Dalam metode penelitian ini yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai suatu penelitian yangang dilakukan secara mendalam karena berfungsi untuk memahami makna atau proses subjek penelitian yang diangkat dengan asumsi dasar bahwa penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang dapat dengan menggunakan logika ilmiah. Di samping itu bentuk penelitian ini lebih menekankan pada masalah proses dan makna dari pada hasil. Karena makna mengenai sesuatu sangat ditentukan oleh proses bagaimana ketentuan itu terjadi. Pada pendekatan ini, peneliti menekankan sifat realitas yang terbangun secara sosial, hubungan erat anatara peneliti dengan subjek.
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu penelitian lapangan dimana peneliti langsung hadir ditempat yang akan diteliti. Dalam pengumpulan data, penelitian langsung dengan metode pengamatan (observasi). Karena dengan metode ini peneliti dapat menemukan data-data yang dinilai kevaliditasannya. Selain itu pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara (interview) terhadap pengikut tarekat yang sudah lanjut usia dan Badal tarekat.
32 2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini, pelaku sebagai pengumpul data dan sebagai instrument yang aktif dalam upaya untuk mendapatkan data-data dilapangan. Oleh karena itu, kehadiran peneliti secara langsung dilapangan sebagai tolak ukur keberhasilan untuk mengetahui dan memahami fenomena yang diteliti, sehingga keterlibatan peneliti secara langsung dengan informan atau sumber data lainnya sangat mutlak diperlukan.
3. Lokasi Penelitian
Dalam penelitian ini, yang menjadi obyek lokasi penelitian adalah di dusun Buntit, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. Adapun alasan pemilihan lokasi di dusun tersebut karena daerah tersebut banyak masyarakat yang mengikuti tarekat terutama para lanjut usia. Hal itu menurut peneliti sangat postif bagi pendidikan keagamaan mereka.
Secara geografis terletak berada: a. Di sebelah Timur desa Bulus b. Di sebelah Selatan desa Lugosobo c. Di sebelah Barat desa Seren d. Di sebelah Utara desa Rendeng 4. Sumber Data
Menurut Lofland dan Lofland yang dikutip Lexy J. Moleong (2002:
112),“sumber data utama dalam penelitain kualitatif ialah kata-kata, dan tindakanselebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”.
33
penelitian kualitatif secaramenyeluruh berupa narasumber atau informan; peristiwa atau aktivitas; tempatatau lokasi; benda, beragam gambar dan
rekaman; dokumen dan arsip”. Dariberbagai sumber data tersebut beragam
informasi dapat digali untuk menjawabdan memahami masalah yang telah dirumuskan. Adapun sumber data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber datasekunder.
a. Data primer (sumber data utama)
Sumber data utama yang dimaksudkan lofland dan lofland adalah sumber utama yang dapat memeberikan informasi, fakta dan gambaran peristiwa yang diinginkan dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif, sumber data utama itu adalah kata-kata orang yang diamati atau diwawancarai. Dalam kaitannya penelitian ini data primer yakni jamaah Tarekat dan pendamping jamaah tarekat (Badal).
Dalam proses penelitian, sumber data dihimpun melalui catatan tertulis, atau melalui perekaman video/audio tape, pengambilan foto atau film. Pencatatansumber data utama melalui wawancara atau pengamatan berperan-serta merupakan hasil usaha gabungan dari kegiatan melihat, mendengar dan bertanya(Ali Mufron, 2015: 68-69).
b. Data sekunder
sumber data sekunder adalah segala bentuk dokumen, baik dalam bentuk tertulis maupun foto. atau sumber data kedua sesudah sumber data primer, meskipun disebut sebagai data sekunder, dokumen tidak bisa
34
diabaikan dalam suatu penelitian, terutama dokumen tertulis seperti buku, majalah ilmiah, arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi.
Sumber data berupa buku yang dimaksud termasuk disertasi, tesis dan skripsi yang mampu memberikan gambaran mengenai keadaan seseorang atau masyarakat tempat kajian/ penelitian dilakukan. Selain itu tentu saja majalah ilmiah, termasuk jurnal ilmiah yang memuat hasil kajian dan penelitian yang dapat memberikan informasi awal sebuah sebuah penelitian yang dilakukan.
Termasuk sember data sekunder yang tidak bisa diabaikan dalam penelitian kualitatif adalah dokumen arsip, baik milik perorangan maupun dokumen sebuah institusi yang bersifat resmi kelembagaan, dokumen-dokumen ini memiliki arti penting bagi seorang peneliti kualitatif, terutama yang terkait dengan data-data umum, data-data kependudukan, monografi dan sebagainya(Ali Mufron, 2015: 70). Terkait dalam penelitian ini data sekunder berupa foto kegiatan, buku ajaran dan lain-lain.
5. Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan bagian yang sangat penting dalam setiapkegiatan penelitian. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat,teperinci dan dapat dipercaya serta dapat dipertanggung jawabkan, maka teknikpengumpulan data yang digunakan harus tepat. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah:
35 a) Wawancara
Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan idemelalui tanya jawab, sehingga dapat dikonsruksikan makna dalam suatu topiktertentu. Adadua jenis teknik wawancara, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidakterstruktur yang disebut wawancara mendalam (in-depth interviewing).Wawancara terstruktur merupakan wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan. Peneliti yang menggunakan jenis wawancara ini bertujuan untuk mencari jawaban terhadap hipotesis kerja. Untuk itu pertanyaan-pertanyaan disusun dengan rapi dan ketat. Format wawancara yang digunakan bisa bermacam macam, dan format itu dinamakan protokol wawancara. Protokol wawancara itu dapat juga berbentuk terbuka. Pertanyaan-pertanyaan ini disusun sebelumnya dan didasarkan atas maslah dalam rancangan penelitian.
Wawancara tak terstruktur merupakan wawancara yang berbeda dengan terstruktur. Cirinya kurang diinterupsi dan arbitrer. Wawancara semacam ini digunakan untuk menemukan informasi yang bukan baku atau informasi tunggal. Hasil wawancara semacam ini menekankan perkecualian, penyimpangan, penafsiran yang tidak lazim, penafsiran kembali, pendekatan baru, pandangan ahli, atau perspektif tunggal(lexy moleong, 2008: 190).
Wawancara tak terstruktur dilakukan pada keadaan-keadaan berikut:
36
a) Bila pewawancara berhubungan dengan orang penting.
b) Jika pewawancara ingin menanyakan sesuatu secara lebih mendalam lagi pada seorang subjek tertentu
c) Apabila pewawancara menyelenggarakan kegiatan yang bersifat penemuan
d) Jika ia tertarik untuk mempersoalkan bagian-bagian tertentu yang tak normal
e) Jika ia tertarik untuk berhubungan langsung dengan salah seorang responden
f) Apabila ia tertarik untuk mengungkapkan motivasi, maksud, atau penjelasan dari responden
g) Apabila ia mau mencoba mengungkapkan pengertian suatu peristiwa, situasi, atau keadaan tertentu(lexy moleong, 2008: 191).
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur dan tak terstruktur jika menggunakan wawancara terstruktur agar peneletian ini tidak bias sedangkan tidak setruktur karea ada hal penting untuk bisa diperjelas kembali.
Wawancara ditujukan kepada Badal dan jamaah Tarekat Qodiriyah wan Naqsabandiyah di dusun buntit, desa Gintungan, kec Gebang, kab Purworejo, Jawa tengah.
37
Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis, mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan(lexy moleong, 2008: 174). Observasi bisa peneliti lakukan dengan pengamatan kegiatan kegiatan tarekat. c) Teknik Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dalam konteks penelitian ini dokumen bisa berupa sejarah nerdirinya tarekat, foto, kegiatan, buku, dan ajaran(lexy moleong, 2008: 216).
6. Analisis Data
Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain(lexy moleong, 2008: 248).
Langkah-langkah analisis data yaitu: a. Reduksi Data
Data-data penelitian yang dikumpulkan dari lapangan kemudian ditulis atau diketik dalam bentuk uraian atau laporan rinci. Jumlah data yang banyak akan menimbulkan kesulitan dalam memahami pokok bahasan. Oleh karena itu, laporan-laporan tersebut perlu direduksi, dirangkum, dipilih yang pokok,
38
dan disusun secara sistematis, sehingga lebih mudah dikendalikan. Data yang direduksi memberi gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti untuk mencari kembali data yang diperoleh bila diperlukan (Nasution, 1992: 129).Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu (Sugiyono, 2013: 247).
b. Data Display (Penyajian Data)
Setelah melakukan reduksi data, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan (menyajikan) data. Data dapat disajikan dalam berbagai bentuk. Selain penyajian data yang berupa teks naratif, juga dapat berupa matriks, grafik, networks,
charts, dan lainnya (Nasution, 1992: 129). Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami (Sugiyono, 2013: 249). Dengan demikian, peneliti dapat menguasai data yang diperoleh dan menarik suatu kesimpulan, sehingga data yang dikumpulkan (diteliti) menjadi bermakna.
c. Conclusion Drawing and verification (menarik kesimpulan dan verifikasi)
Pada dasarnya, peneliti berusaha untuk mencari makna dari data yang dikumpulkannnya. Melalui reduksi data,
39
didapat senantiasa harus diverifikasi selama penelitian berlangsung (Nasution, 1992: 130).
Dalam hal ini, penulis mencoba menganalisis seluruh data yang terkumpul dalam tarekat sebagai pendekatan pendidikan agama islam pada lanjut usia(Bagi Jamaah Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyahdi Dusun Buntit, Desa Gintungan, Kec.Gebang, Kab. Purworejo Tahun 2018)
7. Pengecekan Keabsahan Data
Dalam penelitian kualitatif, instrumen utamanya adalah manusia, karena itu yang diperiksa adalah keabsahan datanya. Untuk menguji kredibilitas data penelitian peneliti menggunakan teknik Triangulasi. Teknik triangulasi adalah menjaring data dengan berbagai metode dan cara dengan menyilangkan informasi yang diperoleh agar data yang didapatkan lebih lengkap dan sesuai dengan yang diharapkan. Setelah mendapatkan data yang jenuh yaitu keterangan yang didapatkan dari sumbersumber data telah sama maka data yang didapatkan lebih kredibel. Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik, dan teori. Dalam hal ini peneliti menggunakan triangulasi sumber.
Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Adapun untuk mencapai kepercayaan itu, maka ditempuh langkah sebagai berikut :
40
a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara b. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan
apa yang dikatakan secara pribadi.
c. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.
d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan.
e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan(Lexy j. Moeleong, 2008: 330-331).
41 BAB IV
PAPARAN DATA DAN ANALISIS DATA