3.1. Definisi Oper asional dan Pengukur an Var iabel
Definisi operasional variabel-variabel yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Pengungkapan CSR
Pengungkapan CSR adalah pengungkapan informasi yang berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan di dalam laporan tahunan. Instrumen pengukuran yang akan digunakan dalam penelitian ini mengacu pada instrumen yang digunakan oleh Sembiring (2005) yang terdiri atas 78 item pengungkapan. Skala yang digunakan adalah skala rasio, dengan satuan rupiah.
2. Rasio Pr ofitabilitas
Rasio Profitabilitas, yaitu alat untuk menganalisa atau mengukur tingkat efesiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Rasio profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan :
a. Return On Asset (ROA), yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROA suatu perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dalam penggunaan asset. Skala yang
digunakan adalah skala rasio, dengan satuan persen. Perhitungan rasio ini dirumuskan sebagai berikut (Faisol, 2007 : 156) :
3.2. Populasi dan Sampel
3.2.1. Populasi
Populasi adalah sejumlah unsur-unsur dimana suatu kesimpulan akan disusun (Emory dan Cooper, 1998). Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh perusahaan sub sektor Telekomunikasi yang telah terdaftar (listing) di BEI. Penelitian ini menggunakan 10 Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI, pengambil periode analisis 2006 sampai tahun 2010 dengan kondisi perusahaan yang mengungkapan biaya sosial.
a) PT. Telkom b) PT. Indosat c) PT. Excelcomindo d) PT. Bakrie Telecom
e) PT. Natrindo Telepon Seluler f) PT. Mobile – 8 Telecom g) Smart Telecom
i) PT. Hutchison Charoen Pokhpand Telecom j) PT. Pasifik Satelit Nusantara
3.2.2. Sampel
Untuk menentukan sampel digunakan metode purposive sampling. Salah satu teknik pengambilan sampel non probabilistic yang dilakukan berdasarkan kriteria yang disesuaikan dengan tujuan penelitian atau pertimbangan tertentu dari peneliti. Kriteria yang digunakan antara lain :
1. Perusahaan tersebut menerbitkan laporan keuangan tahunan 2006 sampai tahun 2010 dengan kondisi perusahaan yang mengungkapan biaya sosial, serta menyerahkan laporan tahunannya dan telah mempublikasikannya berturut-turut.
2. Informasi pengungkapan sosial diungkapkan pada laporan tahunan perusahaan yang bersangkutan sampai 2006 sampai tahun 2010 dengan kondisi perusahaan yang mengungkapan biaya sosial.
Berdasarkan criteria tersebut yang memenuhi syarat adalah 4 perusahaan sebagai berikut :
a) PT. Telkom b) PT. Indosat
c) PT. Bakrie Telecom d) PT. Fren
3.3. J enis dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini menggunakan data Sekunder merupakan data yang diambil dari laporan tahunan perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI.
3.4. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang menggunakan jenis data yaitu data sekunder yang diambil dari laporan tahunan perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI yang meliputi data laporan keuangan, sejarah perusahaan, lokasi perusahaan, dan lain sebagainya. Sumber data dalam penelitian ini adalah : dari Bursa Efek Indonesia
3.6. Tek nik Analisis dan Uji Hipotesis 3.6.1 Tek nik Analisis Data
Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana. Model analisis ini dipilih karena penelitian ini dirancang untuk meneliti pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Di atas telah dijelaskan bahwa dalam penetilian ini diperlukan teknik analisis yang menggunakan model regresi linier dan pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan hipotesis sebagai berikut :
1. Menghitung masing–masing variabel bebas dan variabel terikat berdasarkan laporan keuangan tahunan perusahaan maka dapat
dihitung masing-masing variabel bebas dan variabel terikat yang diperlukan untuk analisis.
2. Meregresikan variabel bebas dengan variabel terikat
Untuk menganalisis permasalahan digunakan regresi sederhana dengan persamaan sebagai berikut :
Y = β0 + β 1 X1 + e Keterangan: Y = Profitabilitas X1 = CSR β 0 = Konstanta ei = Standart Error
3.6.2Uji Nor malitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah data mengikuti sebaran normal dapat dilakukan dengan metode Kolmogorov Smirnov dan Shapiro Wilk. (Sumarsono, 2004 : 40)
Menurut Santoso (2002 : 214) pedoman dalam mengambil keputusan apakah sebuah distribusi data mengikuti distribusi normal adalah: 1. Jika nilai signifikan (nilai probabilitasnya ) > 5% maka distribusi tidak
normal.
2. Jika nilai signifikan (nilai probabilitasnya) < 5% maka distribusi normal
3.6.3 Uji Hipotesis
Untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan Program SPSS 17 dengan uji t yang memiliki prosedur sebagai berikut:
a. Ho : β i = 0 ; tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hi : β i ≠ 0 ; terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat.
b. Tingkat signifikan 5% = 0,05
c. Kriteria pengujian :
1. Jika nilai probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima 2. Jika nilai probabilitas ≥ 0,05, maka Ho diterima dan Hi ditolak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskr ipsi Perusahaan 4.1.1. PT. Telkom, Tbk
Perusahaan Perseroan (Persero) P.T. Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perusahaan”) pada mulanya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884. Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Perusahaan didirikan berdasarkan akta notaris Imas Fatimah, S.H. No. 128 tanggal 24 September 1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan No. 210. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, perubahan terakhir antara lain mengubah masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, berdasarkan akta notaris A. Partomuan Pohan, S.H., LLM. No. 8 dan No. 9 tanggal 7 September 2007 dan pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Surat No. W7-HT.01.10-12858 tanggal 14 September 2007
Kegiatan Perusahaan dalam menyelenggarakan jasa telekomunikasi dalam negeri, meliputi telepon, teleks, telegram, satelit, sirkit langganan, surat elektronik, dan jasa komunikasi bergerak dan seluler. Pada tahun 1995, Perusahaan telah melakukan kerja sama dengan para mitra usaha dalam pembangunan, pengelolaan, dan pengoperasian sarana telekomunikasi di lima dari tujuh divisi regional (“Divre”)
4.1.2. PT. Indosat, Tbk
PT Indosat Tbk (“Perusahaan”) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 Tahun 1967 berdasarkan akta notaris Mohamad Said Tadjoedin, S.H. No. 55 tanggal 10 November 1967 di Negara Republik Indonesia. Akta pendirian ini diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 26 tanggal 29 Maret 1968, Tambahan No. 24. Pada tahun 1980, Perusahaan dijual oleh American Cable and Radio Corporation, anak perusahaan dari International Telephone & Telegraph, kepada Pemerintah Republik Indonesia dan menjadi Badan Usaha Milik Negara (Persero).
Pada tanggal 7 Februari 2003, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Surat No. 14/V/PMA/2003 atas perubahan status dari Badan Usaha Milik Negara
(Persero) menjadi Perusahaan Penanaman Modal Asing. Selanjutnya, pada tanggal 21 Maret 2003, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia atas perubahan Anggaran Dasar yang berkaitan dengan perubahan status hukum tersebut.
Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Swasta dan Koperasi dapat menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi. Sedangkan penyelenggara telekomunikasi khusus dapat diselenggarakan oleh perseorangan, instansi pemerintah dan badan hukum selain penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Undang-undang Telekomunikasi melarang kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat, dan diharapkan menjadi pembuka jalan bagi liberalisasi pasar
4.1.3. PT. Bakr ie Telecom, Tbk
PT Bakrie Telecom Tbk (dahulu PT. Radio Telepon Indonesia) (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 13 Agustus 1993 berdasarkan Akta No. 94 dibuat dihadapan Muhani Salim, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana diperbaiki dengan Akta Pembetulan No. 13 tanggal 5 November 1993 dan diubah dengan Akta No. 129 tanggal 27 November 1993, keduanya dibuat dihadapan Abdurachman Kadir, S.H., Notaris pengganti dari Muhani Salim, S.H., Notaris di Jakarta dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang
Status Perusahan mengalami perubahan menjadi perusahaan terbuka sebagaimana tertuang dalam resolusi para pemegang saham yang berkekuatan sama dengan Rapat Umum Pemegang Saham yang dituangkan dalam Akta No. 6 tanggal 3 Februari 2006 yang dibuat oleh Agus Madjid, S.H., Notaris di Jakarta.
Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi penyediaan jaringan dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi dengan daerah operasi mencakup Jakarta, beberapa wilayah di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat berlokasi di Wisma Bakrie, Lantai 2, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-1, Jakarta Selatan dan memulai beroperasi secara komersial pada tanggal 1 November 1995.
4.1.4. PT. Fr en, Tbk
PT Mobile-8 Telecom Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta No. 11 tanggal 2 Desember 2002 dari Imas Fatimah, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C-24156.HT.01.01.TH.2002 tanggal 16 Desember 2002, yang dimuat dalam Tambahan No. 1772, Berita Negara Republik Indonesia No. 18 tanggal 3 Maret 2003. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan sehubungan dengan penerbitan 607.466.700 saham baru Perusahaan dilakukan dengan akta No.181 tanggal 15 Agustus 2007
dari Aulia Taufani, S.H., pengganti Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. W7.HT.01.10.12408 tanggal 5 September 2007. Perubahan terakhir dilakukan dengan akta No. 158 tanggal 24 April 2008 dari Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, mengenai penyesuaian Anggaran Dasar dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU.52716.AH.01.02 tanggal 19 Agustus 2008
Sesuai dengan ketentuan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan kegiatan usaha dalam bidang telekomunikasi dan ruang lingkup kegiatan usaha adalah sebagai berikut Menawarkan jasa telekomunikasi di dalam wilayah Republik Indonesia Menyediakan berbagai produk multimedia dan jasa terkait lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada penjualan secara langsung maupun tidak langsung
voice services, data/image dan jasa-jasa komersial mobile lainnya Membangun, menyewakan dan memiliki jaringan telekomunikasi tanpa kabel di frekuensi 800 MHz yang secara eksklusif berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) khususnya teknologi CDMA 2000 1X
4.2. Deskr ipsi Hasil Pengujian Hipotesis 4.2.1. Uji Outlier Multivar iate
Tabel 4.1. Hasil Uji Outlier Multivar iate Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value 8.46 13.02 10.50 1.100 20 Std. Predicted Value -1.850 2.288 .000 1.000 20 Standard Error of Predicted
Value 1.377 3.792 2.259 .768 20 Adjusted Predicted Value 6.57 14.78 10.28 1.629 20 Residual -9.636 9.318 .000 5.813 20 Std. Residual -1.568 1.516 .000 .946 20 Stud. Residual -1.615 1.592 .016 1.015 20 Deleted Residual -10.219 10.433 .221 6.744 20 Stud. Deleted Residual -1.702 1.674 .019 1.040 20 Mahal. Distance .004 6.284 1.900 1.973 20 Cook's Distance .001 .366 .056 .080 20 Centered Leverage Value .000 .331 .100 .104 20
a. Dependent Variable: data Sumber : Lampiran
Berdasarkan tabel 4.1, setelah dilakukan pengujian ditemukan bahwa tidak terdapat outlier multivariat [antar variabel], karena MD Maksimum 6,284 yang lebih kecil dari 13,815
4.2.2. Uji Nor malitas
Dalam pengujian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorof-Smirnov dengan menggunakan program SPSS, dimana apabila nilai signifikansi (probabilitas) yang diproleh lebih besar dari nilai signifikansi yang telah ditetapkan dalam penelitian (5%) maka data tersebut telah terdistribusi normal. (Santoso, 2001 : 97)
Pedoman dalam mengambil keputusan apakah sebuah distribusi data mengikuti distribusi normal adalah :
• Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih kecil dari 5%, maka distribusi adalah tidak normal.
• Jika nilai signifikansi (nilai probabilitasnya) lebih besar dari 5%, maka distribusi adalah normal.
Tabel 4.2. Nor malitas Data Masing-masing Variabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Profitabilitas CSR
N 20 20
Normal Parametersa Mean 5.5675 2.08E9 Std. Deviation 13.77990 2.986E9 Most Extreme Differences Absolute .227 .280
Positive .224 .280 Negative -.227 -.243 Kolmogorov-Smirnov Z 1.015 1.254 Asymp. Sig. (2-tailed) .254 .086
Sumber : Lampiran
Dari tabel 4.2, terlihat bahwa nilai probabilitas setiap variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa distribusi dari data adalah mengikuti pola distribusi normal.
4.2.3. Hasil Pengujian Regr esi Linier Seder hana
Hasil analisis mengenai koefisien model regresi adalah seperti yang tercantum dalam Tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3 Koefisien Regr esi Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 9.186 3.607 2.547 .020 CSR -1.736E-9 .000 -.376 -1.723 .102 Sumber : Lampiran
Berdasarkan Tabel 4.3 tersebut, maka model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Y = 9.186 - 1.736E-9 X1
Dengan asumsi bahwa variabel CSR (X1)adalah nol atau konstan maka nilai Profitabilitas (Y) adalah sebesar 9.186
Koefisien regresi untuk variabel CSR (X1) diperoleh nilai -1.736E-9, mempunyai koefisien regresi negatif, hal ini menunjukkan terjadinya perubahan yang berlawanan arah dengan variabel terikat. Jadi semakin besar nilai CSR (X1) akan menurunkan profitabilitas (Y) dengan asumsi bahwa variabel yang lainnya adalah konstan.
4.4.1.3. Hasil Pengujian uji t
Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun hasil dari uji t adalah sebagai berikut :
Tabel 4.4 : Hasil Uji t Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .376a .142 .094 13.11670 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 9.186 3.607 2.547 .020 CSR -1.736E-9 .000 -.376 -1.723 .102
Hasil uji t pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa :
CSR (X) berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y), tidak dapat diterima dengan tingkat [Sig. ,0,102 > 0,05 : Non signifikan [negatif].
Koefisien korelasi berganda (R) = 0,376 yang menunjukkan bahwa hubungan antara variabel independent (X) dengan (Y) adalah sangat lemah. Koefisien determinasi (R2) = 0,142 berarti variable (Y) dipengaruhi oleh variabel independent (X) 14,20 persen sedang sisanya sebesar 85,80 persen dipengaruhi oleh variabel lain selain satu variabel independen dalam model tersebut.
4.5. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian untuk variable CSR (X) tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y), hal ini disebabkan tingkat kepedulian masyarakat secara umum belum baik. Artinya, sekalipun pengusaha sudah melakukan kepedulian terhadap lingkungannya, maka bilamana masyarakat
terhadap masalah lingkungan, maka usaha tersebut tidak akan mempunyai dampak positif terhadap kinerja keuangan (profitabilitas) perusahaan. Dalam hal ini para konsumen masih berfikir pada taraf yang penting terjangkau kebutuhannya, belum memikirkan apakah produk tersebut ramah lingkungan atau tidak. Menurut Donovan dan Gibson (2000), dari sisi teori legitimasi, profitabilitas berpengaruh negative terhadap pengungkapan tanggung jawab social perusahaan. Hal didukung dengan argumentasi bahwa tingkat laba yang tinggi, perusahaan (manajemen) menganggap tidak perlu melaporkan hal-hal yang dapat menganggu informasi tentang sukses keuangan perusahaan. Sebaliknya, pada saat tingkat profitabilitas rendah, mereka berharap para pengguna laporan akan membaca good news kinerja perusahaan. ini berarti bahwa besar kecilnya profitabilitas tidak akan mempengaruhi tingkat pengungkapan tanggung jawab social perusahaan. (Darwis, 2009:58)
Pengaruh yang tidak signifikan dalam penelitian ini dikarenakan adanya pandangan dari perusahaan bahwa dengan mengeluarkan biaya bina lingkungan akan menambah beban perusahaan karena perusahaan juga harus bertanggung jawab kepada para pemegang saham atas berkurangnya laba yang akan dibagikan karena digunakan untuk biaya sosial. Hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan data profitabilitas perusahaan yang ikut menurun dengan adanya program CSR. Dengan demikian perusahaan harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan keuntungan efisiensi yang ditimbulkan oleh pengeluaran biaya tersebut (Januarti dan Apriyanti, 2005).
Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian Pagalung (2009) yang menyatakan bahwa Pengungkapan Corporate Social Responsibility
memberi pengaruh positif terhadap hubungan antara profitabilitas perusahaan. Ini menunjukkan bahwa semakin baik kinerja keuangan perusahaan semakin tinggi pengungkapan CSR. Heinze (1976) dalam Gray et.al. (1996) menyatakan bahwa profitabilitas merupakan faktor yang memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada manajemen untuk mengungkapkan pertanggungjawaban sosial kepada pemegang saham. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan maka semakin besar pengungkapan informasi sosial dan Penelitian terdahulu yang dilakukan Bowman dan Haire (1976) serta Presto (1978) dalam Hackston dan Milne (1996) mendukung hubungan profitabilitas dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan
4.5.1.Implikasi Penelitian
Penelitian ini memunculkan implikasi bagi penelitian selanjutnya yaitu : Koefisien Determinasi yang di hasilkan yaitu 37.6 % mengisyaratkan masih terdapat variable bebas lain yang turut mempengaruhi Profitabilitas, sehingga penelitian yang akan datang perlu diamati variable lain seperti : rentabilitas , likuiditas dan lain sebagaiya.Peneliti mengharapkan untuk dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan maupun tambahan informasi dengan melakukan berbagai perbaikan-perbaikan maupun pengembngan pada penelitian yang akan datang dengan memperbanyak
sampel dengan cara menambah jumlah maupun jenis perusahaan yng di teliti sehingga hasil penelitian yang di peroleh dapat lebih kuat serta dapat di generalisasikan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Setelah mengetahui permasalahan, meneliti dan membahas hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Corporate Social Responbility berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Profitabilitas
5.2. Sar an
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat dijadikan bahan bagi perusahaan, investor dan peneliti selanjutnya dalam menentukan kebijaksanaan dimasa yang akan datang.
Penelitian selanjutnya dapat mengganti atau menambah proksi profitabilitas. Menurut Hariyani, (2009 : 53) menggunakan variabel lain yang potensial memberikan kontribusi terhadap profitabilitas seperti kebijakan utang dan kebijakan dividend.