METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan menggambarkan atau mendeskripsikan obyek atau fenomena yang diteliti dengan wawancara mendalam (Siagian, 2011: 52).
3.2 Lokasi Penelitian
Lokasi dalam penelitian ini dilakukan di PT Asia Karet Medan yang berada di Jl. Starban No. 62 (d/h 191-A) Medan, Sumatera Utara.Alasan penulis tertarik untuk melakukan penelitian di PT Asia Karet, karena hinggasaatinihanya SBSU yang merupakansatu-satunyaserikatburuh yang memperjuangkanhak-haknormatifburuhbersamasemuaburuh yang menjadianggota SBSU di PT. Asia Karet Medan yang menuntutkeadilandanmemperjuangkan hak-hak normatifnya.
3.3 Unit Analisis dan Informan
3.3.1 Unit Analisis
Unit analisis merupakan sosok (hal, entitas) amat penting ketika melakukan analisis data dalam penelitian.Penentuan unit analisis menjadi faktor yang utama untuk mendapatkan informasi dan data yang akurat dilapangan. Adapun yang menjadi unit analisis atau subjek kajian dari penelitian ini adalah para buruh/pekerja yang berada di struktur kepengurusan yang berada di PT Asia Karet Medan, karena pada penelitian ini yang menjadi objek penelitiannya adalah orang-orang yang secara direct beraktivitas di lingkup organisasi atau
perusahaan yang nantinya mampu menggambarkan secara jelas tentang aktivitas dan model pengorganisasian untuk melihat fenomena gerakan sosial yang ada.
3.3.2 Informan
Mengingat jumlah unit analisis cukup banyak maka data diambil dari beberapa yang disajikan sebagai sumber innforman.Subjek yang telah tercermin dalam fokus penelitian ditentukan secara sengaja. Subjek penelitian ini menjadi informan yang akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian, dalam penelitian ini informan ada dua jenis yaitu informan utama dan informan tambahan.
a. Informan utama yaitu mereka yang terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan pada aktivitas organisasi yang diteliti. Yang menjadi informan utama dalam penelitian ini adalah: Pimpinan organisasi beserta perangkat kepengurusan yang ada di Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU).
b. Informan tambahan yaitu mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam pengambilan kebijakan, tetapi aktif pada aktivitas organisasi yang diteliti. Dalam penelitian ini yang menjadi informan tambahan adalah representatif dari buruh di wilayah PT Asia Karet Medan.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian akan digolongkan menjadi dua golongan, yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Untuk mendapatkan data primer dalam penelitian ini akan dilakukan dengan cara penelitian lapangan, yaitu:
a. Wawancara mendalam yang merupakan proses tanya jawab secara langsung ditujukan terhadap informan dilokasi penelitian dengan menggunakan panduan atau pedoman wawancara. Proses wawancara ini diawali dengan pengantar. Pada pengantar ini, secara terbuka dan jujur peneliti memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dari wawancara. Selanjutnya peneliti menyampaikan pertanyaan yang bersifat luas, dan diakhiri dengan pertanyaan terbuka.
b. Observasi yaitu mengumpulkan data tentang gejala tertentu yang dilakukan dengan mengamati, mendengar, mencatat kejadian yang berkaitan dengan penelitian di PT Asia Karet Medan.
2. Data sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari obyek penelitian. Pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dan pencatatan dokumen, yaitu dengan mengumpulkan data dan mengambil informasi dari buku-buku referensi, dokumen, jurnal dan internet yang dianggap relevan terhadap masalah yang diteliti.
3.5 Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan analisa kualitatif. Dimana jenis analisa seperti ini banyak digunakan dalam jenis penelitian deskriptif, yaitu: suatu mode yang didasarkan kepada pemberian gambaran yang terperinci, Dan yang telah dikumpulkan dalam menganalisa hal ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai perenan gerakan Solidaritas Buruh dalam menyelesaikan masalah-masalah buruh dan memperjuangkan hak-hak normatif buruh. Jadi analisa data hanya dilakukan dengan
caramenggambarkan ddata yang diperoleh dengan memberi data-data interprestasi (data yang bersifat mmenjelaskan/menerangkan).
BAB IV
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.1 Sejarah Berdirinya Organisasi
Berdirinya Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan juga didasari oleh lahirnya suatu Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) yang berkonsentrasi untuk Pabrik, Hotel, Restoran, Plaza, Apartemen, Retail, Katering, dan Pariwisata Indonesiadan Federasi ini berpusat di Jakarta. Federasi ini lahir atas beberapa sebabyang dilatarbelakangi oleh “Bahwa kebebasan untuk berpendapat, berkumpul, mendirikan dan menjalakan serikat merupakan hak asasi manusia baik secara individual maupun kolektif yang diakui secara universal.Konvensi International Labour Organitation (ILO) terutama nomor 87 dan 98 yang memberikan alas hak rugi bagi kaum pekerja unuk berseikat dan dijamin kebebasan berorganisasinya.Berpedoman pada gagasan tersebut, kami kaum pekerja hotel, restoran, plaza, apartemen, catering dan pariwisata bersepakat dengan bulat dan demokrasi untuk mendirikan Federasi Serikat Perkeja Mandiri.Melalui organisasi ini, kami bermaksud untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi anggota khususnya dan kaum pekerja pada umumnya secara demokratis, terbuka dan setara, baik melalui perundingan dengan pihak perusahaan maupun dengan pemerintah untuk mengambil kebijaksanaan perburuhan nasionaldan regional. Organisasi ini berprinsip pada demokrasi, independensi, emansipasi, keterbukaan dan profesionalisme yang berbasis persaudaraan, kesetaraan dan solidaritas diantara kaum pekerja dalam sektor yang sama maupun sektoral.
Berdirinya Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) didirikan pada 20 september 2000, dengan jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya dan FSPM berkedudukan di Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat dan beralamat di Sekretariat FSPM. Pada dasarnya FSPM
1. Bergerak dan mengkoordinasikan bantuan saat terjadinya perselisihan perburuhan maupun konflik-konflik.
2. Menyelenggarakan pertemuan antar serikat anggota yang bertujuan untuk saling menukar pengalaman dan ide-ide baru, juga bersama-sama menyusun program kegiatan
3. Memperjuangkan kesetaraan perempuan dalam pekerjaan serta meningkatkan partisipasi kaum buruh perempuan baik dalam kegiatan maupun kepengurusan organisasi.
4. Menyebarkan informasi yang menyangkut perkembangan dalam persoalan-persoalan seperti, cara menaikan posisi tawar buruh dalam perundingan, kesehatan dan keselamatan kerja, pekerjaan.
5. Melaksanakan program-program pendidikan bagi kaum buruh.
Tidak jauh berbeda dengan Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan yang berdiri karena telah terjadinya perselisihan dan pelanggaran hak-hak normatif kaum buruh di PT. Asia Karet Medan, sebagaimana yang di maksud oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan lahir atas kesadaran dari kaum buruh yang sudah lama tertindas oleh sebuah sistem yang tidak berkeadilan tersebut.
Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan berdiri pada 27 Juli 2006 atas perjuanan kaum buruh yang sabar akan perlawanan pada sebuah penindasan yang telah berlangsung cukup lama, dan organisasi ini memiliki sifat mandiri, demokratis, professional, bertanggung jawab yang dibentuk dari oleh dan untuk perkerja dalam memperjuankan pemenuhan hak dan kepentingan kaum pekerja dan keluarga, serta berorientasi pada pemenuhan hak-hak normatif kaum burh sesuai dengan hukum yang
berlaku. Pembentukan serikat ini atas inisiatif dari para buruh di PT, Asia Karet Medan yang berjulah 6 orang, sebagai berikut:
1. Aty Sidabutar 2. Rasidah Selian 3. Julianto Situmeang 4. Rismaida Sidabutar 5. Nurma Roida Pasaribu M 6. Purnama Saragih
Kemudian sesuai dengan kesepakatan dan keputusan bersama pada surat keputusan NO. 02/20/09/2009, menetapkan Rasidah Selian menjadi Ketua Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan yang pertama dan untuk masa bakti 2009-2014. Pembentukan serikat buruh juga dihadapi dengan kendala-kendala yang datang dari eksternal organisasi, pihak perusahaan melarang adanya serikat buruh didalam perusahaan tersebut, tak heran jika melihat adanya bentuk intimidasi sampai kepada mutasi besar-besaran, serta Pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak (PHK) dan ancaman lainnya. Namun bentuk-bentuk intimidasi tersebut tidak mengubah tekad dan niat para inisiator serikat buruh tersebut.
4.2 Tujuan dan Funsi Organisasi
4.2.1 Tujuan Organisasi
Adapun yang menjadi tujuan organisasi Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan yang termaksud dalam Anggaran dasar BAB II (azas, tujuan, fungsi, kedaulatan dan afiliasi) Pasal ^ adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan harkat martabat dan jaminan atas hak-hak pekerja, serta melindungi kepentingan pekerja baik dalam maupun diluar lingkungan pekerjaan.
2. Mewujudkan kebebasan berkumpul dan berserikat, serta terselengaranya perundingan kolektif dan perjanjian ketenagakerjaan.
3. Meningkatkan martabat, integritas, persatuan dan solidaritas pekerja, dalam rangka memperjuangkan perbaikan kesejahteraan pekerja dan keluarga.
4. Mewujudkan hubungan yang baik antara pekerjan dan pengusaha.
5. Sebagai wadah pembinaan dan pengembangan pekerja, melalui peningkatan kualitas, disiplin, etos kerja serta produktifitas kerja.
4.4.2 Fungsi Organisasi
Fungsi organisasi juga termasuk dari Anggaran Dasar BAB II (Azas, tujuan, fungsi, kedaulatan, dan afiliasi) orgagnisasi Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan, yang mana tercantum pada pasal 7, sebagai berikut:
1. Menyelangarakan perundingan kolektif untuk perbaikan syarat-syarat kerja pengupahan, hubungan ketenagakerjaandan kesejahteraan pekerja, agar tercapai mufakat dalam perjanjian ketenagakerjaan.
2. Memelihara kerukunan persatuan dan solidaritas pekerja baik intuk tujuan organisasi maupun sosial.
3. Mengusahakan pendidikan dan keteramilan pekerja sehinggamemiliki pengetahuan yang cukup, dalam pekerjaan maupun organisasi.
4. Melakukan bimbingan, pembelaan dan perlindungan terhadap anggota. 5. Meyelenggarakan kegiatan sosial.
6. Turut berperan aktif memperjuangkan terwujudnya peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang menjamin penghargaan atas hak-hak dan kepentingan pekerja.
7. Meningkatkan kerjasama dengan organisasi lain baik dalam bentuk kerja sama afiliasi gabungan organisasi pekerja maupun organisasi nontenaga kerja, yang bermanfaat dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
4.3 Regenerasi Organisasi
Dalam hal regenerasi organisasi bukan hanya melakukan pemilihan ketuadan mengangkat pengurus namun ada hal-hal yng dibahas mengenai mekanisme organisasi seperti misalnya menetapkan kebijakan umum organisasi, mengubah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga bila dianggap perlu.Dalam hal ini untuk di tingkatan serikat pekerja mandiri terkecil disebut dengan Musyawarah Anggota (MUSTA) yang diselengarakan minimal 3 (tiga) tahun sekali.
Musyawarah Anggota (MUSTA) merupakan kedaulatan tertinggi, yang berfungsi sebagai wadah evaluasi terhadap kinerja organisasi selama melakukan aktivitas organisasinya, sebagai wadah konsultasi terhadap permasalahan yang hadir di perbuhuran, konsolidasi maupun koordinasi untuk mencapai mufakat dan pengembangan organisasi.Solidaritas Buruh Sumatera Utara juga mengenal Musyawarah Istimewa Luar Biasa (MUSTALUB) yang didefenisikan sebagai rapat pendahuluan, dalam sidang pleno ini, akan dibahas apakah MUSTLUB pantas atau tidak untuk dilaksanakan. Musyawarah Istimewa Luar Biasa (MUSTALUB) dapat dilakukan jika sekurang-kurannya 50% ditambah 1 (satu) atau 2/3 dari jumlah kepengurusan.
Dalam Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan juga mengatur tentang penggantian pengurus antar waktu, sebagaimana tertera pada Anggaran Dasar BAB VIII Pasal 24. Penggantian pengurusan antar waktu adalah penggantian seseorang pengurus yang berhenti, diberhentikan atau mengundurkan diri dengan rincian sebgai berikut:
1.1 Apabila Ketua menyatakan berhenti, diberhentikan atau mengundurkan diri maka secara otomatis akan digantikan oleh Wakil Ketua 1.
1.2 Apabila Wakil Ketua 1 menyatakan berhenti, diberhentikan atau mengundurkan diri secara otomati akan digantikan olen Wakil Ketua 2 atau 3 1.3 Apabila Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2 dan 3 menyatakan tidak sanggup maka
diadakan Musyawarah Istimewa Luar Biasa (MUSTALUB).
1.4 Musyawarah Istimewa Luar Biasa (MUSTALUB) diselenggarakan oleh Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 2 dengan dibantu oleh Pengurus.
Namun pergantian kepengurusan antar waktu dapat dilakukan atas persetujuan Musyawah Anggota, berdasarkan kebutuhan organisasi.
Proses regenereasi ditingkatan pusat disebut dengan Kongres Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU), yang terhimpun dari berbagai serikat pekerja mandiri. Kongres SBSU dilaksanakan (tiga) tahun sekali, dan setiap anggota buruh sumatera utara dapat mengirimkan utusannya pada konres tersebut. Kongres Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) bertujuan untuk menetapkan kebijakan organisasi dan pedoman dasr untuk dijalankan, memilah Badan Pengurus (Presiden, beberapa Wakil Presiden, dan seorang Sekertaris Jendral), mengadakan perubahan Anggaran Dasar jika diperlukan, dan memberi keputusan untuk menerima anggota baru.
4.4 Struktur Organisasi
Struktur organisasi Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan terdiri dari berbagai elemen, sesuai dengan kebutuhan organisasi. Adapun struktur organisasi Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan yang termasuk dalam Anggaran Dasar Organisasi BAB V Keperguruan dan Wewenang Pasal 15 sebagai berikut:
1. Ketua 2. Wakil Ketua
3. Sekertaris 4. Wakil Sekertaris 5. Bendahara 6. Wakil Bendahara
7. Bidang Hubungan Masyarakat (HUMAS) 8. Bidang Pengembangan Organisasi
9. Bidang Perempuan
10.Bidang Olah Raga dan Pengembangan Bakat 11.Bidang Rohani
Setiap bidang kegiatan anggota diangkat satu orang pengurus atau lebih, yang mana masing-masing pengurus bidang kegiatan bertanggung jawab penuh terhadap serikat pekerja. Dalam hal ini Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan juga memiliki Dewan Perwakilan Anggota yang merupakan perwakilan pekerja dari tiap-tiap outlet yang berfungsi sebagai penyambung saran dan pendapat kepada pengurusan inti.
4.4.1 struktur Kepengawasan SBSU PT. Asia Karet Medan
Adapun susunan nama-nama pengurus Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan pada periodesasi kedua dan berdasarkan hasil-hasil Musyawarah Anggota (MUSTA) adalah sebagai berikut:
Ketua : Rasidah Selian
Wakil Ketua : Aty Sidabutar
Sekertaris : Julianto Situmeang
Bendahara : Nurma Roida Pasaribu M
Wakil Bendahara : Purnama Saragih
Seksi Humas
Koordinator : Amrul Sinaga
Anggota : Arpando Tumanggor
Seksi Pengembangan Organisasi
Koordinator : Rizky Nainggolan
Anggota : Jupe Simanjuntak
Seksi Pemberdayaan Perempuan
Koordinator : Elpina Yunita Hutabarat
Anggota : Maria Nababan
Seksi Dana
Koordinator : Junaidi
Seksi Sosial
Koordinator : Masitah Bintang
Anggota : Roy Batubara
Seksi Rohani
Koordinator : Surya
4.5 Tata Laksana Keuangan Organisasi
Penerimaan keuangan Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan diperoleh dari beberapa sumber yaitu: Iuran anggota, Sumbanga Anggota diluar Iuran Anggota. Hal-hal lin yang tidak mengikat untuk menambah kas keuangan Serikat. Uang iura anggota yang ditetapkan sebesar Rp. 5,000/ Bulan, yang disetoran oleh masing-masing anggota kepada kepengurusan selambat-lambatnya tanggal 20 setiap bulannya. Dan seluruh hasil penerimaan keuangan akan dimasukan kedalam rekening organisasi.
Penggolongan keuangan organisasi dalam bentuk sosial juga diatur dalam ketetuan organisasi.
1. Untuk anggota langsung yang meninggal dunia akandiberikan uang bersungkawa Rp. 500.000 dan ditambah sumbangan dari masing-masing anggota.
2. Untuk anggota yang mengalami operasi berhak mendapat uang sebesar Rp. 100.000 dan ditambah sumbangan dari masing-masing anggota.
3. Untuk anggota rawat- inap minimum 3 (tiga) hari berturut-turut sebesar Rp. 100.000
4. Setiap anggota yang keluar dari pekerjaan yang merupakan anggota akan diberikan uang partisipasi anggota sebesar Rp. 200.000
4.6 Profil Singkat PT. Asia Karet Medan
PT.Asia Karet yang beralamat di Jl. Starban No. 62 (D/H 191-A) Medan Sumatera Utara merupakan perusahaan bergerak di bidang remiling karet, dengan bahan baku karet perusahaan tyersebut memproduksi karet gelang, tapak sepatu, sandal jepit, Rubber Hose, Selang Gaikindo, Rubber Sheet Packing, Tank dan Pipa, sejak tahun 1994.PT. Asia Karet merupakan satu perusahaan yang memproduksi barang-barang keperluan alas kaki dari karet dengan hasil produksi yang di pasarkan di beberapa daerah di Indonesia yang beroperasi lebih 10 tahun yang lalu.Nama pemilik Budiman Laut dan saat ini perusahaan tersebut dikelola oleh anaknya yang bernama gunawan laut. Jumlah buruh lebih kurang 180 orang terdiri atas 50 % buruh dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan lebih kurang 50 % nya lagi bekerja dengan status outsourcing.Benar pada masa berdirinya perusahaan, perusahaan tersebut tidak secara patut melaksanakan kewajiban terkait hak normatif buruh, dimana upah yang dibawah ketentuan hak lain seperti BPJS Ketenagakerjaan pada saat itu banyak tidak didaftarkan, jam kerja melebih jam kerja yang diatur UU, phk sewenang-wenang dan lain-lain. Tepatnya pada bulan april 2004 ada komunikasi antara beberapa buruh dengan pengurus SBSU lantas buruh menyampaikan keluhan terkait tidak terpeuhinya hak normatif di perusahaan PT. Asia Karet, lantas pihak SBSU menyampaikan pentingnya berserikat dan dengan berserikat buruh akan mengetahui apa yang menjadi hak dan apa yang menjadi kewajiban kemudian juga dengan bersreirkat maka hak buruh untuk di berikan pelatihan dan pendidikan oleh pengurus SBSU, sehingga buruh sepakat untuk mendirikan SBSU dan pada 15 desember terbit pencatatan artinya keberadaan SBSU sah secara hukum di perusahaan PT.Asia Karet. Dengan keberadaan tersebut banyak hal positif diraih di mana perusahaan memberikan upah berkala, mendaftarkan keseluruhan buruh
menjadi peserta BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan (jamostek pada saat itu), upah yang sesuai dengan ketentuan upah berlaku, tidak ada lagi PHK sewenang-wenang.
BAB V
ANALISIS DATA
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dilapangan melalui teknik wawancara mendalam dengan informan.Peneliti berhasil mengumpulkan informan sebanyak 6 informan dengan komposisi 4 orang informan utama dan 2 orang informan tambahan.Dari wawancara tersebut diperoleh latar belakang, data umum tentang latar belakang informan melaluinama, jenis kelamin, alamat, dan jabatan di organisasi tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara mendalam dan observsi langsung ke lapangan itu juga diperoleh berbagai data-data untuk dapat di analisis melalui pendekatan kualitatif.Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas dari data yang telah terkumpul, penulis coba membagi dalam beberapa bagian terkait dengan isu yang ingin diuraikan dengan masukan petikan wawancara dari informan serta narasi penulis tentang data-data tersebut.
5.1 Latar Belakang Perjuangan Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia
Karet Medan
Semangat Perjuangan kaum buruh melalui Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan lahir dari kegelisahan yang selama ini terjadi, dimana kondisi tersebut merupakan suatu permasalahan yang sangat kompleks yang hadir dalam kehidupan perburuhan.Sebenarnya bentuk ekploitasi yang dilakukan pihak pengusaha terhadap buruh telah berlangsung cukup lama dan belum adanya perlawanan pada saat itu. Namum atas beberapa kesadaran daribeberapa kaum buruh yang mengerti tentang peraturan ketenagakerjaan yang termasuk dalam undang-ungan Nomor 13 Tahun 2003, mencoba melakukan konsolidasi dan proses penyadaran kelas terhadap kaum buruh.
Perjuangan SBSU berangkat dari beberapa permasalahan yang berkaitan dengan dimensi hukum yang berlaku, yang mengatur tentang ketenagakerjaan.Dari beberapa informasi yang didapatkan ada beberapa pelangaran-pelangaran hukum yang terjadi pada buruh di PT. Asia Karet Medan, dan pelangaran yang terjadi adalah menyangkut hak-hak normatif kaum buruh. Beberapa kondisi juga disampaikan oleh ketua SBSU periode pertama Rasidah Selian sebagai berikut:
“Permasalahan yang terjadi pada buruh PT. Asia Karet Medan adalah tingkat kesejahtraan buruh yang tidak terpenuhi, terjadinya pelanggaran-pelanggaranhak normatif seperti: upah rendah, jam kerja dtambah, libur dan cuti tidak sesuai ketentuan, uang servis tidak didapatkan, dan larangan pendirian Solidaritas Buruh Sumatera Utara (SBSU) PT. Asia Karet Medan yang berkeduduka di perusahaan serta penolakan terhadap draft Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dilakukan oleh pihak buruh.
Permasalahan yang disampaikan oleh Rasidah Selian jelas membuktikan bahwa telah terjadinya penggaran hukum ketenagakerjaan.Dalam hal ini pihak perusahaan telah melakukan bentuk-bentuk pelanggaran hukum dengan berbagai ketentuan.Dapat disimpulkan bahwa perusahaan telah melanggar hak-hak normatif buruh sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang mengatur tentang ketenagakerjaan. Hak normatif diklarifikasikan menjadi bebarapa bagian yaitu yang bersifat ekonomis (seperti upah, THR), yang bersifat politis (membentuk serikat buruh, menjadi atau tidak menjadi anggota serikat buruh, mogok kerja), yang bersifat medis (keselamatan dan kesehatan kerja), yang bersifat sosial (cuti, nikah/kawin, libur resmi, dan lain-lain)
Upah merupakan persoalan yang sangat mendasar, karena persoalah upah merupan alasan utama seseorang untuk melakukan pekerjaan. Upah pekerja tidak dibayar sesuai Upah Minimum Sektor Kota (UMSK) dan dalam hal ini perusahaan melanggar Pasal 89 ayat (2) dan (3) yang berbunyi, ayat 2 “upah minimum sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1)
diarahkan pada pencapaian kebutuhan hidup layak” ayat 3 “upah minimum sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh Gubernur dengan memperhatikan Rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau Bupati/Walikota” dalam hal ini upah merupakan indikator penting dalam menentukan tingkat kesejahtraan buruh. Namun persoalah upah tidak hanya berbicara pada penentuan UMKS sajanamun ada skala pengupahan yang juga tidak dijalankan oleh pihak pengusahayang berlandaskan pada pemerhatian golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetisi. Dalam paparannya Nurma Roida Pasaribu M selaku Bendahara SBSU juga memaparkan bebarapa kondisi yang terjadi.
“Hak-hak normatif kaum buruh tidak terpenuhi olehperusahan seperti upah di bawah UMKS., cuti hanya diberian sedikit dan dipersulit, lembur tidak mendapat upah, kesehatan buruh setelah Tahun 2010 diambil alih oleh perusahaan pengelolaanya namun tidak memenuhi standar kesehatan, mendirikan serikat buruh perusahaan tidak setuju dengan anggapan serikat buruh adalah orang lain.
Persoalan dalam hubungan industrial antara perusahaan dengan buruh bukan hanya soal upah saja, namun banyak dimensi yang harus dipenuhi oleh perusahaan, karena buruh/pekerja merupakan aset dari perusahaan itu sendiri, jadi banyak yang haru diperhatikan.Salah satu dimensi yang tercakup adalah hak normatif buruhadalah dimensi kesehatan dan keselamatan kerja, perusahaan yang mempekerjakan para buruh harus benda-benar menjamin kesehatan dan keselamatan kerja buruh yang dipekerjakan.Dan perusahaan seharusnya menyediakan bentuk-bentuk pelayanan kesehatan terhadap buruh yang dipekerjakan serta bertanggung jawab penuh terhadap kecelakaan kerja yang terjadi selama buruh tersebut melakukan aktivitas kerja. Namun ternyata sesuai dengan apa yang
disampaikan oleh Nurma Roida Pasaribu M, perusahaan telah mengabaikan kesehatan dan keselamatan kerja para buruh.
Rismaida Sidabutar selaku Wakil Sekertaris SBSU mengungkapkan: