• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan November 2020 yang berlokasi di Jalan Garu III Kecamatan Medan Amplas, Kelurahan Harjosari I, Provinsi Sumatera Utara

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 27 buah ember berdiameter 36 cm dan tinggi 17 cm yaitu sebagai wadah pemeliharaan ikan nila. Timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg untuk menimbang bobot ikan uji. Kertas millimeter blok dan penggaris digunakan untuk mengukur panjang ikan uji. scoopnet untuk menangkap ikan uji yang akan diamati. Aerator sebagai pensuplai oksigen. Termometer, pH meter, DO meter, untuk mengukur kualitas air. Selang sifon untuk melakukan penyiponan dan kamera digital untuk mengambil dokumentasi.

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ikan Nila dengan bobot ±15 g sebanyak 270 ekor. Air bersih untuk, media hidup ikan uji, boster grotop, Pakan komersil sebagai makanan ikan.

Rancangan Percobaan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama yaitu G0 tanpa grotop, G1 dosis Grotop 2 g/kg pakan, G2 4 g/kg pakan. Faktor kedua dengan feeding rate pada Pakan 3%, 4%, 5%.

Menurut Hanafiah (1997) Model Linear yang digunakan adalah : Hijk = π + Pj + Pk + (Pj x Pk) + eijk Keterangan :

Hijk = Hasil akibat perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada ulangan ke-i π = Nilai tengah umum

Pj = Pengaruh faktor perlakuan ke-j Pk = Pengaruh faktor perlakuan ke-k

Pj x Pk = Interaksi perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k

Eijk = Eror akibat perlakuan ke-j dan perlakuan ke-k pada ulangan ke-i I = 1, 2, …., u (u = ulangan)

J = 1, 2, …., p ke-1 (p = perlakuan ke-1) K = 1, 2,…... p ke-2 (p = perlakuan ke-2)

Kombinasi yang ditentukan pada penielitian ini terdiri dari:

G0F1 : Feeding rate 3% tanpa grotop G0F2 : Feeding rate 4% tanpa grotop G0F3 : Feeding rate 5% tanpa grotop

G1F1 : Feeding rate 3% dengan dosis Grotop 2 gr/kg pakan G1F2 : Feeding rate 4% dengan dosis Grotop 2 gr/kg pakan G1F3 : Feeding rate 5% dengan dosis Grotop 2 gr/kg pakan G2F1 : Feeding rate 3% dengan dosis Grotop 4 gr/kg pakan G2F2 : Feeding rate 4% dengan dosis Grotop 4 gr/kg pakan G2F3 : Feeding rate 5% dengan dosis Grotop 4 gr/kg pakan

Tabel 1. Kombinasi perlakuan yang digunakan

Ulangan I Ulangan II Ulangan III

G0F1U1 G0F1U2 G0F1U3

G0F2U1 G0F2U2 G0F2U3

G0F3U1 G0F3U2 G0F3U3

G1F1U1 G1F1U2 G1F1U3

G1F2U1 G1F2U2 G1F2U3

G1F3U1 G1F3U2 G1F3U3

G2F1U1 G2F1U2 G2F1U3

G2F2U1 G2F2U2 G2F2U3

G2F3U1 G2F3U2 G2F3U3

Keterangan

G0 = Tanpa Grotop

G1 = Dosis Grotop 2 g/kg pakan G2 = Dosis Grotop 4 g/kg pakan F1 = Feeding rate 3%

F2 = Feeding rate 4%

F3 = Feeding rate 5%

U1,2,3 = Ulangan ke 1, 2, dan 3

Prosedur Penelitian

Penyiapaan wadah penelitian

Wadah media uji atau tempat pemeliharaan Ikan nila yang digunakan adalah ember plastik yang berjumlah 27 unit yang memiliki diameter 36 cm dengan volume 30 liter. Ember plastik yang akan digunakan dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu. Ember yang sudah bersih dan kering disusun sesuai tata letak percobaan yang ada pada denah

Penyiapan air media

Air merupakan sebagai media hidup dalam pemeliharaan ikan, sehingga diperlukan persiapan air media yang baik sebelum dilakukan penelitian. Air yang digunakan dalam penelitian ini adalah air yang berasal dari PDAM. Air diendapkan selama ± 168 jam atau 7 hari sampai kadar keasaman air mencapai 7 (tujuh) hal ini bertujuan untuk menghindari kematian ikan dan menghindari zat- zat berbahaya. Selanjutnya, air diisi ke dalam ember sebanyak 30 liter. Selanjutnya air diaerasi selama 3 (tiga) hari untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut.

Setelah itu air dapat digunakan untuk pemeliharaan ikan Penyiapan ikan uji

Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila yang memiliki ukuran ± 9 cm dan bobot ikan ± 15 gram. Jumlah total ikan nila yang digunakan dalam penelitian ini adalah 270 ekor. Ikan diletakkan ke dalam wadah sementara dan sebelum dimasukkan ke dalam media pemeliharaan, ikan di aklimitasi selama

± 4 (empat) hari sehingga ikan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Penyiapan pakan uji

Pakan yang digunakan selama penelitian adalah pelet ikan komersial yang akan dicampurkan dengan Grotop,. Adapun tahapan pelaksanaan dalam pembuatan pakan diawali dengan menimbang pakan terlebih dahulu sesuai dengan bobot biomassa ikan, Selanjutnya Grotop ditimbang sesuai dengan dosis yang telah ditentukan, progol 5 gr/kg ditimbang dan dicampur dengan Grotop, dilarutkan dengan air sebanyak 125 ml/kg , lalu pakan disemprot menggunakan sprayer secara merata, langkah selanjutnya pakan diangin-anginkan selama 30

menit dan pakan siap diberikan ke ikan.

Pemeliharaan ikan uji

Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 60 hari. Selama masa pemeliharaan, kualitas air harus selalu diperhatikan agar kondisi ikan dalam keadaan baik. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Pada proses pemeliharaan ikan, pengontrolan kualitas air harus terjaga agar ikan uji sehat dan tumbuh dengan baik serta memperhatikan tinggi air di dalam ember. Setiap hari ikan uji akan mengeluarkan kotoran atau sisa pakan yang menyebabkan air menjadi kotor, Oleh sebab itu penyifonan dilakukan setiap 2 hari. Volume air yang di sifon yaitu 10% dari volume awal . Kemudian ditambah dengan air bersih yang sudah diendapkan. Penyifonan air dilakukan setelah aerator dimatikan, ini bertujuan untuk kotoran dan sisa makanan ikan turun kedasar wadah pemeliharaan. Jumlah volume air yang akan tersifon 10%dari volume awal.

Kemudian, air yang terbuang akan diganti kembali dengan air bersih sebanyak jumlah volume air yang terbuang saat proses penyifonan.

Pengamatan Hasil

Feed convertion ratio (FCR)

Menurut Kordi (2009), rasio konversi pakan dapat dihitung menggunakan rumus :

Keterangan :

FCR : Feed convertion ratio

F : Jumlah pakan yang diberikan (gram)

Wt : Bobot rata-rata pada akhir penelitian (gram) W0 : Bobot rata-rata pada awal penelitian (gram) Survival rate (SR)

Menurut Effendie (1997), tingkat kelangsungan hidup dapat dihitung dengan rumus :

Keterangan :

SR : Survival rate (%)

Nt: Jumlah ikan yang hidup pada akhir penelitian (ekor) N0 : Jumlah ikan yang hidup pada awal penelitian (ekor) Pertambahan panjang

Pengukuran panjang dilakukan setiap 10 hari sekali. Pengukuran dilakukan dengan cara ikan diletakkan diatas kertas millimeter kemudian di catat panjang ikan. Pengukuran panjang ikan menggunakan rumusan pertumbuhan panjang menurut Pratama et al., (2016) yaitu :

L = L2 – L1

Keterangan:

L : Panjang Total (cm) L2 : Panjang akhir (cm) L1 :Panjang awal ikan (cm) Peningkatan bobot

Pengukuran bobot ikan menggunakan timbangan analitik. Bobot ikan yang telah di timbang kemudian dicatat. Pengukuran dilakukan setiap 10 hari sekali Pertumbuhan bobot dengan rumus pertumbuhan menurut Yanti et al. (2013) yaitu :

Wg = W2 – W1

Keterangan:

Wg : Pertambahan berat (gr) W2 : Bobot akhir (gr)

W1 : Bobot awal (gr) Pengukuran kualitas air

Pengukuran kualitas air parameter kualitas air yang diukur yaitu suhu, pH, dan DO. Pengukuran suhu dan pH dilakukan setiap hari selama penelitian.

Pengukuran kualitas air ini dilakukan setiap 10 hari sekali agar kondisi media uji tetap dalam keadaan yang terkontrol.

Analisa data

Hasil perhitungan data dianalisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel untuk tabulasi data dan penyajian grafik. SPSS digunakan untuk Analisis Ragam (ANOVA) dan uji F pada selang kepercayaan 95%.

Dokumen terkait