BAB II STUDI QUR’AN DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI):
D. Studi al-Q ur’an pada Jenjang Pascasarjana
2. Metode Pengajaran dan Matakuliah
a.. S2 & S3 Kajian al-Qur’an di SPs UIN Jakarta
Pada tahun 2000an Program Pascasarjana IAIN Jakarta memiliki beberapa konsentrasi kajian,32 Program Studi Tafsir Hadits merupakan salah satunya. Namun demikian setiap mahasiswa, baik magister maupun doktor akan wajib mengambil satu matakuliah yang terkait dengan kajian al-Qur’an. Matakuliah Ulum al-Qur’an merupakan matakuliah wajib di ambil oleh setiap mahasiswa magister, dan matakuliah Tafsir Maudhu’i adalah matakuliah yang wajib diambil mahasiswa
31 Tujuan Utama Program Pascasarjana IAINSunan Ampel Surabaya, diselemggarakan untuk
menghasilkan tenaga ahli dalam bidang ilmu ke-Islaman yang kelak dapat bertindak sebagai tenaga penggerak pendidikan dan pengajaran, serta penelitian dan pengembangan ilmu ke-Islaman. Adapun tujuan khususnya adalah: a. Mengembangkan kemampuan, keahlian dan penguasaan peserta program dalam bidang ilmu ke-Islaman serta ilmu bantu yang diperlukan untuk pendukung proses pengembangan dan penelitian ilmu ke-Islaman tersebut. b. Menanamkan sikap yang tanggung jawab di bidang ilmu ke-Islaman.
32 Konsentrasi yang ada antara lain: Program Pemikian Islam, Program Studi Syari’ah,
Program Studi Pendidikan Islam, Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, Program Studi Tafsir Hadits, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Program Studi Dakwah dan Komunikasi, Program Studi Ekonomi Islam, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pedoman Akademik 2000/2001 (Jakarta:
program Doktor. Berikut adalah tabel Matakuliah wajib dan pilihan program studi Magister Tafsir Hadits:
Table 2.1
Matakuliah Dasar dan Pilihan
Program Studi Magister Tafsir Hadits PPs IAIN Jakarta 2000/2001 I. Matakuliah Dasar (dapat diambil) 12-15 sks
No MATAKULIAH SKS
1 Ulumul Qur’an 3
2 Ulumul Hadits 3
3 Sejarah Pemikiran Islam 3 4 Sejarah Peradaban Islam 3 5 Sejarah Pemikiran Hukum Islam 3 II. Matakuliah Program Studi
1 Man aj al-Mufassirīn 3
2 Tafsir Ta līlī 3
3 Studi Naskah Tafsir 3
4 Sejarah dan Pemikiran Tafsir 3 III. Matakuliah Penunjang
1 Filsafat Ilmu 0
2 Metodologi Penelitian 0
Pada program studi lainnya ditawarkan pula matakuliah materi kajian al-Qur’an, seperti matakuliah Tafsir Ahkam untuk prodi Syari’ah, Matakuliah Pendidikan dalam Perspektif al-Qur’an, dan matakuliah Dakwah dalam Perspektif al-Qur’an dan Hadits. Penelusuran atas matakuliah di program magister menunjukkan bahwa penawaran matakuliah prodi tafsir dan hadits paling sedikit di bandingkan dengan prodi-prodi lainnya. Prodi Tafsir Hadits hanya menawarkan 4 matakuliah program studi, sedangkan prodi lain menawarkan 7 matakuliah dengan jumlah sks 3 per matakuliah.33 Apa alasan kondisi tersebut belum terlacak, bisa jadi
33 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
karena beberapa matakuliah kajian al-Qur’an sudah disajikan pada jenjenang S1 sehingga tidak mungkin lagi menawarkan matakuliah pilihan yang sama. Hanya saja apabila argumen ini di terima maka cukup sulit untuk membedakan atas matakuliah wajib ulum al-Qur’an di program magister dengan matakuliah ulumul Qur’an yang disajikan di S1.34
Program Doktor PPs IAIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2000/2001 menawarkan matakuliah wajib kepada mahasiswanya sebanyak 12 SKS. Adapun matakuliah pilihan yang minimum harus dimbil di program doktor adalah 18 SKS. Sedangkan matakuliah yang ditawarkan oleh PPs untuk program Doktor Program studi (konsentrasi) Tafsir Hadits hanya berjumlah 4 matakuliah dengan akumulasi sks 12.35 Oleh karena itu, seorang mahasiswa program doktor masih harus mengambil minimal 2 matakuliah lainnya untuk memenuhi 18 matakuliah. Tentunya, mereka akan mengambil matakuliah-matakuliah tersebut dari program studi lainnya.
Yang menarik untuk dilihat, sebenarnya ada pada matakuliah wajib yang harus diambil oleh semua mahasiswa. Salah satu dari matakuliah tersebut adalah Tafsir Maudhu’i. Disajikannya matakuliah ini sebagai matakuliah wajib, seakan-akan menandaskan bahwa PPs mensupport para mahasiswanya untuk menyusun disertasi dengan pendekatan tematik al-Qur’an sekalipun bukan berasal dari program studi Tafsir Hadits. Minimalnya gerakan penyusunan tafsir tematik dalam karya ilmiah menjadi kecenderungan mahasiswa doktor ataupun magister pada masa itu. Maka tidak heran bila karya disertasi yang mucul di bidang kajian al-Qur’an di dominasi karya-karya yang menggunakan pendekatan tafsir tematik (bisa dilihat pada sub bab selanjutnya). Berikut adalah table matakuliah yang di tawarkan pada program doktor program studi Tafsir Hadits.
Matakuliah Dasar dan Pilihan
Program Studi Doktor Tafsir Hadits PPs IAIN Jakarta 2000/2001 I. Matakuliah Wajib
34 Matakuliah Ulumul Qur’an ditawarkan dua kali di Fakultas Ushuluddin, pertama pada semester I sebagai MKDK dan kedua pada semester III sebagai MKK, Lihat IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pedoman Akademik 2000/2001, 70, 73.
35 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
No MATAKULIAH SKS
1 Tafsir Maudhu’i 3
2 Hadits Maudhu’i 3
3 Studi Naskah I 3
4 Studi Naskah II 3
II. Matakuliah Pilihan
1 Tafsir di Indonesia 3
2 Tafsir Kontemporer 3
3 Hadits Ahkam 3
4 Studi Naskah Hadits 3
b. S2 & S3 Kajian al-Qur’an di PPs IAIN Surabaya.
Di PPs IAIN Sunan Ampel matakuliah Studi al-Qur’an termasuk salah satu dari lima matakuliah dasar yang harus diambil oleh mahasiswa S2, baik konsentrasi Tafsir-hadits, Pendidikan, Syari’ah, Dakwah dan lainnya.
Tabel Matakuliah Dasar S2 Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel I. Matakuliah Dasar
No MATAKULIAH SKS
1 Studi al-Qur’an 3
2 Studi Hadits 3
3 Sejarah Peradaban Islam 3 4 Sejarah Pemikiran Islam 3
5 Filsafat Ilmu 3
Pola pengajaran yng diakukan dalam matakuliah Studi al-Qur’an dengan cara memberikan dua beban utama pada mahasiswa. Pertama, mahasiswa harus mempresentasikan judul-judul terkait dengan ulum al-Qur’an. Judul-judul tersebut dimulai dari “Sejarah al-Qur’an”, sab’at a rūf, hingga Jadal al-Qur’ān yang jumlah
judulnya tidak kurang dari 22 judul.36 Bisa jadi jumlah judul-judul tersebut disesuaikan dengan jumlah mahasiswa/i yang ada dalam satu kelas. Hanya saja dari materi yang dibahas sebenarnya tidak ada yang berbeda dengan pembahasan materi Ulum al-Qur’an I dan Ulum al-Qur’an II di Jenjang S1. Kedua, mahasiswa akan diminta untuk meresume isi dari satu kitab tafsir yang telah ditentukan dalam SAP. Kitab-kitab tafsir yang ditawarkan untuk diresume berjumlah 29 karya tafsir, dari Tafsir Rū al-Ma’ani karya al-Alūsī, hingga Tafsir Fī Ri āb al-Tafsīr karya „Abd al
-amīd al-Kishk.37 Sebagian besar karya tafsir ini telah di bahas juga dalam matakuliah Membahas Kitab Tafsir baik klasik maupun modern di jenjang S1.
Untuk jenjang S3 Studi Islam ada sejumlah matakuliah yang wajib diambil oleh:
I. Matakuliah Kompetensi Penunjang (MKKP)
No MATAKULIAH SKS
1 Paradigma Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama 3 2 Pemikiran Islam Komtemporer dalam Perspektif Global 3 II. Matakuliah Kompetensi Khusus
1 Metodologi Studi Islam 3
2 Reading Islamic Texts 3
III. Matakuliah Kompetensi Utama
1 Islam dan Perubahan Sosial 3 2 Islam dan Ideologi Politik 3
3 Institusi Agama 3
4 Kajian Tafsir Tematik (sesuai konsentrasi) 3
5 Kajian Kritik Hadits (sesuai konsentrasi) 3
36 Kopi Naskah
Kisi-kisi Minimun Satuan Acara Perkuliah, matakuliah Studi al-Qur’an Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, dosen Pembina matakuliah: Prof. Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, SH., M.Ag., 5-6.
37 Kopi Naskah
Dari tabel di atas terlihat bahwa mahasiswa progam doktor program studi kajian Islam yang memilih konsentrasi Tafsir Hadits, kajian al-Qur’an akan memiliki kecenderungan untuk menyusun disertasi terkait Tafsir Tematik dengan pendekatan sejumlah ilmu sosial yang telah mereka pelajari. Adapun mereka yang memilih konsentrasi hadits lebh ditekankan pada pendalaman materi kritik atas hadits.