METODOLOGI PENELITIAN
D. Metode Pengumpulan Data 1.Instrumen Penelitian 1.Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan suatu alat ukur pengumpulan data agar memperkuat hasil penelitian. Alat ukur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner. Kuesioner merupakan alat ukur berupa kuesioner dengan beberapa pertanyaan (Hidayat, 2007).
Instrumen kuesioner penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data ada dua macam yang terdiri dari: A berisi data demografi singkat yang terdiri dari pertanyaan tentang inisial responden dan kelas responden, namun data ini tidak diolah hanya untuk memudahkan peneliti dalam penelitian. Kuesioner B berisi tentang pengetahuan yang berkaitan tentang dismenore. Kuesioner B (Pengetahuan) terdiri dari 20 item pertanyaan yang berkaitan dengan dismenore terdiri dari 3 pertanyaan pengertian menstruasi dan dismenore, 3 pertanyaan klasifikasi, 1 pertanyaan penyebab, 8 pertanyaan tanda dan gejala, dan 5 pertanyaan penatalaksanaan. Penetapan nilai pengetahuan berdasarkan skor yang diperoleh. Setiap jawaban benar dari insrumen B diberi nilai 1, jika jawaban salah diberi nilai 0.
Kisi-kisi Pertanyaan Kuesioner Pengetahuan tentang Dismenore
Variabel Indicator No soal Jumlah
Pengetahuan tentang
a. Pengertian
mentruasi dan
dismenore dismenore b. Klasifikasi dismenore c. Penyebab
dismenore
d. Tanda dan gejala dismenore e. Penatalaksanaan dismenore 4, 5, 6 7 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 16, 17, 18, 19, 20 3 1 8 5
Tabel 4.1 kisi-kisi pertanyaan kuisioner 2. Uji Validitas dan Reliabilitas
a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar- benar mengukur apa yang diukur. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam hal ini digunakan beberapa item pertanyaan yang dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur tersebut (Hidayat, 2007). Untuk memperoleh distribusi nilai hasil pengukuran mendekati normal, maka sebaiknya jumlah responden sedikitnya 30 orang. Uji validitas menggunakan rumus Pearson Product Moment, yaitu:
Keterangan:
r = koefisien korelasi N = Jumlah responden
X = skor pertanyaan belahan pertama (dari nomer item ganjil) Y = skor total belahan kedua (dari nomor item genap)
Bila r hitung lebih besar dari r table artinya H0 ditolak artinya variabel valid. Bila r hitung lebih kecil dari r table artinya H0 diterima artinya variabel tidak valid (Hidayat, 2007).
Nilai r yang didapat dari perhitungan rumus product moment tersebut dibandingkan dengan nilai r tabel, dengan taraf signifikasi 5%. Apabila nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
Uji validitas dilakukan di MTs Assa’adah pada bulan juli. Uji validitas pada kuesioner tingkat pengetahuan tentang dismenorea pada 30 responden, didapatkan hasil dari 20 item pertanyaan, 17 item diantaranya dinyatakan valid karena nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel dengan taraf signifikasi 5% (0,374). Sedangkan 3 item pertanyaan, yaitu item pertanyaan no 3, 10 dan 13 dinyatakan tidak valid karena nilai r hitung lebih kecil dari nilai r tabel. Pertanyaan yang tidak valid maka dilakukan content validity dan contruct validity dengan pembimbing. Validitas isi
menunjukkan kemampuan item pertanyaan dalam instrumen mewakili semua unsur dimensi konsep yang sedang diteliti, untuk menentukkan validitas isi suatu instrumen dilakukan dengan meminta pendapat pakar pada bidang yang diteliti (Dharma, 2011). Pada penelitian ini validitas isi dilakukan oleh pembimbing.
Validitas konstruk merupakan validitas yang menggambarkan seberapa jauh instrumen memilki item-item pertanyaan yang dilandasi oelh konstruk tertentu. Validitas konstruk menunjukkan bahwa instrumen disusun secara rasional bedasarkan konsep yang sudah mapan (Dharma, 2011).
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama (Hidayat, 2007). Pengukuran reabilitas menggunakan bantuan software dengan rumus Alpha Cronbach. Suatu variabel dikatakan realibel jika memberikan nilai Alpha Cronbach > 0,70 (Hidayat, 2008).
Setelah didapat nilai hasil uji reliabilitas, maka nilai tersebut dibandingkan dengan nilai uji reliabilitas tabel. Jika nilai uji reliabilitas hitung lebih besar dari nilai uji reabilitas tabel maka pernyataan dinyatakan reliabel.
Hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan, maka kuesioner tingkat pengetahuan tentang dismenore dinyatakan reliabel. Hal ini ditunjukkan dari nilai r hitung tingkat pengetahuan = 0,868 lebih besar dari nilai r tabel = 0,374. Hasil uji validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada lampiran.
3. Prosedur Pengumpulan Data
Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh langsung dari sample sebagai subjek penelitian dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan dimana kuesioner berisi beberapa rangkaian pernyataan untuk menilai pengetahuan tentang dismenore. Proses pengumpulan data dilakukan selama satu hari, hari pertama untuk kelompok intervensi diberi pretest kemudian diberi pendidikan kesehatan kemudian diberi posttest. Sebelum dilakukan penelitian, responden akan dijelaskan mengenai tujuan, manfaat dan informed consent penelitian untuk menghindari adanya responden yang droup out saat penelitian berlangsung. Tahap pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1. Pengukuran pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan. 2. Pemberian pendidikan kesehatan selama 15 menit.
3. Pengukuran pengetahuan kembali atau post test setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pretest dan posttest dilakukan pada hari yang sama.
Gambar 4.2 alur prosedur intervensi penelitian E. Pengolahan Data
1. Teknik pengolahan data
Dalam proses pengolahan data peneliti menggunakan langkah-langkah pengolahan data diantaranya:
1. Editing
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data atau formulir kuesioner yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul (Hidayat, 2007). Proses editing pada penelitian ini yaitu mengecek kembali lembar kuesioner yang telah diisi, pengecekan yang dilakukan meliputi kelengkapan, kejelasan, relevasi serta konsistensi jawaban responden. Data yang belum lengkap akan dikembalikan kepada responden dan untuk diisi kembali pada saat itu juga.
2. Coding Penelitian dimulai Pemilihan subjek penelitian Memberikan pendidikan kesehatan tentang dismenore Hasil pengukuran Post test Pre test
Coding merupakan kegitan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan analisis data menggunakan computer. Biasanya dalam pemberian kode dibuat dan artinya dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel (Hidayat, 2007).
3. Entry data
Data entri adalah kegiatan memasukan data yang telah dikumpulkan kedalam master table atau data base computer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau bisa dengan membuat table kontingensi (Hidayat, 2007).
4. Cleaning data
Cleaning data merupakan tahap pemeriksaan kembali terhadap data-data yang sudah di masukan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi kembali (Notoatmodjo, 2010).
5. Tehnik analisa data
Dalam melakukan tehnik analisis, khususnya terhadap data penelitian akan menggunakan ilmu statistik terapan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dianalisis, apabila penelitiannya deskriptif, maka akan menggunakan deskriptif (Hidayat, 2007).
2. Analisa Data
Data yang terkumpulkan univariat dan bivariat akan dianalisis dan di interpretasikan lebih lanjut untuk menguji hipotesa. Dalam penelitian ini, untuk menganalis data yang telah dikumpulkan. Analisa data yang dilakukan:
a. Analisa univariat
Analisa univariat merupakan analisa yang dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan presentasi dari tiap variabel. Data disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi sebagai bahan masukan (Notoatmodjo, 2007). Analisa pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang dismenore, dan tingkat pengetahuan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang dismenore.
b. Analisa bivariat
Analisa bivariat merupakan analisa data yang dilakukan pada dua variabel yang diduga mempunyai hubungan atau korelasi (Notoatmodjo, 2007). Analisa bivariat akan menguraikan perbedaan mean pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang dismenore, dan efektifitas pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di MTs Islamiyah Ciputat. Analisa bivariat dilakukan dengan uji statistik dependen sampel t-test (paired t tes) untuk
mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Uji statistik untuk seluruh analisis tersebut dianalisis dengan tingkat kelemahan kemaknaan 95% (alpha 0,05).
1. Uji Beda Dua Mean Dependent
Uji ini digunakan untuk melihat perbedaan pengaruh pemberian pendidikan kesehatan, pengetahuan mengenai dismenore pada saat pretest dan posttest. Tahapan yang harus dilakukan adalah uji normalitas, setelah diketahui hasilnya normal, maka dilakukan pengujian dengan uji T dependen. Jika hasilnya tidak normal maka dilakukan pengujian non parametric yaitu uji Wilcoxon (Hastono, 2007).
2. Uji Beda Dua Mean Independen
Uji beda dua mean digunakan untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Tahapan yang harus dilalui adalah:
1. Menentukan selisih pretest dan posttest masing-masing kelompok. 2. Menguji hemogenitas varian
3. Analisa dengan T independent
Bila Pvalue < 0,05 maka H0 ditolak, artinya ada perbedaan atau hubungan, dan jika Pvalue > 0,005 maka H0 diterima, artinya tidak ada perbedaan atau hubungan diantara keduanya.
F. Etika Penelitian