• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODELOGI PENELITIAN

Pada bab ini dipaparkan mengenai Jenis Penelitian, Tempat dan Waktu

Penelitian, Subjek dan Sampel Penelitian, Variabel Penelitian, Teknik dan

Instrumen Data, Validitas dan Reliabilitas Instrumen, dan Teknik Analisa Data

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif karena berlandaskan

pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau

sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,

analisis data bersifat kuantitatif/ statistik. Sifat deskriptif dalam penelitian

ini dimasudkan untuk memperoleh gambaran tentang sikap anak usia SD

putus sekolah terhadap pendidikan di desa Balerante Kemalang Klaten.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Peneliti mengambil tempat pengambilan data di desa Tegalweru

Balerante Kemalang Klaten Jawa Tengah.

Tabel 1. Waktu Penelitian

No WAKTU AGENDA KETERANGAN 1. Januari 2015 Observasi di Desa

Balerante Terlaksana 2. Februari-April 2015 Penmbuatan kuisioner Terlaksana 3. Mei 2015 Menyebarkan kuisioner ke anak- anak putus sekolah di desa Balerante

Terlaksana

4. Mei-Juni 2015 Mengolah data dan menguji validitas

C. Subyek Penelitian

Subjek penelitian adalah anak-anak di desa Tegalweru Balerante

yang dulu pernah bersekoah di SD N 2 Balerante, pada tahun 2014/2015

tidak bersekolah berjumlah 51 anak.

Peneliti ini merupakan penelitian populasi karena semua anak

dijadikan subyek peneliti. Berikut rincian subjek penelitian.

Tabel 2.

Jumlah Anak-anak di desa Tegalweru Balerante Kemalang Klaten yang pernah bersekolah namun saat ini sudah putus sekolah.

NO JENIS KELAMIN JUMLAH 1. Laki-laki 28 2. Perempuan 23

TOTAL 51

D. Variabel Penelitian

Variabel yang diteliti adalah Sikap Anak Usia SD Putus Sekolah

Terhadap Pendidikan.. Sikap akan dilihat dari tigas aspek yaitu Kognitif,

Afektif, dan Konatif. Dari ketiga aspek tersebut maka akan dibuatkan

koesioner pengukuran sikap sehingga diperoleh hasil yang akan

memaparkan sejauh mana sikap Anak Usia SD Putus Sekolah Terhadap

Pendidikan.

E. Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah survey menggunakan kuesioner. Sugiyono (2013:142) Menyatakan

bahwa kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan

kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner yang disusun peneliti

mengacu pada prinsip-prinsip skala Guttman. Skala Guttman dengan tipe

ini akan didapat jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”; “benar-salah”;

“pernah-tidak pernah”; “positif-negatif”. Data diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif) (Sugiyono, 2013: 139).

Pernyataan yang terdapat dalam kuesioner ini terdiri dari pernyataan

positif atau favourable dan pernyataan negatif atau unfavourable.

Pernyataan positif atau favorable merupakan konsep keperilakuan yang

sesuai atau mendukung atribut/variabel yang diukur. Sedangkan

pernyataan negatif atau unfavorable yaitu konsep keperilakuan yang tidak

sesuai/tidak mendukung atribut/variabel yang diukur.

Subyek diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang

terdapat pada kuisioner dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang

telah disediakan dengan cara memberi tanda centang (√). Skoring dilakukan dengan cara menjumlahkan jawaban responden pada masing-

masing item. Tentang sikap anak usia SD putus sekolah terhadap

pendidikan pada subjek penelitian ini. Semakin tinggi jumlah skor yang

diperoleh, maka semakin tinggi pula sikap positif anak usia SD putus

sekolah terhadap pendidikan. Sebaliknya jika semakin rendah jumlah skor

yang diperoleh, maka semakin rendah pula sikap negatif anak usia SD

Instrumen penelitian ini menyediakan 2 alternatif jawaban yaitu

Setuju (S), Tidak Setuju (TS). Norma skoring yang dikenakan terhadap

pengolahan data yang dihasilkan instrumen ini ditentukan sebagai berikut:

Tabel 3

Norma Skoring Inventori Sikap anak usia SD putus sekolah

F. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner. Kuisioner

memuat beberapa item sikap anak usia SD putus sekolah terhadap

pendidikan. Kisi-kisi kuisioner disajikan dalam tabel antara lain sebagai

berikut:

Tabel 4

Kisi-kisi Kuisioner Sikap Anak Usia SD Putus Sekolah Terhadap Pendidikan No Aspek Indikator Favorable Unvavorable Jumlah 1. Aktivitas Pendidikan. 1.1 Sikap terhadap kegiatan belajar di sekolah. 1, 32,35 30, 31, 33 6 1.2 Sikap terhadap tugas-tugas belajar 2, 3, 4 27, 34, 36, 37 7 2. Bentuk Fisik Pendidikan. 2.1. Sikap terhadap fisik sekolah 5, 6,7,28,29 38, 40 7 2.2 Sikap terhadap

sarana dan fasilitas sekolah. 10, 23, 24. 26 8, 9, 25 7 3. Tujuan Pendidikan. 3.1 Sikap terhadap tujuan pendidikan 11, 12, 21, 27 18, 39 6

3.2 Sikap dalam meraih pendidikan

13, 15, 19, 20

14, 16, 17 7

Alternatif Jawaban Skor Favourable

Skor Unfovourable

Setuju 1 0

G. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 1. Validitas

Menurut Azwar (2005) validitas menunjuk pada sejauh mana

ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi

ukurnya. Validitas yang diuji untuk instrumen penelitian ini adalah

validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat

pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional dengan cara

professional judgement (Azwar 2004). Instrumen penelitian

dikonstruksi berdasarkan aspek-aspek yang akan diukur dan selanjutnya

dikonsultasikan pada ahli (dosen pembimbing).

Untuk menguji validitas instrumen digunakan rumus korelasi

Product-Moment dari pearson, adapun hasilnya sebagai berikut:

√{ { Keterangan:

Rxy : korelasi skor-skor total kuesioner dan total butir-butir.

N : Jumlah subyek

X : Skor sub total kuesioner

Y : Skor total butir-butir kuesioner

XY : hasil perkalian antara skor X dan skor Y

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan

program SPSS 16 (Statistic Programme for Social Science) versi

korelasinya > 0.250 maka item yang bersangkutan dinyatakan

valid. Sedangkan jika koefisien korelasinya < 0,250 maka item

yang bersangkutan dinyatakan tidak valid (gugur). Berdasarkan

perhitungan statistik yang telah dilakukan peneliti, diperoleh 34

item yang dinyatakan valid dan 6 item dinyatakan tidak valid

(gugur) yakni pada aspek kognitif (item nomor 4, 30), aspek afektif

(item nomor 8, 24,26), aspek konatif (18). Adapun hasil item-item

yang valid dan tidak valid terdapat pada tabel 6

Tabel 5

Kisi-kisi Instrumen setelah uji coba

Aspek Indikator No. Item

favorable No.Item Unfavorable ∑ Kognitif (Aktivitas Pendidikan)

1.1 Sikap terhadap kegiatan belajar di sekolah.

26 24,25,27 4 1.2 Sikap terhadap tugas-tugas

belajar 1,2,3, 21, 28, 30,31 7 Afektif (Bentuk Fisik Pendidikan)

2.1 Sikap terhadap fisik sekolah

4,5,22,23,29 32,34 7

2.2 Sikap terhadap sarana dan fasilitas sekolah.

7, 19,20, 6 4

Konatif (Tujuan Pendidikan)

3.1 Sikap terhadap tujuan pendidikan

8,9,17,18 33 5 3.2Sikap dalam meraih pendidikan 10,12,15,16 11,13,14 7

Jumlah 34 34

2 Reliabilitas

Reliabilitas artinya adalah tingkat kepercayaan hasil pengukuran

yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai

reliabel (Azwar, 2007).

Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan

pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Adapun rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) adalah sebagai berikut:

α =

2[1-

]

Keterangan rumus :

S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2

Sx2 : varians skor skala

Pada penelitian ini, pengujian reliabilitas dilakukan dengan

teskonsistensi internal yang hanya memerlukan satu kali pengenaan tes

pada subjek (single trial administration). Konsistensi internal

menggunakan teknik dengan Alpha Cronbach (α) program SPSS 16. Hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,848. Hal ini

menunjukkan bahwa Skala Sikap anak usia SD putus sekolah terhadap

pendidikan naik dan memiliki reliabilitas yang baik. Artinya instrument

ini memiliki keajegan yang tinggi.Perhitungan indeks reliabilitas

dikonsultasikan menggunakan kriteria Guilford Masidjo (1995:209)

seperti yang disajikan dalam tabel 5.

2 S 2 S + 2 S x i x

Tabel 6 Kriteria Guilford

No Koefisien Korelasi Kualifikasi

1 0,91 – 1,00 Sangat positif 2 0,71 – 0,90 Positif 3 0,41 – 0,70 Cukup Positif 4 0,21 – 0,40 Kurang Positif 5 negatif – 0,20 Sangat Kurang

Positif

H. Teknik Analisis Data

Sugiyono (2011: 207) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis

responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh

responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan

perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Berikut merupakan

langkah-langkah yang ditempuh penulis untuk menganalisis data

penelitian tentang sikap anak usia SD putus sekolah terhadap

pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Menentukan skor dari masing-masing alternatif jawaban yang

sudah diberikan oleh responden dan membuat tabulasi skor dari

masing-masing butir skala item. Langkah selanjutnya menghitung

pernyataan. Melakukan skoring dengan bantuan Microsoft Excel

dan SPSS versi 16,0.

2. Membuat tabulasi data dan menghitung frekuensi jawaban pada

setiap item “Setuju”, “Tidak Setuju”.

3. Membuat kategorisasi sikap subjek penelitian secara umum

berdasarkan model distribusi normal dengan kategorisasi jenjang.

Tujuannya untuk menepatkan subjek penelitian ke dalam

kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut

suatu kontinum berdasar pada atribut yang diukur. Kontinum

jenjang ini berpedoman pada Azwar (2007:108) yang

mengelompokkan tingkat kemampuan berpikir positif anak dalam

dua ketegori yaitu positif dan negatif. Adapun norma

kategorisasinya adalah sebagai berikut:

Tabel 7

Norma Kategorisasi Subyek

µ- 1,5 σ Sangat Kurang Positif µ- 1,5 σ < X ≤ µ-0,5 σ Kurang Positif µ- 0,5 σ < X ≤µ+0,5 σ Cukup Positif

µ+0,5 σ < X ≤µ +1,5 σ Positif

µ+1,5 σ < X sangat positif

Keterangan :

Xmaksimal teoretik : Skor tertinggi yang mungkin diperoleh subjek peneliti dalam skala

Xminimum teoretik : Skor terendah yang mungkin

diperoleh subjek peneliti dalam skala

σ (Standar deviasi) : Luas jarak rentangan yang dibagi menjadi 6 satuan deviasi standar.

µ (Mean teoretik) : Rata-rata teoretis dari skor maksimum dan minimum.

4. Mencari norma atau patokan yang akan digunakan dengan mencari

Xmaksimum teoretik, Xminimum teoretik, standar deviasi, dan

mean teoretik. Kategori positif negatif sikap anak usia SD putus

sekolah terhadap pendidikan secara keseluruhan dengan item total

= 34, diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut

Xmaksimum : 34 x 1 = 34 Xminimum : 34 x 0 = 0

σ (Standar deviasi teoretik) : 34 : 6 = 6 µ (mean teoritik) : (34 + 0) : 2 = 17

Tabel 8

Norma Kategorisasi Sikap anak usia SD putus sekolah terhadap pendidikan

Norma Rentang Skor Kategori

Xµ- 1,5σ 8 Sangat Kurang Positif µ- 1,5σ < X ≤ µ- 0,5 σ 8 – 14 Kurang Positif

µ- 0,5σ < X ≤µ+0,5 σ 14 – 20 Cukup Positif

µ + 0,5σ < X ≤µ + 1,5 σ 20 – 26 Positif

µ + 1,5 σ < X ≥ 26 Sangat Positif

Selanjutnya data setiap subjek penelitian dikelompokkan

berdasarkan skor total yang telah diperoleh ke dalam norma

kategorisasi di atas. Dengan demikian, dapat diketahui jumlah dan

persentase sikap anak usia SD putus sekolah terhadap pendidikan

secara umum mulai dari yang sangat negatif sampai yang sangat

5. Setelah mengkategorisasikan secara umum, kemudian

dikategorisasikan juga skor setiap item dalam skala. Hal ini

dilakukan untuk mendapatkan item-item skala yang nantinya akan

dijadikan dasar penyusunan topik-topik bimbingan pribadi,

kategorisasi skor setiap item itu berpedoman pada Azwar

(2007:108) yang mengelompokkan dalam dua kategori yaitu sangat

positif dan negatif. Adapun norma kategorisasi untuk item-item

skala adalah sebagai berikut.

Tabel 9

Norma Kategorisasi Item

Xitem <µ–1,5 σ sangat rendah

µ - 1,5 σ <item≤ µ - 0,5 σ Rendah

µ - 0,5 σ < Xitem≤µ + 0,5 σ sedang

µ + 0,5 σ < Xitem≤µ + 1,5 σ Tinggi

µ + 1,5 σ < Xitem sangat tinggi

Keterangan :

Xitem maksimum teoretik : Skor tertinggi yang

mungkin dicapai item dalam skala.

Xitem minimum teoretik : Skor terendah yang

mungkin dicapai item dalam skala.

σ (Standar deviasi) : Luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standar.

µ (Mean teoretik) : Rata-rata teoretis dari skor maksimum dan minimum. 6. Mencari kategorisasi tinggi rendahnya skor item-item secara

keseluruhan dengan menggunakan N = 51. Perhitungannya sebagai

berikut.

Xitem maksimum teoretik : 51 x 1 = 51

Xitem minimum teoretik : 51 x 0 = 0

µ (Mean teoretik) : 51 : 2 = 26

Penentuan kategorisasi skor item dapat dilihat dalam tabel berikut

ini:

Tabel 10

Norma Kategorisasi Skor Item Skala Sikap anak usia SD putus sekolah terhadap pendidikan

Perhitungan Skor Kategori

Xitem ≤ µ- 1,5 σ Xitem ≤ 13 sangat rendah

µ - 1,5 σ < Xitem≤ µ-0,5σ 13< Xitem≤ 22 Rendah

µ-0,5σ < Xitem≤µ+0,5σ 22< Xitem≤ 31 sedang

µ+0,5σ <Xitem≤µ +1,5σ 31< Xitem≤ 40 Tinggi

µ +1,5σ < Xitem Xitem > 40 sangat tinggi

7. Dari kategori skor item tersebut, data kemudian dikelompokkan

berdasarkan norma yang ada. Setelah itu, item-item yang memiliki

Dokumen terkait