A. Jenis dan Rancangan Penelitian
Penelitian yang mengkaji tentang profil pelayanan informasi obat yang diterima dan kepatuhan pasien asma dalam pengobatan di Kabupaten Sleman ini merupakan penelitan observasional deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Menurut Notoatmodjo (2012), penelitian observasional deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk disimpulkan dan dipahami yang dilakukan untuk untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (studi potong lintang) karena akan menggambarkan suatu kejadian pada suatu fenomena atau situasi pada satu waktu (Widi, 2009).
B. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah
1. Profil pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma 2. Kepatuhan pasien dalam pengobatan
C. Definisi Operasional
1. Profil pelayanan informasi obat yang diterima pasien adalah persepsi pasien atau keluarga yang merawat pasien mengenai informasi obat yang diperoleh berkaitan dengan cara pemakaian obat, cara penyimpanan obat, jangka waktu pengobatan, aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari selama terapi. Item - item informasi obat tersebut mengacu ke Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) RI No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek dan Pharmaceutical Care untuk penyakit asma. Persepsi responden tentang informasi yang diterima kemudian digali menggunakan kuesioner.
2. Kepatuhan pasien adalah perilaku pasien asma dalam mengikuti dan menaati semua peraturan dalam pengobatannya berdasarkan persepsi pasien. Dalam penelitian ini diungkap melalui pertanyaan – pertanyaan dalam kuesioner, bukan melalui observasi langsung.
3. Pasien asma yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah orang yang menderita penyakit asma.
D. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman. Pengambilan data dilakukan terhadap responden yang ditemui di kampus III Universitas Sanata Dharma, apotek Kimia Farma jalan Laksda Adi Sucipto, gereja Maria Asumpta Babarsari.
E. Subyek Penelitian
1. Kriteria inklusi subyek penelitian ini adalah pasien asma yang sudah didiagnosis dokter mengalami asma yang pernah berkunjung ke apotek untuk membeli obat maupun berobat.
2. Kriteria eksklusi subyek penelitian ini adalah pasien yang pertama kali mengalami gejala asma dan belum didiagnosis dokter, karena pasien yang pertama kali mengalami gejala asma belum tentu mengidap asma.
F. Besar Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Sampel subyek penelitian ditetapkan secara non random berupa convience sampling yaitu mengambil sampel yang sesuai dengan ketentuan atau persyaratan sampel dari populasi tertentu yang paling mudah dijangkau atau didapatkan. Cara perekrutan responden adalah peneliti menuggu atau menitipkan kuesioner kepada petugas di apotek-apotek dan bila ada pasien asma datang berobat atau membeli obat kemudian dimintai tolong untuk mengisi kuesioner.
Sampel juga diambil dari masyarakat yang ada di sekitar peneliti, hal ini dilakukan karena sangat sedikitnya pasien-pasien asma yang datang berkunjung ke apotek. Pada awalnya perekrutan responden hanya dilakukan oleh satu orang peneliti dan berfokus pada responden yang pernah berobat di apotek, namun dikarenakan peneliti lain yang satu proyek dengan peneliti tidak memperoleh pasien di rumah sakit, maka responden kedua peneliti digabungkan. Cara peneliti merekrut responden di masyarakat adalah dengan cara bertanya kepada orang di masyarakat yang dikenal
peneliti apakah mengetahui adanya pasien asma kemudian peneliti menemui calon responden dan menanyakan apakah benar calon responden tersebut mengidap asma, bila benar maka calon resonden akan menjadi responden penelitian dan dimintai tolong untuk mengisi kuesioner. Diperoleh responden sebanyak 31 responden. Sebanyak 7 responden diperoleh di apotek dan 24 responden diperoleh di masyarakat.
G. Instrumen Penelitian
Alat penelitian yang digunakan berupa kuisoner penelitian yang akan diberikan kepada responden. Kuesoner ini adalah daftar tertulis pertanyaan dan sudah terdapat jawaban-jawaban yang akan membantu responden untuk memilih jawaban yang sesuai menurut responden (Notoatmodjo, 2012). Pertanyaan – pertanyaan dalam kuesioner memuat tentang :
1. Pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma di Kabupaten Sleman. 2. Kepatuhan pasien meminum obat yang diberikan.
3. Harapan pasien terhadap pelayanan yang diberikan.
Untuk mengetahui gambaran aktivitas pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma dan gambaran kepatuhan pasien dalam pengobatan pengambilan datanya menggunakan kuesioner closed-ended question yaitu pertanyaan yang tidak perlu dipertimbangkan apakah harus dijawab dengan jawaban yang penjang lebar atau yang singkat. Hanya perlu dijawab berdasarkan jawaban yang ada (Moleong, 2007).
H. Tata Cara Penelitian
Dalam menyelesaikan penelitian ini dibagi menjadi 5 tahap, yaitu : 1. Studi Pendahuluan/orientasi
Studi pendahuluan dilakukan dengan mencari berapa banyak apotek yang ada. Juga dilakukan penelusuran pustaka mengenai permasalahan seputar pelayanan informasi obat di apotek..
2. Pengurusan Perizinan
Untuk memperoleh data responden dilakukan pengurusan permohonan perizinan ke apotek – apotek di Kabupaten Sleman dan kepada respondennya sendiri.
3. Pembuatan Kuesioner
Langkah – langkah pembuatan kuesioner adalah merumuskan pertanyaan –
pertanyaan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) RI No. 1027 dan Pharmaceutical Care asma (Depkes RI, 2007). Total pertanyaan dalam kuesioner adalah 22 pertanyaan untuk pelayanan informasi obat dan 9 pertanyaan untuk kepatuhan.
4. Pengujian Kuesioner
a. Uji pemahaman Bahasa
Sebelum pengumpulan data dilakukan uji coba untuk menghindari adanya kesulitan dalam mengartikan pertanyaan dalam kuesioner. Uji pemahaman bahasa ini berfungsi untuk mengetahui apakah bahasa penyusun dalam menulis pertanyaan dan pernyataan dalam kuesioner sudah bisa dipahami oleh responden (Azwar, 2007).
Responden yang digunakan dalam uji ini sebanyak 6 orang. Keberhasilan dari uji pemahaman bahasa ini dapat dilihat dari responden yang bisa menjawab atau mengisi kuesioner dengan baik.
b. Uji validitas isi
Prosedur validitas isi kuesioner dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis rasional atau mengkonsultasikan item – item dalam kuesioner dengan professional judgement. Professional judgement pada penelitian ini adalah seorang apoteker yang dianggap memahami isi dari kuesioner. Pertanyaan dan pernyataan yang telah divalidasi secara professional judgement diharapkan menjadi pertanyaan dan pernyataan yang berkualitas untuk dijadikan alat pengumpulan data penelitian (Azwar, 2007).
5. Penyebaran dan pengumpulan kuesioner
Kuesioner disebarkan ke beberapa apotek atau diberikan langsung kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diminta untuk mengisi kuesioner saat itu juga, tetapi ada juga responden yang menginginkan kuesioner dibawa dan diisi sendiri.
I. Pengolahan dan Analisis Data
Data tentang kecukupan informasi obat yang diterima pasien asma dan kepatuhan pasien dalam pengobatan dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan persentase kemudian data di coding berdasarkan ordinal. Data tentang kecukupan informasi obat yang diterima pasien di coding berdasarkan jawaban selalu = 1,
kadang-kadang = 2, tidak pernah = 3. Data tentang kepatuhan di coding berdasarkan jawaban selalu = 1, kadang-kadang = 2, tidak pernah = 3. Kemudian hasil persentase yang menunjukkan kepatuhan pasien masing – masing item dirata - rata, sehingga diperoleh nilai persentase kepatuhan pasien adalah 59,9%.
J. Etika Penelitian
Menurut Nursalam dan Pariani (2003) etika penelitian meliputi informed consent, anonymity (tanpa nama), dan confidentiality (kerahasiaan). Apabila subyek menolak untuk dijadikan subyek uji maka peneliti tidak boleh memaksa dan tetap menghormati hak – hak subyek. Pada penelitian ini, lembar persetujuan diberikan sebelum pasien dijadikan sebagai responden. Jika pasien setuju maka pasien diminta untuk mengisi kuesioner untuk diisi. Peneliti tidak mencantumkan nama responden pada naskah tetapi pada lembar kuesioner dicantumkan.
K. Keterbatasan Penelitian
1. Kesulitan penelitian ini adalah sedikitnya jumlah responden yang diperoleh peneliti, dimana responden yang paling dicari yaitu pasien yang datang ke apotek untuk berobat jumlahnya sangat sedikit bahkan hampir tidak ada. Karena itu peneliti mencari responden dengan cara bertanya kepada responden sebelumnya atau orang yang ada di masyarakat untuk mendapatkan responden lainnya.
2. Responden yang ada juga kebanyakan menginginkan kuesioner ditinggal dan mereka mengisi sendiri karena itu tidak bisa dilakukan cross check untuk mengetahui apakan responden benar-benar pasien asma.
3. Informasi yang diberikan oleh responden dapat bias karena bersifat memorial. 4. Penarikan kesimpulan patuh dan tidak patuh dipengaruhi bias dari peneliti.
25 BAB IV