• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembimbing II : Dra. Juheini Amin, M.Si (

BAB 3 METODOLOGI PENGKAJIAN

3.3 Metode Pengolahan Data

Data yang telah diperoleh, dicatat kemudian dihitung frekuensi peresepannya. Kemudian dari data tersebut dilakukan rekapitulasi dan analisis yang disesuaikan dengan literatur.

Dalam kesempatan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Apotek Atrika, dilakukan rekapitulasi dan analisis resep yang diterima di Apotek Atrika selama periode April 2012 – Maret 2013 yang mencantumkan obat narkotik Codipront Cum Expectorant®. Tujuannya adalah untuk mengetahui profil peresepan dan penggunaan obat narkotik jenis Codipront Cum Expectorant® pada apotek ini.

Rekapitulasi resep yang mencantumkan obat Codipront Cum Expectorant® tercantum pada Tabel 4.1. Selama periode tersebut, jumlah total resep yang mencantumkan obat Codipront Cum Expectorant® adalah sebanyak lima resep.

Tabel 4.1 Obat Codipront Cum Expectorant® yang terdapat di Apotek Atrika dan frekuensi peresepannya pada periode April 2012 – Maret 2013.

Sediaan Zat Aktif Frekuensi Peresepan

Tunggal Kombinasi

Kapsul Kodein 30 mg, feniltoloksamin 10 mg, guaifenesin 100 mg

3 -

Sirup Tiap 5 ml sirup mengandung kodein 11.11 mg, feniltoloksamin 3.67 mg, guaifenesin 55.55 mg, ekstrak cair thymi 55.55 mg

1 1

Dari hasil pengkajian resep yang diterima Apotek Atrika selama periode April 2012 – Maret 2013, terdapat lima resep yang mencantumkan Codipront Cum Expectorant®. Bentuk sediaan kapsulnya diresepkan sebanyak tiga kali sebagai resep tunggal. Sementara bentuk sediaan sirupnya diresepkan sebanyak satu kali baik sebagai resep tunggal maupun resep kombinasi. Resep dalam bentuk kombinasi dapat dilihat pada Lampiran 1 dan tertulis ulang pada Gambar 4.1 berikut ini.

DOKTER Karjadi Gunawan

Praktek: Jl. Dwiwarna I No.51 Telp. 6395770 Jakarta S.I.P: 1.1.01.3173.1433/12008/11.16.2

Jakarta, 9 April 2012

R/ Tempra syr Forte 4 x 1½ cth untuk panas 1 R/ Proris Syr

4 x 1 cth untuk panas 2 R/ Codipront Cum Expectorant syr 2 x ½ cth untuk batuk

R/ Sporetik Syr

2 x 1 cth untuk infeksi

Pro : Olivia (5 ½ thn) Alamat : K7C/84 (6010809)

Gambar 4.1 Ketikan Ulang Resep

Resep di atas merupakan terapi untuk seorang anak yang terkena demam dan batuk karena infeksi. Sirup Tempra® (parasetamol) dan Proris® (Ibuprofen) diindikasikan untuk menurunkan panas. Codipront Cum Expectorant® diindikasikan untuk menekan batuk. Sirup Sporetik® (sefiksim) diindikasikan untuk infeksi saluran pernapasan. Semua sediaan digunakan bentuk sirup karena ditujukan untuk anak berusia 5½ tahun. Dosis yang diberikan pun sudah sesuai untuk anak berusia 5½ tahun untuk obat penurun panas. Namun untuk obat batuk, Codipront Cum Expectorant®, dosis lazim yang tercantum di MIMS untuk anak berusia 4-6 tahun adalah satu sendok teh diminum dua kali sehari.

Obat yang diresepkan di atas tidak memiliki interaksi obat. Oleh karena itu, resep tersebut dapat dibilang aman. Akan tetapi terdapat dua jenis obat dengan indikasi yang sama, yaitu untuk menurunkan panas. Peresepan dua obat untuk

opsi obat yang dapat digunakan. Kedua, karena dokter memang ingin menggunakan kedua obat tersebut. Mengingat pasien masih berusia 5½ tahun, maka sebaiknya hindari penggunaan banyak obat dengan indikasi sama. Oleh karena itu, dapat disarankan kepada orang tua pasien untuk menebus salah satunya saja.

Codipront Cum Expectorant® mengandung kodein, feniltoloksamin, guaifenesin, dan ektrak cair Thymi. Kodein bekerja mengurangi batuk dengan penekanan sentral pada pusat batuk, sedangkan feniltoloksamin merupakan antihistamin yang mempunyai efek pada alergi. Guaifenesin bersifat mencairkan dan melarutkan dahak sehingga berfungsi sebagai ekspektoran. Juga terdapat ekstrak Thymi yang bekerja sebagai ekspektoran ringan. Dengan demikian, obat ini dapat digunakan untuk meringankan batuk dan membantu pengeluaran dahak dari saluran pernapasan pada keadaan alergi, paroksismal, serta bronkitis akut dan kronik (Risky, 2012). Penggunaan kodein pada anak-anak harus diperhatikan, terutama pada anak yang telah menjalani tonsilektomi dan/atau adenoidektomi. Jika meresepkan obat yang mengandung kodein, maka gunakan dosis efektif yang paling rendah untuk periode waktu yang tercepat (FDA, 2012).

Penilaian rasionalitas resep memerlukan informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi pasien, antara lain berat badan, apakah pasien pernah tonsilektomi dan/atau adenoidektomi, riwayat alergi, dan informasi lainnya yang dibutuhkan. Hal tersebut dapat diketahui dengan melakukan wawancara dan konseling terhadap pasien.

Informasi yang dapat diberikan kepada orang tua dari Olivia adalah Olivia menerima tiga jenis obat berbentuk sirup. Obat pertama adalah Tempra® yang mengandung bahan aktif parasetamol atau Proris® yang mengandung bahan aktif iburpofen untuk menurunkan demam anak. Sebaiknya dipilih salah satu obat saja. Obat kedua adalah Codipront Cum Expectorant® yang merupakan obat batuk untuk meringankan batuk dan membantu pengeluaran dahak dari saluran pernapasan. Obat ketiga adalah Sporetik® yang berisi sefiksim, untuk meredakan infeksi saluran pernapasan. Obat ini berupa sirup kering yang harus ditambahkan dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan, dapat dilakukan oleh pihak apotek

atau pihak pasien dengan bantuan informasi dari apotek mengenai cara pembuatannya.

Pasien harus meminum obat tersebut sesuai yang dituliskan dalam resep. Jenis sendok yang digunakan adalah sendok teh (5 ml). Jika sudah terdapat sendok takar dalam obat, maka gunakan sendok takar tersebut. Sirup Sporetik® merupakan antibiotik, oleh karena itu lama penggunaannya disesuaikan dengan aturan pemakaian yang tertera pada etiket botol. Jika masih terdapat sisa sirup, maka sisa sirup ini tidak boleh disimpan.

5.1 Kesimpulan

a. Codipront Cum Expectorant® yang terdapat di Apotek Atrika terdiri dari dua bentuk sediaan, yaitu kapsul dan sirup. Sediaan berbentuk kapsul diresepkan sebanyak tiga kali sebagai resep tunggal, sementara sediaan sirupnya diresepkan sebanyak satu kali sebagai resep tunggal dan satu kali sebagai resep kombinasi selama periode April 2012 hingga Maret 2013.

b. Resep yang dibahas dalam laporan ini dapat dikatakan rasional, dibuktikan dengan tidak adanya interaksi antarobat dalam resep dan kesesuaian dosis yang diberikan kepada pasien.

5.2 Saran

Meresepkan obat sebaiknya untuk indikasi yang berbeda. Jika ada obat untuk indikasi sama, maka dapat dipilih salah satunya. Dosis lazim untuk anak juga perlu diperhatikan, terutama untuk obat seperti kodein. Selain itu dalam meresepkan obat yang mengandung kodein kepada anak-anak hendaknya ditanyakan riwayat kesehatan spesifik anak terlebih dahulu untuk menghindari efek samping yang serius.

DAFTAR ACUAN

Blasio, et al. (2011). Cough management: a practical approach. Biomed Central, 7, 1-7.

Food and Drug Administration. (2012). FDA Drug Safety Communication: Codeine use in certain children after tonsillectomy and/or adenoidectomy may lead to rare, but life-threatening adverse events or death. United States.

Pramudianto, Arlina (Editor). (2011). MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.

Risky. (2012). Kodein untuk Mengurangi Intensitas Batuk dengan Lebih Cepat. Medika: Jurnal Kedokteran Indonesia.

Lampiran 2. Nama, Alamat dan No. Telp Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk obat Codipront Cum Expectorant®

Nama PBF Alamat PBF No. Telp

Kimia Farma – Cabang Jakarta 1 Kompleks Majapahit Permai blok A 105-106 Jl. Majapahit No.13-22 Jakarta Pusat Telp: 021-34833395 s/d 97 Fax: 34833453

Lampiran 3. Nama, Alamat dan No. Telp Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk obat Sirup Tempra® Forte

Nama PBF Alamat PBF No. Telp

Stimec Jl. Lautze No. 10 Jakarta 10710

Telp: 021-3456868 Fax: 021-6398709

GAW (Guna Abdi Wisesa) - Telp: 021-4253830

Fax: 021-4208692

Sejahtera - Telp: 021-8575468,

8194624

Sales:081310777902 Dosni Ro Ha Gedung Graha Eka Citta

Jl. Budi Raya No.9 Kemanggisan, Jakarta 11530 Telp: 021-5305600, 5305602, 5327605 Fax: 021-53675075, 5485669

Lampiran 4. Nama, Alamat dan No. Telp Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk obat Sirup Proris®

Nama PBF Alamat PBF No. Telp

Stimec Jl. Lautze No. 10 Jakarta 10710

Telp: 021-3456868 Fax: 021-6398709 AMS (Antarmitra Sembada) Jl. Mangga No.11 Jati Pulo,

Palmerah, Jakarta Barat

Telp: 021-5670313, 5670166

Fax: 5643401

GAW (Guna Abdi Wisesa) - Telp: 021-4253830

Fax: 021-4208692 MPI (Millennium

Pharmacon International)

Head Office: Panin Bank Centre 9 Floor, Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta 10270.

Telp: 021-72788907

Lampiran 5. Nama, Alamat dan No. Telp Pedagang Besar Farmasi (PBF) untuk obat Sirup Sporetik®

Nama PBF Alamat PBF No. Telp

BSP (Bina San Prima) - Sales (Toto):

Dokumen terkait