METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian adalah penelitian asosiatif yang tujuannya untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini menguraikan pengaruh debt to equity ratio, ukuran perusahaan, dan leverage operasi terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2011 sampai dengan tahun 2013.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
a. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui media internet dengan situs
b. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan sejak bulan Maret 2015 sampai dengan bulan Juni 2015.
3.3 Batasan Operasional
Adapun yang menjadi batasan operasional dalam penelitian ini agar tidak menyimpang dari pembahasan adalah sebagai berikut:
a. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2013.
25 b. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a) Variabel bebas (independent variable), yaitu debt to equity ratio, ukuran perusahaan, dan leverage operasi.
b) Variabel terikat (dependent variable), yaitu Profitabilitas (ROA) pada perusahaan manufaktur di Indonesia.
c. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari annual report
perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2013.
3.4 Definisi Operasional
Variabel adalah sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai (Kuncoro, 2009:49). Definisi operasional variabel diperlukan untuk menjelaskan variabel yang sudah didefinisikan sebagai upaya pemahaman penelitian. Definisi variabel yang diteliti adalah sebagai berikut:
a. Variabel Dependen (Y)
Menurut (Kuncoro, 2009:50) variabel dependen adalah variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah pengamatan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dan merupakan variabel dependen adalah Profitabilitas.
Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return on Asset (ROA). ROA mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba. Rasio ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva)
26 yang dimilikinya. Rumus yang digunakan untuk menghitung ROA adalah (Prastowo dan Julianti, 2005:91):
���=Laba Bersih Total Asset
b. Variabel Independen (X)
Menurut (Kuncoro, 2009:49) variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan yang positif ataupun yang negatif bagi variabel dependen.
1. Debt to Equity Ratio (DER) (X1)
DER dihitung dengan membagi total hutang dengan total modal (Prastowo dan Julianty, 2005: 89):
��� =Total Hutang Total Modal
2. Ukuran Perusahaan (X2)
Ukuran perusahaan dapat diukur dengan beberapa cara, antara lain total aktiva, total penjualan, dan jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan (Purwanto, 2004). Pada penelitian ini ukuran perusahaan diproksikan dengan log natural total asset.
Size = Ln TA 3. Leverage Operasi(X3)
Leverage operasi perusahaan diukur dengan menggunakan degree of operating leverage (DOL) (Harjito dan Martono, 2008: 297).
27 �OL = % Perubahan EBIT
% Perubahan Penjualan
3.5 Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia pada periode 2011 hingga 2013, dengan jumlah 79 (tujuh puluh sembilan) emiten. Pengambilan sampel di dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan didasarkan pada kriteria tertentu dimana kriteria tersebut harus dipenuhi oleh sampel guna mendapatkan sampel yang representatif. Kriteria perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dan menerbitkan laporan keuangan dari tahun 2011 hingga 2013. Perusahaan manufaktur dipilih sebagai sampel karena profitabilitas ditemukan lebih banyak dilakukan oleh perusahaan manufaktur.
2. Perusahaan yang tidak delisting serta tidak melakukan merger dan akuisisi pada kurun waktu tahun 2011 hingga 2013.
3. Perusahaan yang tidak mengalami rugi selama kurun waktu 2011 hingga 2013. Proses pemilihan sampel secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut ini.
28
Tabel 3.1 Pemilihan Sampel
Keterangan Jumlah
Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 128 Perusahaan manufaktur yang tidak melaporkan laporan keuangan tahunan (1)
Perusahaan manufaktur yang delisting (1)
Perusahaan manufktur yang mengalami akuisisi (1) Perusahaan manufaktur yang mengalami kerugian (46)
Jumlah sampel 79
Berdasarkan kriteria pengambilan sampel tersebut, akhirnya diperoleh 79 (tujuh puluh sembilan) perusahaan manufaktur yang memenuhi kriteria sebagai sampel dalam penelitian ini. Adapun nama-nama perusahaan yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut ini:
Tabel 3.2 Sampel Penelitian
No Nama Perusahaan
1 PT Akasha Wira International Tbk
2 PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
3 PT Argha Karya Prima Industry Tbk
4 PT Alkindo Naratama Tbk
5 PT Alumindo Light Metal industry
6 PT Asahimas Flat Glass Tbk
7 PT Asiaplast Indutries
8 PT Arwana Citra Mulia
9 PT Astra International
10 PT Astra Otopats
11 PT Sepatu Bata
12 PT Indo Kordsa Tbk
29
Lanjutan Tabel 3.2 Sampel Penelitian
No Nama Perusahaan
16 PT Charoen Popkhand Indonesia Tbk
17 PT Citra Tubindo Tbk
18 PT Delta Djakarta Tbk
19 PT Darya Varia Laboratoria Tbk
20 PT Ekadharma International Tbk
21 PT Eratex Jaya Tbk
22 Eterindo Wahanatama Tbk 23 PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk 24 PT Goodyear Indonesia Tbk
25 PT Gudang Garam indonesia Tbk
26 PT Gajah Tunggal Tbk
27 PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
28 PT Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk
29 PT Champion Pacific Indonesia Tbk
30 PT Indal Aluminium Industry Tbk
31 PT Indofood Sukses Makmur Tbk
32 PT Indo Rama Synthetic Tbk
33 PT Indospring Tbk
34 PT Indah Kiat Pulp And Paper Tbk
35 PT Indo Semen Tunggal Perkasa Tbk
36 PT Jembo Cable Company Tbk
37 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
38 PT Jaya Pari Steel Tbk
39 PT Kimia Farma
40 PT Kmi Wire And Cable Tbk
41 PT Kabelindo Murni Tbk
42 Kedawung Setia Industrial Tbk
43 PT Kedaung Indah Can Tbk
44 PT Kalbe Farma
45 PT Lion Metal Works Tbk
46 PT Lionmesh Prima Tbk 48 PT Malindo Feedmill Tbk
30
Lanjutan Tabel 3.2 Sampel Penelitian
No Nama Perusahaan
49 PT Multistrada Arah Sarana Tbk
50 PT Martina Berto Tbk
51 PT Merck Tbk
52 PT Multi BintAng Indonesia Tbk
53 PT Mayora Indah Tbk
54 PT Nippres Tbk
55 PT Pan Brothers Tbk
56 PT Pelangi Indah Canindo Tbk
57 PT Prima Alloy Steel Universal Tbk
58 PT Pyramid Farma Tbk
59 PT Ricky Putra Globalindo Tbk
60 PT Nippon Indosari Corpindo Tbk
61 PT Supleme Cable Manufacturing Tbk
62 PT Sierad Produce Tbk 63 PT Sekar Laut Tbk 64 PT Holcim Indonesia Tbk 65 PT Semen Indonesia Tbk 66 PT Selamat Sempurna Tbk 67 PT Indoacidatama Tbk 68 PT Siantar Top Tbk 69 PT Mandom Indonesia Tbk 70 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 71 PT Surya Toto Indonesia Tbk
72 PT Trias Sentosa Tbk
73 PT Tempo Scan Pacific Tbk
74 PT Ultrajaya Milk Industry Tbk
75 PT unggul Indah Cahaya Tbk
76 PT Nusantara Inti Corpora Tbk
77 PT Unilever Tbk
78 PT Voksel Electric Tbk
79 PT Yanaprima Hastapersada Tbk Sumber:IDX
31
3.6 Jenis Data
Data dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder dimana data tersebut adalah data perusahaan manufaktur yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013.
1. Total Aktiva tahun 2011-2013 2. Laba Bersih tahun 2011-2013 3. Penjualan bersih 2011-2013 4. Total Hutang 2011-2013 5. Total Modal 2011-2013 6. Laba Operasi 2011-2013
3.6 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data pendukung berupa buku-buku referensi untuk mendapatkan gambaran tentang masalah yang diteliti, jurnal, serta laporan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia.
3.8 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data-data yang telah dikumpulkan dalam penelitian ini adalah:
32
3.8.1 Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif adalah suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan, diklasifikasikan, dianalisis, dan diinterpretasikan secara objektif sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai topik yang dibahas. Statistik deskriptif memberikan gambaran dari fenomena atau karakteristik dari data. Karakteristik data yang digambarkan adalah karakteristik distribusinya (Jogiyanto, 2004:163).
3.8.2 Analisis Regresi Berganda
Pengujian terhadap hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksi melalui variabel independen secara individual. Analisis regresi linear berganda ditujukan untuk menentukan hubungan linier antara beberapa variabel bebas yang disebut dan seterusnya dengan variabel terikat yang disebut Y (Situmorang dan Lufti, 2014:166).
Adapun persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Keterangan:
Y = Profitabilitas (ROA) a = Konstanta
b 1 = Koefisien regresi variabel X1
b 2 = Koefisien regresi variabel X2
33 b3 = Koefisien regresi variabel X3
X1 = Debt to Equity Ratio (DER)
X2 = Ukuran Perusahaan
X3 = Leverage Operasi
e = Standard error
Analisis regresi berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan Fhitung dan Ftabel, signifikansi ditentukan pada output SPSS. Dalam
beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan, tetapi secara parsial tidak (Situmorang dan Lufti, 2014:166).
3.9 Uji Asumsi Klasik
Tujuan pengujian asumsi klasik ini adalah untuk memberikan kepastian bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias dan konsisten. Uji asumsi klasik juga tidak perlu dilakukan untuk analisis regresi linear yang bertujuan untuk menghitung nilai pada variabel tertentu. Uji asumsi klasik yang sering digunakan yaitu uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas, uji autokorelasi dan uji linearitas. Tidak ada ketentuan yang pasti tentang urutan uji mana dulu yang harus dipenuhi. Analisis dapat dilakukan tergantung pada data yang ada. Sebagai contoh, dilakukan analisis terhadap semua uji asumsi klasik, lalu dilihat mana yang tidak memenuhi persyaratan. Kemudian dilakukan perbaikan
34 pada uji tersebut, dan setelah memenuhi persyaratan, dilakukan pengujian pada uji yang lain.
3.9.1 Uji Normalitas
Tujuan uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan lonceng. Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan. Dengannya adanya tes normalitas maka hasil penelitian bisa di generalisasikan pada populasi. Dalam pandangan statistik itu sifat dan karakteristik populasi adalah terdistribusi secara normal (Situmorang dan Lufti, 2014:100).
3.9.2 Heteroskedastisitas
Uji heterokedastisitas berfungsi untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan yang memenuhi persyaratan adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap atau disebut homoskedastisitas.
Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode scatter plot dengan memplotkan nilai ZPRED (nilai prediksi) dengan SRESID (nilai residualnya). Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul di tengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar kemudian menyempit. Uji statistik yang dapat digunakan adalapark
35
3.9.3 Uji Autokorelasi
Istilah autokolerasi dapat didefinisikan sebagai korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (seperti dalam deret waktu) atau ruang (seperti dalam croos section). Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode sebelumnya. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan pengaganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Hal ini biasanya terjadi pada data time series. Karena gangguan pada satu data cenderung mengganggu data lainnya. (Situmorang dan Lufti, 2014:120).
Pengujian autokorelasi dapat dilakukan dengan empat cara yaitu metode grafik, the runs test, percobaan d dari Durbin-Watson, dan the Breusch-Godfrey
(BG) Test. Dalam penelitian ini pengujian autokorelasi menggunakan metode the runs test. Keputusan dapat dilihat melalui nilai Asymp.Sig. (2-tailed). Apabila di atas 5% berarti dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.
3.9.4 Uji Multikolenieritas
Uji multikolinearitas adalah untuk melihat ada atau tidaknyayang tinggi antara variabel-variabel bebas pad suatu model regresi linear berganda. Jika ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu.
36
3.10 Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (independent variable) terhadap variabel terikat (dependent variable), baik uji koefisien regresi secara bersama-sama (serempak) (Uji-F) atau uji koefisien regresi secara individu (parsial) (Uji-t). Selanjutnya dilakukan uji koefisien determinasi (Uji R2) untuk mengetahui tingkat ketepatan perkiraan dalam analisis regresi.
3.10.1 Uji-F (Uji Simultan)
Uji-F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh terhadap variabel dependennya. Perumusan hipotesisnya:
a. H0 = b1 =b2 = b3 = 0, artinya profitabilitas, ukuran perusahaan, debt to equity
ratio, dan leverage operasi secara simultan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
b. Ha: b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0 artinya debt to equity ratio, ukuran perusahaan, dan
leverage operasi secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
a. Jika Fhitung < Ftabel atau nilai signifikan (α) ≥ 0.05, maka H0 diterima.
b. Jika Fhitung ≥ Ftabelatau nilai signifikan (α) ≤ 0.05, maka Ha diterima.
3.10.2 Uji-t (Uji Parsial)
Uji-t (uji individual) digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen (secara parsial) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
37 variabel dependennya dengan asumsi variabel independen yang lain dianggap konstan. Perumusan hipotesisnya:
a. H0 : bi = 0, artinya debt to equity ratio, ukuran perusahaan, dan leverage operasi
secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap profitabilitas.
b. Ha : bi≠ 0, artinya, debt to equity ratio , ukuran perusahaan, dan leverage operasi
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Kriteria pengambilan keputusannya sebagai berikut:
a. Jika thitung≤ ttabelatau nilai signifikan (α) ≥ 0.05, maka H0 diterima
38