A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskripsif kualitatif dengan pendekatan naratif, yang ditujukan untuk memahami peran komunikasi konseling dan komunikasi Islam dalam upaya pemulihan klien di Bareta BNN Tanah Merah-Samarinda. Jadi penelitian ini akan diuraikan dalam bentuk verbal menurut persepsi dan informasi dari informan, sesuai dengan pertanyaan penelitian, selanjutnya dianalisis dengan sesuatu yang menyebabkan informan berperilaku, lalu direduksi (telah direvisi menjadi dikondensasi), disajikan, dan disimpulkan.42 Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (tidak direkayasa), yang mana peneliti adalah instrument kunci dan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan observasi, wawancara, dokumentasi), data yang diperoleh bersifat pasti atau sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian bersifat untuk memahami makna, keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemukan hipotesis.43 Pendekatan naratif merupakan strategi penelitian untuk menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka dan
42 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016), hal. 6.
43 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2018), hal. 9.
49 diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif.44 Maka pendekatan naratif pada penelitian ini digunakan untuk menyelidiki kehidupan konselor, pembina mental, dan klien di Bareta Tanah Merah-Samarinda berkenaan dengan proses pemulihan klien dari kecanduan narkoba.
B. Data dan Sumber Data
Data pada penelitian ini yaitu data tentang peran komunikasi konseling dan komunikasi Islam dalam upaya pemulihan klien di Balai Rehabilitasi (Bareta) Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah-Samarinda. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah konselor adiksi, pembina mental, dan klien. Sedangkan sumber data sekunder adalah Kepala Balai Rehabilitasi dan berbagai dokumen milik Balai Rehabilitasi yang terkait dengan penelitian ini.
C. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.
a. Wawancara, dilakukan interview kepada para informan yaitu konselor adiksi, pembina mental, klien dan kepala balai rehabilitasi, dengan teknik wawancara terpimpin berbantuan panduan wawancara. Cara ini digunakan agar dapat menggali informasi lebih banyak dan relevan dengan penelitian.
44 Creswell, John W, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013), hal. 21.
50 b. Observasi, dilakukan peneliti denan mengamati secara langsung bagaimana
komunikasi konseling yang terjalin antara konselor adiksi dan klien saat proses konseling berlangsung dan komunikasi Islam yang terjalin antara pembina mental dan klien saat proses pembinaan mental berlangsung.
Pengamatan aktivitas secara langsung sangat perlu dilakukan agar peneliti bisa melihat situasi dan kondisi di Bareta BNN Tanah Merah-Samarinda.
c. Dokumentasi, peneliti mengumpulkan dokumen-dokumen terkait penelitian untuk mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan. Dokumen dapat berupa laporan kegiatan, perencanaan, evaluasi ataupun bukti-bukti berupa foto kegiatan dan lainnya yang dimiliki oleh pihak Bareta BNN Tanah Merah-Samarinda.
D. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu data condensation, data display, conclusion drawing/verification45:
a. Kondensasi Data
Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, abstrak, dan/atau mengubah data yang muncul dalam korpus data (data yang dipakai sebagai sumber bahan penelitian) seperti catatan tertulis hasil observasi, transkrip interview, dokumen, dan materi empiris lainnya. Proses pengkondensasi/ transformasi data berlanjut setelah
45 Miles, Matthew B., A. Michael Huberman and Johnny Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. (California: SAGE Publications, Inc., 2014), hal. 12.
51 pekerjaan penelitian lapangan selesai, hingga laporan akhir selesai.
Kondensasi data adalah bentuk analisis yang mempertajam, mengurutkan, memfokuskan, membuang, dan mengatur data sedemikian rupa sehingga kesimpulan "final" dapat ditarik dan diverifikasi.
b. Penyajian Data
Display data yang dimaksud peneliti ialah suatu proses pendeskripsian kumpulan informasi tentang peran komunikasi konseling dan komunikasi Islam dalam upaya pemulihan klien di Bareta BNN Tanah Merah-Samarinda yang disusun secara sistematis dan jelas untuk memudahkan peneliti dalam menganalisa hasil penelitian. Peran peneliti adalah membuat penyajian data menjadi catatan lapangan berupa teks naratif untuk memudahkan dalam memahami dan menguasai informasi atau data yang ditemukan pada hasil penelitian.
c. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Proses akhir yakni menyimpulkan dan memverifikasi merupakan kegiatan interprestasi, maksudnya untuk menemukan arti atau penjelasan dari data yang diperoleh dan yang telah diproses. Penarikan kesimpulan terhadap data sifatnya sementara karena verifikasi data dapat berubah setelah ditemukan bukti-bukti baru yang yang mendukung penelitian. Proses penarikan kesimpulan berdasarkan gabungan informasi yang terbaru, teraktual, tersusun secara sistematis. Melalui informasi tersebut, peneliti menemukan beberapa hal yang berkaitan dengan yang ditelitinya sehingga kesimpulan tentang keseluruhan permasalahan mengenai peran komunikasi
52 konseling dan komunikasi Islam dalam upaya pemulihan klien di Bareta BNN Tanah Merah-Samarinda.
E. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Pemeriksaan keabsahan data memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil penelitian yang diakui dan bermakna. Keabsahan data juga salah satu unsur penting dalam mendapatkan pengakuan ilmiah. Upaya peneliti untuk memastikan keabsahan data penelitian yang dilakukan yaitu seperti yang dikemukakan oleh Moleong, yakni menggunakan kriteria derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability).46
1. Derajat kepercayaan (credibility), dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu perpanjangan pengamatan atau keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan, triangulasi (sumber data dan teknik pengumpulan data) dan konsultasi ahli. Keikutsertaan peneliti dalam pengamatan langsung pada objek penelitian yang dilakukan dalam waktu yang tidak singkat ditambah intensitas keikutsertaan yang semakin sering sangat menentukan keakuratan pengumpulan data. Keajegan pengamatan dalam rangka mencari interpretasi dengan berbagai cara dari beragam kegiatan melalui proses analisis yang fokus. Triangulasi yaitu memanfaatkan sesuatu di luar data penelitian untuk membantu pengecekan dan menjadi pembanding data yang ada. Konsultasi ahli dimaksudkan untuk meminta pendapat dan masukan ahli bidang
46 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2016), Hal. 327.
53 bimbingan dan konseling dan bidang komunikasi Islam untuk memperkuat interpretasi data penelitian.
2. Keteralihan (transferability), penelitian ini menggunakan uraian yang rinci/detail, jelas, sistematis, dan valid untuk mengungkapkan segala sesuatu yang diperlukan oleh orang yang membaca peneltiian ini agar bisa memahami data yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini.
3. Kebergantungan (dependability), dilakukan dengan cara auditor independen mengaudit dependibilitas atau mengaji proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Auditor independen pada penelitian ini adalah pihak LP2M IAIN Samarinda.
4. Kepastian (confirmability), dilakukan dengan mengecek catatan kegiatan penelitian seperti catatan lapangan, transkip wawancara, rekaman audio dan video, hasil analisis data dan catatan lain tentang proses pelaksanaan penelitian. Langkah lainnya adalah dengan berkonsultasi pada pihak LP2M IAIN Samarinda selaku pengelola penelitian dosen dan konsultasi dengan dosen yang lebih senior sebagai peneliti. Peneliti juga akan menyerahkan laporan penelitian kepada pihak pengelola Bareta BNN Tanah Merah-Samarinda sehingga pihak pengelola bisa memeriksa dan memberikan masukan. Segala masukan yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan disesuaikan dengan fokus penelitian agar hasil penelitian menjadi objektif dan credible.
54 BAB IV