II. Metodologi
2.4. Metode Penghitungan Diagram Timbang IKK 2015
Pengumpulan data harga di sektor konstruksi menggunakan pendekatan Basket of Construction Component (BOCC). Metode pendekatan ini didesain untuk tujuan perbandingan antar wilayah. Data harga yang dikumpulkan terdiri dari komponen konstruksi utama dan input dasar yang umum dalam suatu wilayah. Komponen konstruksi adalah output fisik konstruksi yang diproduksi sebagai tahap intermediate dalam proyek konstruksi. Elemen kunci dalam proses pendekatan ini adalah semua harga yang diestimasi berhubungan dengan komponen yang dipasang, termasuk
biaya material, tenaga kerja, dan peralatan. Tujuan penggunaan pendekatan BOCC adalah memberikan perbandingan harga konstruksi yang lebih sederhana dan biaya yang murah dan memungkinkan menggunakan metode Bill of Quantity (BOQ).
Pendekatan BOCC didasarkan pada harga 2 jenis komponen, yakni komponen gabungan dan input dasar. Selanjutnya untuk tujuan estimasi perbandingan antar wilayah, komponen-komponen tersebut dikelompokkan dalam bentuk sistem-sistem konstruksi. Sistem-sistem tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam basic heading.
Beberapa konsep dan definisi yang perlu dipahami adalah mengenai kegiatan konstruksi dan klasifikasi jenis bangunan. Kegiatan konstruksi meliputi kegiatan pembangunan baru, perluasan, renovasi/pemugaran, pemeliharaan/perbaikan, pembongkaran, penyiapan lahan (tidak termasuk pembelian lahan/tanah). Kegiatan konstruksi ini dibedakan/kelompokkan ke dalam 5 (lima) jenis bangunan/konstruksi, yaitu:
1. Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal; 2. Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian;
3. Pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan;
4. Bangunan untuk instalasi listrik, gas, air minum dan komunikasi; 5. Bangunan lainnya
1. Bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal
a. Konstruksi gedung tempat tinggal, meliputi : rumah yang dibangun sendiri, real estate, rumah susun, dan perumahan dinas.
b. Konstruksi gedung bukan tempat tinggal, meliputi : konstruksi gedung perkantoran, industri, kesehatan, pendidikan, tempat hiburan, tempat ibadah,terminal/stasiun dan bangunan monumental.
2. Bangunan pekerjaan umum untuk pertanian
a. Bangunan pengairan, meliputi : pembangunan waduk (reservoir), bendungan (weir), embung, jaringan irigasi, pintu air, sipon dan drainase irigasi, talang, check dam, tanggul pengendali banjir, tanggul laut, krib, dan waduk.
b. Bangunan tempat proses hasil pertanian, meliputi : bangunan penggilingan dan bangunan pengeringan.
3. Bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan
a. Bangunan jalan, jembatan, dan landasan, meliputi : pembangunan jalan, jembatan, landasan pesawat terbang, pagar/tembok, drainase jalan, marka jalan, dan rambu-rambu lalu lintas.
b. Bangunan jalan dan jembatan kereta, pembangunan jalan dan jembatan kereta.
c. Bangunan dermaga, meliputi : pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan dermaga/pelabuhan, sarana pelabuhan, dan penahan gelombang.
4. Bangunan untuk instalasi listrik, gas. Air minum, dan komunikasi
a. Bangunan elektrikal, meliputi : pembangkit tenaga listrik, transmisi dan transmisi tegangan tinggi.
b. Konstruksi telekomunikasi udara, meliputi konstruksi bangunan telekomunikasi dan navigasi udara, bangunan pemancar/penerima radar, dan bangunan antena.
c. Konstruksi sinyal dan telekomunikasi kereta api, pembangunan konstruksi sinyal dan telekomunikasi kereta api.
d. Konstruksi sentral telekomunikasi, meliputi : bangunan sentral telepon/telegraf, konstruksi bangunan menara pemancar/penerima radar microwave, dan bangunan stasiun bumi kecil/stasiun satelit. e. Instalasi air, meliputi : instalasi air bersih dan air limbah dan
saluran drainase pada gedung.
f. Instalasi listrik, meliputi : pemasangan instalasi jaringan listrik tegangan lemah dan pemasangan instalasi jaringan listrik tegangan kuat.
g. Instalasi gas, meliputi : pemasangan instalasi gas pada gedung tempat tinggal dan pemasangan instalasi gas pada gedung bukan tempat tinggal.
h. Instalasi listrik jalan, meliputi : instalasi listrik jalan raya, instalasi listrik jalan kereta api, dan instalasi listrik lapangan udara.
i. Instalasi jaringan pipa, meliputi : jaringan pipa gas, jaringan air, dan jaringan minyak.
5. Bangunan lainnya, meliputi : bangunan sipil, pembangunan lapangan olah raga, lapangan parkir, dan sarana lingkungan pemukiman.
Paket Komoditas
Yang dimaksud dengan paket komoditas IKK adalah suatu keranjang atau paket yang mencakup sejumlah bahan bangunan/ konstruksi yang cukup dominan digunakan untuk membangun satu unit bangunan/ konstruksi. Untuk penghitungan IKK tahun 2015 diperkirakan jumlah bahan bangunan dan sewa alat-alat berat yang menjadi paket komoditas berjumlah 41 terdiri dari 33 jenis bahan bangunan, yaitu: tanah urug, pasir, batu pondasi, batu bata, batako, bata ringan, batu split, seng gelombang, paku, semen portland, besi beton, bak mandi fiber, kloset, seng plat, pipa PVC, kayu balok, kaku papan, kayu lapis/ triplek, cat emulsi, cat minyak, tegel/keramik, genteng/atap, kaca, aspal, gypsum, kabel, bahan bangunan siap pasang dari kayu kelas II, mesin pompa air, rangka atap baja, aluminium, tangki air fiber,
lampu, MCB dan 8 sewa alat berat, yaitu: excavator, bulldozer, three wheel roller (mesin gilas), tandem/Vibrating roller, dump truck, motor grader, asphalt finisher, dan generator set.
dan upah.
Azaz pemilihan paket komoditas adalah : 1. Comparability (keterbandingan) 2. Representativeness (mewakili)
3. Trade off comparability vs representativeneness
Selanjutnya tahapan dalam pemilihan paket komoditas IKK adalah :
Spesifikasi/kualitas barang dipilih berdasarkan prioritas kualitas/merek barangyang telah ditentukan pada kuesioner. Jika tidak ditemukan maka cari kualitas yang setara.
Spesifikasi/kualitas barang setiap periode pencacahan harus sama. Jenis barang yang dicatat harganya merupakan barang ready stock, harus benar-benar diperdagangkan di kabupaten/kota itu sendiri kecuali untuk barang-barang natural. Pencacahan barang natural (pasir, batu pondasi, batu split, batu bata, batako, dan kusen) tidak harus ready stock
Sistem Konstruksi
Sistem menurut konsep pendekatan BOCC adalah suatu kumpulan komponen dalam suatu proyek konstruksi yang bisa menjalankan
suatu fungsi tertentu. Sistem adalah struktur dalam sebuah bangunan yang diklasifikasikan kembali ke dalam kumpulan komponen bertujuan untuk mendukung bangunan seperti pondasi, atap, eksterior dan interior, dan lainnya. Sistem konstruksi pada bangunan rumah dan gedung berbeda dengan klasifikasi jenis bangunan lainnya. Berikut adalah jenis sitem untuk bangunan rumah dan gedung, dan system untuk klasifikasi jenis bangunan lainnya.
Sistem Konstruksi untuk Bangunan Rumah dan Gedung
Nama Sistem Penjelasan Sistem
Site-Work (Persiapan) Sistem yang berisi komponen konstruksi yang berhubungan dengan pekerjaan persiapan dalam rangka pembangunan suatu proyek
Substructure Sistem yang berisi komponen struktur dan jenis pekerjaan dibawah permukaan tanah. Sistem ini menahan semua beban bagian bangunan yang berada di atasnya seperti balok, atap dan lainnya Superstructure Sistem yang meliputi komponen struktur dan jenis
pekerjaan di atas permukaan tanah. Sistem ini menahan beban bagian bangunan di atasnya. Exterior Shell/Building
Envelope
Sistem yang berisi komponen konstruksi yang menyelimuti bangunan (atap). Bangunan ini member beban pada system superstructure pada
bangunan ini.
Interior Partitions Sistem yang terdiri dari semua dinding, dan bagian bangunan untuk jalan keluar masuk bangunan
Interior and Exterior Finishes
Sistem yang meliputi komponen konstruksi yang bertujuan untuk memperindah bangunan, misalnya pengecatan
Mechanical and Plumbing Sistem yang meliputi komponen konstruksi yang mengatur suhu, saluran air, komunikasi, system pemadam kebakaran dan lainnya
Electrical Sistem yang meliputi komponen konstruksi yang berhubungan dengan distribusi listrik dalam sebuah bangunan
Sistem Konstruksi untuk jenis bangunan lainnya adalah sebagai berikut :
Nama Sistem Penjelasan Sistem
Site-Work (Persiapan) Sistem yang berisi komponen konstruksi yang berhubungan dengan pekerjaan persiapan dalam rangka pembangunan suatu proyek
pekerjaan dibawah permukaan tanah. Sistem ini menahan semua beban bagian bangunan yang berada di atasnya
Superstructure Sistem yang meliputi komponen struktur dan jenis pekerjaan di atas permukaan tanah. Sistem ini menahan beban bagian bangunan di atasnya. Mechanical Equipment Perlengkapan mekanik yang dipasang pada suatu
bangunan seperti pompa, turbin, pipa penghubung, tower pendingin, dan lainnya
Electrical Equipment Peralatan yang terpasang pada bangunan yang digunakan untuk system distribusi tenaga listrik, distribusi panel, pusat control pencahayaan, komunikasi dan lainnya
Underground Utility Jaringan bawah tanah, system atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksi, menyimpan, transmisi dan distribusi komunikasi atau telekomunikasi, listrik, gas, minyak bumi, saluran pembuangan akhir, dan lainnya. Peralatan ini termasuk pipa, kabel, fiber optic cable, dan lainnya yang terpasang di bawah permukaan tanah.
Komponen Konstruksi
Komponen adalah kombinasi dari beberapa material pada lokasi akhir yang dapat diidentifikasikan secara jelas pada tujuannya dalam sebuah proyek bangunan dan juga sistemnya. Contoh komponen adalah beton, pengecatan eksterior, pengecatan interior, pondasi kolom, dan linnya. Sebuah komponen secara umum terdiri dari beberapa material, tenaga kerja dan peralatan.
Biaya masing-masing komponen disusun dari biaya per unit dari material yang digunakan dan perkiraan kuantitas dari material, koefisien dan upah tenaga kerja, koefisien dan sewa peralatan yang digunakan untuk membangun komponen tersebut. Konsep yang mendasar dari pendekatan BOCC adalah mengukur relatif harga pada level komponen konstruksi. Sebuah komponen kemudian dibagi-bagi kembali kedalam beberapa item pekerjaan konstruksi. Komponen konstruksi dapat dianggap sebagai agregasi dari beberapa item pekerjaan konstruksi yang meliputi material, tenaga kerja, dan peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan item pekerjaan tersebut.
Komponen-komponen yang digunakan dalam penghitungan diagram timbang IKK 2015 berbeda antara bangunan tempat tinggal; bangunan umum (untuk pertanian, jalan, jembatan, pelabuhan, jaringan air, listrik dan komunikasi) dan bangunan lainnya.
1. W1 adalah penimbang yang digunakan pada level agregasi jenis bangunan seperti bangunan tempat tinggal dan bangunan bukan tempat tinggal, bangunan umum untuk pertanian, jalan, jembatan, dan jaringan, dan bangunan lainnya
2. W2 adalah penimbang untuk agregasi pada level system konstruksi 3. W3 adalah penimbang untuk agregasi pada level komponen yang
termasuk upah tenaga kerja dan sewa peralatan konstruksi
Prosedur Penghitungan Penimbang
Langkah awal yang dilakukan untuk menghitung penimbang IKK adalah mengumpulkan Bill of Quantity (BoQ). Pengumpulan BoQ ini dilakukan melalui Survei Diagram Timbang IKK tahun 2014. BoQ yang dikumpulkan dalam survey ini adalah BoQ realisasi pembangunan suatu konstruksi selama tahun 2014 di kabupaten/kota yang bersangkutan. Jika tidak ada pembangunan selama tahun 2014 maka bisa digantikan dengan BoQ dari pembangunan pada tahun 2013. BoQ ini dikumpulkan dari masing-masing kabupaten/kota agar setiap kabupaten/kota memiliki penimbang yang sesuai dengan karakteristik pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Tahapan penghitungan diagram timbang dari data BoQ untuk masing-masing kabupaten/kota adalah sebagai berikut :
Pengkodean merupakan langkah awal yang dilakukan dalam pengolahan data BoQ. Terdapat beberapa macam kode yang diberikan, diantaranya :
a). Melakukan pengkodean jenis bangunan untuk masing-masing jenis dokumen BoQ yang dikumpulkan
b). Melakukan pengkodean sistem pada setiap uraian pekerjaan yang terdapat dalam BoQ
c).Melakukan pengkodean jenis komponen dari setiap uraian pekerjaan yang terdapat dalam BoQ
2. Menghitung share nilai untuk masing-masing tahapan penimbang (W1, W2 dan W3)
a). Menghitung penimbang W1
Pada tahapan penimbang W1 dihitung share nilai setiap system untuk masing-masing bangunan. Nilai sistem adalah jumlah nilai dari seluruh bahan bangunan, upah tenaga kerja, sewa peralatan yang digunakan dalam suatu system konstruksi. Penimbang W1 diperoleh dengan menggunakan rumus berikut :
1 =∑Nilai Sistem Nilai Sistem
n1 = 1,2,…,8 untuk bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal
b). Menghitung penimbang W2
Pada tahapan penimbang W2 dihitung share nilai setuiap komponen masing-masing sistem. Nilai komponen adalah jumlah nilai dari seluruh bahan bangunan, upah tenaga kerja, sewa peralatan yang digunakan dalam sebuah komponen konstruksi. Penimbang W2 bisa diperoleh dengan rumus berikut :
2 = 1 .∑ Nilai SistemNilai Sistem
n2 menunjukkan jumlah komponen dalam sistem yang bersangkutan
c). Menghitung share untuk penimbang W3
Pada tahapan penimbang W3 dihitung share nilai setiap komoditi untuk masing-masing komponen. Penimbang W3 bisa diperoleh dengan rumus berikut :
3 = 2 .∑ Nilai SistemNilai Sistem
n3 menunjukkan jumlah komoditi pada komponen yang bersangkutan. Dimana :
W= 1
W = 1 W = 1
Selain sistem penimbang dengan menggunakan pendekatan BOCC, untuk menghitung IKK juga menggunakan penimbang umum (W0) yang digunakan sebagai penghubung masing-masing jenis bangunan menjadi satu kesatuan konstruksi. Penimbang umum berasal dari realisasi anggaran daerah tingkat II (kabupaten/kota) untuk pembangunan konstruksi yang diperoleh melalui Survei Keuangan Pemda Tingkat II (K-2) dengan sumber data DPPKAD Kabupaten Blora. Dari data realisasi anggaran daerah tingkat II untuk pembangunan masing-masing jenis bangunan diperoleh bobot masing-masing jenis bangunan ke total konstruksi di kabupaten/kota yang bersangkutan.