III. METODOLOGI PENELITIAN
3.4. Metode Pengolahan dan Analisis Data
Data dan informasi yang telah dikumpulkan, kemudian diolah dengan menggunakan Microsoft Office Excel 2007 kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan kerangka pemikiran yang telah disusun. Pengolahan data secara kualitatif menggunakan metode deskriptif meliputi penguraian aspek profil, manajemen Bank BTN, dan mengenai struktur modal perusahaan ini sebelum dan sesudah melakukan IPO. Metode analisis data kuantitatif dilakukan dengan menghitung nilai EVA (economic value added) dan selanjutnya dilakukan analisis dampak IPO kepada biaya modal ekuitas yang dihasilkan dan pengaruhnya terhadap EVA (economic value added) dengan menggunakan uji regresi sederhana pada SPPS 17.
3.4.1 Metode Perhitungan EVA
Proses mendapatkan nilai EVA terdiri dari beberapa tahapan. Secara garis besar nilai EVA merupakan selisih antara NOPAT (Net Operating Profit After Tax) dengan biaya modal (cost of capital) (Tunggal, 2001).
Laba Operasi Bersih Setelah Pajak (Net Operating Profit After Tax / NOPAT)
Nilai NOPAT merupakan hasil penjumlahan laba bersih setelah pajak dengan biaya bunga (Tunggal, 2001). Nilai NOPAT terdiri dari laba bersih setelah pajak yang sudah terbebas dari pengaruh hutang dan biaya non kas, tetapi sebelum biaya pendanaan dan pencatatan non kas. Pada pendekatan finansial, perhitungan NOPAT diawali dari laba bersih. Untuk membebaskan dari pengaruh hutang maka beban bunga atas hutang ditambahkan ke laba bersih yang telah dikurangi dengan penghematan pajak atas bunga tersebut.
Biaya modal hutang setelah pajak (Kd*)
Untuk mendapatkan nilai biaya hutang setelah pajak (Kd*) perlu dilakukan perhitungan biaya hutang sebelum pajak (Kd) dengan membagi biaya bunga dengan hutang jangka panjang perusahaan. Selanjutnya untuk mendapatkan nilai Kd*, nilai Kd tersebut dikalikan dengan faktor (1-T), dengan T adalah tingkat pajak yang dikenakan pada suatu perusahaan. Hal tersebut dilakukan karena pembayaran bunga oleh perusahaan akan mengurangi besarnya pendapatan kena pajak sehingga Kd harus dikorelasikan dengan faktor (1-T).
Biaya modal ekuitas (Ke)
Untuk menghitung Ke (biaya ekuitas) digunakan pendekatan CAPM. Menurut Young dan O’Byrne (2001), CAPM adalah model pengharapan (expectation model) berdasarkan apa yang diharapkan investor akan terjadi, bukan pada apa yang sudah terjadi. Pendekatan dengan konsep ini menghasilkan hasil yang lebih akurat dan lebih banyak dipakai dengan penentuan biaya ekuitas dalam menilai EVA.
Menurut Samsul (2009), proses perhitungan Ke melalui pendekatan CAPM adalah sebagai berikut:
Keterangan:
Rit = Tingkat pengembalian saham perusahaan bulan ke-t
Pit = Harga saham per lembar bulan t
Pit-1 = Harga saham per lembar bulan sebelumnya
Dt = Deviden pada bulan ke t
2. Rmt = ...(2)
Keterangan:
Rmt = Tingkat pengembalian pasar pada bulan ke-t
IHSGt = Indeks Harga Saham Gabungan bulan ke-t
IHSGt-1 = Indeks Harga Saham Gabungan bulan ke t-1
3. βi = ...(3)
cov (Ri,Rm) = ...(4)
var (Rm) = ...(5)
Keterangan:
βi = Resiko sistematis yang merupakan ukuran kepekaan harga
saham terhadap perubahan pasar
cov (Ri,Rm) = Kovarian tingkat pengembalian saham i dengan pengembalian pasar
var (Rm) = Varian tingkat pengembalian pasar
Rm = Tingkat pengembalian atas resiko pasar Ri = Tingkat pengembalian saham
4. Rf = Tingkat pengembalian bebas resiko (Risk free rate)
= Tingkat suku bunga
5. Ke = Rf + βi (MRP) ...(6)
Keterangan:
MRP = tambahan pengembalian terhadap tingkat pengembalian bebas resiko yang diperlukan untuk mengkompensasi investor rata-rata untuk menghadapi jumlah resiko rata-rata.
Struktur Modal
Struktur modal perusahaan merupakan struktur modal adalah campuran sumber-sumber dana jangka panjang yang digunakan perusahaan. Struktur modal merupakan presentase dari tiap-tiap komponen hutang jangka panjang (Wd) dan komponen modal (We) yang dimiliki perusahaan (Keown et al, 2010).
Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital / WACC)
Selanjutnya perlu dilakukan perhitungan nilai WACC dengan menggunakan penjumlahan hasil kali antara bobot tertimbang atas komponen hutang (Wd) dan komponen modal ekuitas (We) perusahaan dari keseluruhan struktur modal perusahaan dengan persentase masing-masing biaya hutang (Kd*) dan biaya ekuitas (Ke) (Tunggal, 2001).
Untuk mengestimasikan WACC, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memutuskan tipe modal mana yang digunakan. Mengingat cost of capital utamanya digunakan dalam proses pembuatan keputusan investasi jangka panjang, fokus pembahasan adalah pada perhitungan cost of capital yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam hal capital budgeting. Asumsi yang berlaku dalam pembahasan investasi jangka panjang adalah sumber modal yang bersifat jangka pendek digunakan untuk menunjang jalannya operasi perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan umumnya menggunakan investasi jangka pendek sebagai sumber dana bagi modal kerja yang bersifat siklus atau musiman. Dengan demikian, hutang jangka pendek (kewajiban lancar) tidak termasuk dalam perhitungan cost of capital yang digunakan dalam konteks capital budgeting, dan mempertimbangkan penggunaan hutang jangka panjang, saham, dan modal sendiri sebagai sumber utama modal bagi kepentingan ekspansi. Jadi sumber modal jangka panjang itulah yang termasuk dalam perhitungan WACC.
Modal Yang Diinvestasikan (Invested Capital / IC)
Invested Capital (IC) adalah jumlah seluruh pinjaman perusahaan di luar pinjaman jangka pendek tanpa bunga (non-interst bearing liabilities) seperti hutang dagang, biaya yang masih harus dibayar, hutang pajak, uang muka pelanggan, dan sebagainya (Tunggal, 2001). Perhitungan IC dilakukan dengan cara mengurangi modal perusahaan yang terdiri dari aset dan ekuitas dengan pinjaman jangka pendek tanpa bunga (Young dan O’Byrne, 2001).
Biaya Modal (Cost of Capial / COC)
Nilai cost of capital (COC) adalah biaya modal yang didapatkan dari perkalian antara biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) dengan modal yang diinvestasikan (IC) (Tunggal, 2001).
Nilai Tambah Ekonomis (Economic Value Added / EVA)
Nilai EVA (economic value added) dapat diketahui dengan mengurangi nilai NOPAT yang telah didapat dengan nilai COC (biaya modal) (Tunggal, 2001).
Secara keseluruhan, adapun langkah-langkah perhitungan EVA dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Langkah-langkah perhitungan EVA
Tahapan Perhitungan Sumber
1. NOPAT NOPAT = Laba Bersih+Biaya Bunga Laba Rugi 2. Kd* Kd* = Kd (1-T) Laba Rugi Neraca 3. Ke Ke = Rf + βi (MRP) Diolah 4. Struktur Modal Neraca
5. WACC WACC = [(Kd*xWd)+(KexWe)] Diolah 6. IC IC = Aktiva - kewajiban lancar yang tidak
mengandung bunga
Neraca
7. COC COC = WACC x IC Diolah
3.4.2 Analisis Pengaruh Biaya Modal Ekuitas terhadap EVA
Pelaksanaan IPO Bank BTN pada akhir tahun 2009 lalu merupakan proses penerbitan saham ke pasar untuk menambah ekuitas (modal sendiri) yang dimiliki oleh Bank BTN. Hal tersebut mengubah struktur modal Bank BTN sesudah IPO sehingga ikut pula mengubah biaya modal ekuitas yang dihasilkan. Oleh karena itu, dilakukan analisis dampak IPO terhadap biaya modal ekuitas yang dihasilkan dan seberapa besar pengaruhnya pada nilai EVA Bank BTN sesudah IPO dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Biaya modal ekuitas (BME) disini merupakan jumlah modal (rupiah) yang didapat dari biaya ekuitas yang telah dikalikan dengan proporsi pendanaan ekuitas dan modal yang diinvestasikan dalam struktur modal Bank BTN. Formulasi persamaan regresi sederhana yang dalam penelitian ini adalah:
EVA = a + b (BME)...(7) Keterangan:
a = nilai konstanta b = koefisien regresi
EVA = variabel terikat (juta rupiah) BME = variabel bebas (juta rupiah)
Data yang digunakan dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan alat analisis korelasi dan regresi untuk menunjukan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat serta hubungan antar variabel tersebut. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov untuk mengetahui apakah data berdistribusi secara normal atau tidak. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 0,05 atau sebesar 5%.
Setelah itu dilakukan regresi sederhana, hubungan saling ketergantungan antara dua variabel diuji dengan koefisien korelasi. Bila koefisien korelasi (R) mendekati satu berarti pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sangat erat. Lalu dilihat nilai koefisien determinasi (R2) yang menunjukan sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dimana apabila mendekati satu maka pengaruh variabel bebas sangat besar terhadap variabel
terikat. Setelah itu dilakukan pengujian hipotesis, adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah:
Ho : tidak ada pengaruh variabel bebas biaya modal ekuitas (BME) terhadap variabel terikat EVA.
Ha : terdapat pengaruh variabel bebas biaya modal ekuitas (BME) terhadap variabel terikat EVA.
Pengujian hipotesis digunakan untuk menguji kelayakan model yang dirancang serta bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebasnya berpengaruh signifikan terhadap variabel terikatnya. Uji signifikansi terhadap kontribusi variabel bebas ditunjukan oleh besarnya nilai p-value. Asumsi yang digunakan yaitu tingkat signifikansi (α) sebesar 5%.