• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen PENGEMBANGAN PRODUK LOCKER YANG ERGONOMIS. (Halaman 52-80)

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknologi Industri UPN “VETERAN” Jawa Timur yang dimulai pada bulan November 2012 sampai data yang diperlukan terpenuhi.

3.2 Identifikasi dan Definisi Operasional Var iabel

Variabel dapat diartikan sebagai faktor yang mempunyai besaran dan variasi dalam penelitian. Jenis variabel dalam penelitian ada dua yaitu :

1. Variabel terikat adalah variabel yang perubahannya dipengaruhi oleh variabel lain, dalam hal ini adalah : Loker yang ergonomis.

2. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Tinggi jangkauan tangan dalam posisi berdiri tegak (TJT).

b. Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan di ukur dari bahu sampai dengan ujung jari (JJT).

3.3 Langkah-langkah Pemecahan Masalah

Langkah-langkah yang digunakan dalam pemecahan masalah dapat digambarkan dalam flowchart sebagai berikut :

Tidak

Ya Mulai

Studi Lapangan Perumusan Masalah Studi Pustaka

Tujuan Penelitian

Identifikasi Variabel

Pengumpulan Data

- Tinggi jangkauan tangan keatas (TJT)

- Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan (JJT)

Desain Loker Awal Desain inovasi Usulan

Gambar Desain loker Aw al Uji Keseragaman

Dat a Seragam Buang Dat a Ekstrem

Sisa Dat a Ekstrim Uji Kecekupan

Dat a

Dat a Cukup

Gambar 3.1 Langkah-langkah Pemecahan Masalah

A B

Perancangan Desain Loker usulan

Gambar Desain Loker usulan Menentukan

Persentil

Uji coba pemakaian Loker usulan

Membandingkan Desain Loker yang telah ada dengan

Loker usulan

Desain Ergonomis

Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Penjelasan langkah-langkah pemecahan masalah : 1. Mulai

Mulai ini meliputi kegiatan seperti : pembuatan proposal, konfirmasi pada pihak personalia, penyerahan judul permasalahan pada pihak jurusan sampai pembuatan surat keterangan penelitian.

2. Studi Pustaka

Studi kepustakaan yang dilakukan sebagai sarana pembantu pengumpulan informasi yang berkaitan dengan permasalahan. Studi kepustakaan ini diperoleh dari literatur-literatur seperti text books, jurnal maupun dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Dari studi kepustakaan ini akan diperoleh landasan metode-metode untuk pengolahan data, dan literatur mengenai objek pengamatan Loker serta acuan-acuan yang akan dipergunakan dalam penelitian.

3. Studi Lapangan

Melakukan survei terhadap penjualan, mencari permasalahan yang terjadi pada permasalahan yang diteliti sehingga mendapat gambaran umum untuk memulai suatu penelitian. Pada kasus ini, penulis melakukan wawancara kepada pihak yang bersangkutan untuk mengetahui tingkat jumlah pelanggan.

4. Perumusan Masalah

Suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.

5. Tujuan Penelitian

Membuat uraian yang menyebutkan secara spesifikasi maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Maksud – maksud yang terkandung di dalam kegiatan tersebut baik maksud utama maupun tambahan, harus dikemukakan dengan jelas.

6. Identifikasi Variabel

Mengidentifikasdi masalah secara lebih terinci, pada permasalahn kali ini penulis memberikan identifikasi terhadap pokok permasalahan dalam mengetahui masalah apa saja yang terikat dengan permasalahan.

7. Uji Keseragaman Data

Dilakukan untuk menetapkan data yang seragam untuk mengaplikasikannya dapat digunakan peta kontrol. Melalui peta kontrol dapat terlihat apakah data seragam atau tidak ada data ekstrim. Jika ada data yang tidak seragam atau ada data ekstrim , data tersebut dibuang. Perhitungan pengujian ini meliputi : a. Perhitungan nilai rata-rata tiap dimensi.

x = n

xi

b. Perhitungan standar deviasi.

( )

1 2 − − =

n x xi σ

c. Perhitungan batas control atas dan bawah. BKA = X + kσ

8. Uji kecukupan data

Dilakukan perhitungan dimensi pada Loker yang dilengkapi dengan tempat buku sesuai dengan presentil 5%, 50% dan 90%.

Rumus uji kecukupan data :

9. Desain Loker yang dilengkapi dengan 12 Box dan 3 Box.

Dilakukan desain Loker yang dilengkapi dengan 12 Box dan 3 Box dengan ukuran yang telah dihitung berdasarkan presntil.

10.Pembuatan Loker yang dilengkapi dengan 12 Box dan Laci

Pembuatan produk jadi sesuai desain dan ukuran yang berdasarkan perhitungan presentil.

11.Uji Loker yang dilengkapi dengan 12 Box dan 3 Box

Kegiatan uji hasil dari desain dan rancangan Loker yang dilengkapi dengan 12 Box dan 3 Box.

12.Hasil dan Pembahasan

Membahas hasil dari perancangan produk Loker yang dilengkapi dengan 12 Box dan 3 Box dan pengujian keergonomisan yang telah dilakukan.

13.Kesimpulan dan Saran

Menuangkan hasil pembahasan kedalam kesimpulan yang menjawab dari rumusan masalah dan saran untuk pengembangan penelitian ini.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengumpulan Data

4.1.1 Data Antr opometr i Pengguna

Ukuran untuk pembuatan dan perancangan loker ini diambil dari data Antropometri yang disesuaikan dengan pengguna dalam hal ini yang dimaksud pengguna pada umumnya khususnya yang ada di lingkungan FTI

Adapun dimensi tubuh yang diukur adalah sebagai berikut: Tabel 4.1 Pengukuran Dimensi Tubuh dalam Cm

No TJT (Cm) PJT (Cm) 1 204 75 2 205 75 3 205 74 4 195 70 5 198 70 6 205 75 7 197 67 8 193 66 9 200 69 10 201 66 11 205 74 12 182 66 13 183 69 14 201 73 15 193 72 16 208 75 17 204 70 18 185 75 19 200 71 20 181 68 21 204 68 22 205 70 23 298 70 24 200 70

48 195 70 49 204 71 50 200 70 51 201 72 52 204 74 ∑ X 10.326 3.687 Keterangan :

• Tjt = Tinggi jangkauan tangan ke atas di ukur dari kaki hingga jagkauan

tangan ke atas

• Jjt = Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan di ukur dari bahu sampai

dengan ujung jari.

25 205 74 26 195 70 27 209 72 28 208 66 29 195 70 30 185 71 31 204 70 32 205 74 33 190 68 34 185 70 35 205 75 36 205 75 37 190 70 38 190 70 39 208 75 40 200 70 41 196 70 42 202 74 43 200 68 44 198 68 45 205 75 46 200 71 47 185 66

4.2 Pengolahan Data 4.2.1 Loker Lama

Gambar loker awal dapat dilihat pada Gambar 4.1 dibawah ini:

Gambar 4.3 Loker Awal

Loker di atas rungan yang disediakan sangat terlalu sempit hanya bisa menyimpan tas. Ukuran dari loker di atas panjang Loker 50 cm, tinggi 185 cm dan lebar 37 cm, dengan ukuran tersebut loker di atas kurang luas dalam menyimpan data/dokumen serta barang.

4.2.2 Loker Usulan

4.2.2.1 Uji Keseragaman Data

Uji keseragaman data digunakan untuk pengendalian proses bagian data yang ditolak atau tidak seragam karena tidak memenuhi spesifikasi.

a. Tinggi jangkauan tangan Ke atas ( Tjt)

Dari Tabel 4.1 diperoleh nilai tinggi jangkauan tangan ke atas (Tjt) untuk mencari nilai dan σx adalah sebagai berikut:

σx = = 7,48

Uji keseragaman data tinggi jangkauan tangan ke atas (Tjt) dengan tingkat kepercayaan yang digunakan 95%, maka k = 2, yaitu:

BKA = + k.σx

BKA = 198,57 + (2) 7,48 = 213,53 BKB = - k.σx

BKB = 198,57- (2) 7,48= 183,58

Dari data diatas dapat dibuat tabel uji keseragaman tinggi jangakauan tangan ke atas dalam posisi berdiri tegak (Tjt) sebagai berikut:

Gambar 4.4Uji Keseragaman Tinggi Jangkauan Tangan Ke Atas Dalam Posisi Berdiri Tegak (Tjt)

Semua data dalam grafik berada dalam batas control atas dan batas control bawah berarti datanya seragam.

b. Jjt = Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan di ukur dari bahu sampai dengan ujung jari.

Dari Tabel 4.1 diperoleh nilai panjang jangkauan tangan maksimum ke depan saat berdiri tegak (Jjt) untuk mencari nilai dan σx adalah sebagai berikut:

=

=

70,90 cm

σx = = 2,83

Uji keseragaman panjang jangkauan tangan maksimum ke depan saat berdiri tegak (Jjt) yang digunakan 95%, maka k = 2, yaitu:

BKA = + k. σx

BKA = 70,90 + (2) 2,83 = 76.56 BKB = - k. σx

BKB = 70.90 - (2) 2.83 = 65.24

Dari data diatas dapat dibuat tabel uji keseragaman Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan di ukur dari bahu sampai dengan ujung jari (Jjt) sebagai berikut:

Gambar 4.5 Uji Keseragaman Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan di ukur dari bahu sampai dengan ujung jari (Jjt).

Semua data dalam grafik berada dalam batas control atas dan batas control bawah berarti datanya seragam.

Berdasarkan grafik uji keseragaman data untuk seluruh dimensi tubuh mahasiswa diperlihatkan pada table 4.4 berikut :

Tabel 4.2 Hasil Uji Keseragaman Data

Dimensi Tubuh BKA (cm) BKB (cm) (cm) σx (cm) Data Min (cm) Data Maks (cm) Keterangan Tjt 213,53 183,58 198,54 7,48 185 205 Seragam Jjt 76,56 65,24 70,90 2,83 66 75 Seragam

4.2.2.2 Uji Kecukupan Data

Uji kecukupan data digunakan untuk menganalisa jumlah pengukuran apakah sudah representative, dimana tujuannya membuktikan bahwa data sampel yang diambil sudah dapat mewakili populasi.

Untuk uji kecukupan data digunakan tingkat ketelitian 5% dan tingkat kelayakan 95% maka rumus uji kecukupan data adalah:

N’=

Nilai k = 2 dan nilai s = 0,05

Jika, N’ ≤ N maka data sudah cukup untuk melakukan perancangan N’ > N maka data belum cukup untuk melakukan perancangan.

• Tjt = Tinggi jangkauan tangan ke atas di ukur dari kaki hingga jagkauan

tangan ke atas.

Data Tinggi jangkauan tangan ke atas dalam (Tjt) dari Tabel 4.1 diperoleh nilai: ∑ X = 10.326 ∑ X 2 = 2.053.360 Maka : N’=

=

1,49 Kesimpulan: N’ = 1,49 ≤ N = 52

Maka data hasil pengukuran yang dilakukan sudah cukup untuk melakukan perancangan.

• Jjt = Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan di ukur dari bahu sampai

dengan ujung jari.

Data Panjang jangkauan tangan maksimum ke depan saat berdiri tegak (Pjt) dari Tabel 4.1 diperoleh nilai:

∑ X = 3.657 ∑ X 2 = 261.837

Maka : N’=

=

28,93

Kesimpulan: N’ = 28,93 ≤ N = 52

Maka data hasil pengukuran yang dilakukan sudah cukup untuk melakukan perancangan.

Tabel 4.3 Hasil Uji Kecukupan Data

No Dimensi Tubuh N N' Keterangan

1 Tinggi jangakuan tangan ke atas (Tjt) 52 1,49 Data Cukup 2

Jarak jangkauan tangan yang menjulur kedepan di ukur dari bahu sampai dengan ujung jari (Jjt)

52 28,93 Data Cukup

4.2.2.3 Menentukan Persentil

Berdasarkan data-data dimensi tubuh pemakai loker yang telah diperoleh selanjutnya dapat ditentukan ukuran Loker dengan penyesuaian persentil.

• Menentukan tinggi Loker

Dari perhitungan uji keseragaman data (Tjt) diperoleh nilai = 198,54cm dan σx = 7,48. Selanjutnya untuk menentukan tinggi Loker digunakan tinggi jangkauan tangan ke atas dengan persentil P5%, yang merupakan persentil kecil dari populasi yang diukur dengan maksud agar orang yang pendek dapat menggunakan loker dengan nyaman. Berdasarkan hasil perhitungan standard deviasi diatas, selanjutnya dilakukan perhitungan tinggi loker dengan nilai persentil 5% sebagai berikut:

TjtTinggi Loker Inovasi= - P5 (SD)

= 198,54, -1,645 (7,48) = 186,235 cm ≈ 186 cm Jadi ukuran tinggi loker adalah 186 cm.

• Menentukan Lebar loker

Dari perhitungan uji keseragaman data (Jjt) diperoleh nilai = 70,90 cm dan σx = 2,83. Selanjutnya untuk menentukan lebar Loker digunakan panjang jankauan tangan maksimum ke depan dengan persentil P5%, yang merupakan persentil kecil dari populasi yang diukur dengan maksud agar orang yang

pendek dapat menggunakan loker dengan nyaman. Berdasarkan hasil perhitungan standard deviasi di atas, selanjutnya dilakukan perhitungan lebar loker dengan nilai persentil 5% sebagai berikut:

JjtLoker = – P5 (SD)

= 70,90 - 1,645 (2,83) = 66,24cm ≈ 66 cm

Jadi ukuran lebar Loker adalah 66 cm.

• Menentukan panjang loker

Untuk menentukan panjang loker diambil ukuran sesuai dengan tinggi loker yang ada yaitu sebesar 186 Cm.

• Menentukan ukuran per box loker

a. Lebar box loker

Lebar box loker diambil dari ukuran panjang loker dibagi 4 = 186 / 4 = 46,5 cm

b. Panjang box loker

Panjang box loker sesuai dengan lebar loker yaitu sebesar 66 cm c. Tinggi box loker

Tinggi box loker diambil dari ukuran tinggi loker dibagi 4 = 186/4 = 46,5 cm.

• Menentukan box loker aksesoris.

a. Tinggi box loker Inovasi.

Untuk menentukan tinggi box loker aksesoris diambil dari tinggi box loker yaitu sebesar 46,5 cm

Lebar box loker sesuai dengan lebar loker yaitu sebesar 66 cm. c. Lebar box loker aksesoris.

Untuk menentukan panjang box loker aksesoris diambil dari ukuran panjang loker dibagi 3 = 186 / 3 = 62 cm.

4.2.2.4 Perancangan Loker inovasi Menur ut Metode PAHL & BEITZ Perancangan Loker Menurut Metode PAHL & BEITZ yaitu : a. Perancangan Proyek.

Dalam perancangan proyek loker yang dibutuhkan adalah loker yang luas sehingga dapat menyimpan data atau dokumen-dokumen yang bersifat penting dan lain sebagainya, selain itu juga dalam perancangan proyek loker ini adapun alat dan bahan yang digunakan adalah :

1. Plat Besi. 8. Cat

2. Plat Siku 9. Kunci

3. Mesin Lipat 10. Roda

4. Mesin bor 11. Lampu

5. Mesin Pemotong Plat 6. Engsel

7. Mur dan Baut

b. Perancangan Konsep Produk.

Pada fase perancangan konsep produk loker ini menggunakan paint yang digunakan dalam menggambar bentuk atau skets loker itu sendiri.

c. Perancangan Bentuk (Embodyment)

Perancangan bentuk loker ini dimulai dari proses pemotongan plat siku untuk membentuk kerangaka.

Proses pemotongan plat besi untuk membentuk dinding, landasan bagian bawah loker dan box.

Langkah kerja :

1. Memberi tanda pada bahan yang akan dilipat dan dipotong. 2. Merakit Plat siku.

3. Setelah pemberian tanda selesai, proses pembelahan dan pemotongan dapat dimulai.

4. Proses perakitan dilakukan setelah proses pembelahan dan pemotongan yang dirangkai menjadi loker dengan cara diLas agar semua bahan dapat direkatkan hingga menjadi sebuah loker.

5. Proses finishing adalah proses akhir setelah semua proses telah selesai. Tujuan finishing ini untuk mendapatkan keindahan adapun tahapan yang dilakukan dalam proses finishing sebagai berikut :

a. Produk yang akan di finishing harus dibersihkan dari berkas-berkas pada proses sebelumnya.

b. Proses terakhir diberi Cat supaya terlihat bagus c. Pemasangan Roda.

d. Perancangan Detail Produk

Berdasarkan hasil perhitungan penentuan ukuran Loker sesuai dengan dimensi tubuh diatas, adalah sebagai berikut:

• Ukuran Tinggi Loker adalah 186 cm

• Ukuran Panjang Loker adalah 186 cm.

• Ukuran Lebar loker 66 Cm.

• Ukuran Box aksesoris.

a. Tinggi box loker aksesoris adalah 46,5 cm. b. Panjang box loker aksesoris adalah 62 cm. c. Lebar box loker aksesoris adalah 46,5 cm.

4.2.2.5 Uji Coba Pemakaian Loker usulan

Adapun hasil kuisioner uji coba pemakaian loker usulan dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4 Kuisioner Indikator Antropometri Uji Coba loker Usulan Kuisioner Indikator Antropometri

Nama : Usia :

Rancangan Loker Terbaru

No Pertanyaan Kriteria Total

SS S C TS STS

1 Loker

a. Apakah menurut anda tinggi loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

5 41 14 - - 60

b. Apakah menurut anda lebar loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

26 26 6 2 - 60

c. Apakah menurut anda panjang loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

20 36 4 - - 60

2 Box Loker

a. Apakah menurut anda lebar box loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

13 30 17 - - 60

b. Apakah menurut anda panjang box loker sudah sesuai ?

12 45 3 - - 60

JUMLAH 76 178 44 2 - 300

Keterangan :

SS: Sangat sesuai, TS : Tidak Sesuai, S : Sesuai, C : Cukup, STS : Sangat Tidak Sesuai

Tabel 4.5 Kuisioner Indikator Ergonomi Hasil Uji Coba loker Usulan Kuisioner Indikator Ergonomi

Nama : Usia :

Rancangan Loker Usulan

No Pertanyaan Kriteria Total

SL L C TL STL

1 Kenyamanan

a. Apakah Anda merasa nyaman ketika membuka dan menutup loker ini ?

15 40 4 1 - 60

b. Apakah Anda merasa nyaman ketika mengambil dan menyimpan dokumen

43 14 3 - - 60

2 Keamanan

a. Apakah Anda merasa tenang ketika menyimpan dokumen di loker

29 29 2 - - 60

b. Bagaimana menurut anda apakah kunci loker ini sudah layak digunakan ?

32 21 1 6 - 60

3 Keindahan

a. Apakah menurut anda loker ini memiliki nilai estetika yang lebih ?

17 35 5 3 - 60

b. Apakah menurut anda desain loker ini sesuai dengan yang diinginkan ?

31 25 4 - - 60

c. Bagaimana menurut anda apakah layak loker ini diletakkan di ruangan ini ?

20 40 - - - 60

JUMLAH 187 204 19 10 - 420

Keterangan :

SL : Sangat layak TL : Tidak Layak

L : Layak STL : Sangat Tidak Layak C : Cukup

4.2.2.6 Perbandingan Desain Loker Awal dan Usulan

Adapun perbandingan antara desain loker dan loker usulan dapat dilihat di bawah ini:

a. Loker awal

Adapun ukuran loker awal adalah panjang = 85 cm,lebar = 50 cm, dan tinggi = 185 cm.

Tabel 4.6 Kuisioner Indikator Antropometri Hasil Uji Coba loker awal Kuisioner Indikator Antropometri

Nama : Usia : Loker Lama

No Pertanyaan Kriteria Total

SS S C TS STS

1 Loker

a. Apakah menurut anda tinggi loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

- 5 2 41 12 60

b. Apakah menurut anda lebar loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

1 2 3 23 31 60

c. Apakah menurut anda panjang loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

- 2 3 48 7 60

2 Box Loker

a. Apakah menurut anda lebar box loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

- 6 5 40 9 60

b. Apakah menurut anda panjang box loker sudah sesuai ?

- 2 - 35 23 60

JUMLAH 1 17 13 187 82 300

Keterangan :

SS : Sangat sesuai, TS : Tidak sesuai, C : Cukup, S : Sesuai STS : Sangat tidak sesuai

Tabel 4.7 Kuisioner Indikator Ergonomi Hasil Uji Coba loker Awal Kuisioner Indikator Ergonomi

Nama : Usia : Loker Lama

No Pertanyaan Kriteria Total

SL L C TL STL

1 Kenyamanan

a. Apakah Anda merasa nyaman ketika membuka dan menutup loker ini ?

- 4 3 33 23 60

b. Apakah Anda merasa nyaman ketika mengambil dan menyimpan dokumen

1 3 5 30 21 60

2 Keamanan

a. Apakah Anda merasa tenang ketika menyimpan dokumen di loker inovasi

- 2 - 46 12 60

b. Bagaimana menurut anda apakah kunci loker ini sudah layak digunakan ?

- 7 3 45 5 60

3 Keindahan

a. Apakah menurut anda loker ini memiliki nilai estetika yang lebih ?

b. Apakah menurut anda desain loker ini sesuai dengan yang diinginkan ?

- 3 3 30 24 60

c. Bagaimana menurut anda apakah layak loker ini diletakkan di ruangan ini ?

- 1 - 38 21 60

JUMLAH 1 23 20 255 121 420

Keterangan :

SL : Sangat layak TL : Tidak layak

L : Layak STL : Sangat tidak layak

C : Cukup

a. Loker Inovasi Usulan

Adapun gambar teknik untuk loker usulan dapat dilihat pada gambar 4.7 dibawah ini:

Gambar 4.7 Loker Usulan

Berdasarkan hasil perhitungan penentuan ukuran adalah sebagai berikut: a. Ukuran tinggi loker keseluruhan adalah 186 cm.

b. Ukuran panjang loker adalah 186 cm

c. Ukuran lebar loker adalah 66 cm.

d. Ukuran tinggi box loker adalah 46,5 cm.

e. Ukuran panjang box loker 62 cm

g. Ukuran lebar box 66 cm

h. Ukuran panjang laci 62 cm.

Adapun tabel hasil kuisioner uji coba pemakaian loker usulan dapat dilihat pada Tabel 4.8 dibawah ini :

Tabel 4.8 Kuisioner Indikator Antropometri Hasil Uji Coba Loker Usulan

Kuisioner Indikator Antropometri Nama :

Usia :

Rancangan Loker Terbaru

No Pertanyaan Kriteria Total

SS S C TS STS

1 Loker

a. Apakah menurut anda tinggi loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

5 41 14 - - 60

b. Apakah menurut anda lebar loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

26 26 6 2 - 60

c. Apakah menurut anda panjang loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

20 36 4 - - 60

2 Box Loker

a. Apakah menurut anda lebar box loker sudah sesuai dengan yang diinginkan ?

13 30 17 - - 60

b. Apakah menurut anda panjang box loker sudah sesuai ?

12 45 3 - - 60

JUMLAH 76 178 44 2 - 300

Keterangan :

SS : Sangat sesuai TS : Tidak sesuai S : Sesuai STS : Sangat tidak sesuai C : Cukup

Tabel 4.9 Kuisioner Indikator Ergonomi Hasil Uji Coba Loker Usulan Kuisioner Indikator Ergonomi

Nama : Usia :

Rancangan Loker Terbaru

No Pertanyaan Kriteria Total

SL L C TL STL

1 Kenyamanan

a. Apakah Anda merasa nyaman ketika membuka dan menutup loker ini ?

15 40 4 1 - 60

b. Apakah Anda merasa nyaman ketika mengambil dan menyimpan dokumen

2 Keamanan

a. Apakah Anda merasa tenang ketika menyimpan dokumen di loker

29 29 2 - - 60

b. Bagaimana menurut anda apakah kunci loker ini sudah layak digunakan ?

32 21 1 6 - 60

3 Keindahan

a. Apakah menurut anda loker ini memiliki nilai estetika yang lebih ?

17 35 5 3 - 60

b. Apakah menurut anda desain loker ini sesuai dengan yang diinginkan ?

31 25 4 - - 60

c. Bagaimana menurut anda apakah layak loker ini diletakkan di ruangan ini ?

20 40 - - - 60

JUMLAH 187 204 19 10 - 420

Keterangan :

SL : Sangat layak TL : Tidak layak L : Layak STL : Sangat tidak layak C : Cukup

c. Perbandingan antara loker awal dan loker usulan.

Berdasarkan dari dua kuisioner hasil uji coba loker awal untuk indikator antropometri dan indikator ergonomi yang dilakukan dari 60 responden, maka didapat hasil kuisioner indikator antropometri loker awal, yang mempunyai kriteria jawaban sangat sesuai sebanyak 1 jawaban, sesuai sebanyak 17 jawaban, cukup sebanyak 13 jawaban, tidak sesuai sebanyak 187 jawaban, sangat tidak sesuai sebanyak 82 jawaban dan hasil kuisioner loker usulan mempunyai kriteria jawaban sangat sesuai sebanyak 76 jawaban, sesuai sebanyak 178 jawaban, cukup sebanyak 44 jawaban, tidak sesuai sebanyak 2 jawaban. Untuk hasil kuisioner indikator ergonomi loker awal, yang mempunyai kriteria jawaban sangat layak sebanyak 1 jawaban, layak sebanyak 23 jawaban, cukup sebanyak 20 jawaban, tidak layak sebanyak 255 jawaban, sangat tidak layak sebanyak 121 jawaban dan hasil kuisioner indikator Ergonomi loker usulan mempunyai kriteria jawaban sangat layak

sebanyak 187 jawaban, layak sebanyak 204 jawaban, cukup sebanyak 19 jawaban, tidak layak sebanyak 10 jawaban. Maka berdasarkan perbandingan kriteria hasil responden diatas, desain loker usulan mempunyai kriteria sangat sesuai dan sesuai paling banyak untuk indicator Antropometri dan desain loker usulan mempunyai kriteria sangat layak dan layak paling banyak untuk indikator Ergonomi, jadi dapat disimpulkan bahwa rancangan loker usulan adalah loker yang ergonomis.

4.3 Hasil dan Pembahasan

Hasil yang dapat di ambil dari perhitungan data dimensi tubuh dan dari hasil uji kuisioner perancangan loker agar menjadi ergonomis lebih nyaman untuk digunakan beraktivitas adalah sebagai berikut :

1. Tempat loker awal dapat di perlihatkan pada Gambar 4.8 berikut :

Gambar 4.8 Loker Awal

Adapun ukuran loker awal adalah panjang = 50 cm, lebar = 37 cm, dan tinggi = 160 cm.loker yang ada pada saat ini tidak menyediakan tempat penyimpanan yang luas serta loker pada saat ini terbuat dari plat besi yang mudah berkarat. Hal tersebut juga di perkuat oleh hasil kuisioner indikator Antropometri loker awal bahwa, sangat sesuai sebanyak 1 jawaban, sesuai

160 cm

sebanyak 17 jawaban, cukup sebanyak 13 jawaban, tidak sesuai sebanyak 187 jawaban, sangat tidak sesuai sebanyak 82 jawaban dan kuisioner indikator Ergonomi loker awal bahwa sangat layak sebanyak 1 jawaban, layak sebanyak 23 jawaban, cukup sebanyak 20 jawaban, tidak layak sebanyak 255 jawaban, sangat tidak layak sebanyak 121 jawaban.

2. Adapun gambar teknik untuk loker usulan dapat dilihat pada gambar 4.8 dibawah ini:

Gambar 4.9 Loker Usulan

Berdasarkan hasil perhitungan penentuan ukuran adalah panjang loker adalah 186 cm, lebar loker adalah 66 cm, lebar masing-masing box loker informasi adalah 46,5cm,tinggi loker adalah 186 cm. Rancangan loker usulan saat ini mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan loker awal, selain luas tempat penyimpanan yang lebih besar, loker ini mempunyai box besar

sehingga barang-barang yang tersimpan disana dapat terjaga baik dan rapi. Selain itu loker ini menggunakan plat besi yang sagat ringan yaitu dengan ketebalan 0,8 inchi yang juga dapat bertahan lebih lama dan tahan karat. Hal tersebut juga diperkuat oleh hasil kuisioner indikator Antropometri loker bahwa, sangat sesuai sebanyak 76 jawaban, sesuai sebanyak 178 jawaban, cukup sebanyak 44 jawaban, tidak sesuai sebanyak 2 jawaban, sangat tidak sesuai sebanyak 0 jawaban dan kuisioner indikator Ergonomi loker bahwa sangat layak sebanyak 187 jawaban, layak sebanyak 204 jawaban, cukup sebanyak 19 jawaban, tidak layak sebanyak 10 jawaban, sangat tidak layak sebanyak 0 jawaban.

3. Berdasarkan dari dua kuisioner hasil uji coba loker awal untuk indikator antropometri dan indikator ergonomi yang dilakukan dari 52 responden, maka didapat hasil kuisioner indikator antropometri loker awal, yang mempunyai kriteria jawaban sangat sesuai sebanyak 1 jawaban, sesuai sebanyak 17 jawaban, cukup sebanyak 13 jawaban, tidak sesuai sebanyak 187 jawaban, sangat tidak sesuai sebanyak 82 jawaban dan hasil kuisioner loker usulan mempunyai kriteria jawaban sangat sesuai sebanyak 76 jawaban, sesuai

Dalam dokumen PENGEMBANGAN PRODUK LOCKER YANG ERGONOMIS. (Halaman 52-80)

Dokumen terkait