• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA A.Menstruasi

D. Pendidikan Kesehatan 1.Pengertian 1.Pengertian

2. Pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan

Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari ilmu kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah penunjang bagi terlaksananya program-program kesehatan lainnya. Perubahan perilaku yang diharapkan sebagai hasil akhir dari pelaksanaan pendidikan kesehatan seringkali tidak mencapai hasil yang maksimal, dikarenakan banyaknya hambatan. Salah satu hambatan adalah tidak tersedianya sarana dan prasarana yang dapat memfasilitasi perubahan perilaku sasaran pendidikan kesehatan baik secara individu, keluarga, kelompok dan masyarakat (Dermawan, 2008). Promosi kesehatan saat ini merupakan revitalisasi dari pendidikan kesehatan masa lalu. Promosi kesehatan bukan hanya kegiatan penyadaran masyarakat atau pemberian atau peningkatan pegetahuan masyarakat tentang kesehatan tetapi juga merupakan upaya-upaya dalam memfasilitasi

perubahan perilaku kesehatan. Dengan demikian promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik dalam masyarakat sendiri maupun organisasi dan lingkungannya (Dermawan, 2008).

3. Metode

Notoatmodjo (2007) mengemukakan metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan dipilih berdasarkan tujuan pendidikan kesehatan, kemampuan perawat sebagai tenaga pengajar, kemampuan individu, kelompok, masyarakat, besarnya kelompok, waktu pelaksanaan pendidikan kesehatan, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Metode pendidikan kesehatan dapat bersifat pendidikan individual, pendidikan kelompok dan pendidikan massa. Metode yang sering digunakan dalam pendidikan kesehatan yaitu bimbingan dan penyuluhan, wawancara, ceramah, seminar, symposium, diskusi kelompok, dan permainan peran.

Menurut Notoatmodjo (2007), metode penyuluhan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya suatu hasil penyuluhan secara optimal. Jenis metode penyuluhan antara lain metode penyuluhan perorangan, metode penyuluhan kelompok, dan metode penyuluhan masa. 1. Metode Individual (Perorangan)

Metode penyuluhan perorangan diterapkan mengingat masing-masing individu memiliki perbedaan satusama lain. Perubhan perilaku yang diharapkan akan dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan masing-masin individu. Pendekatan yang digunakan dalam

metode pembelajaran untuk perorangan diantaranya: bimbingan dan wawancara (Notoatmodjo, 2007).

a. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling)

Dengan cara ini kontak antara klien dan petugas lebih intensif. Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. Akhirnya klien akan dengan sukarela, berdasarkan kesadaran, dnegan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku) (Notoatmodjo, 2007). b. Wawancara (interview)

Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan. Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan, ia tertarik atau belum menerima perubahan, untuk mempengaruhi apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. Apalagi belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi (Notoatmodjo, 2007).

2. Metode kelompok

Metode kelompok adalah kumpulan lebih dari individu yang satu sama lainnya melakukan interaksi dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Kelompok digolongkan menjadi kelompok besar dan kelompok kecil. Peserta didik dalam kelompok besar, metode pembelajaran yang digunakan antar lain ceramah dan seminar. Untuk

kelompok yang besar, metodenya akan lain dengan kelompok kecil. Efektivitas suatu metode akan tergantung pada besarnya sasaran pendidikan (Notoatmodjo, 2007).

A. Kelompok Besar

kelompok besar merupakan apabila peserta penyuluhan itu lebih dari 15 orang. Metode yang baik untuk kelompok besar ini, antara lain ceramah dan seminar (Notoatmodjo, 2007).

a. Ceramah

Metode ceramah merupakan metode tertua dalam pendidikan kesehatan tetapi merupakan ketrampilan yang paling sulit dikuasai (Emilia, 2008). Ceramah digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, informasi baru, terhadap sasaran yang diinginkan (Dermawan, 2008). Keuntungan metode ceramah yaitu; 1) mudah digunakan; 2) dapat menyampaikan informasi; 3) mempengaruhi pendapat; 4) merangsang pikiran dan kritik; 5) dan dapat dikombinasi dialog antara pemberi ceramah dan audiens. Kerugian metode ceramah yaitu; 1) keterampilan memberi ceramah; 2) dan audiens pasif (Emilia, 2008).

Keberhasilan pelaksanaan ceramah adalah apabila pemberi materi dapat menguasai sasaran ceramah. Untuk dapat menguasai sasaran (dalam arti psikologis), penceramah dapat melakukan hal-hal sebagai berikut (Notoatmodjo, 2007):

1) Sikap dan penampilan yang meyakinkan, tidak boleh bersikap ragu-ragu dan gelisah.

2) Suara hendaknya cukup keras dan jelas.

3) Pandangan harus tertuju ke seluruh peserta ceramah. 4) Berdiri di depan (di pertengahan), seyogianya tidak duduk. 5) Menggunakan alat-alat bantu lihat (AVA) semaksimal

mungkin. b. Seminar

Seminar terdiri dari elemen ceramah-diskusi tetapi dengan interaksi kelomok yang lebih banyak. Umumnya jumlah partisipan lebih sedikit (2-20 orang) sehingga interaksi dengan pimpinan seminar lebih banyak. Perbedaan utama dengan metode ekperiensial adalah seminar lebih bersifat informatif, tidak mengajarkan keterampilan dan diskusi bersifat didaktif denga pimpinan seminar harus lebih menguasai bidangnya disbanding audiens (Emilia, 2008). B. Kelompok Kecil

Kelompok kecil merupakan peserta kegiatan itu kurang dari 15 orang biasanya kita sebut kelompok kecil. Metode-metode yang cocok untuk kelompok kecil antara lain (Notoatmodjo, 2007): a. Diskusi Kelompok (Discussion Group)

Diskusi adalah metode pemebelajaran dengan menekankan pada pembicaraan dua arah yang ditujukan untuk

memecahkan masalah dalam bentuk pernyataan ataupun dalam bentuk pertanyaan. Keuntungan metode diskusi yaitu; 1) merangsang kreatifitas peserta; 2) saling menghargai; 3) dan memperluas wawasan. Kerugian metode diskusi yaitu; 1) pembicaraan sering menyimpangdari materi; 2) dan tidak semua peserta mendapatkan informasi yang sama (Dermawan, 2008).

b. Curah Pendapat (Brain Storming)

Metode ini merupakan modifikasi metode diskusi kelompok. Prinsipnya sana dengan metode diskusi kelompok. Bedanya, pada permulaan pemimpin kelompok memancing dengan satu masalah dan kemudian tiap peserta memberikan jawaban atau tanggapan (curah pendapat). Tanggapan atau jawaban-jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart atau papan tulis. Sebelum semua peserta mencurahkan pendapatnya, tidak boleh dikomentari oleh siapa pun. Baru setelah semua anggota dikeluarkan pendapatnya, tiap anggota dapat mengomentari, dan akhirnya terjadi diskusi (Notoatmodjo, 2007).

c. Bola Salju (Snow Ball)

Kelompok dibagi dalam pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang) dan kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah. Setelah lebih kurang 5 menit maka tiap 2pasang

bergabung menjadi satu. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut, dan mencari kesimpulannya. Kemudian tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya, demikian seterusnya sehingga akhirnya akan terjadi diskusi seluruh anggota kelompok (Notoatmodjo, 2007). d. Kelompok-kelompok Kecil (Buzz Group)

Metode ini mirip dengan diskusi kelompok yang membedakannya pada teknis pelaksanaan. Buzz group dilaksanakan pada kelompok kecil tanpa ketua ataupun sekretaris, yang dibutuhkan hanya pelapor yang sedang bertugas untuk menyampaikan hasil diskusi pada kelompok besar (Dermawan, 2008). Kelompok besar langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (buzz group) yang kemudian diberi suatu permasalahan yang sama atau tidak sama dengan kelompok lain, Masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut, Selanjutnya hasil dan tiap kelompok didiskusikan kembali dan dicari kesimpulannya (Notoatmodjo, 2008).

e. Bermain peran (Role Play)

Metode ini merupakan memerankan suatu pengalaman dalam bentuk meniru perilaku. Main peran dapat bersifat terstruktur (direncakan sebelumnya) atau tak terstruktur. Terdapat lima teknik dalam bermain peran yaitu; 1) meniru

mimic orang lain (role revearsal); 2) pemeran ditanya tentang perasaannya (soliloquy); 3) pengamat mengungkapkan perasaannya (doubling); 4) beberapa orang memerankan peran yang sama (multiple role-playing); 5) peran diganti-ganti selama waktu main peran (role rotation). Main peran sesuai dilakukan pada situasi yang sulit untuk mengekpresikan pikiran atau perasaaan dalam proses tertentu (Emilia, 2008) f. Simulasi (Simulation)

Metode ini merupakan gabungan antara role play dengan diskusi kelompok. Simulasi merupakan metode yang membutuhkan pengorganisasian yang cukup baik. Keuntungan metode simulasi yaitu; 1) lebih dekat dengan kehidupan nyata; 2) mendorong peserta agar lebih aktif; 3) lebih menarik; 4) dan meningkatkan kerjasama. Kekurangannya yaitu; 1) membutuhkan persiapan yang matang; 2) membutuhkan adaptasi peran dan menyita waktu ( Dermawan, 2008).

3. Metode Massa

Masyarakat adalah sistem terbuka yang terbentuk atas berbagai kelompok baik homogen ataupun heterogen yang didalamnya terdapat interaksi berdasarkan pada nilai atau norma yang dianut. Metode yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan kesehatan untuk masa adalah ceramah umum, pidato, dan simulasi. Pada umumnya bentuk

pendekatan (cara) massa ini tidak langsung. Biasanya dengan menggunakan atau melalui media massa.

a. Ceramah umum (public speaking)

Pada acara-acara tertentu, misalnya pada Hari Kesehatan Nasional, Menteri Kesehatan atau pejabat kesehatan lainnya berpidato dihadapan massa rakyat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Safari KB juga merupakan salah satu bentuk pendekatan massa.

b. Pidato

Pidato-pidato/ diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik, baik TV maupun radio, pada hakikatnya merupakan bentuk promosi kesehatan massa.

Metode ceramah merupakan metode pembelajaran yang sudah sejak lama digunakan. Ceramah digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan, informasi baru terhadap sasaran yang diinginkan (Dermawan, 2008). Ceramah mangandalkan penuturan dari pemberi materi dan tidak banyak berharap atas respon dari para pesertanya, seramah lebih cenderung pasif, dan searah. Keuntungan digunakannya ceramah sebagai metode dalam pembelajaran diantaranya; peserta mudah dikuasi, jumlah peserta bisa besar. Metode ceramah merupakan metode yang tepat digunakan bagi sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode ceramah adalah; 1) persiapan, dalam hal ini penceramah harus menguasai materi yang akan disampaikan;

2) pelaksanaan, tahapan pelaksanaan merupakan tahapan berjalannya ceramah. Penceramah dianjurkan untuk berpenampilan meyakinkan, tidak bersikap ragu-ragu dan gelisah. Suara jelas dan lantang, pandangan tertuju pada seluruh peserta (Notoatmodjo, 2007).

Dokumen terkait