• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis dan Sumber Data

Penelitian ini merupakan penelitian hypothesis testing yang bertujuan meneliti pengaruh variabel independen, yakni struktur kepemilikan (kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional), ukuran komite audit, dan kualitas audit terhadap variabel dependen, yakni luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan. Data atas perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder berupa data Laporan Keuangan yang telah diaudit dan Laporan Tahunan yang bersumber dari situs Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD).

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012. Pemilihan tahun 2012 didasarkan pada tahun terbaru dan terlengkap dalam pelaporan perusahaan yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dimana populasi yang akan dijadikan sampel penelitian adalah populasi yang memenuhi kriteria sampel tertentu.

13 Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

a. Perusahaan menerbitkan dan mempublikasikan dengan lengkap Laporan Keuangan yang telah diaudit dan Laporan Tahunan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.

b. Perusahaan menyajikan data yang lengkap terkait dengan variabel independen yang digunakan dalam penelitian.

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

a) Variabel Dependen

Variabel dependen yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat luasnya pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan perusahaan ( ). Variabel ini diukur dengan menggunakan skor seperti yang dipakai dalam penelitian Akmyga dan Farahmita (2013). Skor pengungkapan kompensasi manajemen kunci bernilai 0 apabila perusahaan tidak mengungkapkan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan, bernilai 1 apabila perusahaan hanya menyajikan total kompensasi tanpa keterangan kategori imbalan, bernilai 2 apabila perusahaan mengungkapkan total kompensasi masing-masing komisaris dan direktur, bernilai 3 apabila perusahaan mengungkapkan total kompensasi dengan memberikan deskripsi/kategori imbalan, dan bernilai 4 apabila perusahaan mengungkapkan total kompensasi dan memberikan rincian sub jumlah per kategori imbalan kerja. Nilai skor pengungkapan tersebut dibagi dengan skor maksimal (4) untuk menentukan nilai variabel, sehingga nilai variabel bervariasi dari 0 hingga 1. Variabel bernilai 0 apabila skor pengungkapan bernilai 0, bernilai 0,25 apabila skor pengungkapan bernilai 1, bernilai 0,5 apabila skor pengungkapan bernilai 2, bernilai 0,75 apabila skor pengungkapan bernilai 3, dan bernilai 1 apabila skor pengungkapan bernilai 4.

14

b) Variabel Independen

Variabel independen yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: 1. Kepemilikan Manajerial ( )

Kepemilikan manajerial adalah kepemilikan saham oleh direksi, manajemen, komisaris maupun setiap pihak yang terlibat secara langsung dalam pembuatan keputusan perusahaan (Purwandari dan Purwanto, 2012). Indikator yang digunakan untuk mengukur kepemilikan manajerial adalah persentase jumlah saham yang dimiliki pihak manajemen dari seluruh modal saham perusahaan yang beredar (Diyanti, 2010; Bangun et al., 2012).

2. Kepemilikan Institusional ( )

Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan oleh institusi keuangan, seperti perusahaan asuransi, bank, dana pensiun, dan investment banking (Siregar dan Utama, 2005). Dalam penelitian ini, kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan indikator persentase jumlah saham yang dimiliki institusi dari seluruh modal sahamperusahaan yang beredar (Bangun et al., 2012).

3. Ukuran Komite Audit ( )

Komite audit merupakan badan yang dibentuk untuk membantu Dewan Komisaris dalam mengawasi kinerja kegiatan pelaporan keuangan dan pelaksanaan audit internal dan eksternal di dalam perusahaan (Utama, 2004). Variabel ukuran komite audit dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan jumlah anggota komite audit yang ada di perusahaan tersebut (Permanasari, 2012).

15

4. Kualitas Audit ( )

Kualitas audit dalam penelitian ini diproksikan dengan ukuran KAP. Variabel ini diukur menggunakan variabel dummy. Kualitas audit bernilai 1 apabila perusahaan diaudit oleh KAP Big 4, dan bernilai 0 apabila diaudit oleh KAP non Big 4 (Irfana, 2012; Akmyga dan Farahmita, 2013).

c) Variabel Kontrol

Selain variabel independen, penelitian ini juga akan menggunakan variabel kontrol untuk menentukan variabel dependen, yaitu:

1. Ukuran Perusahaan ( )

Pada penelitian ini, variabel ukuran perusahaan diproksikan dengan log of total asset, yaitu logaritma natural dari jumlah seluruh aset yang dimiliki perusahaan (Akmyga dan Farahmita, 2013). Berdasarkan penelitian Retrinasari (2007), Diyanti (2010), dan Akmyga dan Farahmita (2013), ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap luasnya pengungkapan wajib di Laporan Keuangan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka akan lebih mendapatkan sorotan baik oleh pasar maupun publik, dan lebih dituntut untuk menyajikan informasi yang lebih luas di Laporan Keuangan, sehingga perusahaan besar akan mengungkapkan informasi yang lebih luas di Laporan Keuangan, termasuk di dalamnya pengungkapan kompensasi manajemen kunci.

16

2. Rasio Total Kompensasi Manajemen Kunci dengan Total Aset Perusahaan ( )

Variabel rasio antara besarnya kompensasi manajemen kunci terhadap total aset perusahaan digunakan berdasarkan penelitian Akmyga dan Farahmita (2013). Perusahaan dengan rasio kompensasi manajemen kunci terhadap total aset yang besar diduga akan memberikan kompensasi manajemen kunci yang lebih besar dan beragam, sehingga akan mengungkapkan pembayaran kompensasi manajemen kunci yang lebih luas di Laporan Keuangan.

Teknik dan Langkah-langkah Analisis

Karena peneliti akan melihat pengaruh masing-masing variabel dalam satu waktu, penelitian ini akan menggunakan data cross section. Hipotesis penelitian akan diuji menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 16.0. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Pengujian Statistik Deskriptif

2. Pengujian Asumsi Klasik

Untuk mendapatkan model regresi linier berganda yang tidak bias, maka diperlukan pengujian terhadap normalitas data residual, tidak adanya hubungan sempurna antar variabel independen (multikolinearitas), dan homoskedastisitas atau tidak terjadi perbedaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (heteroskedastisitas). Uji asumsi klasik yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal

17

(Ghozali, 2011). Uji normalitas dilakukan dengan uji statistik non-parametrik one sample Kolmogorov-Smirnov (K-S). Normalitas data residual diketahui dari probabilitas signifikansi yang lebih besar dari 0,05.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Ghozali (2011) menyebutkan, dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas apabila nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 atau sama dengan nilai

Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10. 3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2011). Model regresi yang baik adalah jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap (homoskedastisitas). Heteroskedastisitas dapat diuji dengan uji Glejser. Uji Glejser menggunakan absolut residual sebagai variabel dependennya. Pada hasil uji Glejser, dapat dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila probabilitas signifikansi variabel independennya di atas 0,05.

3. Pengujian Model Penelitian

Peneliti menggunakan satu model untuk menguji hipotesis penelitian. Model tersebut akan diuji menggunakan regresi linear berganda pada tingkat signifikansi 5%. Berikut model penelitian yang digunakan:

18

Keterangan:

SCCOMPDISCi = tingkat luasnya pengungkapan kompensasi manajemen

kunci di Laporan Keuangan perusahaan i

MANOWNi = proporsi kepemilikan manajerial perusahaan i

INSTOWNi = proporsi kepemilikan institusional perusahaan i

KOMAUDi = ukuran komite audit perusahaan i

KAi = kualitas audit perusahaan i

SIZEi = ukuran perusahaan perusahaan i

COMP_TAi = rasio total kompensasi manajemen kunci terhadap total

aset perusahaan i

Dokumen terkait