3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitan ini menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu melakukan analisis hanya sampai dengan taraf deskriptif yaitu menganalisis dan menyajikan fakta serta sistematik sehingga dapat lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Penelitian ini berusaha menggambarkan situasi atau kejadian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesa, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasi (Azwar, 1998:7).
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kota Medan dimana kuisioner diberikan kepada para pengusaha di kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April 2012 s/d selesai.
3.3. Batasan Operasional
Banyaknya pengusaha dan luasnya kota Medan maka untuk menghindari kesimpangsiuran dan kesalahpahaman dalam rangka pembahasan dan menganalisis permasalahan serta dalam penyebaran kuesioner kepada responden, maka penelitian ini dibatasi pada pengusaha furniture di kota Medan.
3.4. Definisi Operasional
Definisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel dari suatu faktor yang berkaitan dengan variabel faktor lainnya. Dalam penelitian ini
variabel-variabel yang menjadi objek penelitian dapat didefenisikan sebagai berikut:
1. Persepsi pengusaha adalah pemahaman atau pandangan seseorang yang timbul dari pengalaman yang telah diperolehnya, baik yang dilakukan sendiri maupun kesan dari orang lain. Akumulasi dari persepsi akan mampu membentuk suatu opini asumsi atau kesimpulan tentang sesuatu yang telah dialaminya.
2. Suku bunga pinjaman adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu atau harga dari penggunaan uang yang dipergunakan pada saat ini dan akan dikembalikan pada saat mendatang.
3.5. Skala Pengukuran Variabel
Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert sebagai alat untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. Dalam melakukan penelitian terhadap variabel-variabel yang akan diuji, pada setiap jawaban akan diberi skor. (Sugiyono, 2008:132). Pembagiannya adalah :
Sangat Setuju : diberi skor 5 Setuju : diberi skor 4 Kurang Setuju : diberi skor 3 Tidak Setuju : diberi skor 2 Sangat Tidak Setuju : diberi skor 1
3.6. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” (Sugiyono, 2008: 115). Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah pengusaha furniture di kota Medan.
Pengambilan sampel penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan menggunakan teknik sample purposive
yaitu sampel yang dipilih secara cermat dengan mengambil orang atau objek penelitian yang selektif dan mempunyai ciri-ciri yang spesifik (Tika, Pabundu 2006:46). Sampel yang diambil memiliki ciri-ciri yang khusus dari populasi sehingga dapat dianggap cukup representatif. Ciri-ciri maupun strata yang khusus tersebut sangat tergantung dari keinginan peneliti.
Populasi penelitian adalah semua pengusaha furniture di kota medan yang jumlahnya 65 (data diambil dari dinas perindustrian dan perdagangan 2011). Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling yaitu sebanyak 30 (tiga puluh) pengusaha furniture di Kota Medan.
3.7. Jenis Data
Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu : 1. Data primer
Data yang diperoleh secara langsung dari responden yang terpilih pada lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan memberikan daftar pertanyaan berupa kuisioner.
2. Data sekunder
Data yang diperoleh melalui studi literatur baik dari data dan dokumen yang ada di studi pustaka, majalah, internet, dan sumber-sumber lainnya. 3.8. Metode Pengumpulan Data
Dalam teknik pengambilan data dilakukan dengan membuat daftar pertanyaan dan melakukan penyebaran kuisioner untuk diisi oleh para responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yakni kepada para pengusaha furniture yang ada di kota medan.
3.9. Uji Validitas dan Reabilitas
Menurut Azwar (1986) validitas berasal dari kata validity yang
mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Menurut Arikunto (1999) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes. Menurut Nursalam (2003) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian validitas di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa validitas adalah suatu standar ukuran yang menunjukkan ketepatan dan kesahihan suatu instrumen.
Menurut Arikunto (1999) suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria.
Sisi lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.
Menurut Sugiono (2005) Pengertian Reliabilitas adalah serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan secara berulang. Reabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsitensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun diteskan pada situasi yang berbeda-beda.
Menurut Sukadji (2000) reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk angka, biasanya sebagai koefisien. Koefisien tinggi berarti reliabilitas tinggi. Menurut Nursalam (2003) Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali- kali dalam waktu yang berlainan. Alat dan cara mengukur atau mengamati sama-sama memegang peranan penting dalam waktu yang bersama-samaan.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang pengertian reliabilitas di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa reliabilitas adalah suatu keajegan suatu tes untuk mengukur atau mengamati sesuatu yang menjadi objek ukur.
3.10. Teknik Analisis
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang merupakan analisis yang paling mendasar untuk menggambarkan keadaan data secara umum. Analisis deskriptif membatasi lingkup generalisasinya
hanya pada kelompok individu tertentu yang diobservasi, kesimpulannya tidak diperluas atau diberlakukan bagi kelompok lain. Sekalipun antara kelompok yang diobservasi dengan kelompok lain memiliki kesamaan. Dengan demikian data deskriptifnya hanya menggambarkan satu kelompok dan generalisasinya hanya untuk kelompok itu sendiri.