• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERH (Halaman 27-43)

Penelitian ini merupakan penelitian explanatory, penelitian explanatory adalah suatu metode penelitian yang bermaksud untuk mendapatkan kejelasan fenomena yang terjadi secara empiris dan berusaha untuk mendapatkan jawaban hubungan kausal antar variable melalui pengujian hipotesis. Adapun pengertian explanatory sebagai berikut :

Menurut Sugiyono (2011:10) bahwa :

“Penelitian explanatory adalah suatu metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel – variabel yang diteliti serta hubungan kausal antara variabel satu dengan yang lain melalui pengujian hipotesis.”

Sedangkan metode survey menurut Nazir (2003)

“Suatu penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejalayang ada dan mencari keterangan – keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Metode survey membedah dan menguliti serta mengenal masalah – masalah dan mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik – praktik yang seddang berlangsung.”

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode penelitian explanatory analisis dengan pendekatan survey adalah suatu prosedur penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyusun, menganalisa dan menginterprestasikan data sehingga dapat

memberikan gambaran keadaan yang terjadi secara nyata untuk kemudian ditarik kesimpulan yang dapat dijadikan dasar untuk memberikan sasaran.

2. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan yang terlibat dalam pengelolaan laporan keuangan yang hanya berjumlah 20 orang. Sesuai dengan kebutuhan penelitian maka seluruh populasi yang ada digunakan sebagai sampel penelitian. Sudjana (1984: 5) “apabila jumlah kurang dari 100, maka yang menjadi sampel adalah keseluruhan dari populasi tersebut atau disebut sampel total. Sedangkan jumlah populasi lebih dari 100, maka yang menjadi sampelnya adalah 10%-15% atau 20%-5%.” Dengan demikian peneliti mengambil keseluruhan karyawan yang terlibat dalam pengelolaan laporan keuangan menjadi sampel (sampel total) karena seluruh populasi diambil menjadi sampel.

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini termasuk nonprobability sampling. Dimana teknik yang dipakai adalah sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dikarenakan jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang.

3. Variabel Penelitian / Operasional Variabel 1. Variabel independen

Variabel independen ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecendent dan variabel bebas. Variabel bebas

variabel bebas merupakan variabel yang memengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen ( variabel yang mempengaruhi ). Variabel independen dalam penelitian ini adalah sistem informasi akuntansi pada CV. Sumber Jaya Abadi. Sistem informasi akuntansi merupakan serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran seampai dengan pelaporan keuangan.

2. Variabel Dependen

Variabel dependen sering disebut sebagai variabel output, konsekuen atau biasa disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah ketepatan laporan keuangan CV. Sumber Jaya Abadi. Ketepatan laporan keuangan merupakan salah satu kriteria dalam penyajian laporan keuangan yang berkualitas. Dimana ketepatan laporan adalah ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya.

Tabel 3.1

Operasional Variabel Sistem Informasi Akuntansi dan Ketepatan Laporan Keuangaan CV. Sumber Jaya Abadi

Variabel Independen Sistem Informasi Akuntansi CV. Sumber Jaya Abadi (X) 1. Sistem Akuntansi Pokok 1. Perusahaan mengharuskan karyawan untuk memahami prosedur Sistem Informasi Akuntansi.

2. Kesesuaian sistem informasi akuntansi yang digunakan sudah memenuhi standar pada umumnya. 3. Prosedur pencatatan transaksi dilakukan berdasarkan standar pencatatan akuntansi pada umumnya.

4. Setiap data transaksi selalu diproses secara periodik

5. Pada setiap formulir yang digunakan tercantum nomor urut tercetak, untuk mengawasi

pemakaiannyan serta

mengidentifikasi transaksi

6. Perusahaan selalu membuat jurnal untuk mencatat setiap transaksi

7. Setiap transaksi yang terjadi dicatat dan didukung dengan bukti-bukti transaksi

2. Sistem Akuntansi kas

8. Formulir-formulir yang tersedia di fungsi kas harus lengkap

9. Fungsi kas bertanggung jawab penuh terhadap penerimaan dan pengeluaran kas

10. Dalam setiap transaksi diharuskan membuat laporan arus kas

3. Sistem Akuntansi Persediaan

11. Bagian gudang atau logistik bertanggung jawab terhadap penerimaan dan pemasukan barang gudang

12. Setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran barang harus di catat kedalam jurnal

4. Sistem Akuntansi Piutang

13. Setiap transaksi piutang dicatat dalam dokumen

14. Transaksi piutang dibukukan dalam berkas induk dan diikhtisiarkan dengan benar

15. Laporan daftar piutang dapat digunakan untuk menilai prestasi kerja manajemen, khususnya dalam peningkatan kinerja perusahaan

16. Adanya pemeriksaan secara periodik atas pengendalian piutang

17. Adanya petugas yang berwenang untuk melakukan pengawasan dalam pencatatan dan penyimpanan daftar piutang

18. Semua daftar piutang disimpan dan di update oleh orang yang memiliki ototritasi pada piutang 5. Sistem Akuntansi

Biaya

19. Sistem anggaran biaya yang berlaku digunakan sebagai alat pengendalian biaya, sehingga tercapai biaya yang efisien

20. Prosedur pencatatan biaya-biaya pada masing - masing bagian harus sesuai dengan prosedur akuntansi pertanggungjawaban yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

21. Pengalokasian biaya yang tepat 6. Sistem Akuntansi

Hutang

22. Setiap transaksi hutang dicatat dalam dokumen

23. Transaksi hutang dibukukan dalam berkas induk

24. Ada petugas yang berwenang dalam pencatatan hutang

Variabel Dependen Ketepatan 1. Ketepatan laporan keuangan sesuai dengan karekteristik

1. Laporan keuangan yang berkualitas memenuhi persyaratan normatif yaitu relevan, andal,

Laporan Keuangan CV. Sumber Jaya Abadi (Y)

laporan keuangan. dapat dipercaya, dan dapat dibandingkan.

2. Ketepatan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi.

2.Laporan keuangan yang dihasilkan dapat membantu dalam memperkirakan aktivitas yang berhubungan dengan keuangan pada periode berikutnya.

3. Laporan keuangan dapat membantu dalam pengambilan keputusan.

4. Setiap informasi dalam laporan keuangan disertai dengan penjelasan yang rinci sehingga kekeliruan dalam inter prestasi dan penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.

5. Informasi dalam laporan keuangan telah menggambarkan secara jujur semua transaksi dan peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan.

6. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji, dan apabila pengujian dilakukan oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap

menunjukankesimpulan yang tidak berbeda jauh.

7. Seluruh informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami dengan mudah. 8. Informasi dalam laporan keuangan dinyatakan dalam istilah yang mudah dipahami.

9. Informasi yang ada dalam laporan keuangan sesuai dengan harapan dan kebutuhan.

10. Pembuatan laporan keuangan dan dilaporkan secara periodik.

Teknik pengukuran yang digunakan untuk mengubah data – data kualitatif dari kuisioner menjadi suatu urutan data kuantitatif adalah Summated Rating Method : Likert Scale atau skala likert. Skala likert merupakan suatu pengukuran dengan menggunakan metode ordinal. Alasan penggunaan teknik skala likert adalah karena teknik ini tidak menuntut pengunaan kategori dan subjek yang diukur tidak terbatas kepada dua alternative jawaban saja.

Ukuran yang digunakan untuk menilai jawaban – jawaban yang diberikan dalam menguji variabel independen dan variabel dependen yaitu lima tingkatan, bergerak dari satu sampai lima.

Tabel 3.2

Penilaian Skala Likert

Jawaban Skor (nilai)

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Kurang Setuju (KS) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Sumber : Sugiyono (2010 :135)

4. Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui metode angket, yaitu menyebarkan daftar pertanyaan (kuisioner) yang akan diisi atau dijawab oleh responden yang merupakan karyawan atau staf di bagian akuntansi dan keuangan di CV. Sumber Jaya Abadi. Kuisioner asalah seperangkat pertanyaan tertulis yang telah disusun sedemikian rupa untuk dijawab oleh responden, biasanya disertai alternatif – alternatif jawaban.

Kuisioner diberikan secara langsung kepada responden. Responden diminta untuk mengisi daftar pertanyaan tersebut, kemudian memintanya untuk mengembalikan hasil kuisioner tersebut. Hasil angket yang telah diisi kemudian akan diolah lebih lanjut oleh peneliti.

5. Metode Analisis Data

Analisis data adalah cara mengolah data yang terkumpul kemudian dapat memberikan interprestasi. Hasil pengolahan data ini digunakan untuk menunjukkan masalah yang telah dirumuskan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reabilitas.

1. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keabsahan dan kevalidan suatu alat ukur atau instrumen penelitian. Validitas menunjukkan seberapa baik suatu instrument yang dibuat mengukur konsep tertentu yang ingin diukur. Alat pengukur yang absah akan mempunyai validitas yang tinggi, begitupula sebaliknya.

Untuk Menguji validitas alat ukur penelitian, terlebih dahulu dicari nilai ( harga ) korelasi dengan menggunakan rumus koefisien korelasi products moment sebagai berikut :

Setelah nilai korelasi ( r ) didapat, kemudian dihitung nilai thitung untuk menguji tingkat validitas alat ukur penelitian dengan rumus sebagai berikut :

Setelah nilai thitung diperoleh langkah selanjutnya adalah membandingkan nilai thitung tersebut dengan nilai ttabel pada taraf signifikan sebesar α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = n – 2. Kaidah keputusannya adalah :

Jika thitung > ttabel, maka alat ukur berupa kuisioner yang digunakan adalah valid.

Jika thitung < ttabel, maka alat ukur peleitian yang digunakan adalah tidak valid.

2. Uji Reabilitas

Reabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuisioner dikatakan realible atau handal jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten. Untuk menguji reabilitas alat ukur dalam penelitian ini digunakan koefisien alpha cronbach. Koefisien keandalan menunjukkan mutu seluruh proses pengumpulan data suatu penelitian. Koefisien alpha cronbach ditunjukkan dengan :

Tujuan perhitungan koefisien keandalan adalah untuk mengetahui tingkat konsistensi jawaban responden. Besarnya koefisien ini berkisar dari nol hingga satu. Makin besar nilai koefisien, makin tinggi keandalan alat ukur dan tingkat konsistensi jawaban.

6. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi linear sederhana. Penggunaan teknik ini karena dalam penelitian ini hanya digunakan satu variabel independen (sistem informasi akuntansi) dan

satu variabel dependen (ketepatan laporan keuangan). Model yang akan dibentuk sesuai penelitian (Sugiyono, 2009:261 ) adalah :

y = a + bx

y : Variabel Dependen (ketepatan laporan keuangan) x : Variabel Independen (sistem informasi akuntansi) b : Angka arah atau koefisien regresi

a : Konstanta

Untuk kemudahan dalam perhitungan digunakan bantuan software dengan program SPSS (Statistical package for social science).

7. Uji Asumsi Klasik

Sebelum data di analisis lebih lanjut menggunakan analisis regresi linier sederhana, data tersebut harus memenuhi syarat-syarat yang dikehendaki dalam analisis regresi yaitu sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mengetahui normal tidaknya distribusi variabel dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S test). Jika nilai Kolmogorov-Smirnov signifikan pada taraf di atas 5% (0,05), maka

data mengikuti distribusi normal, dan sebaliknya jika nilai

Kolmogorov-Smirnov signifakan pada taraf 5% atau dibawahnya berarti data mengikuti distribusi tidak normal.

2. Uji heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Pada penelitian ini uji heteroskedastisitas yang digunakan adalah analisis koefisien korelasi rank spearman. Analisis ini mengukur kuat lemahnya hubungan dan arahnya variabel

independen ( variabel bebas ) dengan variabel dependen ( variabel terikat ). Kedua variabel tersebut diukur dalam skala ordinal. Adapun rumusnya sebagai berikut :

Dengan ketentuan :

rs : Koefisien korelasi Rank Spearman di : Selisih rank X dengan rank Y yang ke 1 n : Jumlah sampel

Nilai rs (koefisien korelasi Rank Spearman) yang diperoleh akan berkisar sekitar -1 , 0 sampai +1. Notasi ini menunjukkan tingkat korelasi antara variabel – variabel yang diuji, yaitu :

Bila rs = -1 berarti terdapat korelasi yang kuat tetapi merupakan korelasi negative atau berlawanan arah.

Bila rs = 0 berarti terdapat korelasi antara variabel – variabel yang diuji atau korelasi yang lemah dan tidak ada hubungan.

Bila rs = 1 berarti terdapat korelasi yang kuat antara variabel X dan variabel Y dan bernilai positif atau searah.

8. Pengujian Hipotesis

1. Analisis Koefisien Determinasi

Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya dari pengaruh variabel bebas sistem informasi akuntansi terhadap variabel terikat ketepatan laporan keuangan. Koefisien determinasi ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Kd = rs2 x 100% Keterangan :

Kd = koefisien determinasi

rs = koefisien korelasi Rank Spearman

2. Uji t

Pengujian ini untuk mengetahui apakah variabel secara individu berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Jika t- hitung > t tabel

(+) atau t- hitung < t tabel (-), dan koefisien regresi bernilai positif maka variabel secara individu berpengaruh positif terhadap variabel terikat.

Dalam dokumen PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERH (Halaman 27-43)

Dokumen terkait