• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian harus dilakukan secara sistematis dan teratur agar dapat memperoleh data yang valid dan akurat.Oleh karena itu, metode yang dipakai sangatlah menentukan. Metode penelitian yaitu suatu tipe pemikiran yang dipergunakan dalam penelitian yang tersusun atas tahap-tahap atau urutan-urutan bagaimana penelitian itu dilakukan. Dalam penulisan skripsi ini, metode yang dipakai adalah sebagai berikut :

36

Herlien Boediono, Asas Keseimbangan bagi Hukum Perjanjian Indonesia (Bandung: Citra Aditya Bakti,2006), hlm. 315.

1. Spesifikasi penelitian

Kata penelitian berasal dari terjemahan Bahasa Inggris, yaitu research. Kata research berasal dari re (kembali) dan to search (mencari). Research berarti mencari kembali. Karena itu, penelitian pada dasarnya merupakan “suatu upaya pencarian”. Pada dasarnya yang dicari adalah pengetahuan atau pengetahuan yang benar.38 Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisa dan kontruksi, yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten.39

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum (legal research), dimana pada skripsi ini akan diangkat suatu isu permasalahan hukum sebagai topik yang akan dibahas lebih lanjut. Menurut Soerjono Soekanto, tipologi penelitian hukum dapat dibagi dalam hukum normatif dan hukum empiris. Hal ini di ungkapkan sebagai berikut:40

a. Penelitian Hukum Normatif

Penelitian hukum normatif atau penelitian yuridis normatif, terdiri atas: 1) Penelitian terhadap asas-asas hukum.

2) Penelitian terhadap sistematika hukum. 3) Penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum. 4) Penelitian sejarah hukum.

5) Penelitian perbandingan hukum. b. Penelitian hukum empiris

Penelitian hukum empiris atau sosiologis, terdiri atas:

38

Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum (Jakarta: Sinar Grafika,2009), hlm. 1.

39

1) Penelitian terhadap identifikasi hukum. 2) Penelitian terhadap efektivitas hukum.

Jenis penelitian hukum yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau bahan sekunder.41 Pada penelitian hukum jenis ini, seringkali hukum dikonsepkan sebagai apa yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan (law in books) atau hukum dikonsepkan sebagai kaidah atau norma yang merupakan patokan berperilaku manusia yang dianggap pantas.42 Dengan demikian penelitian ini meliputi penelitian terhadap sumber-sumber hukum, peraturan-peraturan perundang-undangan, dan buku-buku yang terkait dengan penulisan skipsi ini.

Penulisan skripsi ini bersifat penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dimaksud untuk memberikan data serta gambaran tentang keadaan yang menjadi objek penelitian yakni bagaimana peranan hakim dalam pembatalan perjanjian kontrak baku antara pihak penyedia dan pengguna jasa terkait asas keseimbangan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan yuridis, yaitu dengan menganalisis permasalahan dalam penelitian melalui pendekatan terhadap asas-asas hukum, yang mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan serta literatur hukum yang berhubungan dengan permasalahan skripsi ini.

41

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 13.

42

2. Data penelitian

Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.43 Sumber data dapat dari data primer dan data sekunder. Penelitian yuridis normatif menggunakan jenis data sekunder sebagai data utama. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari kepustakaan. Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain44. Data sekunder berfungsi untuk mencari data awal/informasi, mendapatkan batasan/definisi/arti suatu istilah. Data sekunder yang dipakai adalah sebagai berikut :

a. Bahan hukum primer

Bahan hukum primer adalah bahan hukum yang mempunyai otoritas (autoritatif).45 Bahan hukum tersebut terdiri atas:

1) Peraturan perundang-undangan, seperti KUH Perdata dan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (selanjutnya disebut UUPK).

2) Catatan-catatan resmi atau risalah dalam pembuatan suatu peraturan perundang-undangan.

3) Putusan-putusan yang dikeluarkan oleh lembaga peradilan baik pada tingkat pertama maupun hingga kasasi.

43

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 172.

44

Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 2005), hlm. 4.

b. Bahan hukum sekunder

Bahan hukum sekunder adalah semua publikasi tentang hukum yang merupakan dokumen yang tidak resmi.46 Bahan hukum sekunder terdiri atas berupa buku-buku yang berkaitan dengan judul skripsi, artikel-artikel ilmiah, hasil-hasil penelitian, laporan-laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi dan sebagainya yang diperoleh melalui media cetak maupun media elektronik.

c. Bahan hukum tersier

Bahan hukum tersier yang mencakup bahan yang memberi petunjuk-petunjuk dan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti: kamus hukum, jurnal ilmiah, ensiklopedia, dan bahan-bahan lain yang relevan dan dapat dipergunakan untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini.

3. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data dilakukan secara studi pustaka (library

research) dan juga melalui bantuan media elektronik, yaitu internet. Metode

library research adalah mempelajari sumber-sumber atau bahan tertulis yang

dapat dijadikan bahan dalam penulisan skripsi ini. Bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dikumpulkan dengan melakukan penelitian kepustakaan (studi kepustakaan). Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang

dipecahkan.47 Penelitian kepustakaan dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang terdapat dalam buku-buku, literatur, peraturan perundang-undangan, hasil seminar, dan sumber-sumber lain yang terkait dengan masalah yang dibahas dalam skripsi ini.

4. Analisa data

Penelitian hukum normatif yang menelaah data sekunder menyajikan data berikut dengan analisisnya.48Metode analisis data dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis dan selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk mencapai kejelasan masalah yang dibahas. Adapun metode analisis data secara kualitatif yang digunakan penulis, yaitu berupa :

a. Mengumpulkan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini.

b. Melakukan pemilahan terhadap bahan-bahan hukum relevan tersebut diatas agar sesuai dengan masing-masing permasalahan yang dibahas.

c. Mengolah dan menginterpretasikan data guna mendapatkan kesimpulan dari permasalahan.

d. Memaparkan kesimpulan, yang dalam hal ini adalah kesimpulan kualitatif, yaitu kesimpulan yang dituangkan dalam bentuk pernyataan dan tulisan.

47