hipotesis 4 diterima. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya
2. Rasio Total Kompensasi Manajemen Kunci dengan Total Aset Perusahaan
manajemen kunci dengan lebih transparan di Laporan Keuangan, karena perusahaan besar lebih dapat mendanai proses pengumpulan, klasifikasi, dan penyebaran informasi kepada publik. Perusahaan yang memiliki ukuran lebih besar cenderung menjadi sorotan publik dan akan menghadapi tuntutan lebih besar dari para stakeholder untuk menyajikan informasi yang lebih luas dan transparan di Laporan Keuangan. Selain itu, perusahaan besar rawan menjadi sasaran berbagai macam regulasi, oleh karena itu perusahaan besar cenderung untuk lebih patuh pada ketentuan yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang untuk menghindari sanksi yang dapat merugikan (Diyanti, 2010). Dengan demikian, semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan semakin luas pengungkapan informasi di Laporan Keuangan, termasuk di dalamnya pengungkapan kompensasi manajemen kunci.
2. Rasio Total Kompensasi Manajemen Kunci dengan Total Aset Perusahaan
Dari hasil regresi (Tabel 4), variabel kontrol rasio total kompensasi manajemen kunci dengan total aset perusahaan (COMP_TA) memiliki nilai t hitung sebesar 5,3171 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,0000 yang jauh lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa rasio total kompensasi manajemen kunci dengan total aset perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Akmyga dan Farahmita (2013) yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kompensasi manajemen kunci terhadap total aset, maka perusahaan dapat mengungkapkan informasinya dengan lebih luas dan beragam.
Perusahaan dengan rasio kompensasi manajemen kunci terhadap total aset yang besar diduga akan memberikan kompensasi manajemen kunci yang lebih besar dan beragam, sehingga akan mengungkapkan pembayaran kompensasi manajemen kunci yang lebih luas di Laporan Keuangan.
31
PENUTUP
Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti struktur kepemilikan, ukuran komite audit, dan kualitas audit yang mempengaruhi pengungkapan wajib mengenai kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan berdasarkan PSAK No.7 (Revisi 2010) tentang Pihak-pihak Berelasi. Struktur kepemilikan yang diteliti adalah kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar perusahaan manufaktur telah mengungkapkan total kompensasi manajemen kunci pada tahun 2012 beserta rincian sub jumlah per kategori imbalan kerja, namun secara keseluruhan pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan masih bervariasi. Bahkan masih terdapat beberapa perusahaan yang tidak mengungkapkan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan.
Hasil uji empiris menunjukkan kepemilikan institusional dan kualitas audit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan. Kepemilikan institusional berpengaruh signifikan negatif terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan. Hal tersebut dikarenakan institusi sebagai pemilik saham mayoritas memiliki kecenderungan melakukan ekspropriasi kepada pemilik saham minoritas dengan cara memanfaatkan informasi lebih untuk kepentingan pribadi, sehingga kemungkinan institusi akan mendorong manajemen untuk menyimpan informasi-informasi perusahaan yang dianggap penting, salah satunya pengungkapan kompensasi manajemen kunci yang dianggap dapat merepresentasikan pencapaian kinerja perusahaan. Sedangkan kualitas audit berpengaruh signifikan positif terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan. Hal tersebut dikarenakan KAP Big 4 memiliki sumber daya yang lebih besar sehingga akan menghasilkan laporan audit yang lebih akurat. Oleh karena itu, KAP Big 4 akan mendorong manajemen untuk meningkatkan transparansi Laporan Keuangan, termasuk di dalamnya pengungkapan kompensasi manajemen kunci. Begitu juga dengan variabel
32
kontrol, yaitu ukuran perusahaan dan rasio kompensasi manajemen kunci terhadap total aset, memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan.
Implikasi Terapan
Dalam penelitian ini, dapat diambil kesimpulan sebagai implikasi terapan, antara lain:
1. Manajemen dapat mempertimbangkan untuk memilih KAP Big 4 sebagai auditor independen perusahaan karena dapat meningkatkan luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan yang dinilai dapat merepresentasikan kinerja perusahaan, sehingga dapat memberikan keyakinan kepada investor untuk melakukan keputusan investasi di perusahaan.
2. Investor dapat mempertimbangkan untuk memilih perusahaan manufaktur yang auditor independennya merupakan KAP Big 4 sebagai pilihan untuk melakukan investasi.
Keterbatasan Penelitian dan Saran untuk Penelitian Mendatang
Penelitian yang dilakukan tidak terlepas dari adanya beberapa keterbatasan. Oleh karena itu, diharapkan penelitian-penelitian mendatang yang sejenis dengan penelitian ini dapat meminimalisir keterbatasan-keterbatasan yang ada. Berikut beberapa keterbatasan dalam penelitian ini dan saran untuk penelitian mendatang:
1. Penelitian ini hanya menggunakan data perusahaan sektor manufaktur. Penelitian mendatang diharapkan dapat menggunakan data seluruh sektor perusahaan yang terdaftar di BEI agar dapat mengungkap faktor determinan pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan pada seluruh sektor perusahaan, sekaligus melihat konsistensi penelitian pada perusahaan manufaktur.
33
2. Penelitian ini hanya menggunakan data Laporan Keuangan dan Laporan Tahunan untuk periode satu tahun. Penelitian mendatang diharapkan dapat menggunakan periode observasi yang lebih panjang dengan tujuan meningkatkan komparabilitas atau daya banding dengan baik.
3. Penelitian ini menggunakan agency theory sebagai teori dasar dalam pengembangan hipotesis penelitian. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan bonus plan hypothesis sebagai teori dasar, yang lebih memiliki kaitan dengan pengungkapan kompensasi manajemen kunci di Laporan Keuangan.
34
Daftar Pustaka
Adnantara, K.F. (2013). Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham dan Corporate Social Responsibility pada nilai Perusahaan. Jurnal Buletin Studi Ekonomi, Vol.18, No.2.
Akmyga, S.F. & Farahmita, A. (2013). Pengaruh Struktur Corporate Governance Terhadap Luas Pengungkapan Kompensasi Manajemen Kunci di Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi XVI, Manado, 25-28 September. Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan. (2004). Peraturan
No.IX.I.5. Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Jakarta.
Bangun, N., Octavia, J., & Tarigan, K.B. (2012). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Profitabilitas terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI. Jurnal Akuntansi, Vol.12, No.2, p.717-738.
Bhattacharya, U. & Spiegel, M. (1991). Insiders, Outsiders, and Market Breakdowns. The Review of Financial Studies, Vol.4, No.2, p.255-282. Bursa Efek Indonesia. (2001). Peraturan Bursa Efek Indonesia: Nomor
Kep-339/BEJ/07-2001 tentang Peraturan Pencatatan Efek Nomor: I-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa.
Bursa Efek Indonesia. (2004). Peraturan Bursa Efek Indonesia: Nomor Kep-305/BEJ/07-2004 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.
Conyon, M.J. & He, L. (2011). Executive Compensation and Corporate Governance in China. Institute for Compensation Studies.
Diaz, M. & Espa, V. (2008). Bentuk Dan Komponen Penentu Kompensasi Eksekutif. TEMA, Vol.9, No.1.
Diyanti, F. (2010). Mekanisme Good Corporate Governance, Karakteristik Perusahaan dan Mandatory Disclosure: Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Publikasi Ilmiah. Program Magister Sains Akuntansi Pascasarjana Fakultas Ekonomi. Universitas Brawijaya.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivatiate Dengan Program SPSS. Semarang: BP-UNDIP.
Hardikasari, E. (2011). Pengaruh Penerapan Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan pada Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek
35
Indonesia (BEI) Tahun 2006-2008. Skripsi. Program S1 Fakultas Ekonomi. Universitas Diponegoro.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2010). PSAK No.7. Pengungkapan Pihak Berelasi. Jakarta.
Irfana, M.J. (2012). Analisis Pengaruh Debt Default, Kualitas Audit, Opinion Shopping dan Kepemilikan Perusahaan terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern. Skripsi. Program S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro.
Jensen, M.C. & Meckling, W.H. (1967). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial
Economics, Vol.3, No.4, p.305-360.
Mujiyono & Nany, M. (2010). Pengaruh Leverage, Saham Publik, Size dan Komite Audit terhadap Luas Pengungkapan Sukarela. Jurnal Dinamika
Akuntansi, Vol.2, No.2, p.129-134.
Permanasari, M. (2012). Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Mekanisme Corporate Governance terhadap Pengungkapan Informasi. Jurnal Bisnis dan
Akuntansi, Vol.14, No.3, p.193-212.
Pujiningsih, A.I. (2011). Pengaruh Struktur Kepemilikan,Ukuran Perusahaan, Praktik Corporate Governance dan Kompensasi Bonus terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2009). Skripsi. Program S1 Fakultas Ekonomi. Universitas Diponegoro.
Purwandari, A. & Purwanto, A. (2012). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Struktur Kepemilikan Dan Status Perusahaan Terhadap Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Di Indonesia. Diponegoro
Journal of Accounting, Vol.1, No.2, p.1-10.
Rahmawati, Suparno, Y., & Qomariyah, N. (2006). Pengaruh Asimetri Informasi Terhadap Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan Publik yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi 9, Padang, 23-26 Agustus.
Riyatno. (2007). Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Earnings Response Coefficients. Jurnal Keuangan dan Bisnis, Vol.5, No.2, p.148-162. Rustiarini, N.W. (2011). Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham pada
Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan
36
Sari, R.N., Anugerah, R., & Dwiningsih, R. (2010). Pengaruh Struktur Kepemilikan, Kualitas Audit dan Ukuran Perusahaan terhadap Transparansi Informasi. Pekbis Jurnal, Vol.2, No.3, p.326-335.
Sari, R.P. (2013). Pengaruh Financial Leverage dan Size Perusahaan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI). Skripsi. Program S1 Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Padang.
Siregar, S.V. & Utama, S. (2005). Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, dan Praktek Corporate Governance Terhadap Pengelolaan Laba (Earnings Management). Simposium Nasional Akuntansi VIII, Solo, 15-16 September.
Trimuharmi, R. (2010). Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Kepatuhan Pengungkapan Wajib dalam Laporan Keuangan Perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Skripsi. Program S1 Fakultas Ekonomi. Universitas Sebelas Maret.
Utama, Marta. (2004). Komite Audit, Good Corporate Governance dan Pengungkapan Informasi. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Vol.1, p.61-79.
Wulandari, N.P.Y. & Budiartha, I.K. (2014). Pengaruh Struktur Kepemilikan, Komite Audit, Komisaris Independen dan Dewan Direksi terhadap Integritas Laporan Keuangan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol.7, No.3, p. 574-586.
37
38
LAMPIRAN 1