• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode penelitian adalah cara untuk melakukan penelitian dengan menggunakan berbagai disiplin ilmu pengetahuan guna memecahkan, menemukan, mengembangkan dan menguji masalah yang diteliti, agar memperoleh hasil dan pembahasan yang dapat dipertanggungjawabkan23. Metode penelitian mempunyai peran penting dalam pengumpulan data, merumuskan masalah, analisis dan interpretasi data. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebabagai berikut:

23

Lihat Dr. Siti Rochmah, M.S.i & Drs. Trilaksono Nugroho, MS. 2009. Metode Penelitian Sosial Pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian bidang administrasi publik. Malang: Penerbit Intimedia(Kelompok In-TRANS Publishing. Hal. 158

22 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna24. Makna adalah data yang sebenarnya yang pasti merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Sedangkan penelitian deskriptif adalah penelitan yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta dan kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi, mengetahui dan menggambarkan proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2015 di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

2. Lokasi Penelitian

Hal terpenting lainnya dalam penelitian adalah adanya lokasi penelitian. Oleh karena itu, lokasi dalam penelitian ini di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Sehingga dengan adanya lokasi ini akan memberikan dukungan yang optimal bagi peniliti dalam pengumpulan data yang berkaitan dengan proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2015.

3. Subyek Penelitian

Subyek dari penelitian ini merupakan informan atau responden yang dapat dipercaya guna memperoleh informasi dan data yang ingin peneliti ketahui pada saat melakukan penelitian. Subyek penelitian ini adalah pemangku kepentingan yang memiliki wewenang dalam melaksanakan proses penyusunan Rencana Kerja

24

23 Pemerintah Desa Tahun 2015. Adapun subyek dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Aparatur Desa

b. Badan Permusyawaratan Desa c. LPMD (Ketua/wakil)

4. Sumber Data

Setiap penelitian memerlukan data, baik sebagai bahan untuk deskripsi maupun untuk memperkaya informasi dalam mengambil kesimpulan. Data merupakan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu: Ada pun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Data primer yaitu sumber data yang diperoleh secara langsung dari obyek yang diteliti, dengan cara mengadakan wawancara secara langsung dilokasi penelitian. Data-data yang diperoleh dalam hal ini yakni arsip-arsip atau dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2015 yang nantinya dipergunakan untuk menambah dan menjelaskan permasalahan penelitian.

b. Data sekunder yaitu data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, artinya melalui satu atau lebih pihak yang bukan peneliti sendiri, dalam hal ini data sekunder yang akan diambil oleh peneliti adalah catatan-catatan dari instansi terkait, peraturan, internet tentang situs yang berkaitan dengan penelitian, jurnal serta buku yang sekiranya menunjang untuk dijadikan bahan dalam penelitian ini.

24 5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan bagaimana cara data itu diperoleh atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data yang sesuai, guna memperoleh jawaban atas permasalahan yang diteliti25. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Observasi

Menurut kartono, Observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan26. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis observasi langsung, yaitu peneliti secara langsung mengamati apa yang ingin diperoleh sebagai data. Metode ini memungkinkan peneliti mengamati dari dekat gejala penyelidikan, peneliti mencatat apa yang tampak sebagai gejala dan menghindari pendapat pribadi terhadap peristiwa atau gejala tersebut. Cara ini digunakan untuk memperoleh data-data yang tidak bisa diperoleh dari wawancara, data tersebut berupa tingkah laku (tindakan) kebiasan, cara kerja dan lain-lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas yang dalam hal ini adalah pelaksanaan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2015.

2. Wawancara

Pada dasarnya wawancara merupakan usaha untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin melalui pengajuan sejumlah pertanyaan secara lisan dari peneliti, agar dijawab secara lisan pula oleh subjek penelitian. Lebih tepatnya wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu dalam rangka memperoleh

25

Sutopo, Heribertus. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press. Hal. 66 26

Imam Gunawan, 2013. MetodePenelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Akarsa. Hal. 143

25 informasi. Percakapan tersebut dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu27.

Dalam penelitian ini, wawancara yang dilakukan menggunakan jenis wawancara terstruktur, dengan menggunakan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang kemudian bisa dikembangkan pada saat wawancara berlangsung. Selain itu, menggunakan alat bantu seperti tape recorder dan material lain yang dapat membantu pelaksanan wawancara menjadi lancar saat sedang berada di lapangan. Selain untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang masalah yang akan yang diteliti oleh peneliti, dengan teknik wawancara peneliti akan mampu mengungkapkan hal-hal yang tidak bisa dapat diamati memakai panca indera.

3. Dokumentasi

Istilah dokumen mencakup bahan-bahan tertulis, seperti kumpulan data verbal berbentuk tulisan, maupun foto-foto dan film. Bahkan dokumen ini berupa dokumen resmi atau dokumen pribadi. Pada penelitian ini data berbentuk dokumentasi yang dibutuhkan adalah Peraturan Perundang-undangan, berita acara, hasil rapat Pemerintah Desa, BPD dan LPMD, dokumen RKP Desa Tahun 2015, Berita acara, Peraturan Desa tentang RKP Desa Tahun anggaran 2015, Surat Keputusan Kepala Desa, demografi, dan sebagainya. Pengambilan dokumentasi tersebut dilakukan pada saat observasi langsung dimana peneliti mengambil foto-foto dan arsip-arsip tulisan di lokasi yang akan diteliti. Teknik

27

J. Moleong, Lexy. 2013. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hal. 186

26 dokumentasi ini nantinya bisa menjadi penguat data-data yang akan diperoleh dalam penelitian ini.

6. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milah menjadi satuan yang dapat dikelolah, mensistesikannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Sehingga peneliti dapat mengetahui mana yang harus dipilih untuk digunakan dan mana yang harus tidak dipergunakan untuk penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penilitian ini yaitu dengan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman28, antara lain sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data

Kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan data-data di lapangan yang ada relavansinya dengan perumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah peneliti rumuskan. Dalam mengumpulkan data, penelitian akan melakukan wawancara dan observasi. Peneliti akan melakukan wawancara mengenai proses penyusunan RKP Desa Tahun 2015 serta permasalahan yang dihadapi oleh aparatur Desa Pandanrejo dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Sehingga akan sangat membantu peneliti untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan proses penyusunan RKP Desa Tahun 2015.

28

Emzir. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Analisis Data. Jakarta: Rajawali Pers. PT Grafindo Persada. Hal. 129-136

27 2. Reduksi Data

Data dari lokasi penelitian, data lapangan dituangkan dalam uraian data terinci. Data dan laporan lapangan kemudian direduksi, pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi awal yang muncul dari catatan-catatan di lapangan. Reduksi data dilakukan secara terus menerus selama penelitian dilakukan. Peneliti mengedit data dengan cara memilih bagian data yang mana untuk dikode, dipakai, dan diringkas serta dimasukan dalam kategori dan sebagainya. Data yang didapat kemudian direduksi. Pada tahap ini pemilihan data sesuai dengan penelitian tentang Proses Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

3. Penyajian Data

Data yang semakin bertumpuk-tumpuk kurang dapat memberikan gambaran secara menyeluruh. Oleh karena itu, penyajian data dimaksudkan agar lebih mempermudah bagi peneliti untuk melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari data penelitian. Penyajian data ialah menyajikan data dalam bentuk tabel, matrik, grafik dan sebagainya. Dalam hal ini, penyajian data digunakan untuk memetakan data-data tentang proses penyusunan RKP Desa Tahun 2015. Dengan demikian, akan mempermudah peneliti dalam menguasai data dan tidak terbenam dengan setumpuk data.

4. Penarikan Kesimpulan

Akhir dalam proses analisis adalah membuat kesimpulan atau verifikasi. Proses penarikan kesimpulan ini dimaksud untuk menganalisis, mencari makna

28 dari data-data yang tersedia sehingga dapat ditemukan pola hubungan yang berkaitan dengan rumusan masalah dari penelitian ini. Kesimpulan awal bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan kredibel.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif ini merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Kesimpulan pada penelitian ini akan menggambarkan tentang proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa Pandanrejo (RKP Desa) Tahun 2015 dan permasalahan yang dihadapi oleh aparatur Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu dalam pelaksanaan penyusunannya.

7. Teknik Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, credibility (validityas interbal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmability (obyektivitas). Namun, teknik keabsahan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah uji kredibilitas data yang meliputi perpanjang pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif dan membercheck29.

29

Lihat Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif dan R&D. Jakarta: Alfabeta. Hal. 270

29 1. Perpanjang Pengamatan

Dengan perpanjang pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. Lamanya perpanjangan pengamatan ini dilakukan, akan sangat tergantung pada kedalaman, keluasan dan kepastian data. Artinya penggalian data sampai pada tingkat makna. Dalam perpanjangan tangan untuk mengkaji kredibilitas data penelitian ini, lebih difokuskan pada pengujian terhadap data yang telah diperoleh. Ketika data tersebut dicek kembali ke lapangan data sudah benar berarti kredibel, maka waktu perpanjangan pengamatan tersebut dapat diakhiri.

2. Meningkatkan Ketekunan

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan terhadap data yang telah diperoleh di lapangan. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan urutan persitiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis serta peneliti dapat memberikan deskripsi atau gambaran data yang akurat sesuai dengan apa yang diamati.

3. Triangulasi

Tringulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu. Pertama, triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Kedua, triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara

30 mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi, dokumentasi atau kuesioner. Ketiga, triangulasi waktu dapat mempengaruhi kredibilitas data dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.

4. Analisis Kasus Negatif

Kasus negatif adalah kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu. Melakukan analisis kasus negatif berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang ditemukan. Bila tidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya. Tetapi bila peneliti masih mendapatkan data-data yang bertentangan dengan data yang ditemukan, maka peneliti mungkin akan merubah temuannya.

5. Menggunakan Bahan Referensi

Yang dimaksud dengan bahan referensi di sini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan peneliti. Sebagai contoh, data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Dalam laporan penelitian, sebaiknya data-data yang dikemukakan perlu dilengkapi dengan foto-foto atau dokumen autentik, sehingga menjadi lebih dapat dipercaya.

31 6. Mengadakan Membercheck

Membercheck adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Tujuan membercheck adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Tujuan dari membercheck adalah agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber atau informan. Pelaksanaan membercheck dapat dilakukan setelah satu periode pengumpulan data selesai, atau setelah mendapat suatu temuan, atau kesimpulan. Caranya dapat dilakukan secara individu, dengan cara peneliti datang ke pemberi data, atau melalui forum diskusi kelompok.

Dokumen terkait