• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT WESTFALIA INDONESIA

METODE PENELITIAN Populasi Dan Sampel Penelitian

Populasi yang digunakan adalah jumlah seluruh staf pada PT Westfalia

Indonesia adalah 68 orang. Keseluruhan populasi dijadikan responden. Namun, pada saat penelitian berlangsung ternyata kuesioner yang kembali hanya 63 lembar. Jadi, total responden yang diteliti adalah 63 orang.

Definisi Operasional Variabel Penelitian

Variabel Bebas (X1)

Komunikasi Interpersonal atau komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain dengan efek dan umpan balik yang langsung.

Komunikasi Interpersonal (X1)

Motivasi (X2)

66 – 77 Jurnal keuangan dan Bisnis November

70 Menurut Kiliweri (1997), komunikasi ini mempunyai ciri – ciri antara lain :

a) Spontanitas

b) Masalah Penetapan Tujuan c) Kebetulan Dan Identitas Peserta d) Bentuk Akibat

e) Berbalas Balasan

f) Masalah Jumlah Orang Suasana Dan Pengaruh

g) Masalah Hasil

h) Pesan Lambang – lambang Bermakna

Variabel Bebas (X2)

Motivasi dapat berarti suatu kondisi yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang berlangsung secara wajar. Menurut Adair (2008) ada delapan cara atau prinsip motivasi, yaitu :

a) Anda sendiri harus termotivasi. b) Pilih orang yang bermotivasi

tinggi.

c) Perlakukan setiap orang sebagai individu.

d) Tetapkan sasaran yang realistis dan menantang.

e) Kemajuan akan memotivasi. f) Ciptakan lingkungan yang

memotivasi.

g) Berikan hadiah yang adil. h) Berikan pengakuan. Variabel Terikat (Y)

Kinerja karyawan adalah pencapaian hasil yang dicapai selama periode waktu tertentu pada bidang pekerjaan tertentu. Kinerja karyawan bergantung pada kombinasi antara kemampuan, usaha dan kesempatan yang diperoleh dalam menghasilkan kinerja yang tinggi agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan oleh perusahaan. Indikator mengukur variabel ini adalah kemampuan dan ketrampilan.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah :

a) Teknik Wawancara.

Diadakan Tanya jawab secara langsung dengan kepala bagian personalia mengenai data – data yang diperlukan untuk melakukan penelitian.

b) Teknik Kuesioner.

Memberikan daftar pertanyaan (kuesioner) kepada karyawan yang menjadi responden penelitian yang berhubungan dengan variabel yang akan diukur.

Teknik Analisis Data

Uji Validitas dan Reliabilitas

Sebelum uji hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk melihat kualitas alat ukur. Uji ini meliputi uji validitas dan reliabilitas.

Uji validitas dimaksudkan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan benar-benar dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas pada penelitian ini dilakukan dengan menghitung korelasi pearson product moment (r). Nilai r hitung diatas 0.3 bermakna bahwa instrumen penelitian valid (Sugiyono, 2005). Jika berada dibawah 0.3, maka item pertanyaan tersebut tidak lagi diikut sertakan dalam uji hipotesis.

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur bahwa instrumen yang digunakan benar-benar bebas dari kesalahan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan hasil yang konsisten. Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan koefisen cronbach alpha. Variabel dikatakan reliabel jika cronbach alpha memiliki nilai lebih besar dari 0.6 (Ghozali, 2005).

Uji Hipotesis

Dalam menguji hipotesis, penulis menggunakan regresi linier yaitu untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji

2009 Sudarto, Suwardi Lubis & Paidi Hidayat

71 hipotesis menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression analysis), (Hair.,et al., 1998), dengan model matematik sebagai berikut:

Dimana: Y = Kinerja Karyawan X1 = Komunikasi Interpersonal X2 = Motivasi Kerja a = Konstanta Bi = Koefisien regresi B2 = Koefisien regresi i = 1, 2

e = Variabel yang tidak diteliti Pengaruh antar variabel diuji dengan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau  = 0.05. Kriteria pengujian hipotesis adalah:

H0: B1 = B2 = B3 = …B6 = 0; Variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Ha: Minimal satu Bi  0; Variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Dimana : i = 1, 2, 3, 4, 5, 6

Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, dengan menggunakan tingkat signifikansi (p). Jika dalam pengujian p < 0,05, berarti H0 ditolak dan Ha

diterima, sedangkan jika p > 0,05, maka H0 diterima dan Haditolak.

Pengujian-pengujian diatas dilakukan dengan menggunakan software pengolahan data Statistical Package for Social Sciences (SPSS) dengan versi 13.0.

Uji Normalitas

Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji normalitas bertujuan untuk menguji

apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah z-skewness. Aturan umum yang digunakan adalah apabila z-skewness melebihi  1.96 berarti asumsi normalitas ditolak pada level probabilitas 0.05 (Ghozali, 2005). Uji Asumsi Klasik

Hipotesis memerlukan uji asumsi klasik, karena model analisis yang dipakai adalah regresi linier berganda. Asumsi klasik yang dimaksud terdiri dari:

Uji Multikolinieritas

Ghozali (2005) menyatakan bahwa uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (variabel independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.

Menurut Ghozali (2005) untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dalam model regresi antara lain dapat dilihat dari (1) nilai Tolerance, dan (2) Variance Inflation Factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai Tolerance yang rendah sama dengan VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas Y = a + B1X1+ B2X2+ e

66 – 77 Jurnal keuangan dan Bisnis November

72 adalah nilai Tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10.

Uji Heteroskedastisitas

Ghozali (2005) menyatakan uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas.

Uji heteroskedastisitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji glejser, yaitu meregres ABS res Y = a + B1X1+ B2X2 + e. Apabila koefisien parameter beta (B1 dan B2) signifikan secara statistik (p < 0,05), menunjukkan adanya heteroskedastisitas.

HASIL DAN PEMBAHASAN