• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 51-60)

4.1. Jenis Penelitian

Eksperimental Laboratorik

4.2. Tempat Penelitian

• Klinik Konservasi FKG UI

• Laboratorium Biomedis UI

4.3. Waktu Penelitian

September – Nopember 2013

4.4. Variabel Penelitian

• Variabel bebas

− Resin komposit bulk-fill yang diaktivasi sonik (RBS)

− Resin komposit bulk-fill tanpa aktivasi sonik (RBF)

− Resin komposit yang diletakkan secara inkremental (RIK)

• Variabel terikat

Kebocoran mikro dinding gingiva kavitas kelas II

4.5. Sampel Penelitian

Besar sampel ditentukan berdasarkan rumus Federer:

(t-1)(n-1) ≥ 15

(3-1)(n-1) ≥ 15

2 (n-1) ≥ 15 n ≥ 8,5

Berdasarkan rumus di atas pada penelitian ini digunakan sampel sebanyak 10 per kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 sampel, karena kavitas kelas II berbentuk kotak dibuat pada sisi mesial

t = jumlah kelompok dalam perlakuan

n = jumlah sampel

gigi. Total sampel yang dibutuhkan adalah 30 gigi. Obyek penelitian merupakan limbah biologi tersimpan berupa gigi premolar rahang atas dan bawah cabutan manusia untuk keperluan ortodontik yang diperoleh dari beberapa klinik gigi di Jakarta dengan kriteria inklusi sebagai berikut:

keadaan mahkota utuh, tidak terdapat fraktur, bebas karies, dan permukaan oklusal cukup lebar. Dengan kriteria ekslusi sebagai berikut: lebar buko-palatal/lingual kurang dari 5 mm, keadaan restorasi yang mengalami crack, dan restorasi yang lepas dari kavitas.

4.6. Definisi Operasional

Skema definisi operasional dari variabel penelitian (variabel bebas dan terikat) dengan skala, nilai, dan cara pengukuran dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Definisi Operasional Variabel

Penelitian

Deskripsi Operasional Skala Nilai Cara

pengukuran oleh energi sonik, lalu dipolimerisasi selama 20 detik setelah henpis diangkat (SonicFill™, Kerr)

Resin komposit metakrilat dengan viskositas tinggi yang

(RBF) warna biru metilen 1%

pada celah antara bahan restorasi dengan

Gambar 4.1 Derajat penetrasi biru metilen 1% kebocoran mikro pada dinding gingiva restorasi kelas II31

4.7. Bahan Penelitian

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah:

− 30 gigi premolar rahang atas dan bawah yang sesuai dengan kriteria inklusi

− Larutan salin (NaCl 0.9%)

− Resin komposit bulk-fill yang diaktivasi sonik (RBS), yaitu resin komposit nanohybrid bulk-fill aktivasi sonik (SonicFill™, Kerr)

− Resin komposit yang diletakkan secara bulk tanpa aktivasi sonik (RBF), yaitu resin komposit nanohybrid bulk-fill high viscosity (Tetric EvoCeram® Bulk Fill, Ivoclar-Vivadent)

− Resin komposit yang diletakkan secara inkremental (RIK), yaitu resin komposit nanohybrid universal (Tetric N-Ceram®, Ivoclar-Vivadent)

− Bahan etsa, asam fosfat 35% (Ultra Etch®, Ultradent)

− Bahan adesif (N-Bond®, Ivoclar-Vivadent)

− Klorheksidin 2% (Consepsis®, Ultradent)

− SIKMR (GC Fuji II LC, GC Corp.)

− Zat pewarna (biru metilen 1%)

− Cat kuku berwarna merah (Merk Revlon)

4.8. Alat Penelitian

Alat-alat yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah:

− Henpis kecepatan tinggi

− Semprotan udara dan air

− Lup pembesaran 2,5 kali

− Bur intan bulat dan silindris kecepatan tinggi

− Prob periodontal

− Instrumen plastic filling

− Matrix band metal

− Matriks universal

− Unit penyinaran LED (Demi Plus®, Kerr) dengan intensitas 1100mW/cm2

− Applicator tip

− Microbrush

− Mikromotor

− Disc pemoles: Enhance (Dentsply)

− Termometer

− Stopwatch

− Disc intan

− Mikroskop stereo dengan pembesaran 25 kali

4.9. Tahapan Kerja

A. Pemilihan Sampel Gigi

Tiga puluh gigi premolar rahang atas dan bawah yang memenuhi kriteria inklusi dibersihkan dari jaringan lunak dan kalkulus dengan skeler, dibilas di bawah air mengalir, kemudian disimpan dalam larutan salin sebelum diberikan perlakuan.

B. Preparasi Kavitas

Kavitas kelas II berbentuk kotak dibuat pada sisi mesial gigi.

Ukuran lebar buko-lingual/palatal 4 mm dan lebar dinding gingiva 2 mm.

Dasar dinding gingiva diletakkan 1 mm diatas garis servikal. Ketepatan pengukuran kavitas dibantu dengan menggunakan prob periodontal dan

lup dengan pembesaran 2,5 kali. Sudut permukaan kavitas tidak dibevel.

Preparasi kavitas dilakukan dengan menggunakan bur intan silindris.

Spesimen kemudian dibagi menjadi tiga kelompok secara acak.

Masing-masing kelompok terdiri dari 10 gigi. Pada kelompok pertama, kavitas mesial direstorasi dengan resin komposit bulk-fill yang dengan aktivasi sonik (RBS). Pada kelompok kedua, kavitas mesial akan direstorasi dengan resin komposit bulk-fill tanpa aktivasi sonik. Dan pada kelompok ketiga, kavitas mesial akan direstorasi dengan resin komposit secara inkremental.

C. Prosedur Restorasi

Prosedur restorasi dilakukan oleh satu operator. Sebelum dilakukan prosedur restorasi, matrix band metal dipasang pada gigi dengan matriks universal. Semua gigi direstorasi dengan sistem adesif yang sama, mengikuti instruksi pabrik. Kavitas dietsa dengan cairan etsa selama 15 detik, kemudian dibilas dengan air selama 10 detik. Kemudian dengan applicator tip kavitas diaplikasikan klorheksidin 2%, diamkan selama 1 menit, lalu dibilas dan dikeringkan dengan semprotan angin ringan.

Selanjutnya kavitas dioleskan bahan adesif dengan mengunakan microbrush, didiamkan selama 10 detik, kemudian kavitas disemprot lagi secara perlahan dengan udara untuk menguapkan pelarutnya lalu disinar selama 10 detik.

Kelompok I (Kelompok resin komposit yang diletakkan secara sekaligus dengan aktivasi sonik- RBS):

resin komposit diaplikasikan secara sekaligus ke dalam kavitas menggunakan henpis khusus yang diaktivasi hantara energi sonik, kemudian setelah resin komposit mengisi kavitas, henpis diangkatdan restorasi disinar selama 20 detik dari arah oklusal. Setelah penumpatan selesai, dilakukan penyelesaian akhir dan pemolesan dengan menggunakan Enhance.

Kelompok II (Kelompok resin komposit yang diletakkan sekaligus tanpa aktivasi sonik- RBF):

resin komposit diaplikasikan sekaligus ke dalam kavitas menggunakan instrumen plastic filling, kemudian disinar selama 20 detik dari arah oklusal. Setelah penempatan selesai, dilakukan penyelesaian akhir dan pemolesan dengan menggunakan Enhance.

Kelompok III (Kelompok resin komposit yang diletakkan secara inkremental- RIK):

Lapisan pertama resin komposit diaplikasikan secara inkremental dengan teknik oblik dengan ketebalan 2 mm perinkremen dengan instrumen plastic filling, kemudian disinar selama 20 detik dari arah aklusal. Lapisan berikutnya diaplikasikan hingga permukaan oklusal, kemudian disinar lagi selama 20 detik. setelah penumpatan selesai, dilakukan penyelesaian akhir dan pemolesan dengan menggunakan Enhance.

Setelah prosedur restorasi, spesimen direndam dalam wadah berisi akuades pada suhu 370C selama 24 jam.

D. Thermocycling

Prosedur thermocycling dilakukan sebanyak 250 kali pada suhu 5-550C secara manual selama 1 menit dengan waktu istirahat 15 detik.

E. Aplikasi Varnish Kuku

Sesudah prosedur thermocycling, bagian apeks dipotong 2 mm dari ujung apeks dengan disk intan dibawah pendingin air. Kemudian pada bagian apeks dibuat kavitas menggunakan bur metal kecepatan rendah, kemudian kavitas dicuci dengan air, dikeringkan dan ditumpat dengan SIKMR. Selanjutnya semua permukaan gigi diulas dengan cat kuku merah sebanyak 2 lapisan sampai batas 1 mm dari tepi restorasi. Cat kuku dibiarkan kering selama 12 jam.

F. Perendaman Spesimen dalam Zat Pewarna biru metilen 1%

Spesimen direndam dalam biru metilen 1% selama 24 jam pada suhu 370C dalam inkubator. Setelah itu spesimen dibilas di bawah air mengalir selama 10 menit dan ditiriskan.

G. Pemotongan Spesimen

Spesimen selanjutnya dilakukan pemotongan dalam arah mesio-distal menjadi dua bagian, menggunakan disk intan kecepatan rendah. Dari dua bagian dari masing-masing gigi, dipilih secara acak dan diperiksa dibawah mikroskop stereo dengan pembesaran 25 kali dilengkapi dengan kamera digital.

H. Pengamatan Hasil

Pengamatan dilakukan terhadap penetrasi zat biru metilen 1% pada setiap spesimen dengan menggunakan mikroskop stereo pembesaran 25 kali yang dilengkapi dengan kamera digital. Pengamatan hasil dilakukan oleh dua pengamat yang sebelumnya telah dikalibrasi untuk memperoleh validitas dan reliabilitas eksternal.

4.10. Analisis Data

Data penetrasi zat warna ke restorasi dianalisi menggunakan uji statistik parametrik dengan bantuan piranti lunak SPSS 17. Sebelum menguji data yang diperoleh dari tiap kelompok, dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas eksternal dan internal dari kedua pengamat pengan uji Kappa. Setelah validitas dan reliabilitas eksternal dan internal dicapai, dilakukan analisis statistik dengan uji parametrik Kolmogorov-Smirnov untuk menguji perbedaan kemaknaan pada semua kelompok dengan batas kemaknaan p< 0.05.

4.11. Alur Penelitian

Skema alur penelitian dapat dilihat pada gambar 4.2.

Gigi premolar sesuai kriteria inklusi

Perendaman dalam larutan salin

Pengamatan kebocoran mikro dengan mikroskop stereo perbesaran 25 kali Spesimen dibelah dalam arah buko-lingual/palatal

Perendaman spesimen dalam biru metilen 1%, 24 jam, 370C Aplikasi cat kuku

Thermocycling (250x, suhu 5-550C, 1 menit waktu istirahat 15 detik) Perendaman spesimen dalam air destilasi, 24 jam, 370C

Pemasangan matriks logam

Kelompok II:

Resin komposit bulk-fill tanpa aktivasi sonik Kelompok I:

Resin komposit bulk-fill dengan aktivasi sonik

Kelompok III:

Resin komposit yang diletakkan secara inkremental Aplikasi etsa 15 detik, bilas dengan air, keringkan  aplikasi klorheksidin 2%, diamkan selama 1 menit, bilas dan keringkan dengan semprotan angin dan dilanjutkan aplikasi bahan adesif

30 kavitas mesial:

Lebar buko-lingual/palatal 4 mm, lebar dinding gingiva 2 mm, dinding gingiva 1 mm diatas CEJ

Analisis data

Gambar 4.2 Skema alur penelitian

BAB 5

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 51-60)

Dokumen terkait