Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok, yaitu dengan penambahan pupuk cair Nutritan, Hantu,DI Grow dan Nasa, Adapun faktor perlakuannya sebagai berikut :
Jenis Pupuk Organik Cair (P)
P0 = Tanpa Pemberian Pupuk Cair (kontrol)
P1 = 20 % (200 ml Pupuk Cair Lengkap Nutritan + 800 ml air bersih) P2 = 0,5 % (5 ml Pupuk Cair Hantu + 998 ml air bersih)
P3 = 0,3 % (3 ml Pupuk Cair D.I. Grow + 997 ml air bersih) P4 = 5 % (50 ml Pupuk Cair NASA + 995 ml air bersih)
Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 12 tanaman dengan 2 tanaman sampel di dalamnya, sehingga pada penelitian ini ditanam 360 tanaman dengan 60 sampel tanaman.
17 3.4 Pelaksanaan Penelitian
3.4.1 Persiapan Bahan Tanam
Bahan tanam yang digunakan pada penelitian ini adalah benih okra varietas Luky Five F1. Benih didapatkan dengan membeli benih yang dijual secara kemersil di toko-toko pertanian. Pemilihan benih dengan varietas Lucky Five F1 karena okra Lucky Five lebih cocok apabila ditanam di dataran rendah sampai menengah. Karakteristik varietas Lucky Five ialah tanaman agak pendek, pertumbuhan yang kuat. percabangan baik, berbuah banyak, polong berwarna hijau, bentuknya segi lima, buah halus, panjang dan tanpa bulu.
3.4.2 Pembersihan Lahan dan Pembuatan Bedengan
Lahan dibersihkan terlebih dahulu dari gulma dan lain sabagainya yang bersifat menganggu kelancaran penelitian dengan luas lahan 10 x 10 m. Setelah dilakukan pembersihan dilanjutkan dengan pengukuran pH tanah. Bedengan dibuat dengan ukuran 1,5 m x 2 m dengan jarak tanam 50 x 40 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Pembuatan bedengan ditambah dengan pupuk kandang ayam dengan dosis 3kg/bedengan. Setelah pemberian pupuk bedengan dilapisi dengan mulsa dan diberikan lubang tanam sesuai dengan jarak yang sudah ditentukan sebelumnya, kemudian didiamkan selama satu minggu.
3.4.3 Pemberian Label
Sebelum melakukan penanaman terlebih dahulu diberikan label pada masing-masing bedengan sesuai dengan perlakuan dan ulangan yang sudah ditetapkan. Pemberian label bertujuan untuk memudahkan dalam pengamatan dan pencatatan hasil pengamatan yang akan dilakukan di lapangan.
3.4.4 Penanaman
Benih okra yang digunakan adalah benih okra varietas Lucky five yang didapatkan dari Pekanbaru Green Farm. Untuk mempercepat proses perkecambahan benih okra, sebelum ditanam benih okra direndam dalam air, lama perendaman sekitar 30 menit. Benih yang tenggelam merupakan benih yang bagus untuk ditanam. Kemudian benih dimasukkan kedalam lubang tanam dengan jarak 50 cm x 40 cm yang sudah disiapkan sebelumnya
18 3.4.5 Pemberian Perlakuan
Pemberian perlakuan dilakukan dengan memberikan pupuk cair dari jenis yang berbeda sesuai dengan perlakuan, diberikan sebanyak lima kali dengan interval waktu penyiraman satu minggu, dilakukan sejak satu minggu setelah pindah tanam. Pemberian pupuk dilakukan pada pagi hari, dengan cara menyiramkan ke tanah di sekitar perakaran tanaman okra. Dosis masing masing pupuk yang diberikan berbeda sesuai dengan dosis anjuran yang sudah ditentukan, diantaranya : pupuk cair Nutritan 200 ml/liter, Hantu 5 ml/liter, DI Grow 3ml/liter, Nasa 50 ml.liter
3.4.6 Pemeliharaan a. Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.
Penyiraman tidak dilakukan bila turun hujan. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor, penyiraman dilakukan harus dengan hati-hati agar tanaman tidak roboh.
b. Penyiangan dan Penggemburan Tanah
Penyiangan dilakukan ketika terdapat gulma di sekitar areal pertanaman.
Penyiangan dilakukan secara manual dengan mencabut langsung menggunakan tanngan baik yang berada di dalam bedengan maupun luar bedengan
c. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan ketika ada tanaman yang terserang hama dan penyakit yaitu secara fisik atau secara kimia dengan menggunakan insektisida berbahan aktif deltametrin 25 g/l
3.4.9. Panen
Panen dilakukan dengan cara memotong tangkai buah okra dengan menggunakan pisau tajam atau gunting. Buah okra dipanen pada umur 49 – 74 hari setelah tanam (HST). Ciri-ciri buah okra yang sudah siap dipanen adalah yang masih muda dengan ukuran buah okra sepanjang + 10 cm, atau dengan kriteria bagian ujung buah okra jika ditekan masih lentur Masa panen buah okra yang sesuai untuk sayur berbeda pada setiap sampel, Oleh karena itu masa panen dilakukan selama 25 hari dari buah pertama dipanen.
19 3.5 Parameter Pengamatan
Pengamatan pertumbuhan dilakukan pada umur 7,4, 21, 28, 35, 42, dan 49 hari setelah tanam (HST). Pengamatan hasil tanaman okra dilakukan setelah panen. Adapun parameter pengamatan yang diambil sebagai data adalah sebagai berikut:
a. Tinggi Tanaman (cm)
Tinggi cabang tertinggi diukur mulai dari batang utama hingga ke ujung cabang tertinggi, yang diberi tanda batas 2 cm. dan setelah itu diberi label pada tanaman. Pengamatan dilakukan pada 7 HST sampai akhir penelitian dengan selang waktu 7 hari. Data yang diambil adalah data terakhir pengamatan
b. Jumlah Daun (helai)
Jumlah daun yang muncul didasarkan pada pengamatan munculnya daun pada keseluruhan cabang yang telah ditentuan sejak pengaplikasian beberapa pupuk cair pada 7 HST sampai akhir penelitian dengan selang waktu 7 hari.
Data yang diambil adalah data terakhir pengamatan c. Diameter Batang(cm)
Pegukuran diameter batang dilakukan dengan menggunakan jangka sorong atau meteran dengan cara mengukur lingkar batang. Diameter batang diukur pada 14 HST sampai akhir penelitian. Data yang diambil adalah data terakhir pengamatan
d. Jumlah Buah per Tanaman (Buah)
Perhitungan jumlah buah dilakukan dengan cara menghitung jumlah buah tiap tanaman. Perhitungan jumlah buah dilakukan dengan mrngakumulasikan seluruh buah yang telah dipanen dari panen pertama sampai dengan panen terakhir
e. Bobot Buah per Buah (g)
Penimbangan bobot buah per buah dilakukan setiap panen dengan cara menimbang buah. Penimbangan bobot buah menggunakan timbangan digital analitik. Penimbangan bobot buah per buah dilakukan pada saat panen.
f. Bobot Buah Pertanaman (g)
20 Penimbangan bobot buah per tanaman dilakukan dengan cara penimbangan buah pada setiap kali panen. Data bobot buah diambil dari gabungan jumlah setiap kali panen dari panen pertama sampai dengan panen terakhir
g. Panjang Buah per Tanaman (cm)
Pengukuran Panjang buah per tanaman dilakukan dengan cara mengukur panjang buah menggunakan penggaris setiap kali panen. Data Panjang buah dari gabungan jumlah setiap kali panen dari panen pertama sampai dengan panen terakhir.Data yang diambil adalah data terakhir pengamatan
h. Berat Basah Berangkasan (g)
Penimbangan berat basah berangkasan dilakukan dengan cara menimbang seluruh bagian tanaman kecuali buah dengan menggunakan timbangan digital. Pengamatan dilakukan pada akhir penelitian
i. Berat Kering Berangkasan (g)
Penimbangan berat kering berangkasan dilakukan dengan cara mengeringkan seluruh bagian berangkasan tanaman okra mengguanakan oven dengan suhu 105 °C selama 24 jam. Selanjutnya ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik. Pengamatan dilakukan pada akhir penelitian.