4.3.2. Pengaruh Ukuran perusahaan (X2) terhadap Integritas Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur (Y)... 68

4.3.3. Pengaruh Leverage (X3) terhadap Integritas Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur (Y)... 69

4.3.4. Pengaruh Profitabilitas perusahaan terhadap Integritas Laporan Keuangan perusahaan manufaktur (Y)... 70

4.3.5. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Integritas Laporan Keuangan perusahaan manufaktur...71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……… 73

5.1. Kesimpulan...73

5.2. Saran... 74

DAFTAR PUSTAKA... .. 76

(10)

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

2.1. Ringkasan Penelitian Terdahulu 35

3.1. Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur Terdaftar di BEI

Tahun 2010-2012 45

3.2. Koefisien Determinasi 53

4.1. Statistik Deskriptif dari Kepemilikan, Ukuran, DER, ROE, OPM 54

4.2. Hasil Uji Multikolinieritas 58

4.3. Hasil Uji Autokorelasi 60

4.4. Hasil Uji Parsial (uji t) 61

4.5. Hasil Uji Simultan (uji F) 63

4.6. Hasil Determinasi (R2) 64

(11)

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

2.1. Kerangka Konseptual 37

4.1. Hasil uji Normalitas 57

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

No.Lampiran Judul Halaman 1. Perusahaan yang memenuhi ketiga kriteria sampel 78

2. Pengumpulan data penelitian 81

(13)

ABSTRAK

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE DAN PROFITABILITAS

TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG

TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

2010-2012

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh good corporate governance yang diproksi melalui kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitablitas terhadap integritas laporan keuangan. Jenis pemelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan populasi penelitian adalah 77 perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2010-2012. Dari 77 perusahaan manufaktur diperoleh 46 perusahaan sebagai sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder.

Penelitian ini menganalisis hubungan anatara kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan. Metode statistik yang digunakan dalam penelitin ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kepemilikan manajerial dan profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan, sedangkan variabel ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh secara positif tetapi signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Secara simultan, menunjukkan bahwa secara bersama-sama variable keoemilikan manajerial, ukuran perusahaan , leverage, dan profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2012.

(14)

ABSTRACK

THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, COMPANY SIZE, LEVERAGE DAN PROFITABILITY ON THE INTEGRITY

OF COMPANY’S FINANCIAL STATEMENT ON MANUFACTURING COMPANIES REGISTED

ON INDONESIA’S STOCK EXCHANGE 201-0-2012 PERIODE.

The purpose of this study was to determine the effect of good coporate governance by managerial ownership, company size, leverage, and profitability for the integrity of financial statements. This research is a quantitative research with a study population by 77 companies listed on the Stock Exchange in 2010-2012. Sample selection was done by using purposive sampling. From 77 manufacturing companies acquired 46 companies sampled. The data used is secondary data.

This study analyzed the relationship between managerial ownership, company sie, leverage and profitabiliry for the integrity of the financial statements. Statistical methods used in this research is descriptive quantitative by using multiple regression method, the classical assumption test, and hypothesis testing.

The result of this study shows that partially managerial ownership and profitability have a significant and positive effect on the integrity of financial statements. While the variable of the company size and leverage, partially don’t have a positive effect but shows a significant effect on the integrity of financial statements. Simultaneously, shows that variable managerial ownership, company size, leverage, and profitability jointly have a positive and significant impact on the integrity of financial statements at companies listed on the Stock Exchange in 2010-2012.

(15)

]BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPenelitian

Laporan keuangan merupakan informasi keuangan yang disajikan oleh manajemen sebagai pertanggungjawaban kepada pemilik atau pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan atas pengelolaan aset perusahaan. Sementara itu, para pengguna laporan keuangan mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai sehingga hal ini menjadi bagian yang penting untuk mengambil keputusan yang sifatnya strategis untuk kepentingan di masa mendatang. Informasi keuangan yang disajikan oleh manajemen haruslah memperhatikan ketentuan yang berlaku umum dan dapat diterima oleh pengguna sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan keuangan perusahaan dan memprioritaskan adanya integritas laporan keuangan.

(16)

Corporate governance merupakan sistem yang mengatur hubungan antara dewan komisaris, direksi, dan manajemen agar tercipta keseimbangan dalam pengelolaan perusahaan. Perusahaan yang telah menerapkan

CorporateGovernance dengan baik seharusnya sudah memenuhi prinsip-prinsip

GoodCorporate Governance (GCG) yaitu fairness, transparancy, accountability, danresponsibility. Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip-prinsip GoodCorporate Governance (GCG) tersebut secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan.

Pemahaman teori keagenan mengenai mekanisme kepemilikan manajerial dan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang berbeda-beda dan belum dapat disimpulkan, tetapi pada umumnya terkonsentrasi pada dua ekstrim hasil yang berbeda. Dasar pemikiran pertama menjelaskan bahwa dengan mekanisme kepemilikan manajerial dapat mengurangi permasalahan keagenan dengan menyelaraskan kepentingan pemilik dengan pengelola. Pengelola diberi hak ikut memiliki perusahaan dengan harapan akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Dasar pemikiran kedua menunjukkan bahwa mekanisme manajerial dapat menimbulkan biaya. Pengelola atau manajer yang memiliki wewenang keputusan yang penuh dapat menolak beberapa proyek yang menguntungkan akan, karena mereka dievaluasi lebih berdasar total risiko.

(17)

berkualitas haruslah mampu menyediakan informasi yang relavan, handal, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam setiap pengambilan keputusan ekonomi maupun strategis bagi para penggunanya baik internal maupun eksternal. Informasi yang disajikan pada laporan keuangan juga harus memiliki kriteria andal (reliable).Struktur organisasi yang terdapat di perusahaan lazimnya merupakan konsep yang dibuat dengan tujuan guna meningkatkan kinerja perusahaan melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala terhadap kinerja usaha dan menjamin akuntabilitas kerja manajemen. Stuktur organisasi perusahaan sebaiknya memiliki komite audit yang dapat membantu dewan komisaris dan dewan direksi dalam menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab. Salah satu prinsip dari penerapan Good Corporate Governance yakni adalah akuntabilitas. Akuntabilitas suatu organisasi dapat dilihat kelengkapan laporan keuangan serta susunan laporan keuangan,apakah laporan keuangan tersebut telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang telah ditetapkan. Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntanilitas pengelolaan keuangan perusahaan adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun mengikuti standar yang telah diterima secara umum. Adanya pertanggungjawaban dalambentuk laporan keuangan, maka auditor saat ini mempunyai basis yang baku, handal dan komprehensif dalam melakukan tugas pemeriksaan keuangan dan audit laporan keuangaan.

(18)

perusahaanyang mempunyai tujuan tertentu ingin dicapai. Skandal manipulsi melibatkan beberapa perusahaan besar yang dahulunya mempunyai kualitas audit yang tinggi di Amerika serika seperti Enron, Tyco, Global Crossing dan Worldcom.Dalam kasus manipulasi tersebut, terbukti adanya keterlibatan pihak-pihak dalam, seperti Chief Executive Officer (CEO), komisaris, komite audit, internal auditor, dalam melakukan kecurangan akuntansi. Hal ini menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja perusahaan ditandai dengan turunnya harga saham perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penyajian laba dalam laporn keuangan tidak menunjukkan kondisi ekonomi perusahaan yang sebenarnya sehingga laba yang diharapkan dapat memberikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan menjadi diragukan kualitasnya. Selain itu informasi laba juga membantu pemilik atau pihak lain dalam menaksir earnings power perusahaan di masa yang akan datang. Informasi yang disajikan pada laporan keuangan harus berguna bagi para pengguna yang berkepentingan dengan perusahaan seperti kreditor, investor, dan pemilik, suplier dan pemerintah yang mempunyai tujuan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi atau kredit yang rasional.

(19)

keputusan yang sifatnya strategis di masa mendatang. Informasi akuntansi yang lazimnya tidak mempunyai reability menyebabkan jatuhnya perusahaan-perusahaan raksasa dunia pada awal tahun 2000an akibat dari skandal kasus-kasus hukum yang memanipulasi akuntansi dan melibatkan perusahaan besar, karena melakukan tindakan earnings management dan memunculkan beberapa kasus skandal pelaporan akuntansi yang secara luas. Dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, sistem corporate governance itu sendiri memerlukan pengawasan pemengang saham dan tanggung jawab manajemen.

Selain dari pihak perusahaan, auditor eksternal juga harus turut bertanggung jawab terhadap merebaknya kasus-kasus menipulasi akuntansi seperti ini. Posisi akutan publik sebagai pihak independen yang memberikan opini kewajaran terhadap masyarakat juga mulai banyak dipertanyakan apalagi setelah didukung oleh bukti semakin meningkatnya tuntutan hukum terhadap kantor akuntan. Padahal profesi akuntan mempunya peranan penting dalam penyediaan informasi keuangan yang handal bagi pemerintah, investor, kreditur, pemegang saham, karyawan debitur juga bagi mayarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

(20)

keuangan. Leverage suatu perusahaan dapat diukur dengan membandingkan jumlah aktiva (total asset) disatu pihak dengan jumlah hutang (baik jangka pendek maupun jangka panjang) di pihak lain. Rasio leverage dibagi menjadi dua, yaitu: rasio hutang (debt ratio) dan rasio hutang terhadap ekuitas (debt to equity ratio). Rasio hutang (debt ratio) mengukur besarnya total aktiva yang dibiayai oleh kreditur perusahaan. Rasio hutang (debt ratio) terhadap aktiva mengukur presentase dana yang disediakan oleh kreditur. Sedangkan rasio hutang terhadap ekuitas (debt to equity ratio), DER mengukur perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal pemegang saham perusahaan. Semakin rendah DER, maka semakin tinggi dana yang disediakan oleh pemegang saham.

Faktor profitabilitas perusahaan juga berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, semakin tingginya kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dan semakin baik kinerja perusahaannya. Dengan laba yang tinggi perusahaan memiliki cukup dana untuk mengumpulkan, mengelompokkan, dan mengolah informasi menjadi lebih bermanfaat. Dengan demikian semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka semakin luas tingkat integritas laporan keuangannya. Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dalam kegiatan operasional perusahaan selama satu periode akuntansi.

(21)

Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2012”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi permasalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah kepemilikan manajerial berpengaruh parsial dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012 ?

2. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh parsial dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012 ?

3. Apakah leverage berpengaruh parsial dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012 ?

4. Apakah profitabilitas berpengaruh parsial dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012 ?

(22)

1.3 Tujuan dan Manfaat penelitian 1.3.1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian dilakukan, yaitu :

1. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan signifikan kepemilikan manajerial terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012.

2. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan signifikan ukuran perusahaan terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012.

3. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan signifikan leverage terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012.

4. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan signifikan profitabilitas terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012.

(23)

1.3.2. Manfaat Penelitian

Diharapkan penellitian ini memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan dan praktisi penyelenggara perusahaan dalam memahami kepemilikan manajerial , ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage terkait dengan laporan keuangan sehingga dapat meningkatkan nilai dan pertumbuhan perusahaan.

2. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan serta bukti empiris mengenai karakterisitik elemen-elemen pengaruh good corporate gocernance bagi para akademis maupun praktisi. Serta diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori akuntansi terutama berkaitan dengan konsep konservatisme tekait dengan intgeritas laporan keuangan.

3. Penelitian ini diharapkan dapat memperkarya wawasan dan perspektif bagi investor dan calon investor, untuk mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor, memberikan informasi mengenai kualitas keungan perusahaan sesungguhnya sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

(24)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Teori Agency

Teori keagenan merupakan sebuah teori yang berkaitan denganhubungan principal dengan agent.Teori keagenan ini membuat sebuah modelmengenai suatu hubungan kontraktual antara manajer (agent) dengan pemilik(principal). Principal mendelegasikan suatu tanggung jawab pengambilankeputusan kepada manajer (agent) sesuai dengan kontrak kerja.

Tugas,wewenang, hak dan tanggung jawab agent dan principal diatur dalam kontrakkerja yang didepakati bersama.Dalam kontrak, prinsipal mendelegasikan wewenang kepada agen untuk membuat keputusan, tetapi tidak ada jaminan bahwa agen akan memaksimalkan kepentingan prinsipal. Teori akuntansi positif didasarkan pada proses kontrak atau hubungan keagenan antara manajer dengan kelompok lain. Dengan demikian teori akuntansi positif menggunakan asumsi sebagai berikut : Manajer, investor, kreditor, dan individu lain bersikap rasional dan berusaha memaksimumkan kepuasan.

(25)

(pihak pemegang saham) dapat mengukur, menilai dan sekaligus mengawasi kinerja agen sampai sejauh mana agen telah bertindak untuk memaksimalkan kesejahteraan prinsipal.

Teori keagenan mulai berlaku ketika terjadi hubungan kontraktual antarapemilik modal (principal) dan agent.Principal yang tidak mampu mengelolaperusahaannya sendiri menyerahkan tanggung jawab operasional perusahaannyakepada agent sesuai dengan kontrak kerja.Pihak manajemen sebagai agentbertanggung jawab secara moral dan professional menjalankan perusahaan sebaikmungkin untuk mengoptimalkan operasi dan laba perusahaan. Sebagaiimbalannya, manajer sebagai agen akan memperoleh kompensasi sesuai dengankontrak yang ada. Sementara pihak principal melakukan kontrol terhadap kinerjaagen untuk memastikan modal yang dimiliki dikelola dengan baik. Motifnya tentu

saja agar modal yang telah ditanam berkembang dengan optimal. 2.1.2. Good Corporate Governance

Terdapat banyak definisi tentang Corporate Governance (tata kelolaperusahaan).Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI)

CorporateGovernance didefinisikan sebagai seperangkat peraturan yang

(26)

sekumpulan hubungan antara pihak direksi perusuhaan, komisaris, pemegang saham, dan pihak lain yang memiliki kepentingan dengan perusahaan. Corporate governance mensyaratkan adanya struktur perusahaan, perangkat untuk mencapai tujuan, dan pengawasan atas kinerja. Good corporate governance seharusnya dapat merangsang Komisaris dan Direksi dalam usahanya mencapai tujauan yang merupakan kepentingan perusahaan dan pemegang saham, dan memfasilitasi pengawasan yang efektif, sehingga mendorong perusahaan untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki secara lebih efisien.

Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) (dalam Bukhori, 2012) mendefenisikan Corporate Governance sebagai suatu proses dan struktur yangdigunakan oleh organ perusahaan guna memberikan nilai tambah padaperusahaan secara berkesinambungan dalan jangka panjang bagi pemegangsaham, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakehonders lainnya,berlandaskan peraturan perundang-undangan dan norma yang berlaku.

Good Corporate Governance me-rupakan suatu cara untuk menjamin

(27)

Perusahaan yang telah menerapkan Corporate Governance dengan baik seharus-nya sudah memenuhi prinsip - prinsip Good Corporate Governance (GCG) yaitu fair-ness, transparancy, accountability, dan res-ponsibility. Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip - prinsip GCG tersebut secara konsisten terbukti dapat meningkatkan integritas laporan keuangan (Beasley dalam Citra, 2013).Mekanisme Good corporate gover-nance merupakan suatu aturan main, pro-sedur dan hubungan yang jelas antara pihak yang mengambil keputusan dengan pihak yang melakukan kontrol/pengawasan ter-hadap keputusan tersebut. Mekanisme gover-nance diarahkan untuk menjamin dan me-ngawasi berjalannya sistem governance da-lam sebuah organisasi.

2.1.3. Laporan Keuangan dan Jenis Laporan Keuangan

(28)

meskipun para pengguna laporan keuangan mempunyai kepentingan yang berbeda-beda baik internal maupun eksternal.

Kamaludin dan Indriani (2012:34), “Laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan”.Sementara itu, menurut Fahmi (2012:21), “laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut”.

Harahap (2013:105), “Laporan keuangan (financial statement) adalah suatu daftar yang disusun dengan berpedoman pada prinsip dan kaidah tertentu dengan tujuan memberikan informasi keuangan yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomis”.

Berdasarkan pengertian laporan keuangan dari beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah daftar yang berisi tentang hasil akhir dari kegiatan proses pencatatan atas transaksi keuangan yang terjadi selama tahun (bulanan atau tahunan) sehingga mampu memberikan gambaran informasi keuangan yang terjadi di periode tersebut dengan tujuan dapat digunakan sebagai pedoman pengambilan keputusan oleh para pengguna laporan keuangan yang sifatnya strategis terkait dengan tujuan perolehan laba usaha.

(29)

agar dapat dipahami dengan mudah oleh pengguna laporan keuangan.Sementara itu, laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen lazimnya terdiri dari beberapa laporan yang disesuaikan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku dan diterima secara umum.

Sementara itu menurut Fahmi (2012:22), sebuah laporan keuangan pada umumnya terdiri dari :

1. Laporan neraca 2. Laporan laba rugi

3. Laporan perubahan modal 4. Laporan arus kas

5. Catatan atas laporan keuangan

Dengan demikian laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen haruslah lengkap, handal, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemilik atau pemegang saham dengan tujuan agar dapat memberikan keuntungan bagi kemajuan perusahaan.Namun demikian, tidak semua perusahaan menyajikan laporan keuangan setiap periodenya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku sehingga ini lazimnya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai oleh manajemen.

2.1.4. Syarat dan Tujuan Laporan Keuangan

(30)

sebuah laporan keuangan sehingga pada saat pengambilan keputusan dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal dalam mencapai tujuannya.

Berikut ini ada beberapa syarat penting yang harus dimiliki laporan keuangan oleh Sunyoto (2013:35-36), yaitu :

1. Relevan

Dalam hal ini, relevansi ataupun kesesuaian informasi keuangan harus dilakukan dengan maksud penggunaannya. Apabila informasi keuangan yang disajikan terebut tidak relevan untuk kepentingan dan keperluan pengambilan keputusan, maka informasi tersebut tidak dapat memberikan manfaat dan tidak berguna baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Dapat dimengerti

Dalam hal ini, Informasi keuangan yang disajikan oleh manajemen harus dapat dimengerti oleh penggun laporan keunagan dan dinyatakan dalam bentuk istilah yang mudah disesuaikan dengan lingkup pengertian para pengguna laporan keuangan.

3. Dapat diuji

Dalam hal ini, informasi keuangan harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang objektif maupun independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan agar tujuan yang ingin dicapai dapat dioptimalkan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

(31)

Dalam hal ini, informasi keuangan perusahaan sebaiknya dapat diarahkan pada kebutuhan umum pengguna laporan keunagan dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. Sementara itu, informasi keuangan yang disajikan tidak boleh hanya untuk menguntungkan sebagian phiak dan merugikan pihak lain oleh karena itu laporan keuangan perusahaan haruslah bersikap netral dan wajar.

5. Tepat waktu

Dalam hal ini, informasi keuangan yang disajikan oleh manajemen tepat waktu sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang sifatnya strategis dan menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut sehingga perusahaan mampu bersaing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan kompetitif.

6. Daya banding

Dalam hal ini, informasi keuangan yang disajikan oleh manajemen dapat lebih berguna dengan memiliki daya banding dengan laporan keuangan periode sebelumnya dari perusaahan yang sama maupun perusahaan lainnya pada periode yang sama atau sering disebut rasio industri sejenis. Laporan keuangan yang handal mempunyai daya banding yang baik sehingga kondisi ini dapat menguntungkan aktivitas utama perusahaan di masa mendatang.

7. Lengkap

(32)

kualitattif serta dapat diartikan sebagai pemenuhan standar pengungkapan yang memadai dalam pelaporan keuangan.

Menurut Zain (2008:120), “Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam rangka pengambilan keputusan”. Sedangkan menurut Dharsono dan Azhari (2005:13), tujuan laporan keuangan, yaitu:

1) Untuk mengurangi kesenjangan informasi antara direksi dengan pemilik maupun kreditor yang ada di luar lingkup perusahaan.

2) Sebagai alat pertanggungjawaban.

Laporan keuangan yang disusun, sebagai pertanggungjawaban manajemen pada pemilik terhadap kepercayaan dan wewenang diberikan guna mengelola perusahaan untuk maju dan berkembang baik dari aset maupun laba usaha. 3) Sebagai alat informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan pihak-pihak

yang terkait dengan perusahaan.

Menurut Fahmi (2012 : 25), tujuan pelaporan keuangan yang diungkapkan dalam rangka konseptual, yaitu :

1. Kegunaan (usefulness).

2. Dapat dipahami (understandability). 3. Target investor dan kreditor.

4. Penilaian arus kas masa yang akan datang. 5. Mengevaluasi sumber daya ekonomi. 6. Fokus primer pada laba.

(33)

keuangan meskipun pihak eksternal mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan. Kondisi ini cenderung disebabkan karena pengguna internal mempunyai kepentingan lebih besar dibandingkan dengan pihak eksternal untuk pengambilan keputusan kegiatan usaha di masa mendatang. Adanya perumusan yang jelas dan sistematis atas tujuan laporan keuangan, maka hal ini dapat mempermudah dan memperlancar pelaksanaan untuk menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku secara umum.

2.1.5. Keterbatasan Laporan Keuangan

(34)

karena bila terjadi kesalahan pengambilan keputusan, maka kondisi ini dapat berpengaruh buruk pada kelangsungan usaha perusahaan di masa mendatang.

Menurut Fahmi (2012:28-29), keterbatasan laporan keuangan adalah : 1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian

yang sudah lewat.

2. Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.

3. Proses penyusunan laporan keuangan tidak lepas dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.

4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material.

5. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. 6. Laporan keuangan menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwaa

daripada bentuk hukumnya atau formalitas.

7. Laporan keuangan disusun menggunakan istilah teknis dan pemakai laporan diasumsikan dapat memahami bahasa teknis akuntansi yang sering digunakan dan sifat dari informasi yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

8. Terdapat berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan sehingga dapat menimbulkan variasi untuk pengukuran sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan perusahaan.

9. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan lazimnya diabaikan.

(35)

1. Laporan keuangan merupakan laporan interim dan bukan merupakan laporan final, karena laba rugi rill hanya dapat ditentukan apabila perusahaan dijual atau dilikuidasi.

2. Laporan keuangan ditujukan pada jumlah rupiah yang cenderung pasti. Selain itu, jumlah rupiah ini dapat berbeda apabila dipergunakan standar lain (adanya lebih dari satu standar yang diperkenankan).

3. Neraca dan laporan laba rugi dapat menunjukkan transksi keuangan dari waktu ke waktu.

4. Laporan keuangan tidak memberikan gambaran yang lengkap mengenai keadaan perusahaan.

(36)

2.1.6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Integritas Laporan Keuangan Integritas laporan keuangan me-nunjukkan informasi yang benar, jujur, aku-rat serta bebas dari tindakan atau kegiatan yang dilakukan dan disengaja oleh pihak manajemen perusahaan dalam memanipulasi angka-angka akuntansi yang terdapat dalam laporan keuangan untuk menyesatkan pe-makai laporan keuangan dalam menilai pe-rusahaannya. Penyajian yang wajar men-syaratkan penyajian secara jujur dampak dari transaksi, peristiwa dan kondisi lain sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, laibilitas, pendapatan dan beban yang diatur dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

Berikut ada beberapa pengertian integritas laporan keuangan yang dikutip oleh Oktadella dan Julaikha (2012), sebagai berikut:

a. Mulyadi, mendefinisikan integritas sebagai prinsip moral yang tidakmemihak, jujur, seseorang yang berintegritas tinggi memandang fakta seperti apaadanya dan mengemukakan fakta tersebut seperti apa adanya. b. Mayangsari,mendefinisikan Integritas laporan keuangan adalah sejauh

mana laporan keuangan yang disajikanmenunjukkan informasi yang benar dan jujur.

Sementara itu, menurut Mayangsari (2005), laporan keuangan yang

reliable atauberintegritas dapat dinilai dengan cara penggunaan prinsip

(37)

indentik dengan laporankeuangan yang understate yang resikonya lebih kecil daripada laporan keuanganyang overstate. Laporan keuangan yang memenuhi karakteristik di atas akan lebihreliable karena informasi yang disajikan tersebut tidak menyebabkan ada pihakyang dirugikan. Munculnya praktik konservatisme tersebut karena standar akuntansi yang berlaku menginginkan perusahaan memilih salah satu metode akuntansi yang dirasa paling tepat. Setiap metode akuntansi mempunyai tingkat konservatisme yang berbeda.

Berdasarkan penjelasan di atas, makainformasi akuntansi lazimnya haruslah memiliki manfaat yang lebih besar bila dibandingkan biaya yang dikeluarkan guna memperoleh informasi keuangan tersebut. Berikut ini terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan sehubungan dengan kualitas informasi keuangan yang disajikan pada laporan keuangan oleh Yadiati (2010:59), terdiri dari:

1. Relevan

Pada kondisi ini relevan maksudnya bahwa informasi yang disajikan manajemen dapat membantu dan mempengaruhi guna proses pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan sesuai dengan tujuan masing-masing. Informasi yang relevan sebaiknya mempunyai:

a. Feed back (nilai umpan balik), maksudnya informasi yang dihasilkan

harus dapat digunakan untuk mengoreksi harapan sebelumnya.

(38)

c. Timeliness, artinya informasi harus disajikan tepat waktu sesuai kebutuhan pada saatpengambilan keputusan. .

2. Reliability (dapat diandalkan)

Informasi yang disajikan harus bebas dari kesalahan dan ataupun penyimpangan, serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Informasi tersebut harus dapat memberikan keyakinan bahwa informasi tersebut harus valid dan benar. Berikut ini penjelasannya yaitu:

a. Verifiability, informasi tersebut dapat diuji kebenarannya dan diperiksa secara independen atas kebenaran informasi tersebut.

b. Representation faithfulness, informasi yang disajikan harus dapat

menggambarkan kondisi atau keadaan yang sebenarnya serta memiliki tingkat kewajaran yang cukup tinggi.

c. Neutrality, informasi yang disajikan tidak memihak artinya tidak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perilaku pemakai tertentu melainkan ditujukan untuk kepentingan semua pihak.

3. Comparability, informasi yang disajikan harus dapat diperbandingkan. Dalam hal ini informasi dapat diperbandingkan bila menggunakan metode pengukuran dan prosedur akuntansi yang sama, sehingga tujuan uniformity dapat dicapai.

4. Materiality (materialitas)

(39)

rupiah, ataupun objeknya), maka akan menimbulkan kesalahan dan menyesatkan dalam penyajian laporan keuangan tersebut (misstatement)

5. Conservatisme (konservatif)

Pada prinsip ini konservatif adalah sebuah sikap kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian oleh bisnis tertentu dengan mencoba mengurangi resiko yang mungkin dapat terjadi di masa mendatang.

Sementara itu, Sunyoto (2013:11-12), syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh laporan keuangan yang mempunyai kualitas informasi yang bagus, yaitu: 1. Relevan

Relevansi atau kesesuaian informasi harus dikaitkan dengan maksud penggunaannya. Apabila informasi keuangantidak relevan untuk keperluan para pengambil keputusan, informasi demikian tidak akan ada gunanya, betapun syarat-syarat lainnya dipenuhi.

2. Dapat dimengerti

Pada kondisi ini, informasikeuangan yang disajikan manajemen harus dapat dimengerti oleh penggunanya dan dinyatakan dalam bentuk maupun istilah yang dapat disesuaikan dengan lingkup pengertian pemakainya.

3. Daya uji

(40)

diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independen dengan menerapkan metode pengukuran yang sama.

4. Netral

Pada kondisi ini informasi keuangan harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan tidak tergantung pada kebutuhan dan keinginan untuk pihak tertentu. Sementara itu , tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi keuangan yang hanya menguntungkan beberapa pihak saja, sedangkan disi sisin lain hal tersebut dapat merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

5. Tepat waktu

Dalam hal informasi harus disampaikan seawal mungkin hingga dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertunda pengambilan keputusan-keputusan tersebut.

6. Daya banding

(41)

dianut, jika prinsip yang baru tersebut dianggap lebih baik. Selainjutnya sifat dan pengaruhnya serta alasan dilakukan perubahan harus diungkapkan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya perubahan.

7. Lengkap

Dalam hal ini, informasi akuntansi yang lengkap meliputi semua data akuntansi keuangan yang dapat memenuhi enam tujuan kuantitatif persyaratan di atas atau dapat diartikan sebagai pemenuhan standar pengungkapan yang memadai dalam pelaporan keuangan. Untuk itu, harus terdapat klasifikasi, susunan serta istilah yang layak dalam laporan keuangan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen mencakup informasi keuangan yang dibutuhkan para pengguna laporan keuangan untuk tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Untuk itu, manajemen harus mengetahui dan memahami hal-hal penting yang mendukung kualitas pelaporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum di Indonesia. Dengan demikian, informasi keuangan yang disajikan pada laporan keuangan dapat memberikan informasi keuangan yang sesuai dibutuhkan oleh para pengguna dalam mencapai tujuannya.

2.1.7. Rasio Keuangan dan Jenis Rasio Keuangan

(42)

baik dari segi aset, hutang (leverage), profitabilitas, likuiditas dan lainnya.Perubahan yang terjadi pada rasio keuangan perusahaan dari satu periode dengan periode sebelumnya dapat menunjukkan perubahan kondisi keuangan perusahaan apakah terjadi peningkatan atau penurunan.

Menurut Fahmi (2012:49), “rasio keuangan adalah suatu kajian yang melihat perbandingan antara jumlah-jumlah yang terdapat pada laporan keuangan dengan mempergunakan formula-formula yang dapat dianggap representatif untuk diterapkan”.

Sedangkan menurut Kamaludin dan Indriani (2012:40), “rasio keuangan merupakan rasio yang dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan atau membantu untuk mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan lapran keuangan perusahaan”.

(43)

2.1.8. Keunggulan dan Kelemahan Rasio Keuangan

Bagi perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek, penyajian laporan keuangan perusahaan menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi serta mencakup rasio keuangan. Dengan adanya rasio keuangan tersebut, maka para pengguna berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan dapat mengetahui kondisi perkembangan atau penurunan keuangan perusahaan selama beberapa periode.Informasi yang diperoleh dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan meskipun bukan satu-satunya sumber informasi yang dijadikan patokan untuk mengambil keputusan.Oleh sebab itu, para pengguna juga perlu mengetahui keunggulan maupun keterbatasan yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan sehingga dapat diambil kebijakan yang lebih baik.

Menurut Fahmi (2012:51), berikut keunggulan dan kelemahan rasio keuangan sebagai berikut :

a. Keunggulan rasio keuangan, terdiri dari :

1. Rasio, yaitu angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.

2. Analisis rasio keuangan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan di laporan keuangan yang lebih rinci dan rumit.

3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.

(44)

6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain ataupun mengetahui perkembangan perusahaan secara berkesinambungan. 7. Lebih mudah melihat trend perusahaan dan juga serta melakukan prediksi

di masa mendatang .

b. Kelemahan analisa rasio keuangan, terdiri dari :

1. Pengguna rasio keuangan memberikan pengukuran yang relatif terhadap kondisi perusahaan, dimana rasio keuangan bukanlah merupakan kriteria mutlak.

2. Analisis rasio keuangan hanya dapat dijadikan sebagai dasar peringat awal dan bukan merupakan kesimpulan akhir.

3. Setiap data yang diperoleh yang dipergunakan untuk menganalisis bersumber dari laporan keuangan perusahaan.

4. Pengukuran rasio keuangan banyak bersifat artifisial. Dalam hal ini perhitungan rasio keuangan dilakukan oleh manusia, dan setiap pengguna laporan keuangan mempunyai pandangan yang berbeda dalam menempatkan ukuran dan justifikasi dipergunakannya rasio tersebut.

(45)

akandiambil lazimnya bersifat jangka panjang dan sifatnya strategis sehingga diharapkan agar kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diminimalkan sedemikian rupa.

Hal penting yang perlu dilakukan sehubungan dengan rasio keuangan sebaiknya diprioritas secara konsisten dan berkesinambungan agar hal ini menjadi bagian yang tidak terlewatkan dalam pengumpulan informasi keuangan dari sumber internal dan eksternal. Dengan demikian manajemen sebagai pihak internal dan pihak eksternal dapat mensinergikan tujuan yang sama hendak dicapai untuk kepentingan bersama.

2.1.9. Ukuran Perusahaan

(46)

jika ukuran perusahaan meningkat. Hal ini didasarkan para argumentasi bahwa semakin banyak informasi tersedia mengenai aktivitas perusahaan besar, semakin mudah bagi pasar untuk menginterpretasikan informasi yang terdapat pada laporan keuangan.

2.1.10. Rasio Leverage (Solvabilitas)

Solvabilitas lazimnya menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban perusahaan yang mencakup hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang baik perusahaan yang masih berjalan maupun dalam keadaan dilikuidasi atau dibubarkan. Sementara itu, disisi lain kondisi keuangan yang baik dalam jangka pendek tidak menjamin adanya kondisi keuangan yang baik juga dalam jangka panjang. Perusahaan yang mempunyai kemampuan likudiitas yang baik belum tentu memiliki kemampuan solvabilitas yang baik pula, hal ini umumnya dapat disebabkan oleh beberapa hal baik kondisi internal maupun eksternal perusahaan.Perusahaan yang mampu menjaga dan mempertahankan kondisi keuangan secara solvabilitas dengan baik dan konsisten maka hal ini menunjukkan kemampuan manajemen untuk mengelola aset yang dimiliki secara efektif dan efisien bagi kepentingan manajemen baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut ini ada rasio solvabilitas (Sunyoto, 2013:104), yang digunakan yaitu

1. Rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang

(47)

aktiva tetap.Dalam hal ini, semakin tinggi rasio ini, maka semakin besar jaminan dan kreditur dalam jangka panjang semakin aman atau terjamin dan semakin besar kemampuan perusahaan untuk mencari pinjaman. Berikut ini rumus rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang, yaitu:

2.1.11. Profitabilitas

Aktivitas usaha yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan saat ini mempunyai tujuan yang ingin dicapai yakni perolehan laba usaha sesuaiyang diharapkan atas investasi yang dilakukan pemilik atau pemegang saham pada perusahaan. Dalam hal ini besar kecil investasi yang dilakukan disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal.Akan tetapi, setiap investasi yang telah dilakukan, lazimnya pemilik atau pemegang saham mengharapkan agar dapat memperoleh pengembalian atas investasi tersebut dalam bentuk laba usaha yang dibagikan setiap tahun sehingga keuntungan bagi pemilik tersebut menjadi salah satu indikator atas keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya.

Sementara itu, integritas laporan keuangan perusahaan lazimnya diukur dari kemampuan manajemen dalam mengelola aset yang dimiliki secara produktif agar dapat memberikan keuntungan bagi perkembangan kegiatan usaha. Perusahaan yang mempunyai kemampuan menghasilkan laba usaha setiap periode

Aktiva Tetap

(48)

profitabilitas. Profitabilitas merupakan salah satu gambaran guna mengukur efektivitas manajemen yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dan hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Hal ini dapat dilihat dari rasio profitabilitas, dimana semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. Rasio profitabilitas secara umum dapat dibagi atas oleh Fahmi (2014:164), yaitu:

1. Operating profit margin (OPM)

Rasio operatingprofit margin merupakan margin laba kotor. Rasio margin laba kotor menggambarkan hubungan antara penjualan dan beban pokok penjualan, mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk mengendalikan biaya persediaan atau biaya operasi barang maupun untuk meneruskan kenaikan harga lewat penjualan kepada pelanggan. Adapun rumus rasio operating profit margin, yaitu :

2. Return on Equity (ROE)

Rasio return on equity mengkaji sejauh mana perusahaan menggunakan segala sumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas. Berikut ini rumus return on equity, yaitu:

Sales - Cost of good sold

Operating profit margin = ______________________ x 100%

Sales

Earning After Tax

(49)

2.2. Penelitian Terdahulu

Integritas laporan keuangan telah menjadi issue yang banyak didiskusikan dan dikaji secara ilmiah. Penelitian yang menganalisis hubungan anatara

corporate governance dengan integritas laporan keuangan masih sedikit

[image:49.595.118.566.342.748.2]

ditemukan. Meskipun demikian, penelitian dengan fokus tersebut mempengaruhi tigkat kepercayaan masyarakat. Beberapa perbedaan penelitian tentang corporate governance disajikan dalam tabel dibawah ini:

Tabel 2.1

Ringkasan Penelitian Terdahulu

No Nama

Peneliti

Variabel peneltian Hasil penelitian

1 Oktadella & Zulaikha (2012)

Variabel dependen : Integritas laporan keuangan

Variabel dependen: Corporate Governance Sampel dan populasi : perusahaan terdaftar di BEI periode 2007-2009

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, komite audit dan kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Sedangkan variabel profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan mnejadi variabel kontrol berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan.

2 Levana Dhia Prawati (2010)

Variabel dependen : Kinerja perusahan Variabel independen : Kepemilikan manajerial dan resiko

(50)

Tingkat leverage secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan baik dilingkungan stabil dan tidak stabil.

3 Nesia Elva Citra (2013)

Variabel dependen : integritas laporan keuangan.

Variabel independen : Good Corporate Governance dan Kualitas audit.

Sampel dan populasi : BUMN di Kota Padang

Hasil penelitian membuktikan bahwa mekanisme good corporate governance tidak berpengaruh pada integritas laporan keuangan dimana nilai sig 0,057 > 0,05 dan nilai thitung < ttabel yaitu

-1,963< 1,681 (H1 ditolak). Kualitas audit

berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan dimana nilai sig 0,005 < 0,05 dan nilai thitung> ttabel yatiu 3,009>

1,681 (H2 diterima)

4 Ida Ayu Sri Gayatri & I Dewa Gede Dharma

Suputra (2013)

Variabel dependen : Integritas Laporan Keuangan

Variabel independen: Corporate Governance, Ukuran perusahaan, Leverage.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme corporate governance yaitu komisaris independen, komite audit berpengaruh positif dan signifikan, namun kepemilikan institusional tidak signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Sementara itu, ukuran perusahaan dan leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan.

5 Jama’an (2008)

Variabel dependen: Integritas laporan keuangan.

Variabel Independen : Kepemilikan institusional, Komisaris Independen, Komite Audit, Kualitas kantor akuntan publik.

Penelitian ini menemukan bahwa mekanisme corporate governance ( kepemilikan institusional, komisaris independen, dan komite audit) mempunyai hbungan yang signifikan terhadap integritas laporan keuangan.

(51)

Ukuran perusahaan, Leverage. Sementara itu, peneliti melakukan penelitian dimana variabel independen yaitu integritas laporan keuangan, sedangkan variabel dependen terdiri GoodCorporate Governance, ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas. Dengan demikian, persamaan antara penelitian terdahulu dan peneliti yaitu variabel independen yakni integritas laporan keuangan, sedangkan variabel dependen terdiri dari GoodCorporate Governance, ukuran perusahaaan dan leverage.Sedangkan perbedaan variabel dependen antara penelitian terdahulu dan peneliti terletak pada variabel profitabilitas.

2.3 Kerangka Konseptual

Berdaasrkan uraian teoritas dan latar belakang penelitian di atas, berikut ini dapat disajikan kerangka konseptual penelitian ini, yaitu:

H1

H2

H3

H4 Ukuran perusahaan

(X2)

Leverage (X3)

Profitabilitas (X4)

Kepemilikian manajerial (X1)

Integritas Laporan Keuangan

[image:51.595.95.546.440.730.2]
(52)

Kerangka Konseptual

Dalam penelitian ini variabel yang dianalisis adalah pengaruh good corporate governance, ukuran perusahaan, profitabilitas, serta leverage sebagai variabel independen dan integritas laporan keuangan sebagai variabel dependen.Adanya keikutsertaan manajemen dalam pengambilan keputusan perusahaan dapat memotivasi manajemen dalam meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat tercapai kinerja perusahaan yang diharapkan dan meningkatkan integritas laporan keuangan.

(53)

profit yang memuaskan maka perusahaan akan semakin bebas untuk mengerjakan tanggung jawabnya terhadap piihak yang berkepentingan dan dalam perusahaan maupun pihak eksternal seperti masyarakta dan para konsumen .

Rasio leverage dalam suatu perusahaan merupakan hal yang penting. Di dalam nilai yang terkandung Debt to equity ratio kita dapat melihat bauran dana perusahaan, berapa besarnya dana yang diperoleh dari pemilik (ekuitas) dan berapa dana yang diperoleh dari pinjaman (hutang). Semakin tinggi nilai hutang di dalam sebuah perusahaan maka tanggung jawab perusahaan untuk neyelesaikan kewajiban semakin besar.

2.4 Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan preposisi yang dirumsukan dengan maksud untuk diuji secara empiris. Preposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji kebenarannya mengenai konsep yang menjelaskan atau memprediksi norma-norma. Berdasarkan uraian teoritis dan kerangka konseptual diatas, maka hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H1: Kepemeilikan Manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap integritas laporan keuangan perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012.

(54)

H4: Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur terdaftar di BEI tahun 2010-2012. H5: Kepemeilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage dan profitabilitas

(55)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu metode untuk menguji teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel penelitian. Variabel ini diukur menggunakan instrumen penelitian, sehingga data yang terdiri dari angka atau rasio dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik (Noor, 2012:38).

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan para perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012 yang diperoleh dari internet sedangkan waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret s.d Mei 2015. 3.3. Definisi Operasional

Berikut ini disajikan definisi operasional dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, yaitu:

1. Variabel Dependen

(56)

sehingga memungkinkan pengguna infor-masi akuntansi bergantung pada informasi tersebut. Oleh karena itu, informasi yang memiliki integritas yang tinggi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan pembaca laporan keuangan untuk membantu membuat keputusan.

2. Variabel Independen a. Kepemilikan manajerial

Kepemilikan manajerial merupakan persentase saham yang dimiliki oleh manjemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan yang meliputi komisaris direksi. kepemilikan saham oleh perusahaan merupakan mekanisme yang dapat digunakan agar pengelola melakukan aktivitas sesuai dengn kepentingan pemilik perusahaan. persentase kepemilikan saham ini merupakan persentase saham yang dimiliki oeleh manajemen.

b. Ukuran perusahaan

Ukuran perusahaan merupakan salah satu variabel penting dalam pengelolaan perusahaan.Ukuran perusahaan mencerminkan seberapa besar asettotal yang dimiliki perusahaan. Total asset yang dimiliki perusahaanmenggambarkan permodalan, serta hak dan kewajiban yang dimilikinya.

c. Leverage

(57)

jangka pendek dan hutang jangka panjang baik perusahaan yang masih berjalan maupun dalam keadaan dilikuidasi atau dibubarkan

d. Profitabilitas

Profitabilitas umumnya menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba usaha selama satu periode akuntansi (bulanan dan tahunan).Perusahaan yang mampu memperoleh laba usaha menunjukkan kemampuan manajemen untuk mengolah aset dimiliki secara efektif dan efisien bagi perkembangan perusahaan.

3.4. Skala Pengukuran Variabel

Pada penelitian yang dilakukan, peneliti menggunakan skala pengukuran atas variabel penelitian yaitu rasio. Berikut ini skala pengukuran yang digunakan peneliti atas variabel penelitian, yaitu :

a. Kepemilikan manajerial menggunakan skala total aset yang dimiliki. b. Integritas laporan mengunakan rasio netprofit margin (OPM). c. Ukuran perusahaan menggunakan total pendapatan yang dimiliki

perusahaan manufaktur.

d. Leverage menggunakan rasio debt to equity (DER). e. Profitabilitas menggunakan rasio return on equity (ROE). 3.5. Populasi dan Sampel penelitian

3.5.1.Populasi

(58)

3.5.2. Sampel

Martono (2010:65), ”Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti”. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel perusahaan selama periode penelitian berdasarkan kriteria tertentu. Adapun tujuan dari metode ini adalah untuk mendapatkan representatif sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Berikut ini adalah tabel proses pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah : 1. Perusahaan yang secara terdaftar secara berturut-turut di BEI dari tahun

2010 – 2012.

2. Perusahaan manufaktur yang menyajikan laporan keuangan dari tahun 2010-2012.

3. Perusahaan manufaktur yang mempunyai rasio keuangan bernilai positif (net profit margin, total aset yang dimiliki, total pendapatan yang dimiliki, debt to equity dan return on equity) sesuai dengan variabel penelitian yang dilakukan.

(59)
[image:59.595.113.480.180.687.2]

Tabel 3.1

Daftar Populasi dan Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Terdaftar

di BEI Tahun 2010-2012

No Kode Nama perusahaan

Kriteria Sampel Jumlah

1

2

3 Sampel 1 AKKU Alam Karya Unggul Tbk. v - v -

2 AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk. v v v 1

3 ALDO Alkindo Naratama Tbk - v v -

4 ALKA Alakasa Industrindo Tbk v v v 2

5 ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk. v v - -

6 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk v v v 3

7 APLI Asiaplast Industries Tbk. v - v -

8 ARNA Arwana Citramulia Tbk v v v 4

9 BAJA Saranacentral Bajatama Tbk - v v -

10 BATA Sepatu Bata Tbk v v v 5

11 BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk. v v v 6

12 BRNA Berlina Tbk. v v v 7

13 BTON Betonjaya Manunggal Tbk. v v v 8

14 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk v v v 9

15 CTBN Citra Tubindo Tbk v v v 10

16 DVLA Darya-Varia Laboratoria Tbk v - v -

17 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk v v v 11

18 FPNI Titan Kimia Nusantara Tbk. v v - -

19 GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk v v v 12

20 GGRM Gudang Garam Tbk v v v 13

21 HMSP HM Sampoerna Tbk v v v 14

22 IGAR Champion Pacific Indonesia Tbk v v v 15

23 IKAI Intikeramik Alamasri Industri Tbk - v v -

24 IKBI Sumi Indo Kabel Tbk. v v v 16

25 INAF Indofarma (Persero) Tbk v - v -

26 INAI Indal Aluminium Industry Tbk. v v v 17

27 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk v v v 18

28 INRU Toba Pulp Lestari Tbk v v - -

29 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk v v v 19

30 IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk v v v 20

31 JECC Jembo Cable Company Tbk v v - -

(60)

Lanjutan Tabel 3.1

Daftar Populasi dan Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Terdaftar

di BEI Tahun 2010-2012

No Kode Nama perusahaan

Kriteria

Sampel Jumlah

1

2

3 Sampel 33 JPFA JAPFA Comfeed Indonesia Tbk v v v 21

34 JPRS Jaya Pari Steel Tbk v v v 22

35 KAEF Kimia Farma (Persero) Tbk v v v 23

36 KBLM Kabelindo Murni Tbk. v - v -

37 KBLI KMI Wire and Cable Tbk v v v 24

38 KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk. v v - -

,39 KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk v v v 25

40 KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk v v v 26

41 KICI Kedaung Indah Can Tbk v - v -

42 KLBF KALBE FARMA TBK v v v 27

43 KRAS Krakatau Steel (Persero) Tbk v v - -

44 LION Lion Metal Works Tbk v v v 28

45 LMPI Langgeng Makmur Industri Tbk v - v -

46 LMSH Lionmesh Prima Tbk v v v 29

47 MAIN Malindo Feedmill Tbk v v v 30

48 MBTO Martina Berto Tbk - v v -

49 MERK Merck Tbk. v v v 31

50 MLIA Mulia Industrindo Tbk v v - -

51 MRAT Mustika Ratu Tbk v v v 32

52 NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk. v v v 33

53 PICO Pelangi Indah Canindo Tbk v - v -

54 PYFA Pyridam Farma Tbk v v v 34

55 RMBA Bentoel Internasional Investama Tbk v v v 35

56 SAIP Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk - v v -

57 SCCO Supreme Cable & Commerce Tbk v v v 36

58 SCPI Schering Plough Indonesia Tbk v - v -

59 SIAP Sekawan Intipratama Tbk v v v 37

60 SIMA Siwani Makmur Tbk v v - -

61 SIPD Sierad Produce Tbk. v v v 38

62 SMCB Holcim Indonesia Tbk v - v -

63 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk v v v 39

64 SPMA Suparma Tbk. v v v 40

(61)

Lanjutan Tabel 3.1

Daftar Populasi dan Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Terdaftar di BEI

Tahun 2010-2012

No Kode Nama perusahaan

Kriteria Sampel Jumlah

1

2

3 Sampel 66 SULI Sumalindo Lestari Jaya Tbk v v v 41

67 TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk v v - -

68 TCID Mandom Indonesia Tbk v v v 42

69 TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk v - v -

70 TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk v v v 43

71 TOTO Surya Toto Indonesia Tbk. v v - -

72 TRST Trias Sentosa Tbk v v v 44

73 TSPC Tempo Scan Pacific Tbk v - v -

74 VOKS Voksel Electric Tbk v v v 45

75 UNVR Unilever Indonesia Tbk. v v - -

76 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk. v - v -

77 YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk v v v 46

Sumber : www.idx.co.id (2014)

3.6. Jenis Data

Pada penelitian yang dilakukan, jenis data yang digunakan data kuantitatif, time serise dan. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen, publikasi yang sudah dalam bentuk jadi atau data yang diperoleh melalui bahan kepustakaan (Soewadji, 2012:147). Pada penelitian ini, data sekunder diperoleh dari rasio keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012 yang dipublikasikan oleh lembaga BEI.

3.7. Metode Pengumpulan Data

(62)

3.8. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini, adapun teknik analisis data penelitian yang digunakan peneliti yaitu :

3.8.1. Regresi Linear Berganda

Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan menggunakan SPSS sebagai pengolahan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan model yang digunakan dalam regresi linear berganda, yaitu :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4+ e Dimana : Y = Integritas laporan keuangan

X1 = Kepemilikan manajerial X2 = Ukuran Perusahaan X3 = Leverage

X4 = Profitabilitas a = Konstanta b1,b2,b3,b4 = Koefisien Regresi

e = Standar error

3.8.2. Uji Asumsi Klasik

Gambar

Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1
Tabel 3.1 Daftar Populasi dan Sampel  Penelitian
Tabel 3.2 Koefisien Determinasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa variabel free cash flow, kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan dan profitabilitas secara simultan

Efek Ukuran Perusahaan, Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Tingkat Intensitas Perataan Laba Pada Industri Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia,

1 Debora Variabel Secara parsial likuiditas berpengaruh (2014) Independen: terhadap profitabilitas, sedangkan Liquidity, working perputaran modal kerja

1 Debora Variabel Secara parsial likuiditas berpengaruh (2014) Independen: terhadap profitabilitas, sedangkan Liquidity, working perputaran modal kerja

pengungkapan tanggung jawab sosial pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di. Bursa Efek Indonesia baik secara simultan

Leverage, dan Corporate Governance terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri

Koefisien regresi biaya promosi sebesar 0.406292 menunjukkan bahwa setiap terjadinya peningkatan biaya promosi sebesar satu satuan dengan asumsi variabel lain bernilai tetap,

Tabel 4.8 diatas dapat dlihat bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,189 yang artinya variabel profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan ukuran KAP berpengaruh