B. Proyek Swakelola dalam Sistem Pengadaan Barang dan/Jasa Pemerintah 1 Dasar Hukum Pengadaan Barang dan/atau Jasa Pemerintah
2. Metode Pengadaan Barang dan/atau Jasa Pemerintah
152
Metode atau cara Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu :153
a. Swakelola ; dan/atau
b. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Berikut penjelasannya :
1) Swakelola
Swakelola merupakan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat.154
Pekerjaan yang dapat dilakukan dengan Swakelola meliputi :155
a) Pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan/atau memanfaatkan kemampuan teknis sumber daya manusia sesuai dengan tugas pokok K/L/D/I.
b) Pekerjaan yang operasi dan pemeliharaannya memerlukan partisipasi langsung masyarakat setempat.
c) Pekerjaan yang dilihat dari segi besaran, sifat, lokasi atau pembiayaannya tidak diminati oleh Penyedia Barang/Jasa
d) Pekerjaan yang secara rinci/detail tidak dapat dihitung/ditentukan terlebih dahulu, sehingga apabila dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa akan menimbulkan ketidakpastian dan resiko yang besar.
e) Penyelenggaraan diklat, kursus, penataran, seminar, lokakarya atau penyuluhan.
153
Pasal 3 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
154
Pasal 26 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
155
Pasal 26 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
f) Pekerjaan untuk proyek percontohan (pilot project) dan survei yang bersifat khusus untuk pengembangan teknologi/metode kerja yang belum dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.
g) Pekerjaan survei, pemrosesan data, perumusan kebijakan pemerintah, pengujian di laboratorium dan pengembangan sistem tertentu.
h) Pekerjaan yang bersifat rahasia bagi K/L/D/I yang bersangkutan. i) Pekerjaan industri kreatif, inovatif dan budaya dalam negeri. j) Penelitian dan pengembangan dalam negeri dan/atau
k) Pekerjaan pengembangan industri pertahanan, industri alutsista dan industri almatsus dalam negeri.
Pengadaan melalui Swakelola dapat dilakukan oleh :156 (1) K/L/D/I Penanggung Jawab Anggaran.
(2) Instansi Pemerintah lain Pelaksana Swakelola dan/atau (3) Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola.
Penetapan jenis pekerjaan serta pihak yang akan melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa secara Swakelola. PA (Pengguna Anggaran)/KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dilakukan oleh PA/KPA. Selain cara Swakelola pengadaan barang/jasa dapat dilakukan dengan cara melalui penyedia barang/jasa. Penyedia barang/jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan barang/pekerjaan konstruksi/jasa konsultansi/jasa lainnya.157
2) Dengan melalui penyedia barang/jasa
156
Pasal 26 ayat (4) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
157
Yang dimaksud metode pemilihan barang/jasa pemerintah adalah bagaimana cara memilih penyedia barang/jasa yang akan ditunjuk sebagai penyedia barang/jasa bagi suatu instansi pemerintah. Cara pemilihan penyedia ditentukan melalui jenis barang/jasa yang akan diadakan meliputi barang/jasa konsultansi/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya.158
Cara pemilihan Penyedia Barang dapat dilakukan melalui :159 a) Pelelangan Umum b) Pelelangan Terbatas c) Pelelangan Sederhana d) Penunjukkan Langsung e) Pengadaan Langsung f) Kontes
Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna barang. Cara pemilihan penyedia barang dibedakan berdasarkan jenis barang dan jumlah perkiraan biaya pengadaan barang. Jika barang yang akan diadakan adalah barang umum dan perkiraan harga barang tersebut lebih dari Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) pemilihan penyedianya dilakukan dengan cara pelelangan umum. Jika barang yang perkiraan harganya di atas Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah merupakan barang khusus
158
Ibid.
159
Pasal 35 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
yang diyakini penyedianya terbatas, pemilihan dilakukan dengan cara pelelangan terbatas.
Jika perkiraan biaya pekerjaan konstruksi di atas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan tidak lebih dari Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) pemilihan penyedianya dilakukan dengan cara pelelangan sederhana. Jika perkiraan harga barang yang akan diadakan tidak lebih dari Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) pemilihan penyedianya dilakukan dengan cara pengadaan langsung.160
Berikut penjelasan pemilihan penyedia barang dapat dilakukan dengan cara :161
(1) Pemilihan Penyedia Melalui Pelelangan Umum
Pelelangan umum digunakan untuk memilih penyedia barang yang bernilai di atas Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) sampai dengan Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah) yang bukan barang bersifat kompleks.
(2) Pemilihan Penyedia Melalui Pelelangan Terbatas
Pelelangan terbatas digunakan untuk memilih penyedia barang yang bersifat kompleks dimana jumlah penyedia yang mampu mengerjakannya diyakini terbatas, dan/atau barang dengan nilai paket pengadaan di atas Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah). Pelelangan terbatas dilakukan dengan melalui serangkaian proses lelang yang diumumkan secara terbuka dan mengikutsertakan sebanyak mungkin penyedia yang memenuhi syarat. Pelelangan terbatas dilakukan dengan cara prakualifikasi. Pengumuman prakualifikasi dalam pelelangan terbatas mencantumkan nama calon penyedia barang yang telah dipastikan akan ikut dalam proses pemilihan penyedia barang.
160
Abu Sopian, Op. Cit, hlm 82 161
(3) Pemilihan Penyedia Melalui Pelelangan Sederhana.
Pelelangan sederhana digunakan untuk memilih penyedia barang dengan nilai paket diatas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).
Pada dasarnya pelaksanaan pelelangan sederhana sama dengan pelaksanaan pelelangan umum. Perbedaannya hanya terkait dengan waktu pelaksanaan dimana dalam pelelangan sederhana alokasi waktu untuk penayangan pengumuman dan masa sanggah lebih pendek.
Penyerderhanaan proses dalam pemilihan penyedia barang/jasa dengan cara pelelangan sederhana hanya menyangkut :
(a) Penayangan pengumuman tidak harus ditayangkan selama 7 (tujuh) hari kerja, tetapi cukup ditayangkan selama 4 (empat) hari kerja.
(b) Masa sanggah terhadap hasil penetapan pemenang lelang lebih pendek yaitu 3 (tiga) hari kerja.162
(4) Pemilihan Penyedia Melalui Penunjukkan Langsung
Penunjukkan langsung digunakan untuk memilih penyedia barang khusus dan/atau pengadaan barang dalam kondisi khusus. Contoh barang khusus dan kondisi khusus adalah :163
162
Ibid., hlm 83
163
(a) Contoh barang khusus seperti :
1} Barang yang telah mempunya tarif resmi yang ditetapkan oleh pemerintah
2} Barang yang hanya ada satu penyedia yang mampu melaksanakannya
3} Kendaraan bermotor dengan harga khusus yang telah dipublikasikan secara luas yang merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan agen tunggal pemegang merek kendaraan.
4} Obat-obatan dan alat kesehatan yang jenis dan harganya telah ditetapkan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang kesehatan.
(b) Contoh pengadaan barang dalam kondisi khusus adalah : 1} Barang untuk keselamatan/perlindungan masyarakat yang
pelaksanaannya tidak dapat ditunda.
2} Barang untuk kepentingan kegiatan yang bersifat rahasia, intelijen, dan/atau perlindungan saksi.
3} Barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) penyedia pemegang hak paten, atau pihak yang telah mendapat izin dari pemegang hak paten.
(5) Pemilihan Penyedia Melalui Pengadaan Langsung
Pengadaan langsung digunakan untuk memilih penyedia barang dengan nilai paket tidak lebih dari Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah), untuk keperluan operasional, risiko kecil, teknologi sederhana, dan/atau dilaksanakan oleh penyedia barang usaha orang perseorangan dan atau badan usaha kecil serta operasi kecil.
Pengadaan langsung dilakukan oleh pejabat pengadaan tanpa melalui proses lelang. Tahap pelaksanaan pengadaan langsung adalah :164
(a) PPK menentukan spesifikasi teknis barang yang akan diadakan.
(b) Berdasarkan spesifikasi teknis tersebut, PPK melakukan survei harga dengan membandingkan paling kurang dua penyedia barang.
(c) Berdasarkan hasil survei harga tersebut PPK menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
(d) Selanjutnya PPK menyerahkan spesifikasi teknis dan HPS kepada Pejabat Pengadaan langsung.
(e) Pejabat Pengadaan melaksanakan pengadaan atau membeli langsung kepada penyedia dengan harga satuan yang lebih rendah atau sama dengan harga satuan HPS.
(f) Dalam hal nilai pengadaan memerlukan SPK atau Surat Perjanjian, maka SPK atau Surat Perjanjian ditandatangani oleh PPK.
Berdasarkan Pasal 66 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 untuk pengadaan yang dilakukan dengan bukti pembelian atau bernilai tidak lebih dari Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Pejabat Pengadaan dapat melakukan pengadaan langsung tanpa menggunakan HPS. Sedangkan Pasal 56 ayat (4) dan (4a) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 pengadaan barang dengan cara Pengadaan Langsung, tidak perlu dilakukan dengan cara prakualifikasi. Dengan demikian Pejabat Pengadaan tidak perlu mempersoalkan apakah penyedia barang memenuhi syarat sebagai penyedia atau tidak. Hal ini berarti Pejabat
164
pengadaan dapat melakukan pengadaan barang dengan cara membeli biasa layaknya membeli kebutuhan sehari-hari di warung/toko.
Berdasarkan ketentuan Pasal 56 ayat (4) dan 4 (a) serta Pasal 66 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012. Pembelian barang secara langsung ke warung/toko oleh Pejabat Pengadaan dapat dilakukan asalkan terpenuhi syarat sebagai berikut :165
1} Dana untuk pengadaan barang tersedia dalam dokumen anggaran. 2} Nilai pengadaan tersebut tidak lebih dari Rp. 10.000.000 (sepuluh
juta rupiah) bukti transaksi menggunakan bukti pembelian.
3} Barang yang dibeli bukan bagian dari pemecahan paket untuk menghindari lelang.
(6) Pemilihan Penyedia Melalui Kontes
Kontes adalah metode pemilihan penyedia barang yang memperlombakan barang/benda tertentu yang tidak mempunyai harga pasar dan yang harga/biayanya tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan. Pengadaan dengan cara kontes dilakukan dengan cara memilih di antara barang yang ditawarkan oleh penyedia. Dalam proses pemilihan tersebut, penilaian dilakukan oleh tim juri yang diangkat oleh PA/KPA.
165
Cara Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dapat dilakukan melalui :166
(a) Pelelangan Umum (b) Pelelangan Terbatas (c) Pemilihan Langsung (d) Penunjukkan Langsung (e) Pengadaan Langsung
Pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya, seperti pembangunan gedung kantor, rumah dinas, jalan, jembatan, dan pembuatan kapal. Cara pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi ditentukan oleh sifat pekerjaan dan jumlah perkiraan biaya pekerjaan konstruksi sebagai berikut :167
1} Jika perkiraan biaya pekerjaan konstruksi di atas Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) cara pemilihan penyedia dilakukan dengan cara :
a} Pelelangan umum b} Pelelangan terbatas
2} Jika perkiraan biaya pekerjaan konstruksi di atas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah sampai dengan Rp. 5000.000.000 (lima miliar rupiah) pemilihan penyedia dilakukan dengan cara pemilihan langsung
3} Jika perkiraan biaya pekerjaan konstruksi tidak lebih dari Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) pemilihan penyedia dilakukan dengan cara pengadaan langsung.
166
Pasal 35ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
167
Berikut penjelasan dari Pengadaan pekerjaan konstruksi dapat dilakukan dengan cara :168
a} Pemilihan Penyedia melalui proses Pelelangan {1} Pelelangan Umum.
Pelelangan Umum digunakan untuk memilih penyedia pekerjaan konstruksi yang bernilai di atas Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah) sampai dengan Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah) yang bukan pekerjaan bersifat kompleks. {2} Pelelangan Terbatas.
Pelelangan terbatas digunakan untuk memilih penyedia pekerjaan konstruksi yang bersifat kompleks, jumlah penyedia yang mampu mengerjakannya diyakini terbatas, dan/atau pekerjaan konstruksi yang bernilai di atas Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah).
b} Pemilihan Penyedia melalui Pemilihan Langsung
Pemilihan langsung digunakan untuk memilih penyedia pekerjaan konstruksi dengan nilai di atas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).Pada dasarnya pelaksanaan pemilihan langsung sama dengan pelaksanaan pelelangan umum. Perbedaannya hanya terkait dengan waktu pelaksanaan dimana dalam pemilihan langsung alokasi waktu untuk penayangan pengumuman dan masa sanggah lebih pendek.
Penyederhanaan proses dalam pemilihan penyedia barang/jasa dengan cara pemilihan langsung hanya menyangkut :
{1} Penayangan pengumuman tidak harus ditayangkan selama 7 (tujuh) hari kerja, tetapi cukup ditayangkan selama 4 (hari) kerja.
{2} Masa sanggah terhadap hasil penetapan pemenang lelang lebih pendek yaitu 3 (tiga) hari kerja.
c} Pemilihan Penyedia melalui Penunjukkan Langsung
Penunjukkan langsung digunakan untuk memilih penyedia pekerjaan konstruksi untuk :
168
{1} Menangani keadaan darurat yang tidak bisa direncanakan sebelumnya seperti jembatan darurat dan rumah penampungan pengungsi.
{2} Bangunan yang merupakan satu kesatuan sistem konstruksi dan satu kesatuan tanggung jawab atas risiko kegagalan bangunan yang secara keseluruhan tidak dapat direncanakan/diperhitungkan sebelumnya (unforeseen
condition).
{3} Pekerjaan konstruksi yang bersifat kompleks yang hanya dapat dilaksanakan dengan menggunakan teknologi khusus dan hanya ada 1 (satu) penyedia yang mampu.
Penunjukkan langsung dalam menangani keadaan darurat dilakukan dalam rangka mempercepat proses pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi, agar keadaan darurat dapat segera ditangani. Dalam keadaan demikian pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi dengan cara pelelangan atau pemilihan langsung tidak mungkin dilakukan karena akan memakan waktu yang lebih lama.169
Penunjukkan langsung untuk pekerjaan konstruksi bangunan yang merupakan satu kesatuan sistem konstruksi dan satu kesatuan sistem tanggung jawab atau risiko kegagalan bangunan yang tidak dapat direncanakan terlebih dahulu (unforeseen condition) digunakan agar berada pada satu penyedia. Dalam hal ada pekerjaan baru yang merupakan satu kesatuan tanggung jawab atas risiko kegagalan dengan pekerjaan yang penyedianya telah ditentukan, dan pekerjaan baru tersebut tidak dapat direncanakan lebih dahulu, maka untuk mengerjakan
169
pekerjaan baru tersebut dapat ditunjuk penyedia yang sama dengan melalui penunjukan langsung.
Yang dimaksud dengan unforeseen condition adalah kondisi yang tidak terduga yang harus segera diatasi. Contohnya penambahan jumlah panjang tiang pancang akibat kondisi tanah yang tidak terduga sebelumnya atau diperlukan perbaikan tanah (soil treatment) yang cukup besar untuk landas pacu (runway) yang sedang dibangun.
d} Pemilihan Penyedia melalui Pengadaan Langsung
Pengadaan langsung digunakan untuk memilih penyedia pekerjaan konstruksi dengan nilai tidak lebih dari Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).170
Pengadaan langsung dilakukan oleh pejabat pengadaan tanpa melalui proses lelang. Tahap pelaksanaan pengadaan langsung adalah :
Untuk pekerjaan konstruksi dengan nilai sampai dengan Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) seperti perbaikan atau rehabilitasi gedung kantor dilakukan dengan cara pengadaan langsung.
171
{1} PPK menentukan spesifikasi teknis pekerjaan yang akan dikerjakan.
{2} Berdasarkan spesifikasi teknis tersebut, PPK melakukan survei harga dengan membandingkan paling kurang dua penyedia pekerjaan konstruksi.
170
Ibid.
171
{3} Berdasarkan hasil survei harga tersebut PPK menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
{4} Selanjutnya PPK menyerahkan spesifikasi teknis dan HPS kepada Pejabat Pengadaan untuk dijadikan bahan pembanding dalam memilih penyedia dengan cara pengadaan langsung.
{5} Pejabat Pengadaan memilih/menetapkan penyedia dengan harga sama dengan atau lebih rendah dari HPS.
Dalam hal nilai pengadaan memerlukan SPK atau Surat Perjanjian, maka SPK atau Surat Perjanjian ditandatangani oleh PPK.
Cara Pemilihan Penyedia Jasa Lainnya dapat dilakukan melalui :172 {a} Pelelangan Umum
{b} Pelelangan Sederhana {c} Penunjukkan Langsung {d} Pengadaan Langsung, atau {e} Sayembara.
Jasa lainnya adalah jasa yang membutuhkan keahlian tertentu yang mengutamakan keterampilan (skillware) dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau segala pekerjaan dan / atau penyediaan jasa selain jasa konsultasi, pekerjaan kontruksi, dan pengadaan barang.
Berikut penjelasan pemilihan penyedia Pengadaan Jasa Lainnya dapat dengan cara :173
172
Pasal 35ayat (3a) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
173
1] Pemilihan Penyedia Melalui Pelelangan Umum
Pelelangan umum digunakan untuk memilih penyedia jasa lainnya yang bernilai di atas Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).
2] Pemilihan Penyedia Melalui Pelelangan Sederhana
Pelelangan sederhana digunakan untuk memilih penyedia jasa lainnya dengan nilai paket di atas Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah)
3] Pemilihan Penyedia Melalui Penunjukkan Langsung
Penunjukkan langsung digunakan untuk memilih penyedia jasa lainnya :
a] Pengadaan dalam keadaan tertentu seperti :
[1] Kegiatan penyelenggaraan penyiapan konferensi yang mendadak untuk menindaklanjuti komitmen Internasional dan dihadiri oleh Presiden/Wakil Presiden.
[2] Kegiatan menyangkut pertahanan negara yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertahanan Keamanan.
[3] Kegiatan menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat yang ditetapkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
b] Pengadaan Jasa khusus seperti :
[1] Sewa penginapan/hotel/ruang rapat yang tarifnya terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat.
[2] Lanjutan sewa gedung kantor.
[3] Jasa lainnya yang hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi khusus dan hanya ada 1 (satu) penyedia yang mampu.
4] Pemilihan Penyedia Melalui Pengadaan Langsung
Pengadaan langsung digunakan untuk memilih penyedia jasa lainnya dengan nilai paket tidak lebih dari Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).
Pengadaan langsung dilakukan oleh pejabat pengadaan tanpa melalui proses lelang. Tahap pelaksanaan pengadaan langsung adalah :174
a] PPK menentukan spesifikasi teknis jasa yang akan dikerjakan. b] Berdasarkan spesifikasi teknis tersebut, PPK melakukan
survei harga dengan membandingkan paling kurang dua penyedia jasa lainnya.
c] Berdasarkan hasil survei harga tersebut PPK menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
d] Selanjutnya PPK menyerahkan spesifikasi teknis dan HPS kepada Pejabat Pengadaan untuk dijadikan bahan pembanding dalam memilih penyedia dengan cara pengadaan langsung. e] Pejabat Pengadaan melaksanakan pengadaan dengan harga
lebih rendah atau sama dengan nilai total HPS.
f] Dalam hal nilai pengadaan memerlukan SPK atau Surat Perjanjian, maka SPK atau Surat Perjanjian ditandatangani oleh SPK.
Berdasarkan Pasal 66 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 untuk pengadaan yang dilakukan dengan bukti pembelian atau bernilai tidak lebih dari Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah), Pejabat Pengadaan dapat melakukan pengadaan langsung tanpa menggunakan HPS. Sedangkan Pasal 56 ayat (4) dan (4a) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 pengadaan jasa lainnya dengan cara Pengadaan Langsung, tidak perlu dilakukan dengan cara prakualifikasi. Dengan demikian Pejabat Pengadaan tidak perlu mempersoalkan apakah penyedia barang memenuhi syarat sebagai penyedia atau tidak.
174
Hal ini berarti Pejabat Pengadaan dapat memerintahkan penyedia jasa lain untuk melaksanakan pengadaan jasa tanpa melakukan penilaian kualifikasi terhadap penyedia. Berdasarkan ketentuan Pasal 56 ayat (4) dan (4a) serta Pasal 66 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012. Pengadaan langsung untuk jasa lainnya seperti Service AC dan peralatan kantor lainnya dapat dilaksanakan secara langsung oleh Pejabat Pengadaan tanpa menggunakan HPS sepanjang :175
[1] Dana untuk pengadaan jasa tersedia dalam dokumen anggaran. [2] Nilai pengadaan tersebut tidak lebih dari Rp. 10.000.000
(sepuluh juta rupiah) bukti transaksi menggunakan bukti pembelian.
[3] Paket perbaikan tersebut bukan bagian dari pemecahan paket untuk menghindari lelang.
5] Pemilihan Penyedia Melalui Sayembara
Sayembara adalah metode pemilihan penyedia jasa yang memperlombakan gagasan orisinal, kreatifitas dan inovasi tertentu yang harga/biayanya tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan. Sayembara digunakan untuk pengadaan jasa lainnya. Pemilihan penyedia jasa melaluo sayembara dilaksanakan oleh tim juri/tim ahli dengan menilai proposal yang diajukan oleh calon penyedia jasa.