• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi empiris guna menyelesaikan atau memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian.

3.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang dilakukan yaitu di kawasan Kecamatan Medan Tuntungan. Dimana mengamati dan menganalisis mengenai Peranan Sektor Informal terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Medan khususnya Pedagang Makanan dan Minuman yang berada di kawasan Kecamatan Medan Tuntungan.

3.2 Penentuan Populasi dan Sampel

Populasi adalah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran baik kuantitatif dari pada karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. Yang termasuk populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang makanan dan minuman yang ada di kecamatan Medan Tuntungan.

Sample adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penentuan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sample berdasarkan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk mengefisienkan waktu, biaya, dan tenaga. Adapun jumlah sample dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 pedagang makanan dan minuman yang ada di kecamatan Medan Tuntungan.

Berikut tabel Kelurahan yang terdapat di kecamatan Medan Tuntungan beserta sampel yang di ambil dalam setiap kelurahan :

Tabel 3.1

Kelurahan yang terdapat di Kecamatan Medan Tuntungan No Kelurahan Sample 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Namo Gajah Simpang Selayang Mangga Sidomulyo Lau Cih Tanjung Selamat BaruLadang Bambu Kemenangan Tani Simalingkar B 5 5 6 6 5 6 5 6 6 Jumlah sampel 50

Sumber: Kantor Camat Medan Tuntungan

Responden adalah pedagang yang bergerak dalam bidang usaha makanan dan minuman. Cara penentuan responden dilakukan secara random.

3.3 Metode dan Teknik Pengumpulan data

Untuk pengumpulan data peneliti menggunakan 2 jenis metode. Hal ini bertujuan, untuk membuktikan hipotesis yang diajukan, menjelaskan masalah yang diteliti dan untuk mencapai tujuan penelitian yang dilakukan. Adapun jenis metode pengumpulan data tersebut adalah:

1. Pengumpulan Data Primer

Teknik pengumpulan yang diperoleh secara langsung di lapangan dari responden dengan cara wawancara yang berpedoman kepada kuesioner yang telah di persiapkan mengenai peranan sektor informal terhadap penyerapan tenaga kerja di kota Medan khususnya pedagang makanan dan minuman yang berada di kawasan kecamatan medan tuntungan.

2. Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder merupakan data tambahan yang menjadi pendukung data primer, yang diperoleh dari BPS, buku-buku kepustakaan, jurnal-jurnal ilmiah dan artikel-artikel (internet) yang berhubungan dengan topik yang diteliti.

3.4 Pengolahan Data

Penulis menggunakan program Eviews 4.1 untuk mengolah data dalam penulisan skripsi ini.

3.5 Model Analisis Data

Model analisis yang digunakan dalam menganalisis data tersebut adalah model ekonometrika. Model analisis data yang digunakan dengan Metode Kuadrat Terkecil Biasa (Ordinary Least Square). Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor informal di kota Medan khususnya kawasan Kecamatan Medan Tuntungan adalah modal usaha, omset penjualan, retribusi (pungutan), tingkat pendidikan, dan pengalaman usaha.

Variabel-variabel tersebut dibuat terlebih dahulu dalam bentuk fungsi sebagai berikut :

Y = f (X1,X2,X3,X4)...1 Kemudian dibentuk ke dalam model ekonometrika dengan spesifikasi model sebagai berikut :

Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + μ...2

Dimana :

Y = Tenaga kerja (orang)

α = Intercept

X1 = Modal usaha (Rp) X2 = Omset penjualan (Rp) X3 = Tingkat Pendidikan (tahun) X4 = Pengalaman Usaha (tahun) β1,β2,β3,β4 = Koefisien Regresi

Bentuk hipotesisnya adalah sebagai berikut : , 0 1 > ∂X Y

artinya apabila Modal Usaha (X1) mengalami kenaikan maka Penyerapan Tenaga Kerja (Y) Pedagang Makanan dan Minuman akan mengalami kenaikan, ceteris paribus.

, 0 2 > ∂X Y

Artinya apabila Omset Penjualan (X2) mengalami kenaikan maka Penyerapan Tenaga Kerja (Y) Pedagang Makanan dan Minuman mengalami kenaikan, ceteris paribus.

, 0 3 > ∂X Y

Artinya apabila Tingkat Pendidikan (X3) mengalami kenaikan maka Penyerapan Tenaga Kerja (Y) Pedagang Makanan dan Minuman mengalami kenaikan, ceteris paribus.

, 0 4 > ∂X Y

Artinya apabila Pengalaman Usaha (X4) mengalami kenaikan maka Penyerapan Tenaga Kerja (Y) Pedagang Makanan dan Minuman mengalami kenaikan, ceteris paribus.

3.6. Test of Goodness of Fit (Uji Kesesuaian) 3.6.1. Koefisien Determinasi (R-Square)

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar variabel - variabel independen secara bersama mampu memberikan penjelasan mengenai variabel dependen.

3.6.2. Uji t-statistik

Uji t-statistik merupakan suatu pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing koefisien regresi signifikan atau tidak terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan.

Dalam pengujian ini digunakan hipotesis sebagai berikut : Ho : bi = b (tidak signifikan)

Ha : bi ≠ b (signifikan)

Dimana bi adalah koefisien independen ke-i nilai parameter hipotesis, artinya tidak ada pengaruh variabel X1 terhadap Y. Bila t-hitung > t-tabel, maka pada tingkat kepercayaan tertentu Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa variabel independen yang diuji berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap variabel dependen. Dan bila hitung < t-tabel maka pada tingkat kepercayaan tertentu Ho diterima, ini artinya bahwa variabel independen yang diuji tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.

Nilai t-hitung diperoleh dengan rumus :

t-hitung = Sbi b bi ) ( − Dimana :

bi = koefisien variabel ke-i b = nilai hipotesis nol

Sbi = simpangan baku dari variabel independen ke-i

3.6.3. Uji F-statistik

Uji F-statistik merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh koefisien regresi secara keseluruhan atau bersama-sama terhadap variabel dependen. Untuk pengujian ini digunakan hipotesis sebagai berikut :

Ho : b = 0 (signifikan) Ha : b ≠ 0 (tidak signifikan)

Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan nilai F-hitung dengan F-tabel. Jika F-hitung (F*) > F-tabel, maka Ho ditolak, yang artinya variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen.

Nilai F-hitung dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : F-hitung = ) /( ) 1 ( ) 1 /( 2 2 k n R k R − − Keterangan : 2 R = koefisien determinasi

K = jumlah variabel independen n = jumlah sampel

3.7. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik 3.7.1. Multikolinearity

Multikolinearity adalah alat yang digunakan untuk mengetahui suatu kondisi, apakah terdapat kolerasi variabel independen diantara satu sama lainnya. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearity dapat dilihat dari nilai R , F-statistik, t-hitung, 2

Adanya multikolinearity ditandai dengan : a. Standard error tidak terhingga

b. Tidak ada satupun t-statistik yang signifikan pada α = 5%, α = 10%, α =1%

c. Terjadi perubahan tanda atau tidak sesuai dengan teori d. 2

R sangat tinggi

3.8. Defenisi Operasional

1. Tenaga Kerja (Y) adalah orang yang bekerja pada Pedagang Makanan dan Minuman (orang).

2. Modal Usaha (X1) adalah besarnya uang yang digunakan Pedagang Makanan dan Minuman selama satu bulan dalam operasional usahanya (Rupiah).

3. Omset Penjualan (X2) adalah besarnya jumlah uang yang diterima Pedagang Makanan dan Minuman dari hasil usahanya selama satu bulan (Rupiah).

4. Tingkat Pendidikan (X3) adalah status dari pada Pendidikan Pedagang Makanan dan Minuman (tahun).

5. Pengalaman Usaha (X4) adalah lamanya Pedagang Makanan dan Minuman menjalankan usaha dagangnya (tahun).

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait