HASIL PENELITIAN A.Objek Penelitian
B. Penyajian Data
2. Peran Guru Agama Islam diSekolah Multikultural SMP Mentari International School
Guru mempunyai peran penting dalam pendidikan multikultural karena dia merupakan salah satu target dari strategi pendidikan. Terutama guru PAI yang dituntut mampu untuk mengajarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai keagamanan di sekolah. Hal ini berdasarkan wawancara peneliti dengan kepala sekolah, Bapak Aluysius Songki, yang menyatakan:
“Seorang guru pendidikan agama Islam yang mengajar di sekolah ini harus mempunyai standar yang sudah ditetapkan dari sekolah, misalnya seperti mempunyai sikap yang harmonis kepada seluruh murid, mempunyai jiwa sosial yang tinggi, dan menguasai ilmu agama Islam. Selain itu guru PAI juga dituntut penuh untuk menanamkan nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, sehingga murid di sini juga dituntut untuk menyerap dan mengamalkan nilai yang diajarkan dan saya akui Sekolah Mentari ini tidak menuntut siswa-siswi untuk mengamalkan Agama Islam secara utuh atau dengan kata lain siswa-siswi di sini memiliki ideologi keislaman yang liberal.”12
Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa guru di Sekolah Mentari diharuskan melewati kualifikasi yang ditetapkan kepala sekolah, seperti memiliki sikap yang harmonis dengan siswa-siswi apapun latar belakangnya, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi dengan siapapun di lingkungan sekolah, dan memiliki pemahaman Agama Islam yang baik. Akan tetapi seperti diketahui hasil penelitian di atas, semua siswa siswi muslim yang bersekolah di Mentari ini tidak terlalu dituntut untuk menjadi siswa siswi yang beragama Islam secara kaffah atau sempurna, hal ini karena diakui Kepala Sekolah Mentari Bapak Aluysius Songki yang mengatakan semua siswa siswi muslim di Sekolah Mentari memiliki ideologi keislaman yang liberal. Hal tersebut juga berdasarkan pengamatan langsung dengan melihat kondisi lingkungan sekolah memang tidak menampilkan pakaian atau aturan
12
Wawancara Peneliti dengan Kepala Sekolah Bapak Aluysius Songki, Pada Hari Jumat Tanggal 20 Februari 2015, Pukul 10.00 WIB
sosial yang tidak sesuai dengan syariat Islam, seperti pergaulan berlainan jenis yang tidak teralalu dibatasi dan siswi yang tidak menutup aurat secara sempurna.
Adapun peran guru Pendidikan Agama Islam di SMP Mentari International School di antaranya adalah:
a. Peran Guru dalam Merancang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Peran Guru Agama Islam di Sekolah Mentari tidak bisa dibilang mudah dikarenakan agama adalah keyakinan manusia yang sangat sensitif apabila terjadi singgungan antara agama satu dengan agama lainnya, hal ini jelas karena Sekolah Mentari adalah sekolah yang berwawasan multikultural yang tentunya sekolah yang berbasis multi agama. Maka dari itu Guru PAI sangat diperhitungkan dalam merancang pembelajran di Sekolah Mentari.
Hal ini berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru PAI, Bapak Nur Jamil, yang menyatakan:
”Kami selaku guru PAI mempunyai dua rancangan dalam
pembelajaran PAI di sekolah ini.Yang pertama, kami merancang pembelajaran yang berwawasan demokratis dan objektif dalam kelas. Jadi kami berusaha untuk tidak menyampaikan kata-kata yang menyinggung atau membeda-bedakan siswa-siswi di lingkungan sekolah Mentari ini, yang tentunya mereka itu memiliki perbedaan keyakinan dalam beragama. Kemudian yang kedua, kami selaku guru PAI menyusun pembelajaran dengan mengarahkan siswa-siswi untuk membangun kepedulian mereka pada peristiwa atau kejadian tertentu yang ada kaitannya dengan agama Islam atau mengatasnamakan Islam, seperti halnya bom Bali, teror gedung WTC di Amerika, hingga aksi terorisme yang terjadi. Nah, kami selaku guru PAI menjelaskan hal tersebut bahwa Islam ini bukanlah agama yang membenarkan kekerasan dalam suatu masalah, yang justru kami menjelaskan hal tersebut kepada siswa bahwa kekerasan itu malah menambah masalah dan kami selalu memberikan penjelasan bahwa inti dari ajaran Islam adalah membawa kedamaian dan kesejahteraan untuk semua umat manusia tanpa membedakan latar belakang agama, karena
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa dalam rancangan pertama, guru di Sekolah Mentari menyelenggarakan proses pembelajaran yang demokratis dan objektif didalam kelas. Artinya segala tingkah lakunya, baik sikap dan perkataannya, tidak diskriminatif (bersikap adil dan tidak menyinggung) anak didik yang berbeda dalam pemahaman keberagamaannya di sekolah, misalnya dari keberagaman pemeluk Agama lain.
Dan kedua, guru P AI di S ekol ah Ment ari juga menyusun rancangan pembelajaran yang bertujuan mengarahkan anak didik untuk memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kejadian-kejadian tertentu yang ada hubungannya dengan agama. Sebagaimana hasil wawancara dan pengamatan yang peneliti lakukan guru PAI menunjukkan keprihatinannya terhadap peristiwa dan perilaku kekerasan yang mengatasnamakan Islam dan Guru PAI di Sekolah Mentari juga mengajarkan bahwa kekerasan bukanlah tindakan yang benar dalam suatau masalah penyelesaian dan akan menimbulkan masalah baru yang lebih berat. Guru PAI di Sekolah lebih menekankan bahwa inti ajaran Islam adalah menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Seperti yang dikaitkan pada kejadian bom bali, Tragedi gedung WTC dan sebagainya.
b. Peran Guru dalam Proses PembelajaranPendidikan Agama Islam Seperti diketahui bahwa Sekolah Mentari memiliki kurikulum yang berbeda pada sekolah-sekolah pada umumnya. Kurikulum Sekolah Mentari telah kita ketahui memiliki dua kurikulum yang diintegrasikan yaitu kurikulum yang disusun dari Departemen Pendidikan Nasional dan kurikulum yang disusun dari luar negeri atau disebut IB (International Baccalaurate)yang dirancang lembaga international di Swiss.Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan mengenai proses belajar Sekolah Mentari memiliki
ciri khas dalam proses pembelajarannya khususnya pelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu :
1) Ceramah
Seperti sekolah-sekolah lainnya, di Mentari juga menggunakan ceramah sebagai cara penyampaian materi. Bedanya dengan sekolah-sekolah lain adalah mendengarkan ceramah guru dengan memodifikasi tempat duduk siswa menjadi setengah lingkaran dilakukan guru agar semua siswa bisa terfokus pada guru yang sedang menjelaskan materi, dan metode ceramah di Sekolah Mentari tidak serta merta guru berceramah sepanjang materi tetapi guru juga menerapkan strategi inkuiri yang mana siswa bebas berpikir untuk kritis, analitis dan sistematis dalam menemukan jawaban secara mandiri dari pembahasan materi.Jadi siswa juga berperan aktif dalam metode ceramah di Sekolah Mentari ini, yang bertujuan agar membangun mental siswa untuk mengeksplorasi diri. Biasanya metode ini digunakan guru untuk menyampaikan materi sejarah Islam.13
2) Guru menggunakan pengajaran sistem diskusi kelas dengan makalah
Setiap siswa diwajibkan membuat makalah dari materi yang akan dibahas dan semua siswa mendiskusikan makalah tersebut yang mana sumber dari materi tersebut siswa yang mencari dan menemukan isi dan apa yang akan dibahas dari materi, dan semua materi yang didapat siswa dibebaskan oleh guru untuk mencari dan mendapatkan sumber data atau referensi, baik dari buku di perpustakaan, internet atau sumber lain yang memadai ,
13
setiap siswa diberikan peran penuh dalam mengeksplorasi pendapat tentang pemahamannya dalam mempelajari agama Islam yang siswa dapatkan dari sumber yang mereka temukan. Hasil wawancara peneliti dengan guru PAI, yaitu Bapak Nur Jamil, mengatakan:
“Kegiatan pembelajaran di sini kita biasanya menggunakan metode yang biasa disebut “Tupat Sambel” yaitu tukar
pendapat sambil belajar.Jadi siswa-siswi yang
mendapatkan jadwal presentasi, mereka harus menc ari materi sendiri, kemudian dipresetasikan kepada siswa-siswi yang lainnya untuk beradu pendapat. Setelah didiskusikan materi tersebut, saya sebagai guru bertugas menambahkan pendapat-pendapat anak didik saya tentang argumentasi yang mereka berikan. Dan apabila ada kesalahan dalam persepsi mereka, maka tugas saya meluruskan atau membetulkan tentang persepsi mereka
yang salah.”14
Dari hasil wawancara peneliti di atas dapat disimpulkan bahwa di SMP Mentari menggunakan cara belajar yang berbeda dengan sekolah lainnya. Yang biasanya bersumber dari buku paket yang disediakan dari sekolahnya, ataupun belajar dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Di sekolah ini
mengandalkan buku-buku bacaan apa saja yang ada
hubungannya dengan materi yang akan dibahas dalam presentasisiswanya.
c. Peran Guru dalam Mengembangkan Kesadaran Bertoleransi Peserta didik terhadap Lingkungan Sekolah
Sekolah Mentari juga membutuhkan peran guru yang dapat mengembangkan kesadaran dalam bertoleransi di sekolah multikultural. Karena guru merupakan aktor terpenting dalam bermain peran di sekolah.
14
Wawancara Peneliti dengan Guru PAI, Bapak Nur Jamil, Pada Hari Rabu Tanggal 25 Februari 2015, Pukul 09.30 WIB
Yang dimaksud bermain peran di sini adalah guru menjadi contoh oleh siswa atau menjadi tokoh yang diikuti perilakunya. Maka dari itu guru di sekolah Mentari ini juga wajib memiliki sikap yang menumbuhkan kesadaran dalam bertoleransi di sekolah multikultural seperti di SMP Mentari ini.
Hal ini berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Guru PAI, Bapak Nur Jamil, bahwa:
”Ya sebelum saya resmi menjadi guru di sekolah ini, saya diberi syarat dan kualifikasi yang terinci yang diberikan oleh kepala sekolah, termasuk bagaimana sikap saya terhadap siswa. Dan kepala sekolah memberikan wacana bahwa guru PAI wajib memiliki sikap toleransi yang tinggi, hal ini dikarenakan sebagaimana kita ketahui saya akan menghadapi siswanya yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda jadi saya juga berusaha untuk menjadi penumbuh kesadaran dalam bertoleransi seperti memberikan wejangan-wejangan yang menjelaskan tentang pentingnya bertoleransi dan hikmah adanya perbedaan, seperti halnya yang tercakup dalam surat Al-Kafirun “Lakum diinukum Waliyadiin” dan juga saya
memberikan penggalan hadis Nabi Muhammad SAW yaitu “Ikhtilafu
Ummati Rahmatun” yang mana hadis tersebut menjelaskan perbedaan itu adalah rahmat dari Allah yang harus disikapi dengan baik, akan tetapi sesungguhnya yang saya alami di sekolah ini Alhamdulillah siswa siswi di SMP Mentari ini sudah tertanam jiwa bertoleransinya dari sebelum dia masuk ke sekolah Mentari ini atau sudah terbina sikap toleransinya dari lingkungan keluarga siswa dan siswi”.15
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa peran guru PAI di SMP Mentari cukup efektif menumbuhkan sikap toleransi siswa siswi di sekolah dengan cara pertama guru menjadi contoh dalam bersikap toleran terhadap semua orang di sekolah dan memeberikan beberapa metode seperti menerangkan ayat Al-Quran dan hadis Nabi yang menjelaskan tentang penting bersikap toleran dan saling
15
Wawancara Peneliti dengan Guru PAI, Bapak Nur Jamil, Pada Hari Rabu Tanggal 25 Februari 2015, Pukul 09.30 WIB
menghormati sebagai bagian dari ajaran Islam yang damai dan mensejahterakan.